Tampilkan postingan dengan label stroke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stroke. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Juli 2014

7 Makanan Enak untuk Jantung Sehat

Gaya hidup kurang bergerak, pola makan tinggi lemak dan stres, sudah menjadi bagian dari kehidupan orang modern. Tak heran bahwa angka penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, terus meningkat.

Berolahraga, minimal 150 menit setiap minggunya, adalah salah satu syarat untuk menjaga kebugaran tubuh. Tetapi, untuk memperoleh manfaat maksimal dari olahraga, kita juga perlu menjalani pola makan sehat.

Ada banyak makanan sehat yang bisa dipilih, tetapi apa yang terbaik untuk menjaga jantung tetap sehat? Berikut di antaranya.

1. Salmon dan ikan berlemak lainnya
Salmon dan ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan sangat baik untuk kesehatan jantung, bahkan dikatakan manfaatnya melebihi dari daging lainnya. Omega-3 merupakan tipe lemak tak jenuh yang dapat menurunkan kadar kolesterol "jahat" dengan mengurangi kadar peradangan pada tubuh.

Asam lemak omega-3 juga kerap dikaitkan dengan kadar trigliserida, tekanan darah, risiko stroke, risiko gagal jantung, dan risiko penyumbatan darah yang lebih rendah. Salmon juga mengandung selenium, antioksidan lainnya yang bermanfaat melindungi jantung dari stres oksidatif.

2. Oatmeal
Rasa dari makanan satu ini mungkin tidak terlalu enak, tetapi menambahkannya dengan madu, selai kacang, pisang, stroberi, atau bluberi mampu memperbaiki rasanya. Selain itu, manfaat yang diperoleh dari makanan ini pun sangat baik untuk kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan. Oatmeal juga mengandung serat larut, folat, dan potasium.

3. Walnut dan almond
Sama seperti salmon, walnut dan almond mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Kacang-kacang ini juga mengandung vitamin E, magnesium, folat, dan serat. Penelitian membuktikan, makan satu genggam kacang-kacang ini setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.

4. Bluberi
Bluberi sering kali disebut sebagai makanan super karena mengandung antioksidan poten resveratrol. Banyak studi menyebutkan, resveratrol memiliki peran untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Faktanya, sebuah studi asal Harvard University menemukan, mengonsumsi bluberi dengan stroberi dapat menurunkan risiko serangan jantung lebih dari 30 persen.

5. Teh hijau
Tak hanya karena rasanya yang unik sehingga menjadi favorit banyak orang, teh hijau juga telah lama diketahui memiliki manfaat kesehatan. Pakar obat-obatan herbal asal Tiongkok telah menggunakannya selama berabad-abad. Teh hijau mengandung resveratrol dan katekin yang meningkatkan kandungan antioksidan, mencegah pembentukan plak di pembuluh darah, dan peran antikanker.

6. Kacang merah
Kacang merah juga mengandung asam lemak omega-3 dan serat. Hal ini arti, dengan mengonsumsinya, risiko penyakit jantung pun menurun. Di samping kandungan asam lemak omega-3 yang mampu mengurangi peradangan di dalam tubuh, serat larut yang dikandungnya juga dapat mengurangi kadar kolesterol.

7. Tomat
Makanan yang menyehatkan jantung tidak lengkap jika tidak mencantumkan sayuran. Faktanya, sayuran merupakan makanan yang paling bermanfaat bagi tubuh, dan salah satunya tomat. Tomat mengandung likopen, karotenoid yang berhubungan dengan penurunan risiko stroke.

"Likopen juga sangat efektif dalam mengikat radikal bebas yang dapat mengurangi risiko penuaan," kata Edward Giobannucci, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health.

Sumber *

Sabtu, 17 Mei 2014

Konsumsi 200 Gram Sayuran/Buah-buahan Atasi Risiko Stroke

Sebuah penelitian terbaru dari American Heart Association (AHA) menunjukkan konsumsi sayuran dan buah-buahan sebanyak 200 gram per hari dapat mengurangi risiko stroke. Badan kesehatan dunia, WHO, memperkirakan peningkatan konsumsi sayuran dan buah hingga 600 gram/hari dapat mengurangi risiko stroke sebanyak 19 persen.

