Otoritas kesehatan California memperingatkan bahaya dari rokok elektrik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran publik seputar keamanan dari vaping, istilah lain untuk menghisap rokok elektrik.
Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat California, Ron Chapman mengatakan melakukan vaping sama saja dengan mengundang 10 jenis zat penyebab kanker.
Chapman telah membuat laporan yang menyimpulkan bahwa rokok elektrik adalah ancaman kesehatan bagi masyarakat.
Bagi para remaja yang menggunakan rokok elektrik menghadapi risiko merusak perkembangan otak mereka.
"Rokok elektrik tetap mengandung nikotin dan bahan kimia berbahaya lainnya. Nikotin di dalam rokok elektrik tetap menimbulkan kecanduan seperti pada rokok konvensional," kata Chapman.
Chapman menambahkan ada banyak informasi yang salah tentang rokok elektrik. Itu sebabnya Chapman menyarankan masyarakat untuk menghindari penggunaan rokok elektrik dan menjauhkannya dari anak-anak segala usia.
Peringatan tersebut disampaikan setelah peneliti lainnya menemukan bahwa uap dari rokok elektrik mengandung senyawa kimia Formaldehida. Senyawa ini dikenal sebagai agen kanker yang mematikan.
Pekan kemarin, New England Journal of Medicine menerbitkan penelitian mereka yang mengklaim bahwa vaping lebih berbahaya daripada merokok.
Penelitian itu menemukan bahwa menghisap 10 kali rokok elektrik akan membombardir penggunanya 2,5 kali lebih banyak Formaldehida daripada menghabiskan satu pak rokok konvensional.
Disebutkan juga rokok elektrik bisa menimbulkan kebakaran seperti rokok konvensional dan dianggap tidak efektif dalam membantu orang berhenti merokok.
Badan Kesehatan Dunia WHO telah melarang penggunaan rokok elektrik di ruangan tertutup karena menimbulkan risiko bagi anak-anak dan janin.
Sumber: Daily Mail *
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Januari 2015
Ada banyak informasi yang salah tentang rokok elektrik.
Label:
anak,
Banyak,
California,
elektrik,
Formaldehida,
informasi,
janin,
kanker,
kebakaran,
merusak,
otak,
perkembangan,
remaja,
risiko,
rokok,
Ron Chapman,
salah,
vaping,
WHO
Sabtu, 10 Januari 2015
Sirsak Bantu Sembuhkan Kanker, Diabetes & Hipertensi
Kebanyakan penelitian tentang manfaat kesehatan dari sirsak atau graviola (Annona muricata) telah dilakukan pada hewan laboratorium dan belum dikonfirmasi pada manusia. Graviola terkenal karena sifat anti-kanker-nya.
Para peneliti sangat antusias graviola menjadi obat alternatif untuk digunakan sebagai terapi suportif untuk kanker, seperti kanker payudara, kanker prostat, kanker hati, kanker paru-paru, kanker pankreas, dan limfoma.
Ini adalah salah satu sifat yang paling dipelajari dari pohon sirsak dan sejauh ini telah menunjukkan hasil yang positif. Namun, selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakan graviola untuk terapi apapun.
Kanker pankreas
Peningkatan aktivitas metabolik dan konsentrasi glukosa dalam sel tumor telah dikaitkan dengan kanker pankreas yang agresif. Satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Letters menunjukkan bahwa ekstrak sirsak yang mengandung acetogenins menurunkan produksi ATP sehingga sel-sel kanker mati. Para peneliti juga menemukan bahwa hal itu tidak memengaruhi sel-sel sehat.
Kanker paru
Adriamycin kadang-kadang digunakan sebagai obat kemoterapi untuk kanker termasuk kanker paru dan kanker darah. Sebuah penelitian di Jepang yang dilakukan pada hewan di laboratorium menemukan bahwa annonacin (acetogenin) bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kanker di paru seperti halnya adriamycin. Namun, R. Webster Kehr dari Independent Cancer Research Foundation memperingatkan bahwa graviola bisa sangat berbahaya bagi pasien kanker paru-paru dan pasien kanker otak.
Kanker payudara
Peneliti menemukan bahwa ekstrak buah graviola berhasil menghambat pertumbuhan gen yang secara langsung mengungkapkan pertumbuhan sel ( EGFR) yang sering pada kanker payudara.
Analgesik dan anti-inflamasi
Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences pada hewan percobaan menemukan bahwa buah sirsak berperan sebagai analgesik dan anti-inflamasi. Namun, para peneliti menyarankan penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penggunaan yang aman.
Diabetes
Graviola telah ditemukan bermanfaat dalam kasus diabetes. Sebuah studi di Nigeria mengungkapkan bahwa ekstrak daun graviola secara signifikan mengurangi konsentrasi glukosa darah pada hewan percobaan, mungkin meningkatkan efek insulin dan adrenalin. Belum ada percobaan pada manusia , oleh karena itu penggunaannya belum dapat direkomendasikan
Darah tinggi
Penelitian telah menunjukkan graviola mengurangi tekanan darah, vasodilator (memperlebar pembuluh darah), dan cardiodepressant (penurunan denyut jantung ). Jika Anda menggunakan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, periksa ke dokter sebelum menggunakan graviola sebagai obat.Sumber *
Para peneliti sangat antusias graviola menjadi obat alternatif untuk digunakan sebagai terapi suportif untuk kanker, seperti kanker payudara, kanker prostat, kanker hati, kanker paru-paru, kanker pankreas, dan limfoma.
Ini adalah salah satu sifat yang paling dipelajari dari pohon sirsak dan sejauh ini telah menunjukkan hasil yang positif. Namun, selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakan graviola untuk terapi apapun.
Kanker pankreas
Peningkatan aktivitas metabolik dan konsentrasi glukosa dalam sel tumor telah dikaitkan dengan kanker pankreas yang agresif. Satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Letters menunjukkan bahwa ekstrak sirsak yang mengandung acetogenins menurunkan produksi ATP sehingga sel-sel kanker mati. Para peneliti juga menemukan bahwa hal itu tidak memengaruhi sel-sel sehat.
Kanker paru
Adriamycin kadang-kadang digunakan sebagai obat kemoterapi untuk kanker termasuk kanker paru dan kanker darah. Sebuah penelitian di Jepang yang dilakukan pada hewan di laboratorium menemukan bahwa annonacin (acetogenin) bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kanker di paru seperti halnya adriamycin. Namun, R. Webster Kehr dari Independent Cancer Research Foundation memperingatkan bahwa graviola bisa sangat berbahaya bagi pasien kanker paru-paru dan pasien kanker otak.
Kanker payudara
Peneliti menemukan bahwa ekstrak buah graviola berhasil menghambat pertumbuhan gen yang secara langsung mengungkapkan pertumbuhan sel ( EGFR) yang sering pada kanker payudara.
Analgesik dan anti-inflamasi
Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences pada hewan percobaan menemukan bahwa buah sirsak berperan sebagai analgesik dan anti-inflamasi. Namun, para peneliti menyarankan penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penggunaan yang aman.
Diabetes
Graviola telah ditemukan bermanfaat dalam kasus diabetes. Sebuah studi di Nigeria mengungkapkan bahwa ekstrak daun graviola secara signifikan mengurangi konsentrasi glukosa darah pada hewan percobaan, mungkin meningkatkan efek insulin dan adrenalin. Belum ada percobaan pada manusia , oleh karena itu penggunaannya belum dapat direkomendasikan
Darah tinggi
Penelitian telah menunjukkan graviola mengurangi tekanan darah, vasodilator (memperlebar pembuluh darah), dan cardiodepressant (penurunan denyut jantung ). Jika Anda menggunakan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, periksa ke dokter sebelum menggunakan graviola sebagai obat.Sumber *
Label:
diabetes,
dokter,
Graviola,
hipertensi,
kanker,
kanker hati,
kanker pankreas,
kanker paru-paru,
kanker payudara,
kanker prostat,
konsultasi,
limfoma,
peneliti,
Sembuhkan,
Sirsak,
terapi suportif
Minggu, 09 Februari 2014
Hormon Penyebab Ngantuk Ini Juga Menghambat Kanker Payudara
| "Penemuan kunci dari penelitian ini adalah kita dapat mengetahui efek obat ini terhadap perkembangan tumor," papar Adarsh Shankar. |
Penelitian yang dilakukan di Henry Ford Hospital, Detroit, Amerika Serikat itu mengungkapkan bahwa melatonin dapat menghambat perkembangan sel kanker. Hal ini terjadi karena melatonin sendiri adalah antioksidan alami dari tubuh yang mampu mengurangi jumlah partikel radikal bebas.
Untuk mengetahui fungsinya dalam penghambatan perkembangan sel kanker, peneliti melakukan percobaan dengan mengkombinasikan melatonin tambahan dengan kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormon dan imunoterapi.
Label:
antioksidan,
hormon,
jam biologis,
Juga,
kanker,
melatonin,
Menghambat,
Ngantuk,
payudara,
pembuluh darah baru,
penyebab,
prostat,
sel kanker,
suntikan,
tumor,
x-ray
Sabtu, 08 Februari 2014
Larangan Merokok dalam Mobil Picu Kontroversi
Inggris saat ini sedang bersiap untuk menentukan apakah merokok di dalam mobil akan dilarang atau tidak. Karena hal ini kontroversi muncul. 700 dokter, perawat dan ahli kesehatan mendukungnya, sementara banyak pula masyarakat yang menentangnya.
Tiga tahun lalu pernah ada satu penelitian yang membuktikan bila ada yang merokok di dalam mobil, maka di kabin konsentrasi partikel berbahaya 27 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang merokok di dalam rumah, dan 20 kali lipat lebih tinggi daripada di pub.
Bukti-bukti ilmiah juga telah menunjukkan hubungan antara rokok dengan terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, penyakit sistem saluran pernapasan, penyakit gangguan reproduksi dan juga kehamilan.
Tiga tahun lalu pernah ada satu penelitian yang membuktikan bila ada yang merokok di dalam mobil, maka di kabin konsentrasi partikel berbahaya 27 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang merokok di dalam rumah, dan 20 kali lipat lebih tinggi daripada di pub.
Bukti-bukti ilmiah juga telah menunjukkan hubungan antara rokok dengan terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, penyakit sistem saluran pernapasan, penyakit gangguan reproduksi dan juga kehamilan.
