Sebuah ulasan dalam New Scientist menyebutkan, buah sukun (Artocarpus altilis) merupakan salah satu "superfoods " yang berpotensi mengatasi kelaparan di seluruh dunia sekaligus menyediakan protein dalam dosis yang menyehatkan.
Berat sukun yang secara keseluruhan sekitar tujuh kilogram dapat memberikan porsi karbohidrat untuk lima orang anggota keluarga.
Para ilmuwan percaya, sukun berpotensi memberi makan masyarakat di seluruh dunia jika buah ini menghasilkan sekitar 204 kilogram/musim.
Tampilkan postingan dengan label serat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serat. Tampilkan semua postingan
Senin, 07 Juli 2014
Sukun Ternyata "Superfoods"
Label:
American Heart Association,
Artocarpus altilis,
bebas gluten,
HDL,
karbohidrat,
kelaparan,
LDL,
mineral,
NTBG,
protein,
serat,
Sukun,
superfoods,
Ternyata,
vitamin
Sabtu, 17 Mei 2014
Konsumsi 200 Gram Sayuran/Buah-buahan Atasi Risiko Stroke
Sebuah penelitian terbaru dari American Heart Association (AHA) menunjukkan konsumsi sayuran dan buah-buahan sebanyak 200 gram per hari dapat mengurangi risiko stroke. Badan kesehatan dunia, WHO, memperkirakan peningkatan konsumsi sayuran dan buah hingga 600 gram/hari dapat mengurangi risiko stroke sebanyak 19 persen.
Untuk keperluan studi, AHA melakukan meta-analisis pada 20 studi yang dipublikasikan 19 tahun terakhir. Hal ini dilakukan demi memperkirakan efek umum konsumsi sayuran dan buah pada penderita stroke.
Meta-analisis ini mencakup 760.629 partisipan dan 16.981 kasus stroke. Hasil meta-analisis menunjukkan konsumsi 200 gram buah per hari menurunkan risiko stroke 32 persen. Risiko stroke menurun 11 persen jika mengkonsumsi 200 gram sayuran per hari.
"Memperbaiki diet dan gaya hidup penting untuk mengurangi risiko stroke dan jantung pada semua populasi. Secara khusus, diet kaya buah-buahan dan sayuran sangat dianjurkan karena memenuhi mikronutrien dan makronutrien serta asupan serat," ujar penulis studi dari Medical College of Qingdao University di Qingdao, Cina, Dr Yan Qu, seperti dilansir Medical News Today.
Hasil penelitian juga menunjukkan konsumsi lebih banyak sayuran dan buah juga dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki fungsi mikrovaskular, dan berefek menguntungkan untuk indeks massa tubuh, lingkar pinggang, kolesterol, peradangan, dan stres oksidatif.
Efek menguntungkan dari konsumsi kedua jenis makanan ini dapat dirasakan pria dan perempuan berapa pun usianya. AHA merekomendasikan orang dewasa rata-rata harus mengkonsumsi 4-5 porsi sayuran dan buah-buahan per hari. Semakin bervariasi warna serta tipe sayur dan buah-buahan yang dikonsumsi, semakin banyak asupan vitamin, mineral, dan serat pada tubuh.
Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke ini disebutkan, di negara-negara dengan masyarakat berpendapatan tinggi, kasus stroke menurun 42 persen selama empat tahun terakhir. Namun, di negara-negara dengan masyarakat berpendapatan menengah, kasus stroke justru dua kali lipat lebih tinggi.
Angka kematian tertinggi akibat stroke ditemukan di negara dengan masyarakat berpenghasilan rendah. Pada 2010, stroke bahkan menjadi penyebab utama kematian di Cina. Para ahli kesehatan sepakat perbaikan diet dan gaya hidup penting untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada semua populasi.
Bagian penting dari perbaikan diet adalah mendorong orang-orang mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah-buahan. Hanya, prevalensi konsumsi kedua jenis makanan ini rendah di seluruh dunia, terutama di negara dengan masyarakat berpendapatan rendah. Sumber *
Untuk keperluan studi, AHA melakukan meta-analisis pada 20 studi yang dipublikasikan 19 tahun terakhir. Hal ini dilakukan demi memperkirakan efek umum konsumsi sayuran dan buah pada penderita stroke.