Untuk keperluan studi, AHA melakukan meta-analisis pada 20 studi yang dipublikasikan 19 tahun terakhir. Hal ini dilakukan demi memperkirakan efek umum konsumsi sayuran dan buah pada penderita stroke.

Meta-analisis ini mencakup 760.629 partisipan dan 16.981 kasus stroke. Hasil meta-analisis menunjukkan konsumsi 200 gram buah per hari menurunkan risiko stroke 32 persen. Risiko stroke menurun 11 persen jika mengkonsumsi 200 gram sayuran per hari.

"Memperbaiki diet dan gaya hidup penting untuk mengurangi risiko stroke dan jantung pada semua populasi. Secara khusus, diet kaya buah-buahan dan sayuran sangat dianjurkan karena memenuhi mikronutrien dan makronutrien serta asupan serat," ujar penulis studi dari Medical College of Qingdao University di Qingdao, Cina, Dr Yan Qu, seperti dilansir Medical News Today.

Hasil penelitian juga menunjukkan konsumsi lebih banyak sayuran dan buah juga dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki fungsi mikrovaskular, dan berefek menguntungkan untuk indeks massa tubuh, lingkar pinggang, kolesterol, peradangan, dan stres oksidatif.

Efek menguntungkan dari konsumsi kedua jenis makanan ini dapat dirasakan pria dan perempuan berapa pun usianya. AHA merekomendasikan orang dewasa rata-rata harus mengkonsumsi 4-5 porsi sayuran dan buah-buahan per hari. Semakin bervariasi warna serta tipe sayur dan buah-buahan yang dikonsumsi, semakin banyak asupan vitamin, mineral, dan serat pada tubuh.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke ini disebutkan, di negara-negara dengan masyarakat berpendapatan tinggi, kasus stroke menurun 42 persen selama empat tahun terakhir. Namun, di negara-negara dengan masyarakat berpendapatan menengah, kasus stroke justru dua kali lipat lebih tinggi.

Angka kematian tertinggi akibat stroke ditemukan di negara dengan masyarakat berpenghasilan rendah. Pada 2010, stroke bahkan menjadi penyebab utama kematian di Cina. Para ahli kesehatan sepakat perbaikan diet dan gaya hidup penting untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada semua populasi.

Bagian penting dari perbaikan diet adalah mendorong orang-orang mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah-buahan. Hanya, prevalensi konsumsi kedua jenis makanan ini rendah di seluruh dunia, terutama di negara dengan masyarakat berpendapatan rendah. Sumber *

Sabtu, 01 Februari 2014

Tiga Cangkir Teh Sehari Untuk Jantung Sehat


Teh merupakan minuman yang populer sejak lama. Hampir setiap hari dan waktu, orang akan mengonsumsi teh. Di beberapa negara, teh bahkan sudah menjadi bagian dari tradisi. Tidak heran, karena selain rasanya yang enak, teh juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

Apalagi studi terbaru yang dilakukan ilmuwan di Taiwan membuktikan bahwa minum tiga cangkir teh dalam sehari dapat membantu mencegah penyakit jantung dan melancarkan sirkulasi darah. Mereka menemukan bahwa mengonsumsi teh dalam jumlah banyak dapat mengurangi kekakuan di arteri, sehingga membuat arteri lebih muda, elastis dan mempercepat sirkulasi darah.

Selasa, 25 Juni 2013

Tips Memilih Kasur agar Tidur Lebih Sehat

Tahukah Anda, tidur yang cukup mampu meningkatkan kewaspadaan, ketelitian, respon, konsentrasi, dan produktivitas? Sebaliknya, kekurangan tidur mampu menimbulkan peningkatan risiko penyakit berbahaya.

