Wanita selalu lekat dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan kecantikan. Hal tersebut sangatlah wajar, karena kaum Hawa memang kerap ingin terlihat cantik dalam berbagai kesempatan. Munculnya produk kecantikan baru kerap mengundang rasa penasaran kaum wanita. Salah satu produk kecantikan yang baru-baru ini kembali memikat perhatian para wanita adalah Nano Spray. Seperti apa rupa nano spray dan bagaimana dengan manfaat untuk kulit Anda? Berikut ulasan yang diberitakan pada Senin (6/10/2014):
Apa itu nano spray?
Nano spray adalah perangkat kecantikan yang mengandung air mineral dan atau zat-zat tertentu yang diharapkan dapat bermanfaat untuk kecantikan. Kandungan air mineral dan atau zat tertentu tersebut berbentuk partikel nano yang dapat lebih mudah masuk kedalam pori-pori kulit.
Perangkat kecantikan ini merupakan teknologi dari Jepang. Berbentuk tabung kecil dengan lubang dibagian depan ini menjadi salah satu produk kecantikan yang kerap dicari oleh kaum wanita di Indonesia saat ini karena mudah dibawa dan dipercaya dapat membuat kulit lebih kencang. Benarkah?
Selanjutnya *
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Oktober 2014
Senin, 14 April 2014
Susu Perlambat Osteoarthritis ?
![]() |
| Memiliki daya gabung yang sangat tinggi dengan jaringan tulang, 7 kali lipat daripada dengan jaringan lain, sehingga tidak menimbulkan penyakit pembentukan batu di dalam jaringan. BELI |
OA umum terjadi dan merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan rasa sakit dan bengkak pada persendian di tangan, paha atau pun lutut. Menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), OA mempengaruhi hampir 27 juta warga Amerika di usia 25 atau lebih. OA pada lutut lebih sering diderita wanita.
Sementara itu, secara medis, penyebab OA ini banyak menunjuk beberapa faktor, seperti obesitas, luka pada persendian, penggunaan berulang karena beberapa jenis olahraga.
"Konsumsi susu memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tulang," ujar para penulis utama Bing Lu, M.D., Dr.P.H., dari Brigham & Women's Hospital di Boston, Massachusetts. "Penelitian ini merupakan studi terbesar dalam menginvestigasi impak asupan produk susu dalam pengembangan OA pada lutut," ujarnya menambahkan.
Kali ini, studi yang juga dirilis Eurekalert edisi 7 April 2014, ini melibatkan 2,148 partisipan dengan OA pada lutut direkrut the Osteoarthritis Initiative. Di awal, studi ini mengoleksi data asupan dan juga mengukur lebar ruang sendi dengan X-ray untuk mengevaluasi perkembangan OA. Subjek termasuk 888 pria dan 1,260 wanita yang mendapat penanganan pada 12, 24, 36, dan 48 bulan.
Asupan susu nya meningkat dari nol, kurang dari 3, 4-6 dan lebih dari 7 (8 Ons) gelas per minggu, ruang sendi pada wanita juga menurun sekitar 0.38mm, 0.29mm, 0.29mm dan 0.26mm, secara berurutan.
Hasil bertahan bahkan setelah disesuaikan untuk tingkat keparahan penyakit, indeks massa tubuh (BMI) dan faktor makanan. "Temuan kami menunjukkan bahwa wanita yang sering minum susu dapat mengurangi perkembangan OA," ujar Dr Lu menyimpulkan. "Masih diperlukan studi lebih lanjut dari asupan susu dan keterlambatan dalam perkembangan OA." Disebutkan juga jika OA pada lutut ini dibiarkan akan bisa menyebabkan cacat fungsional pada penderitanya. Sumber *
Selasa, 18 Februari 2014
Studi: Kalau Dirasa Penting, Wanita Akan Terus Bercinta Walau Menua
Konon semakin lama pasangan hidup bersama dan makin tua usia mereka, aktivitas intim yang mereka lakukan juga makin berkurang, belum lagi dengan kehadiran anak. Namun sebuah studi baru mengatakan hal ini takkan terjadi bila mereka masih menganggap seks itu penting.
Kondisi ini berlaku utamanya bagi wanita paruh baya yang biasanya sudah malas bercinta. Temuan ini sendiri didasarkan pada pengamatan terhadap 602 wanita berusia 40-65 tahun yang diminta mengungkapkan seberapa aktif kehidupan seksual mereka dan seberapa penting seks bagi mereka.
Kondisi ini berlaku utamanya bagi wanita paruh baya yang biasanya sudah malas bercinta. Temuan ini sendiri didasarkan pada pengamatan terhadap 602 wanita berusia 40-65 tahun yang diminta mengungkapkan seberapa aktif kehidupan seksual mereka dan seberapa penting seks bagi mereka.