Meta-analisis ini mencakup 760.629 partisipan dan 16.981 kasus stroke. Hasil meta-analisis menunjukkan konsumsi 200 gram buah per hari menurunkan risiko stroke 32 persen. Risiko stroke menurun 11 persen jika mengkonsumsi 200 gram sayuran per hari.
"Memperbaiki diet dan gaya hidup penting untuk mengurangi risiko stroke dan jantung pada semua populasi. Secara khusus, diet kaya buah-buahan dan sayuran sangat dianjurkan karena memenuhi mikronutrien dan makronutrien serta asupan serat," ujar penulis studi dari Medical College of Qingdao University di Qingdao, Cina, Dr Yan Qu, seperti dilansir Medical News Today.
Hasil penelitian juga menunjukkan konsumsi lebih banyak sayuran dan buah juga dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki fungsi mikrovaskular, dan berefek menguntungkan untuk indeks massa tubuh, lingkar pinggang, kolesterol, peradangan, dan stres oksidatif.
Efek menguntungkan dari konsumsi kedua jenis makanan ini dapat dirasakan pria dan perempuan berapa pun usianya. AHA merekomendasikan orang dewasa rata-rata harus mengkonsumsi 4-5 porsi sayuran dan buah-buahan per hari. Semakin bervariasi warna serta tipe sayur dan buah-buahan yang dikonsumsi, semakin banyak asupan vitamin, mineral, dan serat pada tubuh.
Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke ini disebutkan, di negara-negara dengan masyarakat berpendapatan tinggi, kasus stroke menurun 42 persen selama empat tahun terakhir. Namun, di negara-negara dengan masyarakat berpendapatan menengah, kasus stroke justru dua kali lipat lebih tinggi.
Angka kematian tertinggi akibat stroke ditemukan di negara dengan masyarakat berpenghasilan rendah. Pada 2010, stroke bahkan menjadi penyebab utama kematian di Cina. Para ahli kesehatan sepakat perbaikan diet dan gaya hidup penting untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada semua populasi.
Bagian penting dari perbaikan diet adalah mendorong orang-orang mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah-buahan. Hanya, prevalensi konsumsi kedua jenis makanan ini rendah di seluruh dunia, terutama di negara dengan masyarakat berpendapatan rendah. Sumber *
Label:
19 persen,
200 Gram,
AHA,
buah,
diet,
gaya hidup,
kolesterol,
konsumsi,
makronutrien,
meta-analisis,
mikronutrien,
penelitian,
Qingdao University,
risiko,
sayuran,
serat,
stroke,
tekanan darah,
Warna,
WHO
Sabtu, 17 Agustus 2013
Ingin Balita Cerdas dan Sehat? Berikan Telur dan Tahu!
Kebutuhan akan protein sama pentingnya seperti vitamin, serat dan karbohidrat. Karena itulah asupan makanan sumber protein tak boleh terlewatkan. Susu, tahu dan telur bisa diberikan pada si kecil agar kebutuhannya terpenuhi.
Saat berusia di bawah lima tahun, proses tumbuh kembangnya sedang berlangsung. Sebagai penunjag dalam proses perkembangan ini sangatlah memerlukan makanan bernutrisi. Berikut lima jenis maknaan kaya protein yang baik diberikan pada balita. Selanjutnya *
Saat berusia di bawah lima tahun, proses tumbuh kembangnya sedang berlangsung. Sebagai penunjag dalam proses perkembangan ini sangatlah memerlukan makanan bernutrisi. Berikut lima jenis maknaan kaya protein yang baik diberikan pada balita. Selanjutnya *
Label:
balita,
Berikan,
Cerdas,
Ingin,
karbohidrat,
protein,
sehat,
serat,
susu,
Tahu,
telur,
vitamin
Minggu, 28 Juli 2013
Kenapa Kurma Dianjurkan Buat Buka Puasa?
Pada bulan Ramadhan ini buah kurma merupakan salah satu buah yang menjadi primadona. Kurma atau dalam bahasa Arab di sebut Tamr adalah sejenis tanaman palma yang buahnya bisa dimakan. Lantas kenapa sih kurma di anjurkan sebagai santapan pembuka puasa?
