Tampilkan postingan dengan label payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label payudara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Februari 2014

Hormon Penyebab Ngantuk Ini Juga Menghambat Kanker Payudara

"Penemuan kunci dari penelitian ini adalah
kita dapat mengetahui efek obat ini
terhadap perkembangan tumor,"
papar
Adarsh Shankar.
Fungsi hormon melatonin dalam tubuh memang sudah diketahui secara umum. Melatonin adalah hormon yang berfungsi untuk mengatur jam biologis tubuh kita, sehingga pada jam tertentu, tubuh akan merasa mengantuk dan akhirnya tertidur. Namun penelitian terbaru dari Amerika menemukan fungsi lain dari melatonin. Apa itu?

Penelitian yang dilakukan di Henry Ford Hospital, Detroit, Amerika Serikat itu mengungkapkan bahwa melatonin dapat menghambat perkembangan sel kanker. Hal ini terjadi karena melatonin sendiri adalah antioksidan alami dari tubuh yang mampu mengurangi jumlah partikel radikal bebas.

Untuk mengetahui fungsinya dalam penghambatan perkembangan sel kanker, peneliti melakukan percobaan dengan mengkombinasikan melatonin tambahan dengan kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormon dan imunoterapi.

Selasa, 30 Oktober 2012

Negara Berkembang: Kanker Pada Golongan Tidak Mampu

Suplemen Herbal Untuk Kanker, Mencegah Lebih Baik
Belakangan ini tingkat penderita kanker payudara di Negara berkembang makin meningkat. Yang menyedihkan, peningkatan ini justru terjadi pada golongan yang tidak mampu seara ekonomi.

“Kanker makin banyak di derita negara berkembang, yang jumlahnya terus meningkat dibandingkan negara maju yang cenderung mendatar,” ujar DR. Dr. Aru Sudoyo, SpPD-KHOM, FACP, ahli penyakit dalam, onkologi serta hematologi dalam rangkaian acara Pink Shimmerinc di Plaza Senayan beberapa waktu lalu.

Menurut DR. Aru, di Indonesia peningkatan jumlah penderita kanker terjadi pada golongan yang justru secara ekonomi tidak mampu. “Hal ini menyedihkan, sebab semakin banyak penderita kanker yang tidak mampu membiayai pengobatan.”

Ditenggarai, gaya hidup dan faktor lingkungan yang meningkatkan risiko seseorang terserang kanker payudara. “Faktor gen hanya enam persen yang paling besar yang faktor lingkungan serta gaya hidup.”

Menurut DR. Aru meningkatnya risiko dari faktor lingkungan dan gaya hidup ini yang meyebabkan banyak orang yang tak mampu justru terserang kanker. “Mereka tak punya pilihan gaya hidup. Coba lihat makanan olahan, mulai dari zat serta pengawet dari makanan tersebut,” jelas DR. Aru.

Menurutnya, saat ini sulit mendapat angka pasti berapa jumlah penderita kanker payudara di negara ini. Indonesia mempunyai wilayah luas, penduduk beragam serta sistem pendataan yang belum rapi, membuat masyarakat kesulitan mendapat data akurat perempuan yang terserang kanker payudara. “Indonesia negara dengan banyak kepulauan, bisa saja sebenarnya lebih banyak lagi perempuan yang tak terdeteksi menderita kanker payudara“

DR. Aru menambahkan, fenomena meningkatnya jumlah penderita kanker dari golongan yang tidak mampu adalah hal yang harus segera ditangani dan mendapat perhatian besar semua pihak. “Sebab belakangan ini banyak pasien yang tidak mampu membiayai pengobatan. Padahal pengobatan secepatnya akan meningkatkan harapan hidup seorang penderita kanker.”

“Gerakan kesadaran terhadap kanker payudara harus menjadi gerakan masyarakat bersama. Agar lebih menjaga kesehatan,” pungkasnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...