Label:
ciuman,
fungsi seksual,
Holly Thomas,
Kalau Dirasa Penting,
seks oral,
seks vaginal,
sentuhan,
studi,
studi baru,
Terus Bercinta,
usia,
Walau Menua,
wanita
Sabtu, 17 Agustus 2013
Wanita Obesitas Bisa Pangkas Risiko Kanker Endometrium dengan Olahraga
Manfaat sehat yang didapat dari olahraga tak lagi diragukan. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa olahraga teratur bisa mengurangi risiko kanker endometrium pada perempuan yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
"Aktivitas fisik sedang dan berat memang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker endometrium bagi perempuan obesitas, namun sayangnya hal ini tak cukup signifikan bagi perempuan kurus," papar Christina M. Dieli-Conwright, seorang peneliti dari Beckman Research Institute of City of Hope, Duarte, California, seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/8/2013). Selanjutnya *
"Aktivitas fisik sedang dan berat memang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker endometrium bagi perempuan obesitas, namun sayangnya hal ini tak cukup signifikan bagi perempuan kurus," papar Christina M. Dieli-Conwright, seorang peneliti dari Beckman Research Institute of City of Hope, Duarte, California, seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/8/2013). Selanjutnya *
Jumat, 16 Agustus 2013
Rahasia Manusia Tertua di Dunia
Catatan Guinness Book of Records mengenai manusia tertua di dunia yang dimiliki wanita asal Prancis, Jeanne Calment yang wafat pada tahun 1997 dalam usia 122 tahun, sepertinya bakal berganti nama.
Seorang pria pengembala yang buta huruf dan tinggal di pondok sederhana berlantaikan tanah di desa Frasquicia, 80 km dari ibu kota La Paz, Bolivia, yang bernama Carmelo Flores Laura memiliki catatan resmi yang menyatakan dirinya berusia 123 tahun, 31 hari.
Catatan resmi ini berupa sertifikat baptis yang memang sama halnya dengan sertifikat kelahiran saat ini dan diakui oleh pemerintah Bolivia.
Meski masuk dalam jajaran centurian (manusia yang berusia lebih dari 100 tahun), Carmelo masih mampu berjalan tanpa tongkat dan tidak memakai kacamata, namun ia sudah kehilangan semua giginya dan ingatannya mulai memudar.
Carmelo menyatakan bahwa rahasia umur panjangnya adalah "makan daging musang dan rubah, menghindari gula atau pasta dan selalu berjalan jauh."
Sampai dengan sekarang, Carmelo memiliki tiga orang anak, 16 cucu dan 39 cicit.
Berbicara kepada televisi Bolivia Rede Uno TV yang dilansir Mirror, Jumat (16/8), Carmelo yang ditinggal wafat istrinya 10 tahun silam ini, menambahkan bahwa ia juga selalu makan cananhua, sebuah biji-bijian liar yang kaya akan protein dan asam amino. Sumber *
Seorang pria pengembala yang buta huruf dan tinggal di pondok sederhana berlantaikan tanah di desa Frasquicia, 80 km dari ibu kota La Paz, Bolivia, yang bernama Carmelo Flores Laura memiliki catatan resmi yang menyatakan dirinya berusia 123 tahun, 31 hari.
Catatan resmi ini berupa sertifikat baptis yang memang sama halnya dengan sertifikat kelahiran saat ini dan diakui oleh pemerintah Bolivia.
Meski masuk dalam jajaran centurian (manusia yang berusia lebih dari 100 tahun), Carmelo masih mampu berjalan tanpa tongkat dan tidak memakai kacamata, namun ia sudah kehilangan semua giginya dan ingatannya mulai memudar.
Carmelo menyatakan bahwa rahasia umur panjangnya adalah "makan daging musang dan rubah, menghindari gula atau pasta dan selalu berjalan jauh."
Sampai dengan sekarang, Carmelo memiliki tiga orang anak, 16 cucu dan 39 cicit.
Berbicara kepada televisi Bolivia Rede Uno TV yang dilansir Mirror, Jumat (16/8), Carmelo yang ditinggal wafat istrinya 10 tahun silam ini, menambahkan bahwa ia juga selalu makan cananhua, sebuah biji-bijian liar yang kaya akan protein dan asam amino. Sumber *
Label:
baptis,
Bolivia,
Carmelo Flores Laura,
centurian,
daging,
Dunia,
gigi,
ingatan,
jalan jauh,
Jeanne Calment,
kacamata,
Manusia,
musang,
Prancis,
rahasia,
rubah,
Tertua,
tongkat,
wanita
Sabtu, 15 Juni 2013
Taoge Menambah Kesuburan, Lho
![]() |
| Minyak Kecambah Gandum |
Toage dan makanan lain yang kaya vitamin dan mineral, perlu dikonsumsi oleh wanita yang ingin segera hamil.
Supaya 'subur' dan cepat punya anak, makan taoge banyak-banyak. Anjuran seperti ini sering kita dengar. Pertanyaannya: benarkah? “Pastinya, taoge kaya vitamin dan mineral," ujar dr. Pauline Endang Praptini, Sp.GK dari FKUI, Jakarta. Taoge kaya vitamin E, yang ditengarai dapat membantu menjaga kesehatan sel telur.
Buku The Fertility Diet yang ditulis berdasar hasil studi peneliti di Harvard, Amerika Serikat, pada >18.000 perawat perempuan menyebutkan, mereka yang cukup mengonsumsi asam folat dan zat besi, sedikit mengonsumsi lemak dan karbohidrat sederhana serta cukup berolahraga, lebih mudah hamil.