Pohon kurma berukuran sedang biasanya mencapai 15-25 meter. Buahnya cenderung lonjong atau agak bulat dengan warna yang beragam. Selain itu ada juga yang berwarna kuning keemasan, kuning kecokelatan, merah, hingga hitam.
Pada jaman dahulu buah kurma menjadi makanan pokok. Karena didalam kurma terdapat nutrisi yang beragam, dari karbohidrat, lemak, protein, air, Vitamin C hingga mangan. Dalam 100 gr kurma segar terdapat kandungan energy sebesar 230 kcal, sehingga tak heran kalau kurma menjadi salah satu makanan pembuka puasa ringan.
Selain mengandung karbohidrat yang membantu memberikan energi, buah kurma juga punya banyak khasiat lain di bidang kesehatan.
Dilansir dari majalahkesehatan.com, makan kurma memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti:
1. bangsa Arab Badui yang makan kurma secara teratur kabarnya memiliki tingkat kanker dan penyakit jantung yang rendah.
2. Buah kurma juga kaya akan serat, sehingga dapat menyerap kolesterol jahat di dalam usus. Seratnya akan membantu melindungi selaput lendir usus dengan mengurangi paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar.
3. Sebagai makanan laksatif, kurma dapat melancarkan buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit.
4. Di dalam kurma juga ada kandungan antioksidan yang disebut tanin. Tanin ini bersifat anti-infeksi, anti-inflamasi dan anti-hemoragik.
5. Selain mengandung vitamin C, ada sedikit kandungan vitamin A pada kurma. Menjaga kesehatan mata dan kulit secara alami.
6. Merupakan sumber zat besi yang baik, kurma membantu melancarkan peredaran oksigen di dalam darah.
7. Kurma juga kaya akan vitamin K dan vitamin B, yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, serta berperanan penting dalam pembekuan darah serta metabolisme tulang.
Sekarang, tak ada keraguan lagi untuk menambahkan kurma dalam menu berbuka puasa kan? Seumber *
Pohon kurma berukuran sedang biasanya mencapai 15-25 meter. Buahnya cenderung lonjong atau agak bulat dengan warna yang beragam. Selain itu ada juga yang berwarna kuning keemasan, kuning kecokelatan, merah, hingga hitam.
Pada jaman dahulu buah kurma menjadi makanan pokok. Karena didalam kurma terdapat nutrisi yang beragam, dari karbohidrat, lemak, protein, air, Vitamin C hingga mangan. Dalam 100 gr kurma segar terdapat kandungan energy sebesar 230 kcal, sehingga tak heran kalau kurma menjadi salah satu makanan pembuka puasa ringan.
Selain mengandung karbohidrat yang membantu memberikan energi, buah kurma juga punya banyak khasiat lain di bidang kesehatan.
Dilansir dari majalahkesehatan.com, makan kurma memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti:
1. bangsa Arab Badui yang makan kurma secara teratur kabarnya memiliki tingkat kanker dan penyakit jantung yang rendah.
2. Buah kurma juga kaya akan serat, sehingga dapat menyerap kolesterol jahat di dalam usus. Seratnya akan membantu melindungi selaput lendir usus dengan mengurangi paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar.
3. Sebagai makanan laksatif, kurma dapat melancarkan buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit.
4. Di dalam kurma juga ada kandungan antioksidan yang disebut tanin. Tanin ini bersifat anti-infeksi, anti-inflamasi dan anti-hemoragik.
5. Selain mengandung vitamin C, ada sedikit kandungan vitamin A pada kurma. Menjaga kesehatan mata dan kulit secara alami.
6. Merupakan sumber zat besi yang baik, kurma membantu melancarkan peredaran oksigen di dalam darah.
7. Kurma juga kaya akan vitamin K dan vitamin B, yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, serta berperanan penting dalam pembekuan darah serta metabolisme tulang.