Label:
berbahaya,
dalam Mobil,
dokter,
kabin,
kanker,
kehamilan,
kontroversi,
Larangan,
merokok,
penyakit jantung,
perawat,
pernafasan,
perokok pasif,
Picu,
reproduksi,
Somon Clark,
voting
Jumat, 31 Januari 2014
Vodka, Pembunuh Sebagian Pria Rusia
Sebagian pria Rusia meninggal sebelum usia pertengahan lima puluh gara-gara vodka, minuman alkohol khas negara itu.
Riset yang dipublikasikan pada Jumat mengungkapkan hal tersebut.
Seperti dikutip Reuters, penelitian terhadap lebih dari 150 ribu pria itu menyimpulkan tingginya tingkat kematian dini pada pria Rusia.
Sebagian dari mereka yang meninggal sebelum usia pertengahan lima puluh, setiap pekan minum paling sedikit tiga botol vodka.
Riset yang dipublikasikan pada Jumat mengungkapkan hal tersebut.
Seperti dikutip Reuters, penelitian terhadap lebih dari 150 ribu pria itu menyimpulkan tingginya tingkat kematian dini pada pria Rusia.
Sebagian dari mereka yang meninggal sebelum usia pertengahan lima puluh, setiap pekan minum paling sedikit tiga botol vodka.
Label:
150 ribu,
alkohol,
bunuh diri,
hati,
kanker,
kecelakaan,
kekerasan,
kematian dini,
keracunan,
merokok,
pembunuh,
pneumonia,
pria,
reformasi,
riset,
Rusia,
sebagian,
TBC,
tenggorokan,
Vodka
Sabtu, 17 Agustus 2013
Wanita Obesitas Bisa Pangkas Risiko Kanker Endometrium dengan Olahraga
Manfaat sehat yang didapat dari olahraga tak lagi diragukan. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa olahraga teratur bisa mengurangi risiko kanker endometrium pada perempuan yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
"Aktivitas fisik sedang dan berat memang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker endometrium bagi perempuan obesitas, namun sayangnya hal ini tak cukup signifikan bagi perempuan kurus," papar Christina M. Dieli-Conwright, seorang peneliti dari Beckman Research Institute of City of Hope, Duarte, California, seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/8/2013). Selanjutnya *
"Aktivitas fisik sedang dan berat memang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker endometrium bagi perempuan obesitas, namun sayangnya hal ini tak cukup signifikan bagi perempuan kurus," papar Christina M. Dieli-Conwright, seorang peneliti dari Beckman Research Institute of City of Hope, Duarte, California, seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/8/2013). Selanjutnya *
Minggu, 28 Juli 2013
Kenapa Kurma Dianjurkan Buat Buka Puasa?
Pada bulan Ramadhan ini buah kurma merupakan salah satu buah yang menjadi primadona. Kurma atau dalam bahasa Arab di sebut Tamr adalah sejenis tanaman palma yang buahnya bisa dimakan. Lantas kenapa sih kurma di anjurkan sebagai santapan pembuka puasa?
Pohon kurma berukuran sedang biasanya mencapai 15-25 meter. Buahnya cenderung lonjong atau agak bulat dengan warna yang beragam. Selain itu ada juga yang berwarna kuning keemasan, kuning kecokelatan, merah, hingga hitam.
Pada jaman dahulu buah kurma menjadi makanan pokok. Karena didalam kurma terdapat nutrisi yang beragam, dari karbohidrat, lemak, protein, air, Vitamin C hingga mangan. Dalam 100 gr kurma segar terdapat kandungan energy sebesar 230 kcal, sehingga tak heran kalau kurma menjadi salah satu makanan pembuka puasa ringan.
Selain mengandung karbohidrat yang membantu memberikan energi, buah kurma juga punya banyak khasiat lain di bidang kesehatan.
Dilansir dari majalahkesehatan.com, makan kurma memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti:
1. bangsa Arab Badui yang makan kurma secara teratur kabarnya memiliki tingkat kanker dan penyakit jantung yang rendah.
2. Buah kurma juga kaya akan serat, sehingga dapat menyerap kolesterol jahat di dalam usus. Seratnya akan membantu melindungi selaput lendir usus dengan mengurangi paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar.
3. Sebagai makanan laksatif, kurma dapat melancarkan buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit.
4. Di dalam kurma juga ada kandungan antioksidan yang disebut tanin. Tanin ini bersifat anti-infeksi, anti-inflamasi dan anti-hemoragik.
5. Selain mengandung vitamin C, ada sedikit kandungan vitamin A pada kurma. Menjaga kesehatan mata dan kulit secara alami.
6. Merupakan sumber zat besi yang baik, kurma membantu melancarkan peredaran oksigen di dalam darah.
7. Kurma juga kaya akan vitamin K dan vitamin B, yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, serta berperanan penting dalam pembekuan darah serta metabolisme tulang.
Sekarang, tak ada keraguan lagi untuk menambahkan kurma dalam menu berbuka puasa kan? Seumber *
Pohon kurma berukuran sedang biasanya mencapai 15-25 meter. Buahnya cenderung lonjong atau agak bulat dengan warna yang beragam. Selain itu ada juga yang berwarna kuning keemasan, kuning kecokelatan, merah, hingga hitam.
Pada jaman dahulu buah kurma menjadi makanan pokok. Karena didalam kurma terdapat nutrisi yang beragam, dari karbohidrat, lemak, protein, air, Vitamin C hingga mangan. Dalam 100 gr kurma segar terdapat kandungan energy sebesar 230 kcal, sehingga tak heran kalau kurma menjadi salah satu makanan pembuka puasa ringan.
Selain mengandung karbohidrat yang membantu memberikan energi, buah kurma juga punya banyak khasiat lain di bidang kesehatan.
Dilansir dari majalahkesehatan.com, makan kurma memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti:
1. bangsa Arab Badui yang makan kurma secara teratur kabarnya memiliki tingkat kanker dan penyakit jantung yang rendah.
2. Buah kurma juga kaya akan serat, sehingga dapat menyerap kolesterol jahat di dalam usus. Seratnya akan membantu melindungi selaput lendir usus dengan mengurangi paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar.
3. Sebagai makanan laksatif, kurma dapat melancarkan buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit.
4. Di dalam kurma juga ada kandungan antioksidan yang disebut tanin. Tanin ini bersifat anti-infeksi, anti-inflamasi dan anti-hemoragik.
5. Selain mengandung vitamin C, ada sedikit kandungan vitamin A pada kurma. Menjaga kesehatan mata dan kulit secara alami.
6. Merupakan sumber zat besi yang baik, kurma membantu melancarkan peredaran oksigen di dalam darah.
7. Kurma juga kaya akan vitamin K dan vitamin B, yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, serta berperanan penting dalam pembekuan darah serta metabolisme tulang.
Sekarang, tak ada keraguan lagi untuk menambahkan kurma dalam menu berbuka puasa kan? Seumber *
Label:
230 kcal,
A,
antioksidan,
BAB,
buka Puasa,
C,
jantung,
kanker,
karbohidrat,
kolesterol jahat,
kulit,
Kurma,
lemak,
mangan,
pembekuan,
protein,
serat,
Tamr,
tanin,
vitamin
Kamis, 18 Juli 2013
Makanan Manis Bisa Picu Kanker Usus?
Hobi makan cokelat, biskuit, kue, junk food, keripik, permen hingga soda? Bukan hanya risiko obesitas saja yang mengancam, risiko kanker usus juga membututi Anda.
Dalam studi terbaru di Aberdeen dan Edinburgh University diketahui bahwa makanan manis dan berlemak bisa mengalami kanker usus 18 kali lipat lebih tinggi dibandingkan makanan sehat seperti sayur dan buah.
"Makan terlalu banyak sudah bisa menyebabkan berat badan naik. Kita tahu bahwa hal itu berkaitan dengan risiko kanker usus yang lebih tinggi," jelas Jessica Harris dari Cancer Research UK, seperti dikutip dari Daily Mail (18/7).
Belum jelas bagaimana makanan tersebut bisa menyebabkan kanker usus. Namun tak ada salahnya mulai mengurangi mengonsumsi makanan manis dan berlemak. Menurut peneliti, cara terbaik mengurangi risiko kanker usus adalah dengan rajin olahraga, mengurangi alkohol dan makan makanan seimbang demi menjaga kestabilan berat badan.
Dalam studi terbaru di Aberdeen dan Edinburgh University diketahui bahwa makanan manis dan berlemak bisa mengalami kanker usus 18 kali lipat lebih tinggi dibandingkan makanan sehat seperti sayur dan buah.
"Makan terlalu banyak sudah bisa menyebabkan berat badan naik. Kita tahu bahwa hal itu berkaitan dengan risiko kanker usus yang lebih tinggi," jelas Jessica Harris dari Cancer Research UK, seperti dikutip dari Daily Mail (18/7).
Belum jelas bagaimana makanan tersebut bisa menyebabkan kanker usus. Namun tak ada salahnya mulai mengurangi mengonsumsi makanan manis dan berlemak. Menurut peneliti, cara terbaik mengurangi risiko kanker usus adalah dengan rajin olahraga, mengurangi alkohol dan makan makanan seimbang demi menjaga kestabilan berat badan.
Jumat, 05 Juli 2013
Batuk Selama 3 Minggu atau Lebih? Bisa Jadi Gejala Kanker Paru-paru
Sebuah kampanye kanker paru-paru di Inggris baru-baru ini telah memperingatkan bahwa batuk terus-menerus selama 3 minggu atau lebih, merupakan gejala penyakit kanker paru-paru yang mematikan.
Seperti yang diketahui, kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru.
Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus penyakit kanker paru-paru pada pria, dan 70% pada wanita. Sementara kanker paru-paru yang disebabkan oleh faktor selain merokok sangat kecil kasusnya, seperti faktor zat yang ditemui atau terhirup di luar atau dalam ruangan seperti asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, dan gas mustard.
Seperti yang diketahui, kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru.
Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus penyakit kanker paru-paru pada pria, dan 70% pada wanita. Sementara kanker paru-paru yang disebabkan oleh faktor selain merokok sangat kecil kasusnya, seperti faktor zat yang ditemui atau terhirup di luar atau dalam ruangan seperti asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, dan gas mustard.
