Skizofrenia merupakan penyakit jiwa yang cukup berat, dan tidak dapat disembuhkan. Orang dengan skizofrenia akan merasa seperti mendengar suara-suara, disertai dengan halusinasi, dan juga perubahan mood.
Sebenarnya faktor apa sajakah yang dapat menyebabkan seseorang mengalami skizofrenia? Salah satu penyebab seseorang mengalami skizofrenia adalah keluarga. "Karena ada faktor biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Maka dari itu tidak dapat disembuhkan hanya dengan pengobatan saja, harus ada pengertian dari pihak keluarga" kata Bagus Utomo yang merupakan ketua Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia saat ditemui pada pemutaran perdana film Shadow of the Past di Plaza Senayan, Jl. Asia Afrika, Jakarta Pusat, dan ditulis pada Sabtu (15/2/2014). Selanjutnya *
Tampilkan postingan dengan label Juga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juga. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 15 Februari 2014
Minggu, 09 Februari 2014
Hormon Penyebab Ngantuk Ini Juga Menghambat Kanker Payudara
| "Penemuan kunci dari penelitian ini adalah kita dapat mengetahui efek obat ini terhadap perkembangan tumor," papar Adarsh Shankar. |
Penelitian yang dilakukan di Henry Ford Hospital, Detroit, Amerika Serikat itu mengungkapkan bahwa melatonin dapat menghambat perkembangan sel kanker. Hal ini terjadi karena melatonin sendiri adalah antioksidan alami dari tubuh yang mampu mengurangi jumlah partikel radikal bebas.
Untuk mengetahui fungsinya dalam penghambatan perkembangan sel kanker, peneliti melakukan percobaan dengan mengkombinasikan melatonin tambahan dengan kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormon dan imunoterapi.
Label:
antioksidan,
hormon,
jam biologis,
Juga,
kanker,
melatonin,
Menghambat,
Ngantuk,
payudara,
pembuluh darah baru,
penyebab,
prostat,
sel kanker,
suntikan,
tumor,
x-ray
Kamis, 04 Juli 2013
Survei: Selain Tak Sehat, Kondisi Kejiwaan Perokok Juga Paling Buruk
Jakarta, Ketika berbicara soal rokok, banyak orang mengira hal ini hanya berpengaruh terhadap kesehatan fisik si perokok. Padahal sebuah survei mengungkapkan bahwa kesehatan mental perokok juga akan terkena dampak dari kebiasaan buruknya itu.
Survei baru yang digelar tim peneliti Gallup and Healthways ini menunjukkan bahwa perokok memiliki kesehatan emosional yang lebih buruk ketimbang bukan perokok. Skor dalam indeks kesehatan emosionalnya mencapai 72, dibandingkan dengan bukan perokok yang skornya 81,1. Demikian dilansir Huffingtonpost, Rabu (3/7/2013).
Survei baru yang digelar tim peneliti Gallup and Healthways ini menunjukkan bahwa perokok memiliki kesehatan emosional yang lebih buruk ketimbang bukan perokok. Skor dalam indeks kesehatan emosionalnya mencapai 72, dibandingkan dengan bukan perokok yang skornya 81,1. Demikian dilansir Huffingtonpost, Rabu (3/7/2013).
Langganan:
Postingan (Atom)