Sekarang, tak ada keraguan lagi untuk menambahkan kurma dalam menu berbuka puasa kan? Seumber *
Label:
230 kcal,
A,
antioksidan,
BAB,
buka Puasa,
C,
jantung,
kanker,
karbohidrat,
kolesterol jahat,
kulit,
Kurma,
lemak,
mangan,
pembekuan,
protein,
serat,
Tamr,
tanin,
vitamin
Selasa, 25 Juni 2013
Efek Buruk Makan Mie Instan Setiap Hari
Bagaimanapun mie instan tidak bisa menggantikan makan penuh (wholesome food) dan hanya bisa di jadikan makanan bantu sementara (selingan) dan tidak boleh di konsumsi secara terus menerus karena berakibat sangat buruk bagi kesehatan.
Hal itu disebabkan kandungan zat (campuran dalam pembuatan ) mie instan. Disamping itu mie instan tidak memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi tubuh . Walaupun di dalam mie instan terdapat kandungan karbohidrat dalam jumlah besar tetapi kandungan vitamin, mineral maupun protein yang ada didalamnya sangat sedikit.
Label:
Agus Rakasiwi,
autisme,
buruk,
efek,
gluten,
hipertensi,
isu,
karbohidrat,
kompleks,
lauk pauk,
lilin,
maag,
Mie Instan,
Natrium,
POM,
sayur,
sederhana,
serat
Senin, 03 Juni 2013
Minim konsumsi sayur dan buah kaya kalium
Selain serat, vitamin, mineral, dan antioksidan, buah dan sayur juga kaya akan kalium. Kalium adalah elektrolit penting bagi fungsi jantung dan juga membantu menyeimbangkan kadar asam-basa dalam tubuh.
Kalium juga dapat mengurangi kadar sodium yang terdapat pada zat pewarna dalam makanan yang Anda konsumsi dan menambah nutrisi untuk menjaga tekanan darah. Buah jeruk, pisang, kentang, tomat, dan kacang-kacangan adalah sumber makanan kaya kalium.
Sebuah penelitian baru menemukan, orang yang cukup mendapatkan asupan gizi dari buah dan sayur dapat menurunkan risiko terserang stroke hingga 52%.
8. Kurang berjalan kaki
Kalium juga dapat mengurangi kadar sodium yang terdapat pada zat pewarna dalam makanan yang Anda konsumsi dan menambah nutrisi untuk menjaga tekanan darah. Buah jeruk, pisang, kentang, tomat, dan kacang-kacangan adalah sumber makanan kaya kalium.
Sebuah penelitian baru menemukan, orang yang cukup mendapatkan asupan gizi dari buah dan sayur dapat menurunkan risiko terserang stroke hingga 52%.
8. Kurang berjalan kaki
Label:
antioksidan,
asam-basa,
buah,
elektrolit,
jalan kaki,
jantung,
jeruk,
kacang-kacangan,
kalium,
kentang,
menyeimbangkan,
penelitian,
pising,
sayur,
serat,
sodium,
stroke,
tekanan darah,
tomat,
zat pewarna
Mengabaikan Kacang
Kacang diketahui sebagai sumber protein bebas lemak jenuh dan salah satu sumber serat larut terbaik yang penting dalam mengurangi kolesterol jahat LDL sehingga akan menurunkan risiko penyakit jantung koroner.
Jadi, saat butuh camilan sehat, pilihlah kacang kulit!
Jadi, saat butuh camilan sehat, pilihlah kacang kulit!
Selasa, 02 April 2013
Makan Lebih Banyak Serat Dapat Menurunkan Risiko Stroke Yang Pertama Kali
Studi Highlights:
Dalam studi baru, para peneliti menemukan bahwa setiap kenaikan tujuh gram serat dalam asupan harian total dikaitkan dengan penurunan 7 persen pada pertama kali risiko stroke. Satu porsi pasta gandum, ditambah dua porsi buah atau sayuran, menyediakan sekitar 7 gram serat, kata para peneliti.
"Asupan yang lebih besar dari makanan kaya serat - seperti secara keseluruhan-biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan - yang penting bagi semua orang, dan terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko stroke seperti kelebihan berat badan, merokok, dan memiliki tekanan darah tinggi," Diane Threapleton, M Sc.., dan kandidat Ph.D. di University of Leeds Sekolah 'Ilmu Pangan & Gizi di Leeds, Inggris Raya.