Jika ditelaah, itu memang pola hidup sehat. Dalam kaitannya dengan fertilitas (kesuburan), pola hidup sehat membuat kadar gula darah stabil sehingga tidak terjadi hiperinsulinemia (kadar insulin berlebih), sehingga capat mencegah terjadinya gangguan ovulasi.
Vitamin dan mineral dapat membantu menjaga fungsi endokrin (kelenjar dan organ yang bertugas memroduksi dan mengatur hormon). Keseimbangan hormon di dalam tubuh akan terjaga, sehingga gangguan kesuburan akibat masalah hormonal bisa dihindari. Selain itu, vitamin dan mineral penting untuk penyerapan nutrisi. Jika penyerapan nutrisi berjalan sempurna, metabolisms tubuh akan baik sehingga semua organ bekerja optimal. Kondisi ini bagus bagi wanita yang ingin segera hamil.
Vitamin dan mineral dapat membantu menjaga fungsi endokrin (kelenjar dan organ yang bertugas memroduksi dan mengatur hormon). Keseimbangan hormon di dalam tubuh akan terjaga, sehingga gangguan kesuburan akibat masalah hormonal bisa dihindari. Selain itu, vitamin dan mineral penting untuk penyerapan nutrisi. Jika penyerapan nutrisi berjalan sempurna, metabolisms tubuh akan baik sehingga semua organ bekerja optimal. Kondisi ini bagus bagi wanita yang ingin segera hamil.
Kalau gangguan ovulasi sudah terjadi, apakah diet capat membantu? "Saya sering mendapat pasien rujukan dari dokter kandungan, yang meminta mereka untuk menurunkan berat badan (BB)," ujar dr. Pauline. Mereka yang mengalami kegemukan, obesitas sentral dan/atau PCOS (polycyctic ovary syndrome atau sindrom polikistik ovarium) bisa mendapat manfaat yang besar.
Penurunan BB harus dilakukan bertahap. "Mungkin butuh waktu 6 bulan bahkan lebih," ungkap dr. Pauline. Intinya, jumlah kalori yang masuk harus seimbang dengan yang dikeluarkan. "Mengurangi makan sepotong martabak atau gorengan saja, sudah memangkas 400-an kilo kalori," ujar dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG, dari FKUI/RSCM.
Konsumsi lemak dan gula termasuk yang perlu dibatasi. Karbohidrat tidak perlu dihindari atau 'dimusuhi'. "Pilih karbohidrat kompleks," ujar dr. Pauline. Karbohidrat kompleks adalah karbohidrat yang tinggi serat, dan umumnya tidak berwarna putih. Misalnya beras dengan kulit ari, beras merah atau oat.
Camilan seperti roti atau biskuit sebaiknya dihindari., karena, "Camilan seperti ini tinggi tepung, yakni karbohidrat yang sederhana (bukan kompleks) dan cepat meningkatkan gula darah," tutur dr. Pauline. Karbohidrat sederhana cepat merangsang insulin. Jika sering mengonsumsi karbohidrat jenis ini, tubuh kita bisa mengalami resistensi insulin. Untuk menurunkan BB, amankah mengonsumsi obat pelangsing? Bila sudah obesitas, obat mungkin diperlukan. Misalnya obat yang menghalangi penyerapan lemak dan/atau memicu pengeluaran lemak dari tubuh. Perlu konsultasi ke dokter karena, bagaimana pun, obat hanyalah bantuan. Diet dan olahraga tetap yang utama.
Sumber
Label:
asam folat,
biskuit,
endokrin,
hamil,
hiperinsulinemia,
insulin,
karbohidrat sederhana,
kesuburan,
lemak,
mineral,
obesitas,
olahraga,
ovulasi,
Pauline Endang Praptini,
resistensi,
Taoge,
vitamin E,
wanita,
zat besi
Jumat, 07 Juni 2013
Gaya Hidup Tak Sehat Bikin Wanita Kelihatan Lebih Tua 10 Tahun
Kecantikan adalah prioritas bagi wanita. Bahkan kadang wanita tak mau tahu bagaimana caranya, yang penting bisa terlihat cantik. Padahal menurut sebuah studi baru, gaya hidup yang tak sehat saja sudah cukup membuat seorang wanita terlihat tua, tak peduli perawatan kulit macam apapun yang ia gunakan.
Peneliti juga memastikan bahwa kerusakan kulit akibat tanning (prosedur menghitamkan kulit), kebiasaan merokok serta kurangnya konsumsi buah berperan penting dalam mempercepat proses penuaan seorang wanita.
Studi yang melibatkan 585 wanita di Inggris, China dan Spanyol ini pun memperlihatkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kulit setiap wanita itu sebenarnya sama saja, meski peneliti telah mempertimbangkan faktor lain seperti perbedaan jenis kulit setiap wanita.
Temuan ini juga menunjukkan bahwa 'pilihan gaya hidup' bertanggung jawab terhadap 33 persen penampilan fisik seorang wanita.