Label:
3 Minggu,
arsen,
asbes,
batuk,
Berat badan menurun,
darah,
gas mustard,
Inggris,
kanker,
klorometil eter,
kromat,
lelah,
Mematikan,
merokok,
nikel,
Nyeri dada,
paru-paru,
penyebab,
radiasi,
Sesak nafas
Minggu, 02 Juni 2013
LARANG IKLAN, PROMOSI, DAN SPONSOR ROKOK!
Promosi rokok demikian gencar. Bukan hanya promosi saja, iklan dan sponsor dari produsen rokok juga gencar dilakukan guna memperluas jaringan pemasarannya.
Dikatakan oleh Dr. Seto Mulyadi, Psi., M.Psi., industri rokok memasarkan produknya secara agresif kepada anak dan remaja dengan menciptakan lingkungan yang menganggap rokok sebagai sesuatu hal yang biasa. Materi iklan malah menunjukkan dengan jelas, segmentasi pasar yang dituju. Caranya, dengan mengasosiasikan merokok sebagai hal yang trendi, macho, berani, dan kebersamaan.
Di lain pihak, pemberian sponsor dilakukan untuk berbagai kegiatan yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan anak dan remaja. Untuk sponsor pendidikan, olah raga, kegiatan remaja, konser musik, dan lain sebagainya.
Kesemua cara tersebut, dilakukan untuk menarik dan mempertahankan konsumen rokok. Namun, di Hari Tanpa Tembakau Sedunia, 31 Mei ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara untuk melarang segala bentuk iklan, promosi, dan sponsor rokok guna membantu menurunkan jumlah pengguna rokok.
Dalam situs WHO disebutkan kalau larangan terhadap iklan, promosi, dan sponsor rokok merupakan satu cara paling efektif untuk mengurangi konsumsi rokok. Di negara yang telah memulai larangan tersebut, menunjukkan penurunan konsumsi rokok rata-rata sebesar 7 persen.
Larangan tersebut diberlakukan mengingat penelitian menunjukkan sekitar sepertiga dari pengalaman remaja dengan rokok diakibatkan paparan terhadap iklan, promosi, dan sponsor rokok. "Peringkat pemakaian rokok ini tepat di bagian paling atas dari daftar ancaman kesehatan universal yang secara keseluruhan dapat dicegah," ujar Direktur Umum WHO Dr. Margaret Chan, dalam rilisnya.
Karenanya, lanjut Dr. Douglas Bettcher, Direktur WHO untuk Bagian Pencegahan Penyakit Tidak Menular, melarang iklan, promosi, dan sponsor rokok menjadi langkah terbaik untuk melindungi orang-orang muda untuk mulai merokok serta menurunkan konsumsi rokok di seluruh populasi.
Meski demikian, Dr. Douglas mewanti-wanti bahwa meski larangan dilakukan, industri rokok secara konstan akan menemukan taktik baru untuk menyasar perokok potensial. Sejumlah cara yang ditempuh, di antaranya, adalah dengan memberikan hadiah dan menjual produk mereka seperti pakaian, dengan sasaran utama orang muda, melakukan pemasaran sembunyi-sembunyi di tempat pencetus tren seperti kafe dan klub malam, melakukan tanggung jawab sosial perusahaan seperti memberikan donasi melalui kegiatan amal, dan yang lainnya.
"Itu sebabnya, alasan pelarangan harus menyeluruh agar benar-benar efektif," ujar Dr. Douglas.
Laporan WHO terhadap epidemik rokok global tahun 2011 menunjukkan hanya 19 negara (yang menggambarkan hanya 6 persen dari populasi dunia) telah mendapat level pencapaian tertinggi dalam pelaranan iklan, promosi, dan sponsor rokok.
Dikatakan oleh Dr. Seto Mulyadi, Psi., M.Psi., industri rokok memasarkan produknya secara agresif kepada anak dan remaja dengan menciptakan lingkungan yang menganggap rokok sebagai sesuatu hal yang biasa. Materi iklan malah menunjukkan dengan jelas, segmentasi pasar yang dituju. Caranya, dengan mengasosiasikan merokok sebagai hal yang trendi, macho, berani, dan kebersamaan.
Di lain pihak, pemberian sponsor dilakukan untuk berbagai kegiatan yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan anak dan remaja. Untuk sponsor pendidikan, olah raga, kegiatan remaja, konser musik, dan lain sebagainya.
Kesemua cara tersebut, dilakukan untuk menarik dan mempertahankan konsumen rokok. Namun, di Hari Tanpa Tembakau Sedunia, 31 Mei ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara untuk melarang segala bentuk iklan, promosi, dan sponsor rokok guna membantu menurunkan jumlah pengguna rokok.
Dalam situs WHO disebutkan kalau larangan terhadap iklan, promosi, dan sponsor rokok merupakan satu cara paling efektif untuk mengurangi konsumsi rokok. Di negara yang telah memulai larangan tersebut, menunjukkan penurunan konsumsi rokok rata-rata sebesar 7 persen.
Larangan tersebut diberlakukan mengingat penelitian menunjukkan sekitar sepertiga dari pengalaman remaja dengan rokok diakibatkan paparan terhadap iklan, promosi, dan sponsor rokok. "Peringkat pemakaian rokok ini tepat di bagian paling atas dari daftar ancaman kesehatan universal yang secara keseluruhan dapat dicegah," ujar Direktur Umum WHO Dr. Margaret Chan, dalam rilisnya.
Karenanya, lanjut Dr. Douglas Bettcher, Direktur WHO untuk Bagian Pencegahan Penyakit Tidak Menular, melarang iklan, promosi, dan sponsor rokok menjadi langkah terbaik untuk melindungi orang-orang muda untuk mulai merokok serta menurunkan konsumsi rokok di seluruh populasi.
Meski demikian, Dr. Douglas mewanti-wanti bahwa meski larangan dilakukan, industri rokok secara konstan akan menemukan taktik baru untuk menyasar perokok potensial. Sejumlah cara yang ditempuh, di antaranya, adalah dengan memberikan hadiah dan menjual produk mereka seperti pakaian, dengan sasaran utama orang muda, melakukan pemasaran sembunyi-sembunyi di tempat pencetus tren seperti kafe dan klub malam, melakukan tanggung jawab sosial perusahaan seperti memberikan donasi melalui kegiatan amal, dan yang lainnya.
"Itu sebabnya, alasan pelarangan harus menyeluruh agar benar-benar efektif," ujar Dr. Douglas.
Laporan WHO terhadap epidemik rokok global tahun 2011 menunjukkan hanya 19 negara (yang menggambarkan hanya 6 persen dari populasi dunia) telah mendapat level pencapaian tertinggi dalam pelaranan iklan, promosi, dan sponsor rokok.
Lebih dari sepertiga dari negara-negara memiliki pembatasan minimal atau tidak sama sekali. Negara-negara yang membuat perkembangan kuat dalam pelarangan bentuk iklan termasuk Albania, Brasil, Kolombia, Ghana, Iran, Mauritius, Panama, dan Vietnam.
Survei terbaru terhadap penggunaan rokok di Turki menunjukkan larangan terhadap iklan, promosi, dan sponsor, digabung dengan ukuran kontrol rokok lainnya, berkontribusi dalam memangkas penggunaan rokok hingga lebih dari 13 persen, atau sekitar 1,2 juta lebih sedikit pengguna rokok, sejak tahun 2008.
Fakta menunjukkan, rokok membunuh hingga setengah dari penggunanya. Di tahun 2030, WHO memperkirakan bahwa rokok akan membunuh lebih dari 8 juta orang setiap tahun, dengan empat dari lima kematian terjadi di negara dengan pendapatan rendah dan menengah.
Rokok juga merupakan faktor risiko utama dari penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, serta saluran napas kronis.
Survei terbaru terhadap penggunaan rokok di Turki menunjukkan larangan terhadap iklan, promosi, dan sponsor, digabung dengan ukuran kontrol rokok lainnya, berkontribusi dalam memangkas penggunaan rokok hingga lebih dari 13 persen, atau sekitar 1,2 juta lebih sedikit pengguna rokok, sejak tahun 2008.
Fakta menunjukkan, rokok membunuh hingga setengah dari penggunanya. Di tahun 2030, WHO memperkirakan bahwa rokok akan membunuh lebih dari 8 juta orang setiap tahun, dengan empat dari lima kematian terjadi di negara dengan pendapatan rendah dan menengah.
Rokok juga merupakan faktor risiko utama dari penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, serta saluran napas kronis.
Label:
agresif,
amal,
diabetes,
Douglas Bettcher,
iklan,
kanker,
LARANG,
membunuh,
penyakit jantung,
PROMOSI,
remaja,
rokok,
saluran napas kronis,
Seto Mulyadi,
SPONSOR,
taktik baru,
Turki,
WHO
Kamis, 16 Mei 2013
Meski ‘Ndeso’, Makanan Ini Bisa Selamatkan Hidup Anda
Hasil penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Indonesia menyebutkan bahwa selain rendah kalori, ubi jalar juga mengandung antioksidan (β-karoten dan antosianin) yang bermanfaat bagi kesehatan.
Antioksidan adalah senyawa yang penting bagi kesehatan karena dapat mengurangi risiko terkena berbagai penyakit. Bahkan vitamin C, B2, B6, D, E dan biotin pun ada dalam makanan ‘ndeso’ ini.
Selain mengandung nilai gizi yang tinggi, ubi jalar juga memiliki segudang manfaat kesehatan bagi siapa saja yang mengonsumsinya.
Manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh ubi jalar antara lain, mencegah kanker, mengendalikan gula darah, mencegah penuaan dini, menjaga elastisitas kulit, mencegah serangan jantung, hingga membantu menurunkan berat badan.
Bahkan sebuah studi menyebutkan, kandungan kalium dalam ubi mampu mengurangi risiko stroke pada penderita hipertensi sebesar 40 persen. Sementara tekanan darah yang terlalu tinggi bisa berkurang hingga 25 persen.
Apakah manfaat di atas bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi makanan cepat saji? tentu tidak. Karena meskipun kalah ‘gengsi’, ubi jalar masih unggul dalam meningkatkan kualitas hidup Anda.