American Asscociation of Cancer Research (2008) menyatakan, perempuan aktif yang tidur kurang dari tujuh jam setiap hari memiliki risiko 47 persen lebih besar untuk menderita kanker payudara. Sekedar tidur juga tidak cukup. Gangguan tidur yang dianggap sepele, seperti mendengkur dapat mengurangi kualitas tidur dan berisiko menyebabkan penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, disfungsi ereksi, serta penurunan kualitas hidup.

Senin, 03 Juni 2013

Minim konsumsi sayur dan buah kaya kalium

Selain serat, vitamin, mineral, dan antioksidan, buah dan sayur juga kaya akan kalium. Kalium adalah elektrolit penting bagi fungsi jantung dan juga membantu menyeimbangkan kadar asam-basa dalam tubuh.

Kalium juga dapat mengurangi kadar sodium yang terdapat pada zat pewarna dalam makanan yang Anda konsumsi dan menambah nutrisi untuk menjaga tekanan darah. Buah jeruk, pisang, kentang, tomat, dan kacang-kacangan adalah sumber makanan kaya kalium.

Sebuah penelitian baru menemukan, orang yang cukup mendapatkan asupan gizi dari buah dan sayur dapat menurunkan risiko terserang stroke hingga 52%.

8. Kurang berjalan kaki

Kamis, 16 Mei 2013

Meski ‘Ndeso’, Makanan Ini Bisa Selamatkan Hidup Anda

Hasil penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Indonesia menyebutkan bahwa selain rendah kalori, ubi jalar juga mengandung antioksidan (β-karoten dan antosianin) yang bermanfaat bagi kesehatan.

Antioksidan adalah senyawa yang penting bagi kesehatan karena dapat mengurangi risiko terkena berbagai penyakit. Bahkan vitamin C, B2, B6, D, E dan biotin pun ada dalam makanan ‘ndeso’ ini.

Selain mengandung nilai gizi yang tinggi, ubi jalar juga memiliki segudang manfaat kesehatan bagi siapa saja yang mengonsumsinya.

Manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh ubi jalar antara lain, mencegah kanker, mengendalikan gula darah, mencegah penuaan dini, menjaga elastisitas kulit, mencegah serangan jantung, hingga membantu menurunkan berat badan.

Bahkan sebuah studi menyebutkan, kandungan kalium dalam ubi mampu mengurangi risiko stroke pada penderita hipertensi sebesar 40 persen. Sementara tekanan darah yang terlalu tinggi bisa berkurang hingga 25 persen.

Apakah manfaat di atas bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi makanan cepat saji? tentu tidak. Karena meskipun kalah ‘gengsi’, ubi jalar masih unggul dalam meningkatkan kualitas hidup Anda.

Rabu, 17 April 2013

Anak Pendek Terancam Bodoh dan Penyakitan

Anak pendek umumnya kecerdasannya rendah dan rentan terkena penyakit degeneratif, seperti diabetes, hipertensi, stroke, gangguan jantung, dan kanker.

”Anak pendek (stunting) mengalami hambatan pertumbuhan organ, termasuk otak. Semakin banyak anak pendek, semakin banyak penerus bangsa yang potensial mengidap penyakit dan berinteligensia rendah. Tantangan kita adalah menekan jumlah anak pendek,” kata Soekirman dari Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia pada peluncuran program Gerakan Peningkatan Nutrisi (SUN Movement), Rabu (17/4), di Jakarta.

Jumlah anak pendek di Indonesia sekitar 7 juta orang (36 persen dari jumlah anak). Indonesia merupakan negara dengan anak pendek terbanyak kelima setelah India, China, Nigeria, dan Pakistan.

Menurut ahli gizi dari Universitas Indonesia, Endang L Achadi, anggapan bahwa anak pendek akibat faktor genetik tidak tepat. Faktor penentunya adalah kecukupan gizi. Hal itu harus terpenuhi sejak ibu hamil.

”Delapan minggu pertama kehamilan merupakan fase pembentukan organ tubuh, termasuk otak. Dilanjutkan fase pembelahan sel yang menentukan jumlah sel otak. Dua fase ini masuk dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Jika gizi tidak cukup, pembelahan sel dan pembentukan organ terganggu,” katanya.