Studi yang dilakukan selama delapan tahun terakhir ini melibatkan beberapa wanita berusia 45-75 tahun di Bedford (Inggris), 30-70 tahun di Madrid (Spanyol) dan 25-70 tahun di Shanghai (China).
Partisipan diberi serangkaian pertanyaan tentang gaya hidup mereka, termasuk apakah mereka suka tanning dan apakah mereka perokok atau bukan. Pertanyaan lainnya adalah tentang seberapa sering partisipan melembabkan kulitnya, apakah mereka suka makan buah-buahan dan sayuran, apakah mereka rajin menyikat giginya dan apakah partisipan menggunakan gigi palsu atau tidak.
Peneliti juga mengambil gambar digital dari masing-masing partisipan agar dapat dinilai seberapa tua anggapan orang lain terhadap partisipan hanya dengan melihat wajahnya dan apakah partisipan terlihat lebih muda atau lebih tua dari usia mereka yang sebenarnya.
Dari situ Dr. Andrew Mayes, seorang pakar dari perusahaan perawatan kulit Simple yang memimpin studi ini dan rekan-rekannya membandingkan perkiraan usia partisipan yang gaya hidupnya sehat dengan partisipan yang gaya hidupnya tidak sehat. Dan secara mengejutkan peneliti menyimpulkan bahwa perbedaan usia keduanya mencapai 10,4 tahun.
"Perbedaan tahunnya begitu mencengangkan. Kami baru saja melihat beberapa data dari sekelompok dokter bedah di AS dan Kanada yang menunjukkan bahwa face lift dan neck lift (termasuk modifikasi kelopak mata dan dahi) dapat mengurangi usia wajah seseorang rata-rata hingga 8,5 tahun," tandas Dr. Mayes seperti dilansir Telegraph, Jumat (7/6/2013).
Peneliti juga memastikan bahwa kerusakan kulit akibat tanning (prosedur menghitamkan kulit), kebiasaan merokok serta kurangnya konsumsi buah berperan penting dalam mempercepat proses penuaan seorang wanita.
Studi yang melibatkan 585 wanita di Inggris, China dan Spanyol ini pun memperlihatkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kulit setiap wanita itu sebenarnya sama saja, meski peneliti telah mempertimbangkan faktor lain seperti perbedaan jenis kulit setiap wanita.
Temuan ini juga menunjukkan bahwa 'pilihan gaya hidup' bertanggung jawab terhadap 33 persen penampilan fisik seorang wanita.
Studi yang dilakukan selama delapan tahun terakhir ini melibatkan beberapa wanita berusia 45-75 tahun di Bedford (Inggris), 30-70 tahun di Madrid (Spanyol) dan 25-70 tahun di Shanghai (China).
Partisipan diberi serangkaian pertanyaan tentang gaya hidup mereka, termasuk apakah mereka suka tanning dan apakah mereka perokok atau bukan. Pertanyaan lainnya adalah tentang seberapa sering partisipan melembabkan kulitnya, apakah mereka suka makan buah-buahan dan sayuran, apakah mereka rajin menyikat giginya dan apakah partisipan menggunakan gigi palsu atau tidak.
Peneliti juga mengambil gambar digital dari masing-masing partisipan agar dapat dinilai seberapa tua anggapan orang lain terhadap partisipan hanya dengan melihat wajahnya dan apakah partisipan terlihat lebih muda atau lebih tua dari usia mereka yang sebenarnya.
Dari situ Dr. Andrew Mayes, seorang pakar dari perusahaan perawatan kulit Simple yang memimpin studi ini dan rekan-rekannya membandingkan perkiraan usia partisipan yang gaya hidupnya sehat dengan partisipan yang gaya hidupnya tidak sehat. Dan secara mengejutkan peneliti menyimpulkan bahwa perbedaan usia keduanya mencapai 10,4 tahun.
"Perbedaan tahunnya begitu mencengangkan. Kami baru saja melihat beberapa data dari sekelompok dokter bedah di AS dan Kanada yang menunjukkan bahwa face lift dan neck lift (termasuk modifikasi kelopak mata dan dahi) dapat mengurangi usia wajah seseorang rata-rata hingga 8,5 tahun," tandas Dr. Mayes seperti dilansir Telegraph, Jumat (7/6/2013).
Senin, 15 April 2013
SIAPA LEBIH CEPAT TUA?
Ada pendapat, wanita lebih cepat tua dari pria. Benarkah? Simak apa yang mempercepat timbulnya penyakit dan kerentaan di tubuh Anda.
Wanita menaruh perhatian lebih besar dibanding pria dalam hal awet muda. “Selama 20 tahun terakhir saya mendapati bahwa wanitalah yang sering mengeluh karena merasa kelihatan lebih tua dibanding suaminya,” kata Dr. CEPAT, dokter sekaligus guru antipenuaan tingkat dunia.
Kondisi itu dibenarkan Dr. Perricone. Ada perbedaan fisiologis antara tubuh pria dan wanita. Pria memiliki kulit lebih tebal, sehingga lebih resisten terhadap kerusakan. Hormon testosteron menjaga kulit pria tetap lembab. Selain itu, pria punya tulang lebih padat daripada wanita.