Antioksidan adalah senyawa yang penting bagi kesehatan karena dapat mengurangi risiko terkena berbagai penyakit. Bahkan vitamin C, B2, B6, D, E dan biotin pun ada dalam makanan ‘ndeso’ ini.
Selain mengandung nilai gizi yang tinggi, ubi jalar juga memiliki segudang manfaat kesehatan bagi siapa saja yang mengonsumsinya.
Manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh ubi jalar antara lain, mencegah kanker, mengendalikan gula darah, mencegah penuaan dini, menjaga elastisitas kulit, mencegah serangan jantung, hingga membantu menurunkan berat badan.
Bahkan sebuah studi menyebutkan, kandungan kalium dalam ubi mampu mengurangi risiko stroke pada penderita hipertensi sebesar 40 persen. Sementara tekanan darah yang terlalu tinggi bisa berkurang hingga 25 persen.
Apakah manfaat di atas bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi makanan cepat saji? tentu tidak. Karena meskipun kalah ‘gengsi’, ubi jalar masih unggul dalam meningkatkan kualitas hidup Anda.
Label:
antioksidan,
antosianin,
berat badan,
cepat saji,
gula darah,
hipertensi,
kalium,
kanker,
kulit,
manfaat kesehatan,
penelitian,
penuaan dini,
rendah kalori,
serangan jantung,
stroke,
ubi jalar,
vitamin,
β-karoten
Senin, 29 April 2013
6 Langkah Mengusir Lemak Perut
Memiliki perut rata sangat penting, bukan hanya demi penampilan semata, melainkan juga akan menjauhkan kita dari penyakit.
Timbunan lemak perut telah terbukti akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit serius seperti sindrom resistensi insulin yang akan memicu penyakit diabetes, mengganggu jantung dan pembuluh darah, serta beberapa jenis kanker.
Latihan yang berfokus pada otot-otot di sekitar perut memang bisa membantu mendapatkan otot lebih kencang, tetapi hal itu tak berarti banyak jika Anda tidak melengkapinya dengan olahraga teratur dan pola makan seimbang.
Supaya niat Anda mendapatkan perut yang rata lebih cepat terwujud, ikuti 6 langkah berikut ini.
1. Pilihlah makanan yang kaya serat dan bergizi tinggi ketimbang makanan tinggi lemak dan tinggi kalori. Makanan seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak akan membuat perut kenyang lebih lama sekaligus mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral.
Batasi konsumsi makanan yang diproses atau junk food. Makanlah beberapa kali dalam sehari, termasuk sarapan. Hal ini akan menjaga metabolisme tetap sehat dan memasok energi yang diperlukan tubuh. Hindari melewatkan waktu makan karena akan membuat metabolisme lebih lambat.
2. Konsumsi cairan yang cukup, terutama jika Anda rutin berolahraga atau tinggal di iklim yang lembab. Hindari minum minuman berkalori kosong seperti soda, minuman energi, atau jus buah dalam kemasan. Air akan membuat tubuh berfungsi secara optimal karena ia akan membawa nutrisi ke organ-organ vital.
3. Berolahraga 30-60 menit sedikitnya lima kali dalam seminggu. Mulailah dengan berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau mengikuti gerakan senam dari DVD. Jika Anda sudah punya kebiasaan berolahraga, tingkatkan intensitas latihan untuk mempercepat penurunan berat badan.
4. Latih seluruh kelompok otot tubuh dengan latihan beban, menggunakan bola keseimbangan, atau alat-alat di pusat kebugaran. Lakukan latihan otot tersebut dua atau tiga kali seminggu dalam waktu tidak berurutan sehingga tubuh punya kesempatan beristirahat. Meningkatkan massa otot akan meningkatkan pembakaran lemak dan kalori.
5. Lakukan latihan penguatan otot-otot perut. Lakukan secara teratur dua sampai empat kali dalam seminggu. Hal ini akan membangun dan menguatkan otot-otot perut serta kulit tidak tampak kendur.
6. Kurangi asupan total kalori perhari sekitar 500-1.000 kalori seminggu untuk menurunkan berat sekitar 1 kilogram seminggu.
Timbunan lemak perut telah terbukti akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit serius seperti sindrom resistensi insulin yang akan memicu penyakit diabetes, mengganggu jantung dan pembuluh darah, serta beberapa jenis kanker.
Latihan yang berfokus pada otot-otot di sekitar perut memang bisa membantu mendapatkan otot lebih kencang, tetapi hal itu tak berarti banyak jika Anda tidak melengkapinya dengan olahraga teratur dan pola makan seimbang.
Supaya niat Anda mendapatkan perut yang rata lebih cepat terwujud, ikuti 6 langkah berikut ini.
1. Pilihlah makanan yang kaya serat dan bergizi tinggi ketimbang makanan tinggi lemak dan tinggi kalori. Makanan seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak akan membuat perut kenyang lebih lama sekaligus mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral.
Batasi konsumsi makanan yang diproses atau junk food. Makanlah beberapa kali dalam sehari, termasuk sarapan. Hal ini akan menjaga metabolisme tetap sehat dan memasok energi yang diperlukan tubuh. Hindari melewatkan waktu makan karena akan membuat metabolisme lebih lambat.
2. Konsumsi cairan yang cukup, terutama jika Anda rutin berolahraga atau tinggal di iklim yang lembab. Hindari minum minuman berkalori kosong seperti soda, minuman energi, atau jus buah dalam kemasan. Air akan membuat tubuh berfungsi secara optimal karena ia akan membawa nutrisi ke organ-organ vital.
3. Berolahraga 30-60 menit sedikitnya lima kali dalam seminggu. Mulailah dengan berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau mengikuti gerakan senam dari DVD. Jika Anda sudah punya kebiasaan berolahraga, tingkatkan intensitas latihan untuk mempercepat penurunan berat badan.
4. Latih seluruh kelompok otot tubuh dengan latihan beban, menggunakan bola keseimbangan, atau alat-alat di pusat kebugaran. Lakukan latihan otot tersebut dua atau tiga kali seminggu dalam waktu tidak berurutan sehingga tubuh punya kesempatan beristirahat. Meningkatkan massa otot akan meningkatkan pembakaran lemak dan kalori.
5. Lakukan latihan penguatan otot-otot perut. Lakukan secara teratur dua sampai empat kali dalam seminggu. Hal ini akan membangun dan menguatkan otot-otot perut serta kulit tidak tampak kendur.
6. Kurangi asupan total kalori perhari sekitar 500-1.000 kalori seminggu untuk menurunkan berat sekitar 1 kilogram seminggu.
Label:
6 langkah,
cairan,
jantung dan pembuluh darah,
kalori,
kanker,
kaya serat,
Latihan,
lemak,
olahraga,
penampilan,
penguatan,
penyakit,
perut,
pola makan seimbang,
rata,
sindrom resistensi insulin,
teratur
Rabu, 17 April 2013
Anak Pendek Terancam Bodoh dan Penyakitan
Anak pendek umumnya kecerdasannya rendah dan rentan terkena penyakit degeneratif, seperti diabetes, hipertensi, stroke, gangguan jantung, dan kanker.
”Anak pendek (stunting) mengalami hambatan pertumbuhan organ, termasuk otak. Semakin banyak anak pendek, semakin banyak penerus bangsa yang potensial mengidap penyakit dan berinteligensia rendah. Tantangan kita adalah menekan jumlah anak pendek,” kata Soekirman dari Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia pada peluncuran program Gerakan Peningkatan Nutrisi (SUN Movement), Rabu (17/4), di Jakarta.
Jumlah anak pendek di Indonesia sekitar 7 juta orang (36 persen dari jumlah anak). Indonesia merupakan negara dengan anak pendek terbanyak kelima setelah India, China, Nigeria, dan Pakistan.
Menurut ahli gizi dari Universitas Indonesia, Endang L Achadi, anggapan bahwa anak pendek akibat faktor genetik tidak tepat. Faktor penentunya adalah kecukupan gizi. Hal itu harus terpenuhi sejak ibu hamil.
”Delapan minggu pertama kehamilan merupakan fase pembentukan organ tubuh, termasuk otak. Dilanjutkan fase pembelahan sel yang menentukan jumlah sel otak. Dua fase ini masuk dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Jika gizi tidak cukup, pembelahan sel dan pembentukan organ terganggu,” katanya.
Endang menyarankan agar remaja perempuan mempersiapkan fisik menjelang menikah. Sebab, kecukupan gizi janin di kandungan ditentukan dari kecukupan gizi calon ibu. ”Perempuan kurus berisiko mengandung janin dengan gizi kurang. Setelah melahirkan, kecukupan gizi ibu memengaruhi ketersediaan air susu. Jadi, persiapkan dengan benar jika hendak menikah,” ujarnya.
Permasalahan gizi khususnya anak pendek paling banyak terdapat di Indonesia bagian timur, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat. Untuk mengatasinya, Kepala Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan Iip Syaiful mengatakan, mulai tahun 2014, pemerintah daerah akan menganggarkan dana untuk kegiatan gerakan nasional percepatan gizi.
”Anak pendek (stunting) mengalami hambatan pertumbuhan organ, termasuk otak. Semakin banyak anak pendek, semakin banyak penerus bangsa yang potensial mengidap penyakit dan berinteligensia rendah. Tantangan kita adalah menekan jumlah anak pendek,” kata Soekirman dari Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia pada peluncuran program Gerakan Peningkatan Nutrisi (SUN Movement), Rabu (17/4), di Jakarta.
Jumlah anak pendek di Indonesia sekitar 7 juta orang (36 persen dari jumlah anak). Indonesia merupakan negara dengan anak pendek terbanyak kelima setelah India, China, Nigeria, dan Pakistan.
Menurut ahli gizi dari Universitas Indonesia, Endang L Achadi, anggapan bahwa anak pendek akibat faktor genetik tidak tepat. Faktor penentunya adalah kecukupan gizi. Hal itu harus terpenuhi sejak ibu hamil.
”Delapan minggu pertama kehamilan merupakan fase pembentukan organ tubuh, termasuk otak. Dilanjutkan fase pembelahan sel yang menentukan jumlah sel otak. Dua fase ini masuk dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Jika gizi tidak cukup, pembelahan sel dan pembentukan organ terganggu,” katanya.
