Tampilkan postingan dengan label Picu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Picu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

Polusi Udara Picu Autisme hingga Skizofrenia

Paparan polusi udara telah lama diketahui sebagai faktor risiko dari penyakit jantung dan paru-paru. Namun ada lagi organ vital yang juga terkena risiko tersebut, yaitu otak. Para peneliti dari American Association for the Advancement of Sciences (AAAS) baru-baru ini mengungkap dampak paparan polusi udara pada perkembangan otak.

Penelitian pada tikus menunjukkan, paparan polusi udara dapat memicu pembesaran ventrikel otak. Kondisi tersebut berhubungan dengan gangguan perkembangan saraf seperti skizofrenia atau autisme. Para peneliti mengatakan, peningkatan tingkat polusi udara berhubungan dengan peningkatan gangguan sistem saraf selama bertahun-tahun.

Terlalu Banyak Tidur Picu Depresi

Tidak hanya kurang tidur yang memicu masalah kesehatan, terlalu banyak tidur pun bisa berakibat yang sama. Dua buah studi baru menunjukkan, terlalu sedikit maupun terlalu banyak tidur dapat meningkatkan risiko depresi. Para peneliti melaporkan dalam jurnal Sleep, jumlah tidur yang tidak sesuai dapat mengaktifkan gen yang berhubungan dengan depresi.

Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 1.700 pasangan kembar dewasa membandingkan gejala depresi seseorang dengan kembarannya. Mereka yang mendapatkan cukup tidur yaitu tujuh hingga sembilan jam per hari, hanya 27 persen yang melaporkan mengalami gejala depresi.

Sabtu, 08 Februari 2014

Sabtu, 17 Agustus 2013

Konsumsi Minuman Soda Berlebihan Picu Perilaku Anak Lebih Agresif

Rupanya soda tidak hanya menyebabkan obesitas. Penelitian terbaru menyebut jika kebiasaan minum soda pada anak juga turut pengaruhi perilakunya. Bahkan disebutkan jika semakin tinggi jumlah yang dikonsumsi, anak makin agresif!

Seperti diulas situs CNN Health, penelitian tersebut dilakukan di Columbia University yang meneliti 3.000 pasangan ibu dan anak dari 30 kota besar di Amerika. Data konsumsi makanan, cara membesarkan hingga jadwal tidurnya sudah dikumpulkan sejak baru lahir hingga mereka berusia 5 tahun.

Hasilnya cukup mengejutkan. Anak-anak yang mengonsumsi 4 gelas soda sesuai jumlah takaran saji terbukti dua kali lebih agresif dibanding anak yang tak dibiasakan minum soda. Perilaku agresif ini dibuktikan dengan kecenderungannya merusak benda milik orang lain, suka berkelahi, juga sering melontarkan kalimat negatif.

Menurut Shakira Suglia, associate professor of epidemiology sekaligus kepala peneliti dari Columbia University, dosis minuman soda memberi pengaruh besar. "Setiap peningkatan konsumsi soda, kami melihat lebih banyak masalah dalam perilakunya. Sangat berbeda dengan anak-anak yang minum soda sedikitnya satu takaran saji dalam sehari," ungkapnya dalam CNN Health (16/08/2013). Selanjutnya *
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...