Tampilkan postingan dengan label serangan jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serangan jantung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Februari 2014

Selamat dari 3 Serangan Jantung, Kini Sally Sehat Berkat Pola Makan Ini

Warwickshire, Pernah terbaring dan hidupnya bergantung pada mesin rumah sakit setelah mengalami tiga serangan jantung dalam sepekan, Sally Bee (46) kini menerapkan pola makan sehat. Ia mengklaim diet tersebut membantunya melewati masa-masa sulit pengobatan jantung dan hidup lebih lama.

"Saat terkena serangan itu usia saya masih 36 tahun. Staf rumah sakit bahkan tercengang melihat saya," ujar Sally, seperti dikutip dariMirror, Sabtu (22/2/2014).

Sabtu, 01 Februari 2014

Tiga Cangkir Teh Sehari Untuk Jantung Sehat


Teh merupakan minuman yang populer sejak lama. Hampir setiap hari dan waktu, orang akan mengonsumsi teh. Di beberapa negara, teh bahkan sudah menjadi bagian dari tradisi. Tidak heran, karena selain rasanya yang enak, teh juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

Apalagi studi terbaru yang dilakukan ilmuwan di Taiwan membuktikan bahwa minum tiga cangkir teh dalam sehari dapat membantu mencegah penyakit jantung dan melancarkan sirkulasi darah. Mereka menemukan bahwa mengonsumsi teh dalam jumlah banyak dapat mengurangi kekakuan di arteri, sehingga membuat arteri lebih muda, elastis dan mempercepat sirkulasi darah.

Kamis, 16 Mei 2013

Meski ‘Ndeso’, Makanan Ini Bisa Selamatkan Hidup Anda

Hasil penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Indonesia menyebutkan bahwa selain rendah kalori, ubi jalar juga mengandung antioksidan (β-karoten dan antosianin) yang bermanfaat bagi kesehatan.

Antioksidan adalah senyawa yang penting bagi kesehatan karena dapat mengurangi risiko terkena berbagai penyakit. Bahkan vitamin C, B2, B6, D, E dan biotin pun ada dalam makanan ‘ndeso’ ini.

Selain mengandung nilai gizi yang tinggi, ubi jalar juga memiliki segudang manfaat kesehatan bagi siapa saja yang mengonsumsinya.

Manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh ubi jalar antara lain, mencegah kanker, mengendalikan gula darah, mencegah penuaan dini, menjaga elastisitas kulit, mencegah serangan jantung, hingga membantu menurunkan berat badan.

Bahkan sebuah studi menyebutkan, kandungan kalium dalam ubi mampu mengurangi risiko stroke pada penderita hipertensi sebesar 40 persen. Sementara tekanan darah yang terlalu tinggi bisa berkurang hingga 25 persen.

Apakah manfaat di atas bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi makanan cepat saji? tentu tidak. Karena meskipun kalah ‘gengsi’, ubi jalar masih unggul dalam meningkatkan kualitas hidup Anda.

Kamis, 22 Maret 2012

Fabrice Muamba: Serangan Jantung (Heart Attack) Atau Detak Jantung Berhenti (Cardiac Arrest)

Fabrice Muamba, gelandang Bolton Wanderers, secara mendadak jatuh pingsan saat timnya bertanding melawan Tottenham Hotspur di menit ke-42. Dalam keadaan kritis, Muamba digotong tim medis keluar lapangan dan didiagnosa mengalami serangan jantung.

Namun, pakar kesehatan menyatakan bahwa Muamba tidak terkena serangan jantung, namun terkena cardiac arrest atau detak jantung berhenti secara tiba-tiba. Lantas apa perbedaan antara heart attack (serangan jantung) dengan cardiac arrest (detak jantung berhenti)?

Serangan jantung merupakan kondisi dimana terjadi penyempitan darah ke otot jantung yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Biasanya serangan jantung dikaitkan dengan gaya hidup tak sehat dan usia tua.

Sementara cardiac arrest adalah peristiwa dimana jantung berhenti berdenyut akibat gangguan ritme jantung. Cardiac arrest dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak muda dan sehat.

Orang yang mengalami cardiac arrest biasanya memiliki gejala-gejala, seperti tidak sadar secara tiba-tiba (collapse), detak nadi tidak teraba, hipotensi (tekanan darah turun) dan tidak bernapas.

"Penyebab utama cardiac arrest adalah penyakit jantung sendiri seperti penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung dan kelainan otot jantung. Kekurangan cairan tubuh mendadak (hypovolemia) atau kehilangan sejumlah darah seperti pada kecelakaan atau waktu tindakan operasi akan menyebabkan jantung berhenti berdenyut. Kekurangan oksigen secara mendadak menyebabkan organ penting seperti otak dan jantung berhenti berfungsi. Penurunan derajat keasaman tubuh (asidosis) pada ketoasidosis diabetes, gagal ginjal dan pemakaian obat obat tertentu secara berlebihan seperti salisilat, etanol, alkohol, antidepresan akan menyebabkan asidosis. Kadar kalium (K) berlebih atau sangat rendah dapat menyebabkan jantung berhenti mendadak. Penurunan kadar gula darah dan bahkan kadar gula darah yang terlampau tinggi sering dianggap penyebab berhentinya jantung berdenyut. Trauma paru yang menyebabkan perdarahan di paru dan emboli udara ke paru (pulmonary embolisme) juga akan menyebabkan jantung berhenti berdenyut." Dikutip dari Pramita lab (14 Juli 2009).