Endang menyarankan agar remaja perempuan mempersiapkan fisik menjelang menikah. Sebab, kecukupan gizi janin di kandungan ditentukan dari kecukupan gizi calon ibu. ”Perempuan kurus berisiko mengandung janin dengan gizi kurang. Setelah melahirkan, kecukupan gizi ibu memengaruhi ketersediaan air susu. Jadi, persiapkan dengan benar jika hendak menikah,” ujarnya.

Permasalahan gizi khususnya anak pendek paling banyak terdapat di Indonesia bagian timur, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat. Untuk mengatasinya, Kepala Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan Iip Syaiful mengatakan, mulai tahun 2014, pemerintah daerah akan menganggarkan dana untuk kegiatan gerakan nasional percepatan gizi.

Senin, 15 April 2013

SIAPA LEBIH CEPAT TUA?

Ada pendapat, wanita lebih cepat tua dari pria. Benarkah? Simak apa yang mempercepat timbulnya penyakit dan kerentaan di tubuh Anda.

Wanita menaruh perhatian lebih besar dibanding pria dalam hal awet muda. “Selama 20 tahun terakhir saya mendapati bahwa wanitalah yang sering mengeluh karena merasa kelihatan lebih tua dibanding suaminya,” kata Dr. CEPAT, dokter sekaligus guru antipenuaan tingkat dunia.

Kondisi itu dibenarkan Dr. Perricone. Ada perbedaan fisiologis antara tubuh pria dan wanita. Pria memiliki kulit lebih tebal, sehingga lebih resisten terhadap kerusakan. Hormon testosteron menjaga kulit pria tetap lembab. Selain itu, pria punya tulang lebih padat daripada wanita.

Sudah begitu, wanita punya kecenderungan untuk berdiet sembarangan setelah masa remaja. Padahal, kurang gizi, khususnya protein, juga merupakan faktor yang mempecepat penuaan. Dr. Perricone percaya bahwa kurang protein menyebabkan kita jadi cepat tua.

Inti dari proses penuaan, menurutnya, adalah pembengkakan. Ketika inflamasi ini terjadi dalam kadar rendah dan tak terlihat karena berlangsung dalam sel di organ tubuh, pelan tetapi pasti kita punya risiko terkena penyakit degeneratif, misalnya penyakit jantung dan stroke. Sebaliknya, jika sel-sel tubuh sehat, bebas dari cedera plus mendapatkan gizi cukup terus-menerus, tubuh akan awet sehat meskipun sudah masuk usia emas.

Hal itu juga dibenarkan oleh Dr. Czeresna Heriawan Soejono, Sp.PD, KGer, Mepid, dari FKUI/RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pola makan yang benar adalah kunci untuk tetap sehat dan awet muda. Stres oksidatif pada tubuh terjadi jika pola makan tak sehat.

Stres oksidatif erat hubungannya dengan penyakit kronis degeneratif yang menggerogoti pembuluh darah dan sendi pada manusia berusia 50 tahun ke atas jika tak didukung pola makan sehat. Namun, ia menambahkan bahwa belakangan ini penyakit kronis degeneratif menggerogoti pula orang Asia perkotaan mapan mulai usia 30-an.

Kesibukan orang Asia perkotaan yang menjauhkan diri dari olahraga, kemudahan dan kedekatan dengan akses makanan siap saji yang tinggi lemak dan rendah serat adalah penyebabnya. “Ada penelitian Prof. Campbell dari Amerika Serikat di Shanghai. Penelitian itu mengungkapkan bahwa perubahan pola makan orang Asia bertanggung jawab pada penyakit kronis degeneratif yang diderita orang Asia belakangan ini,” kata Dr. Czeresna.

“Prof. Campbell sudah memperingatkan orang Indonesia. Jangan ubah pola makan tradisional menjadi pola makan Barat yang cenderung miskin serat dan kaya lemak itu agar tua tidak sakit-sakitan,” sebutnya.