Endang menyarankan agar remaja perempuan mempersiapkan fisik menjelang menikah. Sebab, kecukupan gizi janin di kandungan ditentukan dari kecukupan gizi calon ibu. ”Perempuan kurus berisiko mengandung janin dengan gizi kurang. Setelah melahirkan, kecukupan gizi ibu memengaruhi ketersediaan air susu. Jadi, persiapkan dengan benar jika hendak menikah,” ujarnya.
Permasalahan gizi khususnya anak pendek paling banyak terdapat di Indonesia bagian timur, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat. Untuk mengatasinya, Kepala Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan Iip Syaiful mengatakan, mulai tahun 2014, pemerintah daerah akan menganggarkan dana untuk kegiatan gerakan nasional percepatan gizi.
Minggu, 07 April 2013
10 Cara Tepat Mengusir Perut Buncit
Perut buncit bukan hanya mengganggu penampilan. Sejumlah penyakit mengintip di balik gelembung perut yang besarnya tidak proporsional bagi tubuh itu.
Ahli kesehatan dr. Selfie C. Rijal menuturkan, lemak yang menyebabkan kebuncitan pada perut sebenarnya terdiri dari dua macam. Pertama, lemak yang disimpan oleh tubuh di bawah kulit atau yang biasa disebut lemak subkutan (subcutaneous fat). Kedua, lemak yang disimpan oleh tubuh di rongga perut mengelilingi organ-organ dalam perut, yang biasa disebut lemak visceral (visceral fat).
Lemak visceral yang berada di sekeliling perut merupakan sumber asam lemak bebas yang langsung menuju hati melalui vena porta (vena besar yang membawa darah dari usus ke hati – red.). Lemak ini relatif resisten terhadap kerja insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat).
“Semakin banyak jumlah lemak visceral ini, maka semakin buncit seseorang,” ujarnya. Ditegaskan, banyaknya lemak visceral itu berkorelasi dengan tingkat kebuncitan perut.
Dokter lulusan Universitas Padjajaran tersebut mengungkapkan bahwa dari dua jenis lemak yang menggelembungkan bentuk perut, lemak visceral lebih berbahaya. Sebab, terkait dengan metabolisme seperti resistensi insulin, diabetes, serta sistem peredaran darah.
Dokter yang bekerja untuk RS Sari Asih, Tangerang, ini mengungkapkan semakin buncit seseorang, semakin tinggi kemungkinan mengalami resistensi insulin. Kondisi ini bisa menimbulkan beberapa penyakit. Selfie melanjutkan, penyakit yang rentan terhadap perut buncit di antaranya penyakit jantung, stroke, beberapa jenis kanker, diabetes tipe 2, serta kekebalan insulin. “Memang orang buncit itu mendapat risiko lebih dari penyakit. Itulah mengapa perut buncit perlu dikhawatirkan,” tandasnya.
Bagaimana mengatasinya? Berikut ini tips dari dr. Selfie C. Rijal:
1. Makan lemak sehat
Percaya atau tidak, program diet rendah lemak tidak akan menghilangkan perut buncit. Profesor Mehmet Oz, M.D dari Colombia University mengungkapkan hal tersebut. Yang benar adalah berhenti mengonsumsi nasi putih dan menggantinya dengan roti gandum murni. Makanlah dengan lemak sehat seperti alpukat dan minyak zaitun.
2. Turuti keinginan tubuh
Studi dari American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa jika seseorang mengikuti apa keinginan tubuhnya saat lapar, ia justru cenderung makan lebih sedikit dalam jangka waktu tertentu. Saat seseorang ngidam makan burger keju, mungkin ia akan makan selama beberapa hari dan kemudian tubuh akan merasa bosan dan mengurangi permintaan akan makanan tersebut. Pastikan porsinya tidak berlebihan.
3. Atur porsi makan
Studi yang dilakukan Krista Varady, asisten profesor nutrisi di University of Illinois, Chicago menemukan orang yang mengurangi porsi makan hariannya hingga 25 persen, berat badannya berkurang hingga 15 kg dalam 8 minggu. Begitu pula saat akhir pekan, makan yang terkontrol juga bisa membantu seseorang mengurangi berat badan cukup signifikan.
4. Sit-up tidak hilangkan lemak
Sebanyak apapun sit-up yang Anda lakukan, ia tidak akan membasmi lemak di perut. Ia akan menguatkan otot namun lemak sulit terbakar hanya dengan sit-up. Sebaliknya, Anda harus melakukan latihan menyeluruh di otot besar lainnya seperti kaki, bahu, dada dan lainnya agar proses pembakaran lemak lebih maksimal.
5. Banyak latihan kardio
Jika Anda sudah menguatkan otot besar dengan latihan beban, maka berikutnya bisa mempercepat proses pembakaran lemak dengan latihan kardio. Lari atau aerobik membantu membakar kalori berlebih jika diimbangi dengan membatasi lemak buruk yang dikonsumsi.
6. Jangan kurang/kelebihan tidur
Kurang tidur akan membuat metabolisme tubuh melambat sehingga sulit membakar lemak, sedangkan kelebihan tidur membuat tubuh menjadi pasif dan terbiasa untuk tidak banyak bergerak. Keduanya memicu penumpukan lemak dalam waktu yang lebih cepat.
7. Stop minum minuman bersoda (bahkan soda berlabel "Diet")
Studi 10 tahun yang dilakukan oleh University of Texas menemukan orang yang rutin minum soda diet justru menggemuk lebih cepat ketimbang yang tidak minum. Hal ini disebabkan pemanis buatan dalam soda membuat perut lebih cepat buncit dan membuat rasa lapar lebih mudah datang. Gantilah minuman ini dengan teh atau air lemon murni.
8. Meditasi
Tahukah Anda, saat berdoa dan bermeditasi, hormon stress kortisol akan berkurang produksinya? Ya, inilah hormon yang menyebabkan perut buncit. Jadi, hindarilah stress, perbanyak berdoa dan bermeditasi untuk menenangkan pikiran dan jiwa. Hanya 15 menit sehari, sudah cukup membantu.
9. Gula yang tepat
Memakan makanan manis sudah menjadi gaya hidup orang Indonesia, namun Anda bisa memilih rasa manis yang tepat. Buah memiliki gula alami, begitu pula dengan madu. Saat Anda memakan makanan mengandung gula seperti keripik dan nasi putih, sebagian besar kalori yang masuk berubah menjadi lemak perut.
10. Berolahraga dengan cerdas, bukan dengan keras
Setelah lemak perut mulai berkurang, saatnya untuk memulai latihan perut. Berlatihlah dengan merasakan kontraksi, bukan berlebihan. Otot perut yang kencang akan membantu Anda tampil lebih fit dan segar.
Ahli kesehatan dr. Selfie C. Rijal menuturkan, lemak yang menyebabkan kebuncitan pada perut sebenarnya terdiri dari dua macam. Pertama, lemak yang disimpan oleh tubuh di bawah kulit atau yang biasa disebut lemak subkutan (subcutaneous fat). Kedua, lemak yang disimpan oleh tubuh di rongga perut mengelilingi organ-organ dalam perut, yang biasa disebut lemak visceral (visceral fat).
Lemak visceral yang berada di sekeliling perut merupakan sumber asam lemak bebas yang langsung menuju hati melalui vena porta (vena besar yang membawa darah dari usus ke hati – red.). Lemak ini relatif resisten terhadap kerja insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat).
“Semakin banyak jumlah lemak visceral ini, maka semakin buncit seseorang,” ujarnya. Ditegaskan, banyaknya lemak visceral itu berkorelasi dengan tingkat kebuncitan perut.
Dokter lulusan Universitas Padjajaran tersebut mengungkapkan bahwa dari dua jenis lemak yang menggelembungkan bentuk perut, lemak visceral lebih berbahaya. Sebab, terkait dengan metabolisme seperti resistensi insulin, diabetes, serta sistem peredaran darah.
Dokter yang bekerja untuk RS Sari Asih, Tangerang, ini mengungkapkan semakin buncit seseorang, semakin tinggi kemungkinan mengalami resistensi insulin. Kondisi ini bisa menimbulkan beberapa penyakit. Selfie melanjutkan, penyakit yang rentan terhadap perut buncit di antaranya penyakit jantung, stroke, beberapa jenis kanker, diabetes tipe 2, serta kekebalan insulin. “Memang orang buncit itu mendapat risiko lebih dari penyakit. Itulah mengapa perut buncit perlu dikhawatirkan,” tandasnya.
Bagaimana mengatasinya? Berikut ini tips dari dr. Selfie C. Rijal:
1. Makan lemak sehat
Percaya atau tidak, program diet rendah lemak tidak akan menghilangkan perut buncit. Profesor Mehmet Oz, M.D dari Colombia University mengungkapkan hal tersebut. Yang benar adalah berhenti mengonsumsi nasi putih dan menggantinya dengan roti gandum murni. Makanlah dengan lemak sehat seperti alpukat dan minyak zaitun.
2. Turuti keinginan tubuh
Studi dari American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa jika seseorang mengikuti apa keinginan tubuhnya saat lapar, ia justru cenderung makan lebih sedikit dalam jangka waktu tertentu. Saat seseorang ngidam makan burger keju, mungkin ia akan makan selama beberapa hari dan kemudian tubuh akan merasa bosan dan mengurangi permintaan akan makanan tersebut. Pastikan porsinya tidak berlebihan.
3. Atur porsi makan
Studi yang dilakukan Krista Varady, asisten profesor nutrisi di University of Illinois, Chicago menemukan orang yang mengurangi porsi makan hariannya hingga 25 persen, berat badannya berkurang hingga 15 kg dalam 8 minggu. Begitu pula saat akhir pekan, makan yang terkontrol juga bisa membantu seseorang mengurangi berat badan cukup signifikan.
4. Sit-up tidak hilangkan lemak
Sebanyak apapun sit-up yang Anda lakukan, ia tidak akan membasmi lemak di perut. Ia akan menguatkan otot namun lemak sulit terbakar hanya dengan sit-up. Sebaliknya, Anda harus melakukan latihan menyeluruh di otot besar lainnya seperti kaki, bahu, dada dan lainnya agar proses pembakaran lemak lebih maksimal.
5. Banyak latihan kardio
Jika Anda sudah menguatkan otot besar dengan latihan beban, maka berikutnya bisa mempercepat proses pembakaran lemak dengan latihan kardio. Lari atau aerobik membantu membakar kalori berlebih jika diimbangi dengan membatasi lemak buruk yang dikonsumsi.