Bagaimana pencegahannya, Pramita lab menuliskan, "Karena sebagian besar penyebab cardiac arrest adalah penyakit jantung maka pencegahan terbaik adalah dengan memelihara jantung kita sebaik mungkin. Kontrol tekanan darah, menjaga gula darah tetap stabil normal, mencegah terjadinya dislipidemia yaitu peningkatan lemak darah. Konsumsi magnesium (Mg) dalam jangka panjang diduga efektif dalam menjaga kesehatan jantung."

Pada serangan jantung, kerusakan otot jantung akibat iskemia sel jantung dapat mengganggu sistem elektrik internal jantung. Gangguan sistem elektrik internal ini dapat menyebabkan gangguan ritme jantung menjadi melambat atau menjadi lebih cepat dan bisa menjadi henti jantung. Dengan kata lain, orang yang memiliki riwayat serangan jantung memiliki risiko yang lebih besar henti jantung mendadak dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat.


Rabu, 14 Maret 2012

4 Langkah Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok memang amat merugikan kesehatan. Bahkan, para perokok aktif sudah tahu dan sadar bahwa mereka berisiko terkena kanker paru-paru, emphysema dan serangan jantung di kemudian hari akibat merokok.

Tetapi, bila Anda benar ingin berhenti merokok, coba beberapa langkah ini dan semoga bisa membantu Anda untuk terlepas dari kebiasaan tidak sehat.

Langkah 1: Pilih hari untuk memulai berhenti merokok

Ambil kalender dan pilih waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri guna keluar dari kebiasaan merokok. Tak ada salahnya untuk memulai berhenti merokok pada hari yang Anda anggap tingkat stres tidak terlalu tinggi dibandingkan hari lain, seperti hari-hari di akhir pekan. Tandai kalender Anda dan mulai berkomitmenlah untuk melakukannya.

Beres-beres setelah berkomitmen ternyata penting. Menyingkirkan asbak, korek api dan rokok merupakan langkah awal demi kesuksesan menghentikan kebiasaan merokok.

Langkah 2: Prediksi situasi pemicu keinginan merokok

Cobalah untuk memprediksi situasi pemicu yang akan muncul pada hari pertama saat berhenti merokok. Ada kalanya situasi tertentu menjadi dorongan yang kuat untuk kembali merokok. Kemudian tulis pada buku catatan khusus yang telah Anda sediakan.

Lalu lihat pada minggu pertama dari keputusan untuk berhenti merokok. Jika Anda dapat lulus ujian pada tujuh hari pertama, akan menjadi tanda baik untuk berhenti merokok selamanya. Jika Anda menemukan pemicu lain dalam tujuh hari pertama Anda berhenti merokok, segera tulis dalam buku tersebut. Sebab, pemicu keinginan untuk kembali merokok pada saat hari biasa dengan hari di akhir pekan biasanya selalu berbeda.

Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat daftar pemicu keinginan merokok, maka Anda perlu 'pengamatan khusus' pada satu minggu sebelum merealisasikan niat untuk berhenti merokok, sehingga Anda bisa mengetahui kapan dan mengapa timbul keinginan merokok.


Langkah 3: Strategi rencana untuk situasi pemicu Anda

Sekarang pikirkan dari setiap poin pemicu. Apa tujuan utama Anda merokok? Apa itu untuk mengisi waktu? Mengurangi stres? Menjadikan Anda lebih dewasa? Sebagai contoh, katakanlah pemicunya adalah stres di tempat kerja dan rokok membantu menenangkan Anda. Lantas cari solusinya, Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres selain merokok? Anda bisa coba rehat sejenak dari pekerjaan kantor, mengonsumsi air putih, atau mencoba rileks dengan melakukan yoga ringan. Untuk setiap pemicu, tuliskan dua atau tiga strategi. Kemudian berkomitmen untuk menggunakan strategi tersebut saat situasi terjadi.

Langkah 4: Cari dukungan

Berhenti merokok akan terasa lebih mudah ketika orang terdekat Anda turut membantu dalam meluluskan niat Anda itu. Jenis dukungan yang diberikan bisa dalam bentuk tindakan dengan memastikan tidak ada rokok tergeletak di sekitar rumah. Atau memberitahu Anda bahwa keluarga bangga padamu atas semua usaha yang dilakukan.

Setelah Anda berhasil berhenti merokok pada satu hari pertama, coba rasakan perbedaannya.
1. Setelah 20 menit, tekanan darah dan denyut nadi kembali normal.
2. Setelah 8 jam, tingkat oksigen dalam darah kembali normal.
3. Setelah 24 jam, paru-paru mulai membersihkan penumpukkan tar.
4. Dan setelah 48 jam, bau dan rasa yang baik mulai meningkat.
5. Setelah 72 jam, bernafas lebih mudah, tabung bronkial lebih rileks dan terjadi peningkatan energi.
6. Dua hingga 12 minggu, berjalan dan berlari jauh lebih mudah. Setelah tiga sampai sembilan bulan, paru-paru memiliki ruang untuk oksigen hingga 10 persen lebih banyak.
7. Pada satu tahun, risiko serangan jantung menurun hingga setengahnya. Bahkan setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru juga berkurang hingga 50 persen. Dan dalam 15 tahun, risiko serangan jantung Anda sama seperti mereka yang non-perokok.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...