Minggu, 07 April 2013

Bagaimana Daging Merah Merusak Jantung

Jika ingin terhindar dari penyakit jantung dan stroke, para ahli menyarankan untuk menghindari konsumsi daging merah. Tetapi baru terungkap bagaimana mekanisme daging merah merusak kesehatan.

Studi yang dimuat dalam jurnal Nature Medicine menunjukkan bahwa senyawa karnitin di daging merah akan dihancurkan oleh bakteri di pencernaan. Penghancuran senyawa ini akan menghasilkan kadar kolesterol tubuh yang lebih tinggi sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Selama ini telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa makan daging merah secara rutin dapat merusak kesehatan jantung karena tingginya kandungan lemak jenuh. Bahaya dari lemak jenuh dan daging yang diproses sudah lama diketahui memiliki dampak buruk, namun bukan itu saja yang menyebabkan daging merah berbahay.

"Kandungan kolesterol dan lemak jenuh dalam daging merah bukan bahaya satu-satunya, masih ada hal lain yang berkontribusi untuk meningkatkan risiko kardiovaskular," ujar ketua studi dr. Stanley Hazen, dari Claveland Clinic.

Percobaan yang dilakukan pada tikus dan manusia menunjukkan bahwa bakteri pada sistem pencernaan dapat memecah karnitin. Karnitin dipecah menjadi gas dikonversi di hati menjadi senyawa kimia yang disebut TMAO. Dalam studi ini, TMAO dikaitkan kuat dengan penumpukan lemak di pembuluh darah. Sehingga dapat memicu penyakit jantung dan kematian.

Hazen mengatakan TMAO seringkali tidak dihiraukan karena mungkin merupakan produk sisa dari metabolisme. "Namun secara signifikan dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol dan akumulasinya," ujarnya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengurangi frekuensi makan daging merah sangat dianjurkan. Selain itu studi ini juga menekankan penggunaan yogurt berprobiotik untuk mengubah keseimbangan bakteri dalam sistem pencernaan.

"Mengurangi jumlah bakteri yang memecah karnitin secara teori dapat pula mengurangi bahaya dari daging merah," tutur Hazen.

Orang yang tidak makan daging merah atau vegetarian memiliki jumlah bakteri pemecah karnitin yang lebih sedikit daripada pemakan daging.

Kendati daging merah merupakan sumber protein dan beberapa zat gizi yang baik, namun sebaiknya tidak dimakan terlalu berlebihan. Pemerintah Inggris merekomendasikan konsumsi daging merah tidak lebih dari 70 gram per harinya.

10 Cara Tepat Mengusir Perut Buncit

Perut buncit bukan hanya mengganggu penampilan. Sejumlah penyakit mengintip di balik gelembung perut yang besarnya tidak proporsional bagi tubuh itu.

Ahli kesehatan dr. Selfie C. Rijal menuturkan, lemak yang menyebabkan kebuncitan pada perut sebenarnya terdiri dari dua macam. Pertama, lemak yang disimpan oleh tubuh di bawah kulit atau yang biasa disebut lemak subkutan (subcutaneous fat). Kedua, lemak yang disimpan oleh tubuh di rongga perut mengelilingi organ-organ dalam perut, yang biasa disebut lemak visceral (visceral fat).

Lemak visceral yang berada di sekeliling perut merupakan sumber asam lemak bebas yang langsung menuju hati melalui vena porta (vena besar yang membawa darah dari usus ke hati – red.). Lemak ini relatif resisten terhadap kerja insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat).

“Semakin banyak jumlah lemak visceral ini, maka semakin buncit seseorang,” ujarnya. Ditegaskan, banyaknya lemak visceral itu berkorelasi dengan tingkat kebuncitan perut.

Dokter lulusan Universitas Padjajaran tersebut mengungkapkan bahwa dari dua jenis lemak yang menggelembungkan bentuk perut, lemak visceral lebih berbahaya. Sebab, terkait dengan metabolisme seperti resistensi insulin, diabetes, serta sistem peredaran darah.