Peneliti menganalisis delapan penelitian yang diterbitkan antara 1.990-2.012. Studi yang dilaporkan pada semua jenis stroke dengan empat khusus memeriksa risiko stroke iskemik, yang terjadi ketika blok bekuan pembuluh darah ke otak. Tiga stroke hemoragik dinilai, yang terjadi ketika pendarahan pembuluh darah ke otak atau pada permukaannya.
Temuan dari studi observasi digabungkan dan menyumbang faktor-faktor risiko stroke seperti usia dan merokok.
Hasil didasarkan pada serat makanan total. Para peneliti tidak menemukan hubungan dengan serat larut dan risiko stroke, dan tidak memiliki cukup data pada serat larut untuk membuat kesimpulan.
Asupan serat harian rata-rata antara orang dewasa AS lebih rendah dari rekomendasi American Heart Association of setidaknya 25 gram per hari. Enam sampai delapan porsi biji-bijian dan delapan sampai 10 porsi buah dan sayuran dapat memberikan jumlah yang disarankan.
Kebanyakan orang tidak mendapatkan tingkat yang direkomendasikan serat, dan meningkatkan serat dapat menyebabkan risiko lebih rendah untuk stroke, "kata Threapleton. "Kita harus mendidik konsumen tentang pentingnya terus meningkatkan asupan serat dan membantu mereka belajar bagaimana meningkatkan serat dalam diet mereka."
Di Amerika Serikat, stroke adalah penyebab utama keempat kematian, menewaskan lebih dari 137.000 orang setiap tahunnya. Di antara korban selamat, penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan.
Selain mengikuti diet bergizi, American Heart Association merekomendasikan secara fisik aktif dan menghindari rokok untuk membantu mencegah stroke dan jantung lainnya dan penyakit pembuluh darah.
- Mengonsumsi makanan dengan serat lebih banyak dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari pertama kali stroke.
- Setiap kenaikan tujuh gram serat makanan total dikaitkan dengan risiko 7 persen lebih rendah dari pertama kali stroke.
- Hasil memperkuat pentingnya diet yang mencakup setidaknya 25 gram serat setiap hari.
DALLAS, 28 Maret 2013 - Makan lebih banyak serat dapat menurunkan risiko stroke yang pertama kali, menurut penelitian baru dalam Stroke jurnal American Heart Association.
Serat pangan adalah bagian dari tanaman yang tubuh tidak menyerap selama proses pencernaan. Serat dapat larut, yang berarti larut dalam air, atau tidak larut.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa serat makanan dapat membantu mengurangi faktor risiko untuk stroke, termasuk tekanan darah tinggi dan tingkat low-density lipoprotein (LDL) "buruk" kolesterol dalam darah tinggi.
Serat pangan adalah bagian dari tanaman yang tubuh tidak menyerap selama proses pencernaan. Serat dapat larut, yang berarti larut dalam air, atau tidak larut.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa serat makanan dapat membantu mengurangi faktor risiko untuk stroke, termasuk tekanan darah tinggi dan tingkat low-density lipoprotein (LDL) "buruk" kolesterol dalam darah tinggi.
Dalam studi baru, para peneliti menemukan bahwa setiap kenaikan tujuh gram serat dalam asupan harian total dikaitkan dengan penurunan 7 persen pada pertama kali risiko stroke. Satu porsi pasta gandum, ditambah dua porsi buah atau sayuran, menyediakan sekitar 7 gram serat, kata para peneliti.
"Asupan yang lebih besar dari makanan kaya serat - seperti secara keseluruhan-biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan - yang penting bagi semua orang, dan terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko stroke seperti kelebihan berat badan, merokok, dan memiliki tekanan darah tinggi," Diane Threapleton, M Sc.., dan kandidat Ph.D. di University of Leeds Sekolah 'Ilmu Pangan & Gizi di Leeds, Inggris Raya.
Peneliti menganalisis delapan penelitian yang diterbitkan antara 1.990-2.012. Studi yang dilaporkan pada semua jenis stroke dengan empat khusus memeriksa risiko stroke iskemik, yang terjadi ketika blok bekuan pembuluh darah ke otak. Tiga stroke hemoragik dinilai, yang terjadi ketika pendarahan pembuluh darah ke otak atau pada permukaannya.
Temuan dari studi observasi digabungkan dan menyumbang faktor-faktor risiko stroke seperti usia dan merokok.