6. Jangan kurang/kelebihan tidur
Kurang tidur akan membuat metabolisme tubuh melambat sehingga sulit membakar lemak, sedangkan kelebihan tidur membuat tubuh menjadi pasif dan terbiasa untuk tidak banyak bergerak. Keduanya memicu penumpukan lemak dalam waktu yang lebih cepat.
7. Stop minum minuman bersoda (bahkan soda berlabel "Diet")
Studi 10 tahun yang dilakukan oleh University of Texas menemukan orang yang rutin minum soda diet justru menggemuk lebih cepat ketimbang yang tidak minum. Hal ini disebabkan pemanis buatan dalam soda membuat perut lebih cepat buncit dan membuat rasa lapar lebih mudah datang. Gantilah minuman ini dengan teh atau air lemon murni.
8. Meditasi
Tahukah Anda, saat berdoa dan bermeditasi, hormon stress kortisol akan berkurang produksinya? Ya, inilah hormon yang menyebabkan perut buncit. Jadi, hindarilah stress, perbanyak berdoa dan bermeditasi untuk menenangkan pikiran dan jiwa. Hanya 15 menit sehari, sudah cukup membantu.
9. Gula yang tepat
Memakan makanan manis sudah menjadi gaya hidup orang Indonesia, namun Anda bisa memilih rasa manis yang tepat. Buah memiliki gula alami, begitu pula dengan madu. Saat Anda memakan makanan mengandung gula seperti keripik dan nasi putih, sebagian besar kalori yang masuk berubah menjadi lemak perut.
10. Berolahraga dengan cerdas, bukan dengan keras
Setelah lemak perut mulai berkurang, saatnya untuk memulai latihan perut. Berlatihlah dengan merasakan kontraksi, bukan berlebihan. Otot perut yang kencang akan membantu Anda tampil lebih fit dan segar.
Rabu, 20 Maret 2013
Kurangi Risiko Kanker Hingga Separuh dengan 7 Langkah Ini
Sebelumnya American Heart Association pernah mengeluarkan 7 langkah efektif untuk menjaga kesehatan jantung yang disebut dengan Life's Simple 7. Namun tak hanya itu menurut sebuah studi baru, ketujuh langkah itu ternyata juga dapat menurunkan risiko kanker pada seseorang.
"Bahkan jika Anda hanya mempraktikkan 6 saja, risiko kanker Anda akan berkurang hingga separuh," ungkap peneliti Laura Rasmussen-Torvik yang juga profesor di bidang kedokteran preventif dari Feinberg School of Medicine, Northwestern University, AS.
American Heart Association (AHA) mengembangkan metode 7 langkah ini pada tahun 2010 dengan tujuan mengurangi kasus kematian akibat serangan jantung dan stroke hingga 20 persen pada tahun 2020.
Inilah ke-7 langkah yang tergabung ke dalam Life's Simple 7:
1. Aktif bergerak - AHA merekomendasikan olahraga sedikitnya 150 menit perminggu
2. Mengendalikan kolesterol - kadar kolesterol seseorang tak boleh lebih dari 200 miligram perdesiliter.
3. Memperbaiki pola makan - mengonsumsi makanan seperti gandum utuh, buah-buahan, sayuran dan lean protein seperti ikan, termasuk membatasi asupan sodium atau garam, gula tambahan, lemak trans dan lemak jenuh.
4. Mengatur tekanan darah - tekanan darah tak boleh lebih dari 120/80
5. Menurunkan berat badan - indeks massa tubuh (BMI) harus di bawah 25
6. Mengurangi gula darah - fasting blood sugar (FBS)-nya harus di bawah 100 yang dapat dicapai dengan menghindari soda, permen dan makanan penutup lainnya, termasuk aktif berolahraga
7. Berhenti merokok, bagaimanapun caranya.
"Kami hanya ingin menguji hipotesis tersebut, lalu dari situ kami berharap informasi ini akan memberikan motivasi ekstra pada publik agar menjalankan Life's Simple 7 ini," tandas Rasmussen-Torvik seperti dilansir dari abcnews, Selasa (19/3/2013).
Untuk memastikan efektivitas ke-7 langkah itu, Rasmussen-Torvik dan rekan-rekannya mengamati data dari Atherosclerosis Risk in Communities selama dua dekade. Studi tersebut berisi tentang analisis rekam medis dari 13.253 pasien dalam kurun waktu 1987-2006. Dari situ peneliti menemukan bahwa semakin banyak langkah yang diadopsi oleh pasien, semakin kecil peluang mereka untuk terserang kanker.
Secara rinci jika seseorang menjalankan 4 langkah dari Life's Simple 7 tersebut maka risiko kankernya akan berkurang hingga 33 persen. Sedangkan jika yang diikuti 6-7 langkah, penurunan risiko kankernya dapat mencapai 51 persen.
Menurut peneliti, kesemua langkah tersebut bersifat kumulatif, tapi berhenti merokok dapat memberikan peranan yang sangat signifikan bagi pencegahan kanker.
Meski Rasmussen-Torvik tak dapat menjelaskan mengapa langkah-langkah ini dapat menurunkan risiko kanker karena itu bukanlah bagian dari studinya, ia berharap pasien berkenan mengikuti Life's Simple 7 ini karena kesemuanya dapat menurunkan risiko dua penyakit paling mematikan yang pernah ada.
"Sedikit dorongan tambahan untuk orang-orang yang mengadopsi rekomendasi ini hasilnya akan luar biasa," pungkasnya.
"Bahkan jika Anda hanya mempraktikkan 6 saja, risiko kanker Anda akan berkurang hingga separuh," ungkap peneliti Laura Rasmussen-Torvik yang juga profesor di bidang kedokteran preventif dari Feinberg School of Medicine, Northwestern University, AS.
American Heart Association (AHA) mengembangkan metode 7 langkah ini pada tahun 2010 dengan tujuan mengurangi kasus kematian akibat serangan jantung dan stroke hingga 20 persen pada tahun 2020.
Inilah ke-7 langkah yang tergabung ke dalam Life's Simple 7:
1. Aktif bergerak - AHA merekomendasikan olahraga sedikitnya 150 menit perminggu
2. Mengendalikan kolesterol - kadar kolesterol seseorang tak boleh lebih dari 200 miligram perdesiliter.
3. Memperbaiki pola makan - mengonsumsi makanan seperti gandum utuh, buah-buahan, sayuran dan lean protein seperti ikan, termasuk membatasi asupan sodium atau garam, gula tambahan, lemak trans dan lemak jenuh.
4. Mengatur tekanan darah - tekanan darah tak boleh lebih dari 120/80
5. Menurunkan berat badan - indeks massa tubuh (BMI) harus di bawah 25
6. Mengurangi gula darah - fasting blood sugar (FBS)-nya harus di bawah 100 yang dapat dicapai dengan menghindari soda, permen dan makanan penutup lainnya, termasuk aktif berolahraga
7. Berhenti merokok, bagaimanapun caranya.
"Kami hanya ingin menguji hipotesis tersebut, lalu dari situ kami berharap informasi ini akan memberikan motivasi ekstra pada publik agar menjalankan Life's Simple 7 ini," tandas Rasmussen-Torvik seperti dilansir dari abcnews, Selasa (19/3/2013).
Untuk memastikan efektivitas ke-7 langkah itu, Rasmussen-Torvik dan rekan-rekannya mengamati data dari Atherosclerosis Risk in Communities selama dua dekade. Studi tersebut berisi tentang analisis rekam medis dari 13.253 pasien dalam kurun waktu 1987-2006. Dari situ peneliti menemukan bahwa semakin banyak langkah yang diadopsi oleh pasien, semakin kecil peluang mereka untuk terserang kanker.
Secara rinci jika seseorang menjalankan 4 langkah dari Life's Simple 7 tersebut maka risiko kankernya akan berkurang hingga 33 persen. Sedangkan jika yang diikuti 6-7 langkah, penurunan risiko kankernya dapat mencapai 51 persen.
Menurut peneliti, kesemua langkah tersebut bersifat kumulatif, tapi berhenti merokok dapat memberikan peranan yang sangat signifikan bagi pencegahan kanker.
Meski Rasmussen-Torvik tak dapat menjelaskan mengapa langkah-langkah ini dapat menurunkan risiko kanker karena itu bukanlah bagian dari studinya, ia berharap pasien berkenan mengikuti Life's Simple 7 ini karena kesemuanya dapat menurunkan risiko dua penyakit paling mematikan yang pernah ada.
"Sedikit dorongan tambahan untuk orang-orang yang mengadopsi rekomendasi ini hasilnya akan luar biasa," pungkasnya.
Label:
7 langkah,
AHA,
Aktif bergerak,
berat badan,
BMI,
FBS,
gula darah,
kanker,
kolesterol,
Laura Rasmussen-Torvik,
Life's Simple 7,
merokok,
pola makan,
risiko,
tekanan darah
Selasa, 12 Maret 2013
Sosis Tingkatkan Risiko Kanker Pankreas?
Kembalilah kepada konsumsi makanan alami karena kebiasaan mengasup daging yang sudah diproses seperti sosis akan meningkatkan risiko kanker pankreas. Demikian disampaikan para pakar. Kendati risikonya kanker terbilang kecil namun mengurangi konsumsi daging yang diproses dari menu makanan adalah sebuah langkah sehat.
Berdasarkan analisa terhadap tujuh penelitian yang sudah dipublikasikan, para peneliti di Swedia menemukan peningkatan risiko kanker pankreas sampai 19 persen pada mereka yang mengonsumsi 4 ons daging yang diproses setiap hari.
"Dalam hidup, risiko seseorang terkena kanker pankreas adalah 1,4 persen. Jika kita terbiasa mengonsumsi daging yang diproses seperti sosis atau bacon, risikonya naik menjadi 1,7 persen," kata Dr.Richard Besser.
Menurut data The National Cancer Institute, kanker pankreas diderita 1 dari 65 orang di Amerika. Sebenarnya jika dideteksi dini peluang harapan hidup pasien tinggi, namun kanker ini sulit dideteksi pada stadium awal. Di stadium lanjut, usia harapan hidup pasien dalam 5 tahun hanyalah 5,5 persen.