Sudah begitu, wanita punya kecenderungan untuk berdiet sembarangan setelah masa remaja. Padahal, kurang gizi, khususnya protein, juga merupakan faktor yang mempecepat penuaan. Dr. Perricone percaya bahwa kurang protein menyebabkan kita jadi cepat tua.
Inti dari proses penuaan, menurutnya, adalah pembengkakan. Ketika inflamasi ini terjadi dalam kadar rendah dan tak terlihat karena berlangsung dalam sel di organ tubuh, pelan tetapi pasti kita punya risiko terkena penyakit degeneratif, misalnya penyakit jantung dan stroke. Sebaliknya, jika sel-sel tubuh sehat, bebas dari cedera plus mendapatkan gizi cukup terus-menerus, tubuh akan awet sehat meskipun sudah masuk usia emas.
Hal itu juga dibenarkan oleh Dr. Czeresna Heriawan Soejono, Sp.PD, KGer, Mepid, dari FKUI/RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pola makan yang benar adalah kunci untuk tetap sehat dan awet muda. Stres oksidatif pada tubuh terjadi jika pola makan tak sehat.
Stres oksidatif erat hubungannya dengan penyakit kronis degeneratif yang menggerogoti pembuluh darah dan sendi pada manusia berusia 50 tahun ke atas jika tak didukung pola makan sehat. Namun, ia menambahkan bahwa belakangan ini penyakit kronis degeneratif menggerogoti pula orang Asia perkotaan mapan mulai usia 30-an.
Kesibukan orang Asia perkotaan yang menjauhkan diri dari olahraga, kemudahan dan kedekatan dengan akses makanan siap saji yang tinggi lemak dan rendah serat adalah penyebabnya. “Ada penelitian Prof. Campbell dari Amerika Serikat di Shanghai. Penelitian itu mengungkapkan bahwa perubahan pola makan orang Asia bertanggung jawab pada penyakit kronis degeneratif yang diderita orang Asia belakangan ini,” kata Dr. Czeresna.
“Prof. Campbell sudah memperingatkan orang Indonesia. Jangan ubah pola makan tradisional menjadi pola makan Barat yang cenderung miskin serat dan kaya lemak itu agar tua tidak sakit-sakitan,” sebutnya.
Wanita menaruh perhatian lebih besar dibanding pria dalam hal awet muda. “Selama 20 tahun terakhir saya mendapati bahwa wanitalah yang sering mengeluh karena merasa kelihatan lebih tua dibanding suaminya,” kata Dr. CEPAT, dokter sekaligus guru antipenuaan tingkat dunia.
Kondisi itu dibenarkan Dr. Perricone. Ada perbedaan fisiologis antara tubuh pria dan wanita. Pria memiliki kulit lebih tebal, sehingga lebih resisten terhadap kerusakan. Hormon testosteron menjaga kulit pria tetap lembab. Selain itu, pria punya tulang lebih padat daripada wanita.
Sudah begitu, wanita punya kecenderungan untuk berdiet sembarangan setelah masa remaja. Padahal, kurang gizi, khususnya protein, juga merupakan faktor yang mempecepat penuaan. Dr. Perricone percaya bahwa kurang protein menyebabkan kita jadi cepat tua.
Inti dari proses penuaan, menurutnya, adalah pembengkakan. Ketika inflamasi ini terjadi dalam kadar rendah dan tak terlihat karena berlangsung dalam sel di organ tubuh, pelan tetapi pasti kita punya risiko terkena penyakit degeneratif, misalnya penyakit jantung dan stroke. Sebaliknya, jika sel-sel tubuh sehat, bebas dari cedera plus mendapatkan gizi cukup terus-menerus, tubuh akan awet sehat meskipun sudah masuk usia emas.
Hal itu juga dibenarkan oleh Dr. Czeresna Heriawan Soejono, Sp.PD, KGer, Mepid, dari FKUI/RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pola makan yang benar adalah kunci untuk tetap sehat dan awet muda. Stres oksidatif pada tubuh terjadi jika pola makan tak sehat.
Stres oksidatif erat hubungannya dengan penyakit kronis degeneratif yang menggerogoti pembuluh darah dan sendi pada manusia berusia 50 tahun ke atas jika tak didukung pola makan sehat. Namun, ia menambahkan bahwa belakangan ini penyakit kronis degeneratif menggerogoti pula orang Asia perkotaan mapan mulai usia 30-an.
Kesibukan orang Asia perkotaan yang menjauhkan diri dari olahraga, kemudahan dan kedekatan dengan akses makanan siap saji yang tinggi lemak dan rendah serat adalah penyebabnya. “Ada penelitian Prof. Campbell dari Amerika Serikat di Shanghai. Penelitian itu mengungkapkan bahwa perubahan pola makan orang Asia bertanggung jawab pada penyakit kronis degeneratif yang diderita orang Asia belakangan ini,” kata Dr. Czeresna.
“Prof. Campbell sudah memperingatkan orang Indonesia. Jangan ubah pola makan tradisional menjadi pola makan Barat yang cenderung miskin serat dan kaya lemak itu agar tua tidak sakit-sakitan,” sebutnya.