Hasil didasarkan pada serat makanan total. Para peneliti tidak menemukan hubungan dengan serat larut dan risiko stroke, dan tidak memiliki cukup data pada serat larut untuk membuat kesimpulan.
Asupan serat harian rata-rata antara orang dewasa AS lebih rendah dari rekomendasi American Heart Association of setidaknya 25 gram per hari. Enam sampai delapan porsi biji-bijian dan delapan sampai 10 porsi buah dan sayuran dapat memberikan jumlah yang disarankan.
Kebanyakan orang tidak mendapatkan tingkat yang direkomendasikan serat, dan meningkatkan serat dapat menyebabkan risiko lebih rendah untuk stroke, "kata Threapleton. "Kita harus mendidik konsumen tentang pentingnya terus meningkatkan asupan serat dan membantu mereka belajar bagaimana meningkatkan serat dalam diet mereka."
Di Amerika Serikat, stroke adalah penyebab utama keempat kematian, menewaskan lebih dari 137.000 orang setiap tahunnya. Di antara korban selamat, penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan.
Selain mengikuti diet bergizi, American Heart Association merekomendasikan secara fisik aktif dan menghindari rokok untuk membantu mencegah stroke dan jantung lainnya dan penyakit pembuluh darah.
Selasa, 12 Maret 2013
Pare Berkhasiat Turunkan Berat Badan
Pare dikenal juga dengan karela, berwarna hijau dan berbiji banyak. Permukaannya tidak rata dan berkerut-kerut. Meskipun rasanya pahit, ternyata pare mengandung banyak nutrisi. Bahkan jika dikonsumsi rutin mampu menurunkan berat badan.
Ternyata sering mengonsumsi pare dapat membantu menurunkan berat badan. Tidak hanya itu, pare juga ampuh menurunkan glukosa darah. Kerena itu sangat baik dikonsumsi bagi penderita diabates. Juga dapat mencegah risiko terkena diabetes tipe 2.
Umumnya gula darah yang meningkat terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Nantinya makanan manis ini akan mengirimkan sinyal ke pankreas untuk melepaskan hormon insulin dan menyimpannya lemak. Dengan begitu berat badanpun bisa cepat meningkat.
Menurut penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention, pare mengandung kalori yang rendah. Karenanya jika dikonsumsi banyak tidak akan membuat berat badan naik. Dengan jumlah kalori per cangkirnya sekitar 16 kkal.
Seperti dikutip Times of India, Minggu (10/3/2013), pare juga mengandung banyak air sekitar 90 persen per buah. Kandungan air yang dikonsumsi ini dapat menekan nafsu makan karena memberikan rasa kenyang lebih lama.
Rasa kenyang juga bisa tertahankan, karena kandungan serat dalam pare yang mencapai 2,6 gram per 100 gram pare. Kadar serat ini ternyata membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah di perut, sehingga bisa mencegah rasa lapar lebih lama.
Pernyataan tersebut juga tercantum dalam Pedoman Diet dari Departemen Kesehatan di India. Menerapkan diet tinggi serat dapat membantu mengontrol berat badan. Sekitar 100 gram pare juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin C sekitar 70 % dan 9 % vitamin A.
Jika tidak suka rasa pahit jangan khawatir, karena rasa pahit pada pere bisa dikurangi. Taburi pare yang sudah diiris atau dipotong dengan sedikit garam lalu remas-remas hingga berair, bilas air dingin dan olah sesuai resep.
Ternyata sering mengonsumsi pare dapat membantu menurunkan berat badan. Tidak hanya itu, pare juga ampuh menurunkan glukosa darah. Kerena itu sangat baik dikonsumsi bagi penderita diabates. Juga dapat mencegah risiko terkena diabetes tipe 2.
Umumnya gula darah yang meningkat terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Nantinya makanan manis ini akan mengirimkan sinyal ke pankreas untuk melepaskan hormon insulin dan menyimpannya lemak. Dengan begitu berat badanpun bisa cepat meningkat.
Menurut penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention, pare mengandung kalori yang rendah. Karenanya jika dikonsumsi banyak tidak akan membuat berat badan naik. Dengan jumlah kalori per cangkirnya sekitar 16 kkal.