Seperti halnya jenis kanker lainnya, penyebab pasti kanker pankreas masih belum jelas. Namun kanker ini banyak ditemukan pada mereka yang merokok, menderita diabetes atau obesitas. Faktor lain yang terus digali adalah kebiasaan mengonsumsi daging yang diproses.
Menurut Besser, daging yang diproses juga dikaitkan dengan kanker kolon dan saluran kemih. Daging yang diproses diketahui mengandung garam dan lemak yang tinggi sehingga bisa mengundang gangguan kesehatan lainnya.
Kaitannya dengan kanker, para pakar curiga pada nitrit, bahan kimia pengawet yang dipecah di perut dan terbawa ke pankreas melalui peredaran darah. "Untuk amannya, Anda bisa mencari produk yang tidak mengandung nitrit," kata Besser.
The American Meat Institute Foundation (AMIF) sendiri mengatakan daging merah dan juga daging yang diproses merupakan bagian dari diet seimbang yang sehat. Mereke berpendapat satu studi kecil tidak bisa dipakai sebagai dasar kesimpulan.
"Agar tetap sehat, yang harus diperhatikan adalah pola makan yang seimbang, berat badan ideal, serta gaya hidup yang sehat," kata James Hodges, presiden AMIF.
Berdasarkan analisa terhadap tujuh penelitian yang sudah dipublikasikan, para peneliti di Swedia menemukan peningkatan risiko kanker pankreas sampai 19 persen pada mereka yang mengonsumsi 4 ons daging yang diproses setiap hari.
"Dalam hidup, risiko seseorang terkena kanker pankreas adalah 1,4 persen. Jika kita terbiasa mengonsumsi daging yang diproses seperti sosis atau bacon, risikonya naik menjadi 1,7 persen," kata Dr.Richard Besser.
Menurut data The National Cancer Institute, kanker pankreas diderita 1 dari 65 orang di Amerika. Sebenarnya jika dideteksi dini peluang harapan hidup pasien tinggi, namun kanker ini sulit dideteksi pada stadium awal. Di stadium lanjut, usia harapan hidup pasien dalam 5 tahun hanyalah 5,5 persen.
Seperti halnya jenis kanker lainnya, penyebab pasti kanker pankreas masih belum jelas. Namun kanker ini banyak ditemukan pada mereka yang merokok, menderita diabetes atau obesitas. Faktor lain yang terus digali adalah kebiasaan mengonsumsi daging yang diproses.
Menurut Besser, daging yang diproses juga dikaitkan dengan kanker kolon dan saluran kemih. Daging yang diproses diketahui mengandung garam dan lemak yang tinggi sehingga bisa mengundang gangguan kesehatan lainnya.
Kaitannya dengan kanker, para pakar curiga pada nitrit, bahan kimia pengawet yang dipecah di perut dan terbawa ke pankreas melalui peredaran darah. "Untuk amannya, Anda bisa mencari produk yang tidak mengandung nitrit," kata Besser.
The American Meat Institute Foundation (AMIF) sendiri mengatakan daging merah dan juga daging yang diproses merupakan bagian dari diet seimbang yang sehat. Mereke berpendapat satu studi kecil tidak bisa dipakai sebagai dasar kesimpulan.
"Agar tetap sehat, yang harus diperhatikan adalah pola makan yang seimbang, berat badan ideal, serta gaya hidup yang sehat," kata James Hodges, presiden AMIF.
Label:
19 persen,
4 ons,
diabetes,
garam,
kanker,
kolon,
lemak,
merokok,
nitrit,
obesitas,
pankreas,
penelitian,
pengawet,
Richard Besser,
saluran kemih,
sosis,
Swedia,
The National Cancer Institute,
tinggi,
tingkatkan
Jus Pare Cegah Kanker Pankreas
Kendati rasanya pahit, namun tak sedikit orang yang menggemari makanan olahan dari pare. Manfaat dari konsumsi buah pare, terutama jika dibuat jus, ternyata efektif untuk mencegah pertumbuhan sel kanker pankreas.
Sebuah studi yang dimuat di jurnal Carcinogenesis menunjukkan manfaat buah pare terhadap pencegahan kanker. Hasil pengujian pada tikus sama dengan hasil tiga tahun lalu saat diujikan secara in vitro.
Rekan ketua program Pencegahan dan Pengawasan Kanker di CU Cancer Center Rajesh Agarwal mengatakan, tiga tahun lalu para peneliti menemukan efek dari ekstrak pare pada sel kanker payudara hanya menggunakan Petri dish. Kemudian penelitian ini berkembang dengan menggunakan jus pare yang selama ini sudah banyak dikonsumsi oleh orang Asia.
"Hasilnya jus pare dapat mempengaruhi jalur metabolisme glukosa, membatasi energi dan membunuh sel kanker pankreas," ujar profesor di Skaggs School of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences ini.
Kanker pankreas merupakan satu dari jenis kanker yang paling mematikan karena cukup sulit terdeteksi. Setiap tahun di Amerika Serikat ditemukan 45.220 kasus baru dan 38.460 kematian akibat kanker pankreas. Setelah diagnosa, tingkat kelangsungan hidup pasien setelah satu tahun adalah 26 persen, dan setelah lima tahun hanya 6 persen.
Para peneliti mendapati penurunan kemampuan pertumbuhan sel kanker pankreas manusia pada tikus sebanyak 60 persen. Para peneliti juga mendapati hasil yang sama pada sel kanker pankreas saat dilakukan secara in vitro.
Jus pare bekerja dengan cara menghambat sel untuk melakukan metabolisme glukosa dan membatasi asupan energi bagi sel-sel kanker. Hal ini kemudian akan membuat sel-sel kanker kehabisan energi karena mereka mengandalkan sebagian besar energi dari glukosa dan tidak memiliki produksi energi alternatif.
"Ini adalah penemuan yang menggembirakan. Banyak peneliti yang menciptakan obat baru yang menargetkan kemampuan sel kanker dalam memproduksi energi, dan kami memiliki senyawa alami yang mungkin dapat melakukan hal itu," ujar Agarwal.
Sebuah studi yang dimuat di jurnal Carcinogenesis menunjukkan manfaat buah pare terhadap pencegahan kanker. Hasil pengujian pada tikus sama dengan hasil tiga tahun lalu saat diujikan secara in vitro.
Rekan ketua program Pencegahan dan Pengawasan Kanker di CU Cancer Center Rajesh Agarwal mengatakan, tiga tahun lalu para peneliti menemukan efek dari ekstrak pare pada sel kanker payudara hanya menggunakan Petri dish. Kemudian penelitian ini berkembang dengan menggunakan jus pare yang selama ini sudah banyak dikonsumsi oleh orang Asia.
"Hasilnya jus pare dapat mempengaruhi jalur metabolisme glukosa, membatasi energi dan membunuh sel kanker pankreas," ujar profesor di Skaggs School of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences ini.
Kanker pankreas merupakan satu dari jenis kanker yang paling mematikan karena cukup sulit terdeteksi. Setiap tahun di Amerika Serikat ditemukan 45.220 kasus baru dan 38.460 kematian akibat kanker pankreas. Setelah diagnosa, tingkat kelangsungan hidup pasien setelah satu tahun adalah 26 persen, dan setelah lima tahun hanya 6 persen.
Para peneliti mendapati penurunan kemampuan pertumbuhan sel kanker pankreas manusia pada tikus sebanyak 60 persen. Para peneliti juga mendapati hasil yang sama pada sel kanker pankreas saat dilakukan secara in vitro.
Jus pare bekerja dengan cara menghambat sel untuk melakukan metabolisme glukosa dan membatasi asupan energi bagi sel-sel kanker. Hal ini kemudian akan membuat sel-sel kanker kehabisan energi karena mereka mengandalkan sebagian besar energi dari glukosa dan tidak memiliki produksi energi alternatif.
"Ini adalah penemuan yang menggembirakan. Banyak peneliti yang menciptakan obat baru yang menargetkan kemampuan sel kanker dalam memproduksi energi, dan kami memiliki senyawa alami yang mungkin dapat melakukan hal itu," ujar Agarwal.
Label:
Carcinogenesis,
efektif,
ekstrak pare,
glukosa,
jus,
kanker,
kanker payudara,
mencegah,
menghambat sel,
metabolisme glukosa,
pahit,
pankreas,
pare,
peneliti,
Rajesh Agarwal,
sulit terdeteksi,
tikus
Senin, 11 Maret 2013
Jus Mengkudu, Usir Kelelahan hingga Perangi Kanker
BUAH mengkudu atau dikenal juga dengan nama buah noni dipercaya sejak lama sebagai salah satu bahan obat tradisional. Manfaat dari mengkudu memang berkhasiat untuk mencegah berbagai penyakit dan menjaga kesehatan tubuh Anda.
Salah satu olahahan mengkudu, berupa jus mengkudu dipercaya dapat mengatasi kelelahan. Selain itu, jus mengkudu juga bisa membantu tubuh untuk melawan sel-sel kanker. Dalam sebuah penelitian, jus mengkudu yang diberikan pada tikus percobaan, mencegah bahan kimia atau radikal bebas mengikat DNA yang bisa memicu kanker, demikian yang dilansir Livestrong.
Bahkan, jus mengkudu bisa membantu mereka yang mengalami penurunan kognitif, kesulitan mengingat, depresi, dan perubahan suasana hati. Kondisi yang banyak diderita oleh para lansia ini bisa dibantu dengan mengonsumsi jus mengkudu. Jus mengkudu akan meningkatkan kognisi mereka dan menjaga bagian otak tetap sehat. Ekstrak dari buah mengkudu secara signifikan meningkatkan memori serta serotonin dan dopamin.
Namun, penggunaan jus mengkudu ini masih harus diawasi oleh ahli medis. Karena beberapa kondisi kesehatan tidak diperbolehkan mengonsumsi mengkudu. Misalnya, mereka yang menderita masalah ginjal dan sedang menjalani diet kalium. Mengkudu memiliki kalium yang cukup tinggi dan tentu bisa membahayakan. Ini juga berlaku bagi mereka yang menderita masalah hati, karena dapat memperburuk kondisi kesehatan orang yang mengonsumsinya.