Label:
antipenuaan,
CEPAT,
Czeresna Heriawan Soejono,
degeneratif,
fisiologis,
jantung,
kulit,
mengeluh,
perhatian,
pria,
protein,
remaja,
sembarangan,
Stres oksidatif,
stroke,
testosteron,
tua,
tulang,
wanita
Rabu, 22 Agustus 2012
Hubungan Intim Dengan Vs Tanpa Kondom Bagi Kesehatan Mental Wanita
Hubungan intim tak hanya membuat pasangan lebih bahagia namun juga mengubah mood wanita. Studi yang dilakukan State University of New York menyimpulkan hal ini setelah melakukan penelitian terhadap 293 wanita yang biasa berhubungan intim tanpa kondom, terutama terkait kesehatan mental mereka.
Hasil menelitian menunjukkan, air mani mengandung bahan kimia yang dapat memperbaiki suasana hati, meningkatkan kasih sayang, membuat nyenyak tidur, dan juga mengandung setidaknya tiga anti-depressant.
Para peneliti juga mengklaim bahwa wanita yang berhubungan seks tanpa kondom secara teratur terbebas dari rasa tertekan dan tampil lebih baik pada tes kognitif.
Seperti dilaporkan Daily Mail, air mani tak hanya mengandung spermatozoa, tetapi juga kortisol, yang dikenal mampu meningkatkan kasih sayang; estrone, yang memperbaiki suasana hati; dan oksitosin, yang juga berperan dalam mempengaruhi mood baik.
Zat kimia lain yang terkandung di dalam air mani adalah hormon thyrotropin(bersifat antidepresan), melatonin (berpengaruh pada tingkat kenyenyakan tidur), dan juga serotonin (neurotransmitter yang berfungsi sebagai antidepresan).
Untuk membuktikannya, peneliti di Gallup dan Burch, bersama dengan psikolog Steven Platek, meneliti wanita yang berhubungan seks tanpa kondom dan membandingkannya dengan kelompok kontrol. Mereka mengumpulkan 293 perempuan yang setuju untuk mengisi kuesioner anonim tentang berbagai aspek kehidupan seks mereka.
Temuan terbaru lainnya dari laboratorium Gallup bahkan menunjukkan bahwa air mani membuat wanita tampil lebih baik dalam hal berkonsentrasi dan tugas-tugas kognitif.
Temuan yang paling signifikan dari studi ini, yang dipublikasikan dalamArchives of Sexual Behavior, adalah bahwa wanita yang terlibat dalam seks tanpa kondom menunjukkan gejala depresi lebih sedikit daripada mereka yang biasa menggunakan kondom.
Sumber: *
Hasil menelitian menunjukkan, air mani mengandung bahan kimia yang dapat memperbaiki suasana hati, meningkatkan kasih sayang, membuat nyenyak tidur, dan juga mengandung setidaknya tiga anti-depressant.
Para peneliti juga mengklaim bahwa wanita yang berhubungan seks tanpa kondom secara teratur terbebas dari rasa tertekan dan tampil lebih baik pada tes kognitif.
Seperti dilaporkan Daily Mail, air mani tak hanya mengandung spermatozoa, tetapi juga kortisol, yang dikenal mampu meningkatkan kasih sayang; estrone, yang memperbaiki suasana hati; dan oksitosin, yang juga berperan dalam mempengaruhi mood baik.
Zat kimia lain yang terkandung di dalam air mani adalah hormon thyrotropin(bersifat antidepresan), melatonin (berpengaruh pada tingkat kenyenyakan tidur), dan juga serotonin (neurotransmitter yang berfungsi sebagai antidepresan).
Untuk membuktikannya, peneliti di Gallup dan Burch, bersama dengan psikolog Steven Platek, meneliti wanita yang berhubungan seks tanpa kondom dan membandingkannya dengan kelompok kontrol. Mereka mengumpulkan 293 perempuan yang setuju untuk mengisi kuesioner anonim tentang berbagai aspek kehidupan seks mereka.
Temuan terbaru lainnya dari laboratorium Gallup bahkan menunjukkan bahwa air mani membuat wanita tampil lebih baik dalam hal berkonsentrasi dan tugas-tugas kognitif.
Temuan yang paling signifikan dari studi ini, yang dipublikasikan dalamArchives of Sexual Behavior, adalah bahwa wanita yang terlibat dalam seks tanpa kondom menunjukkan gejala depresi lebih sedikit daripada mereka yang biasa menggunakan kondom.
Sumber: *
Label:
air mani,
antidepresan,
bahagia,
estrone,
hubungan intim,
kasih sayang,
kesehatan,
kortisol,
melatonin,
mental,
mood,
nyenyak tidur,
oksitosin,
penelitian,
serotonin,
suasana hati,
thyrotropin,
wanita
Senin, 23 Juli 2012
Pria Tidur Pasca Berhubungan Intim
Bukan rahasia lagi jika para pria biasanya langsung tertidur setelah menikmati seks. Tentu saja, hal ini kerap membuat para istri kesal bukan kepalang. Rasanya seperti habis manis sepah dibuang.
