Tampilkan postingan dengan label tikus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tikus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

Polusi Udara Picu Autisme hingga Skizofrenia

Paparan polusi udara telah lama diketahui sebagai faktor risiko dari penyakit jantung dan paru-paru. Namun ada lagi organ vital yang juga terkena risiko tersebut, yaitu otak. Para peneliti dari American Association for the Advancement of Sciences (AAAS) baru-baru ini mengungkap dampak paparan polusi udara pada perkembangan otak.

Penelitian pada tikus menunjukkan, paparan polusi udara dapat memicu pembesaran ventrikel otak. Kondisi tersebut berhubungan dengan gangguan perkembangan saraf seperti skizofrenia atau autisme. Para peneliti mengatakan, peningkatan tingkat polusi udara berhubungan dengan peningkatan gangguan sistem saraf selama bertahun-tahun.

Minggu, 14 April 2013

Wow! Khasiat Putih Telur Terbukti Sehebat Obat Hipertensi


Telur, baik kuning maupun putihnya, ternyata sama-sama baik bagi kesehatan. Kuning telur dikenal manfaatnya untuk kesehatan jantung . Kini, penelitian menunjukkan bahwa putih telur dapat menurunkan tekanan darah.


Dr Zhipeng Yu dan timnya dari Jilin University China memelajari peptida bernama RVPSL yang ditemukan dalam putih telur. Zat ini memiliki kemampuan hebat untuk mencegah aksi ACE, zat yang diproduksi dalam tubuh yang dapat menaikkan tekanan darah. Percobaan terhadap tikus menunjukkan bahwa RVPSL tak memiliki efek toksin dan dapat menurunkan tekanan darah.

“Kami memiliki bukti laboratorium bahwa zat dalam putih telur yakni peptida mengurangi tekanan darah sebanyak Captopril [obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi] dalam dosis rendah,” ujar Yu, seperti diberitakan situs Daily Mail (9/4/201313).

Yu yakin bahwa peptida, baik dalam putih telur maupun sebagai suplemen, dapat berguna sebagai tambahan pengobatan tekanan darah tinggi.

Hasil penelitian inipun mendukung temuan University of Alberta, Kanada, pada 2009. Dikatakan bahwa ketika telur bersinggungan dengan enzim perut, dihasilkan protein yang bekerja seperti obat penurun tekanan darah.

Berdasarkan riset University of Missouri, ditemukan bahwa sarapan telur yang tinggi protein merupakan cara terbaik untuk mengendalikan nafsu makan. Hal ini juga dapat mencegah kita ngemil makanan tak sehat di malam hari.

Sumber: *

Selasa, 12 Maret 2013

Jus Pare Cegah Kanker Pankreas

Kendati rasanya pahit, namun tak sedikit orang yang menggemari makanan olahan dari pare. Manfaat dari konsumsi buah pare, terutama jika dibuat jus, ternyata efektif untuk mencegah pertumbuhan sel kanker pankreas.

Sebuah studi yang dimuat di jurnal Carcinogenesis menunjukkan manfaat buah pare terhadap pencegahan kanker. Hasil pengujian pada tikus sama dengan hasil tiga tahun lalu saat diujikan secara in vitro.

Rekan ketua program Pencegahan dan Pengawasan Kanker di CU Cancer Center Rajesh Agarwal mengatakan, tiga tahun lalu para peneliti menemukan efek dari ekstrak pare pada sel kanker payudara hanya menggunakan Petri dish. Kemudian penelitian ini berkembang dengan menggunakan jus pare yang selama ini sudah banyak dikonsumsi oleh orang Asia.

"Hasilnya jus pare dapat mempengaruhi jalur metabolisme glukosa, membatasi energi dan membunuh sel kanker pankreas," ujar profesor di Skaggs School of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences ini.

Kanker pankreas merupakan satu dari jenis kanker yang paling mematikan karena cukup sulit terdeteksi. Setiap tahun di Amerika Serikat ditemukan 45.220 kasus baru dan 38.460 kematian akibat kanker pankreas. Setelah diagnosa, tingkat kelangsungan hidup pasien setelah satu tahun adalah 26 persen, dan setelah lima tahun hanya 6 persen.

Para peneliti mendapati penurunan kemampuan pertumbuhan sel kanker pankreas manusia pada tikus sebanyak 60 persen. Para peneliti juga mendapati hasil yang sama pada sel kanker pankreas saat dilakukan secara in vitro.

Jus pare bekerja dengan cara menghambat sel untuk melakukan metabolisme glukosa dan membatasi asupan energi bagi sel-sel kanker. Hal ini kemudian akan membuat sel-sel kanker kehabisan energi karena mereka mengandalkan sebagian besar energi dari glukosa dan tidak memiliki produksi energi alternatif.

"Ini adalah penemuan yang menggembirakan. Banyak peneliti yang menciptakan obat baru yang menargetkan kemampuan sel kanker dalam memproduksi energi, dan kami memiliki senyawa alami yang mungkin dapat melakukan hal itu," ujar Agarwal.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...