Seperti dikutip Times of India, Minggu (10/3/2013), pare juga mengandung banyak air sekitar 90 persen per buah. Kandungan air yang dikonsumsi ini dapat menekan nafsu makan karena memberikan rasa kenyang lebih lama.
Rasa kenyang juga bisa tertahankan, karena kandungan serat dalam pare yang mencapai 2,6 gram per 100 gram pare. Kadar serat ini ternyata membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah di perut, sehingga bisa mencegah rasa lapar lebih lama.
Pernyataan tersebut juga tercantum dalam Pedoman Diet dari Departemen Kesehatan di India. Menerapkan diet tinggi serat dapat membantu mengontrol berat badan. Sekitar 100 gram pare juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin C sekitar 70 % dan 9 % vitamin A.
Jika tidak suka rasa pahit jangan khawatir, karena rasa pahit pada pere bisa dikurangi. Taburi pare yang sudah diiris atau dipotong dengan sedikit garam lalu remas-remas hingga berair, bilas air dingin dan olah sesuai resep.
Label:
banyak biji,
berat badan,
Centers for Disease Control and Prevention,
diabetes,
glukosa,
hijau,
India,
insulin,
karela,
khasiat,
lemak,
mencegah,
pahit,
pankreas,
pare,
Pedoman Diet,
serat,
Times of India,
turunkan
Sabtu, 21 Juli 2012
Aprikot, Kesehatan Mata, Jantung, Pencernaan, & Radikal Bebas
Mata merupakan bagian tubuh terpenting yang harus dijaga. Agar mata tetap sehat, segar dan tajam perlu mengonsumi nutrisi khusus untuk mata. Buah aprikot ternyata mengandung viatamin A yang baik untuk mata.
Buah asal Cina atau Asia Tenggara ini sudah dibudidayakan sejak zaman prasejarah. Nama latinnya adalah Prunus Armeniaca dan termasuk spesies Prem. Buah kaya vitamin A ini dipercaya dapat menyehatkan mata dan membuat bola mata terlihat segar.
Selain itu kandungan nutrisi betakaroten didalamnya, dapat menjaga kesehatan jantung. Jika mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit, bisa diatasi dengan makan buah aprikot karena mengandung serat.
Vitamin A dan antioksidan pada aprikot, dapat mencegah masuknya radikal bebas yang dapat merusak sel dan jaringan tubuh. Radikal bebas juga diketahui dapat melukai lensa mata.
Para peneliti telah mempelajari lebih dari 50.000 perawat yang banyak mengkonsumsi vitamin A. Rata-rata mereka dapat mengurangi resiko katarak sekitar 40%. Efek degeneratif radikal bebas yang menyebabkan katarak atau mengganggu pasokan darah ke mata dan menyebabkan degenerasi makula.
Buah asal Cina atau Asia Tenggara ini sudah dibudidayakan sejak zaman prasejarah. Nama latinnya adalah Prunus Armeniaca dan termasuk spesies Prem. Buah kaya vitamin A ini dipercaya dapat menyehatkan mata dan membuat bola mata terlihat segar.
Selain itu kandungan nutrisi betakaroten didalamnya, dapat menjaga kesehatan jantung. Jika mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit, bisa diatasi dengan makan buah aprikot karena mengandung serat.
Vitamin A dan antioksidan pada aprikot, dapat mencegah masuknya radikal bebas yang dapat merusak sel dan jaringan tubuh. Radikal bebas juga diketahui dapat melukai lensa mata.
Para peneliti telah mempelajari lebih dari 50.000 perawat yang banyak mengkonsumsi vitamin A. Rata-rata mereka dapat mengurangi resiko katarak sekitar 40%. Efek degeneratif radikal bebas yang menyebabkan katarak atau mengganggu pasokan darah ke mata dan menyebabkan degenerasi makula.
Label:
A,
antioksidan,
Aprikot,
Asia,
betakaroten,
bola mata,
Cina,
jantung,
katarak,
mata,
pencernaan,
prasejarah,
Prem,
Prunus Armeniaca,
radikal bebas.vitamin,
sembelit,
serat,
Tenggara
Langganan:
Postingan (Atom)