Tapi sebelum Anda para istri naik pitam, simak dulu penelitian yang satu ini.
Para ilmuwan rupanya menemukan bukti yang mendukung para suami. Penelitian yang dilakukan pemerintah Prancis dengan memindai otak para pria sebelum dan sesudah hubungan seksual menemukan bahwa otak bagian cerebral cortex, yang berperan untuk fokus, persepsi dan kesadaran; langsung istirahat setelah mencapai orgasme.
“Ini menjadi temuan terbaru tentang otak pria selama hubungan seksual,” kata Serge Stoleru, salah seorang peneliti kepada Sunday Times, Ahad 22 Juli 2012. Penyebab pria tertidur juga ditunjang oleh hormon serotonin yang membanjiri otak setelah seks hebat.
Namun menurut Stoleru, hal berbeda terjadi pada perempuan. “Otak perempuan tidak membutuhkan jeda setelah orgasme. Bahkan mereka meminta lagi meski pasangan membutuhkan istirahat,” ujarnya.
Penelitian serupa pernah dilakukan pada 2005. Hasilnya menunjukkan bahwa kencangnya laju darah pasca-klimaks memicu otot menghasilkan glycogen. Karena pria memiliki lebih banyak otot ketimbang perempuan, mereka merasa lebih cepat lelah setelah olah raga ranjang.
“Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup dimana tidur dan seks sangat berkaitan,” ujar Dr Neil Stanley, Direktur Kajian Tidur di University of Surrey, Inggris.
Tapi sebelum Anda para istri naik pitam, simak dulu penelitian yang satu ini.
Para ilmuwan rupanya menemukan bukti yang mendukung para suami. Penelitian yang dilakukan pemerintah Prancis dengan memindai otak para pria sebelum dan sesudah hubungan seksual menemukan bahwa otak bagian cerebral cortex, yang berperan untuk fokus, persepsi dan kesadaran; langsung istirahat setelah mencapai orgasme.
“Ini menjadi temuan terbaru tentang otak pria selama hubungan seksual,” kata Serge Stoleru, salah seorang peneliti kepada Sunday Times, Ahad 22 Juli 2012. Penyebab pria tertidur juga ditunjang oleh hormon serotonin yang membanjiri otak setelah seks hebat.
Namun menurut Stoleru, hal berbeda terjadi pada perempuan. “Otak perempuan tidak membutuhkan jeda setelah orgasme. Bahkan mereka meminta lagi meski pasangan membutuhkan istirahat,” ujarnya.
Penelitian serupa pernah dilakukan pada 2005. Hasilnya menunjukkan bahwa kencangnya laju darah pasca-klimaks memicu otot menghasilkan glycogen. Karena pria memiliki lebih banyak otot ketimbang perempuan, mereka merasa lebih cepat lelah setelah olah raga ranjang.
“Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup dimana tidur dan seks sangat berkaitan,” ujar Dr Neil Stanley, Direktur Kajian Tidur di University of Surrey, Inggris.
Label:
banjir,
beda,
cerebral,
cortex,
fokus,
istirahat,
kesadaran,
kesal,
langsung,
orgasme,
penelitian,
pria,
rahasia,
seks,
serotonin,
Sorge Steloru,
Sunday Times,
terbaru,
tidur,
wanita
Jumat, 27 Januari 2012
Sepatu Hak Tinggi Memang Indah, Tetapi Menyakitkan
Banyak wanita tahu bahwa sepatu berhak tinggi seringkali tidak nyaman, tidak stabil, sekaligus tidak praktis. Namun, tetap saja kaum hawa ini memilih mengenakan sepatu jenis tersebut karena alasan meningkatkan kepercayaan diri.
Sepatu hak tinggi memang indah, tetapi menyakitkan. Para ilmuwan dari Australia menemukan bahwa mengenakan sepatu hak tinggi atau mengarahkan jari kaki ke bawah secara terus-menerus akan mengubah cara berjalan seseorang sehingga juga berisiko merusak otot-otot kaki secara permanen.
Para ilmuwan dari Griffith University Australia membandingkan satu grup pecinta hak tinggi dengan satu grup kontrol, yakni wanita berusia remaja akhir hingga usia 30-an tahun yang jarang mengenakan sepatu berhak tinggi. Para wanita tersebut diminta oleh para peneliti agar berjalan tanpa alas kaki kemudian diamati untuk mengetahui adakah ada perubahan dalam cara melangkah akibat menggunakan sepatu hak tinggi. Demikian tulis koran Amerika New York Times seperti dikutip kembali oleh situs Daily Mail edisi 26 Januari 2012.
Semua wanita itu diminta untuk berjalan di landasan pacu sepanjang 26 kaki yang dasarnya dipasangi sensor. Yang dimonitor adalah kekuatan masing-masing kaki saat menapak di tanah maupun sendi dan otot saat beraktivitas.