Salah satu olahahan mengkudu, berupa jus mengkudu dipercaya dapat mengatasi kelelahan. Selain itu, jus mengkudu juga bisa membantu tubuh untuk melawan sel-sel kanker. Dalam sebuah penelitian, jus mengkudu yang diberikan pada tikus percobaan, mencegah bahan kimia atau radikal bebas mengikat DNA yang bisa memicu kanker, demikian yang dilansir Livestrong.
Bahkan, jus mengkudu bisa membantu mereka yang mengalami penurunan kognitif, kesulitan mengingat, depresi, dan perubahan suasana hati. Kondisi yang banyak diderita oleh para lansia ini bisa dibantu dengan mengonsumsi jus mengkudu. Jus mengkudu akan meningkatkan kognisi mereka dan menjaga bagian otak tetap sehat. Ekstrak dari buah mengkudu secara signifikan meningkatkan memori serta serotonin dan dopamin.
Namun, penggunaan jus mengkudu ini masih harus diawasi oleh ahli medis. Karena beberapa kondisi kesehatan tidak diperbolehkan mengonsumsi mengkudu. Misalnya, mereka yang menderita masalah ginjal dan sedang menjalani diet kalium. Mengkudu memiliki kalium yang cukup tinggi dan tentu bisa membahayakan. Ini juga berlaku bagi mereka yang menderita masalah hati, karena dapat memperburuk kondisi kesehatan orang yang mengonsumsinya.
Label:
depresi,
diet kalium,
dopamin,
ginjal,
hati,
jus,
kanker,
kelelahan,
kognitif,
lansia,
memori,
mengingat,
mengkudu,
noni,
otak,
radikal bebas,
serotonin
Biji Anggur Berpotensi Membunuh Sel Kanker
Biji anggur belakangan ini banyak diteliti khasiatnya bagi kesehatan. Salah satu yang terbaru adalah kemampuannya dalam mengatasi kanker kulit dan mencegah kebutaan. Tidak hanya itu, sebuah riset teranyar bahkan menunjukkan ekstrak biji anggur mampu untuk membunuh sel kanker di leher dan kepala. Temuan ini diterbitkan dalam journal Carcinogenesis.
Kelebihan dari ekstrak biji anggur ini ialah hanya membunuh sel-sel kanker saja tanpa mengganggu sel yang sehat. "Efeknya cukup dramatis," kata Rajesh Agarwal, PhD, peneliti di University of Colorado Cancer Center dan profesor di Skaggs School of Pharmaceutical Sciences.
Akan tetapi lanjut Agarwal, keefektivan ekstrak biji anggur tetap tergantung dari kemampuan sel sehat untuk bertahan dari kerusakan. "Sel-sel kanker cepat sekali menyebar. Tetapi ada juga kondisi di mana mereka tidak bisa tumbuh, sehingga sel kanker itu akan mati," tambahnya.
Menurut Agarwal, ekstrak biji anggur dapat menciptakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi sel kanker, karena menghambat pertumbuhan sel kanker.
Agarwal berharap agar temuan ini di kembangkan lebih lanjut ke arah uji klinis. Ia mengatakan bahwa riset ini berpotensi sebagai tambahan untuk terapi lini kedua dalam mengobati kanker leher dan kepala.
Kanker kepala dan leher (diluar kanker otak, mata dan tulang belakang) rata-rata muncul pada usia 59 tahun. Penyebab kanker leher dan kepala biasanya disebabkan karena kebiasaan mengunyah tembakau, kebiasaan minum alkohol. Delapan puluh lima persen kanker leher dan kepala dihubungkan dengan penggunaan tembakau.
Kelebihan dari ekstrak biji anggur ini ialah hanya membunuh sel-sel kanker saja tanpa mengganggu sel yang sehat. "Efeknya cukup dramatis," kata Rajesh Agarwal, PhD, peneliti di University of Colorado Cancer Center dan profesor di Skaggs School of Pharmaceutical Sciences.
Akan tetapi lanjut Agarwal, keefektivan ekstrak biji anggur tetap tergantung dari kemampuan sel sehat untuk bertahan dari kerusakan. "Sel-sel kanker cepat sekali menyebar. Tetapi ada juga kondisi di mana mereka tidak bisa tumbuh, sehingga sel kanker itu akan mati," tambahnya.
Menurut Agarwal, ekstrak biji anggur dapat menciptakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi sel kanker, karena menghambat pertumbuhan sel kanker.
Agarwal berharap agar temuan ini di kembangkan lebih lanjut ke arah uji klinis. Ia mengatakan bahwa riset ini berpotensi sebagai tambahan untuk terapi lini kedua dalam mengobati kanker leher dan kepala.
Kanker kepala dan leher (diluar kanker otak, mata dan tulang belakang) rata-rata muncul pada usia 59 tahun. Penyebab kanker leher dan kepala biasanya disebabkan karena kebiasaan mengunyah tembakau, kebiasaan minum alkohol. Delapan puluh lima persen kanker leher dan kepala dihubungkan dengan penggunaan tembakau.
Label:
aggs School of Pharmaceutical Sciences,
alkohol,
anggur,
biji,
Cancer Center,
diteliti,
dramatis,
ekstrak,
kanker,
kepala,
leher,
Rajesh Agarwal,
tembakau,
terapi lini kedua,
uji klinis,
University of Colorado
Rabu, 23 Januari 2013
Durian, Sang Raja Buah dengan Segudang Manfaat Sehat
“Smells like hell, but tastes like heaven..”
Itulah ungkapan singkat yang dilontarkan seorang turis asing setelah mencicipi buah durian asli Indonesia. Di Indonesia sendiri tidak sedikit yang menutup hidung dari aroma khas buah durian. Namun tak sedikit pula yang ketagihan setelah mencicipi ke’dahsyat’an rasanya.
Pohon durian merupakan tanaman liar yang berasal dari hutan Sumatra, kalimantan, dan Malaysia. Nama durian sendiri diambil dari karakteristik buahnya yang memiliki kulit rapat berduri dengan nama latin Durio zibenthinus Murr
Soal rasa, tidak ada yang bisa ‘mangkir’ dari kelezatan buah berduri yang satu ini.
Bahkan seorang naturalis bernama Alfred Russel Wallace mengatakan bahwa durian adalah buah yang mirip puding dan diperkaya dengan rasa almond, kadang-kadang seperti es krim rasa keju, bercampur saus bawang, anggur, dan bermacam rasa yang unik.
Kandungan Gizi Durian
Selain mendapat julukan ‘The King of Fruit’ durian juga mendapatkan julukan sebagai buah ‘bintang lima’ karena kandungan gizinya yang lengkap dibanding buah yang lain. Di antara kandungan nutrisi yang penting tersebut adalah vitamin B, vitamin C, zat besi, kalium, magnesium, fosfor, seng, thiamin, riblofavin, omega 3 dan 6. Selain itu durian juga banyak mengandung phytonurient, polyphenol, phytosterol, antioksidan, organosulfur, dan tryptophan. Disamping itu juga ada zat gizi utama seperti karbohidrat, lemak tak jenuh, dan protein.
Menurut tim peneliti dari Ohio State University, phytonutrient yang terkandung dalam buah durian diklaim mampu mematikan zat penyebab kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah kanker, diabetes, serta penyakit jantung.
Durian juga diperkaya dengan polifenol dan antioksidan seperti vitamin C. Kandungan vitamin C pada buah durian bisa mencapai 200 mg/100 gr daging buah. Angka tersebut merupakan nilai tertinggi kandungan vitamin C pada buah.
Department of Pharmacology & Toxicology, School of Medicine, State University of New York di Buffalo juga memberikan catatan penting tentang kandungan durian. Berdasarkan hasil riset mereka, kandungan zat phytosterol dalam durian berguna antara lain untuk memperbaiki reaksi anti tumor pada tubuh, memperbaiki daya tahan tubuh terhadap serangan kanker, dan membantu menghambat pertumbuhan tumor.
Manfaat Kesehatan Buah Durian
Selain rasa memiliki rasa yang nikmat dan kandungan nutrisi yang begitu lengkap, buah durian juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang tak kalah pentingnya, seperti:
Mencegah Penuaan Dini
Vitamin C yang terkandung dalam durian merupakan bahan baku pembuatan kolagen. Seperti kita ketahui bahwa kolagen adalah faktor penting dalam menjaga keremajaan kulit. Tak hanya itu, kolagen juga berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah, tulang tendon, dan ligamen.
Mencegah Depresi
Kandungan vitamin B6 yang terdapat dalam buah durian juga dapat membantu memproduksi hormon serotonin. Hormon penting yang membuat suasana hati Anda menjadi lebih baik sehingga mencegah Anda dari risiko stres dan depresi.
Meningkatkan Kemampuan Otak
Sebuah studi yang dilakukan di Twickenham, London, Inggris, menyebutkan bahwa 200 pelajar diminta untuk mengonsumsi buah durian dalam jumlah cukup pada saat sarapan, istirahat, dan makan siang. Hasilnya, lebih dari 80 persen siswa mengalami peningkatan kemampuan otak dalam menyerap pelajaran dan lebih berkonsentrasi terhadap pelajaran yang diberikan.
Obat Tidur Alami
Bagi Anda yang susah tidur dan jarang mendapatkan tidur berkualitas, mungkin mengonsumsi durian bisa menjadi solusi alternatif yang tepat. Kandungan amino triptofan dalam durian dapat meringankan kecemasan, insomnia, dan menciptakan perasaan euforia dengan cara meningkatkan kadar serotonin pada otak. Serotonin merupakan zat penting untuk mengatur siklus tidur yang bekerja sama dengan zat lain yakni melatonin.
Lantas bagaimana dengan rumor yang beredar bahwa durian dapat membahayakan kesehatan?
Buah durian dapat mengganggu kesehatan jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Bahkan bisa mengakibatkan kematian jika Anda mengonsumsinya bersama dengan minuman beralkohol. Agar buah durian dapat dirasakan manfaat sehatnya, cukup konsumsi 100-200 gr saja sekali makan.
So, mengapa musti takut mengonsumsi durian?
Label:
Alfred Russel Wallace,
buah,
depresi,
diabetes,
durian,
Durio Zubentinus Murr,
kanker,
manfaat,
Ohio State University,
omega 3,
otak,
penuaan dini,
raja,
rasa,
Sumatra,
The King of Fruit,
tidur,
tryptophan
Langganan:
Postingan (Atom)