Hasil penelitian yang dipublikasikan bulan ini di Journal of Applied Physiology menemukan, meskipun saat berjalan di tanah yang rata, para penggemar hak tinggi, yaitu mereka yang kerap mengenakan alas kaki setinggi 2 inci atau lebih selama 40 jam per minggu atau lebih selama lebih dari dua tahun, mengalami cara berjalan yang disesuaikan secara mekanik dibandingkan dengan mereka yang bukan penggemar alas kaki berhak tinggi.
Para pengguna alas kaki datar melangkah lebih panjang dengan menggunakan tendon mereka untuk berjalan dan tidak banyak melibatkan betis mereka.
Perhatikan cara berjalan salah satu pesohor dunia yang gemar bersepatu hak tinggi, Victoria Beckham. Ia melangkah lebih pendek dan agresif, serta memberikan tekanan lebih pada otot betis, kata New York Times.
Cara berjalan seperti itu, menurut tim dari New York Times, adalah cara berjalan yang tidak efisien karena para pengguna sepatu hak tinggi memaksa betis mereka bekerja ekstra keras untuk melangkah ketimbang menggunakan tendon mereka yang mengontrol cara berjalan tanpa alas kaki.
The New York Times melaporkan bahwa temuan tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan bagi para peneliti yang diketuai oleh Dr. Neil J. Cronin yang saat ini sudah pindah ke University of Jyvaskyla, Finlandia.
Hasil penelitian untuk mengungkapkan bahwa setelah dua tahun, para pengguna sepatu hak tinggi akan cenderung untuk menderita kelelahan otot dan luka akibat tekanan.
Karena itu, kata Dr. Cronin, diperlukan perawatan khusus ketika melakukan olahraga dan memberikan tekanan pada tendon yang tidak sering tertekuk sepenuhnya. Disarankan juga untuk beristirahat sejenak dari penggunaan sepatu hak tinggi karena alas kaki jenis itu sebaiknya hanya dikenakan sekali atau dua kali seminggu.
ARBA’IYAH SATRIANI/ DAILY MAIL
Sepatu hak tinggi memang indah, tetapi menyakitkan. Para ilmuwan dari Australia menemukan bahwa mengenakan sepatu hak tinggi atau mengarahkan jari kaki ke bawah secara terus-menerus akan mengubah cara berjalan seseorang sehingga juga berisiko merusak otot-otot kaki secara permanen.
Para ilmuwan dari Griffith University Australia membandingkan satu grup pecinta hak tinggi dengan satu grup kontrol, yakni wanita berusia remaja akhir hingga usia 30-an tahun yang jarang mengenakan sepatu berhak tinggi. Para wanita tersebut diminta oleh para peneliti agar berjalan tanpa alas kaki kemudian diamati untuk mengetahui adakah ada perubahan dalam cara melangkah akibat menggunakan sepatu hak tinggi. Demikian tulis koran Amerika New York Times seperti dikutip kembali oleh situs Daily Mail edisi 26 Januari 2012.
Semua wanita itu diminta untuk berjalan di landasan pacu sepanjang 26 kaki yang dasarnya dipasangi sensor. Yang dimonitor adalah kekuatan masing-masing kaki saat menapak di tanah maupun sendi dan otot saat beraktivitas.
Hasil penelitian yang dipublikasikan bulan ini di Journal of Applied Physiology menemukan, meskipun saat berjalan di tanah yang rata, para penggemar hak tinggi, yaitu mereka yang kerap mengenakan alas kaki setinggi 2 inci atau lebih selama 40 jam per minggu atau lebih selama lebih dari dua tahun, mengalami cara berjalan yang disesuaikan secara mekanik dibandingkan dengan mereka yang bukan penggemar alas kaki berhak tinggi.
Para pengguna alas kaki datar melangkah lebih panjang dengan menggunakan tendon mereka untuk berjalan dan tidak banyak melibatkan betis mereka.
Perhatikan cara berjalan salah satu pesohor dunia yang gemar bersepatu hak tinggi, Victoria Beckham. Ia melangkah lebih pendek dan agresif, serta memberikan tekanan lebih pada otot betis, kata New York Times.
Cara berjalan seperti itu, menurut tim dari New York Times, adalah cara berjalan yang tidak efisien karena para pengguna sepatu hak tinggi memaksa betis mereka bekerja ekstra keras untuk melangkah ketimbang menggunakan tendon mereka yang mengontrol cara berjalan tanpa alas kaki.
The New York Times melaporkan bahwa temuan tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan bagi para peneliti yang diketuai oleh Dr. Neil J. Cronin yang saat ini sudah pindah ke University of Jyvaskyla, Finlandia.
Hasil penelitian untuk mengungkapkan bahwa setelah dua tahun, para pengguna sepatu hak tinggi akan cenderung untuk menderita kelelahan otot dan luka akibat tekanan.
Karena itu, kata Dr. Cronin, diperlukan perawatan khusus ketika melakukan olahraga dan memberikan tekanan pada tendon yang tidak sering tertekuk sepenuhnya. Disarankan juga untuk beristirahat sejenak dari penggunaan sepatu hak tinggi karena alas kaki jenis itu sebaiknya hanya dikenakan sekali atau dua kali seminggu.
ARBA’IYAH SATRIANI/ DAILY MAIL
Langganan:
Postingan (Atom)