Dokter yang bekerja untuk RS Sari Asih, Tangerang, ini mengungkapkan semakin buncit seseorang, semakin tinggi kemungkinan mengalami resistensi insulin. Kondisi ini bisa menimbulkan beberapa penyakit. Selfie melanjutkan, penyakit yang rentan terhadap perut buncit di antaranya penyakit jantung, stroke, beberapa jenis kanker, diabetes tipe 2, serta kekebalan insulin. “Memang orang buncit itu mendapat risiko lebih dari penyakit. Itulah mengapa perut buncit perlu dikhawatirkan,” tandasnya.

Bagaimana mengatasinya? Berikut ini tips dari dr. Selfie C. Rijal:

1. Makan lemak sehat
Percaya atau tidak, program diet rendah lemak tidak akan menghilangkan perut buncit. Profesor Mehmet Oz, M.D dari Colombia University mengungkapkan hal tersebut. Yang benar adalah berhenti mengonsumsi nasi putih dan menggantinya dengan roti gandum murni. Makanlah dengan lemak sehat seperti alpukat dan minyak zaitun.

2. Turuti keinginan tubuh
Studi dari American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa jika seseorang mengikuti apa keinginan tubuhnya saat lapar, ia justru cenderung makan lebih sedikit dalam jangka waktu tertentu. Saat seseorang ngidam makan burger keju, mungkin ia akan makan selama beberapa hari dan kemudian tubuh akan merasa bosan dan mengurangi permintaan akan makanan tersebut. Pastikan porsinya tidak berlebihan.

3. Atur porsi makan
Studi yang dilakukan Krista Varady, asisten profesor nutrisi di University of Illinois, Chicago menemukan orang yang mengurangi porsi makan hariannya hingga 25 persen, berat badannya berkurang hingga 15 kg dalam 8 minggu. Begitu pula saat akhir pekan, makan yang terkontrol juga bisa membantu seseorang mengurangi berat badan cukup signifikan.

4. Sit-up tidak hilangkan lemak
Sebanyak apapun sit-up yang Anda lakukan, ia tidak akan membasmi lemak di perut. Ia akan menguatkan otot namun lemak sulit terbakar hanya dengan sit-up. Sebaliknya, Anda harus melakukan latihan menyeluruh di otot besar lainnya seperti kaki, bahu, dada dan lainnya agar proses pembakaran lemak lebih maksimal.

5. Banyak latihan kardio
Jika Anda sudah menguatkan otot besar dengan latihan beban, maka berikutnya bisa mempercepat proses pembakaran lemak dengan latihan kardio. Lari atau aerobik membantu membakar kalori berlebih jika diimbangi dengan membatasi lemak buruk yang dikonsumsi.

6. Jangan kurang/kelebihan tidur
Kurang tidur akan membuat metabolisme tubuh melambat sehingga sulit membakar lemak, sedangkan kelebihan tidur membuat tubuh menjadi pasif dan terbiasa untuk tidak banyak bergerak. Keduanya memicu penumpukan lemak dalam waktu yang lebih cepat.

7. Stop minum minuman bersoda (bahkan soda berlabel "Diet")
Studi 10 tahun yang dilakukan oleh University of Texas menemukan orang yang rutin minum soda diet justru menggemuk lebih cepat ketimbang yang tidak minum. Hal ini disebabkan pemanis buatan dalam soda membuat perut lebih cepat buncit dan membuat rasa lapar lebih mudah datang. Gantilah minuman ini dengan teh atau air lemon murni.

8. Meditasi
Tahukah Anda, saat berdoa dan bermeditasi, hormon stress kortisol akan berkurang produksinya? Ya, inilah hormon yang menyebabkan perut buncit. Jadi, hindarilah stress, perbanyak berdoa dan bermeditasi untuk menenangkan pikiran dan jiwa. Hanya 15 menit sehari, sudah cukup membantu.

9. Gula yang tepat
Memakan makanan manis sudah menjadi gaya hidup orang Indonesia, namun Anda bisa memilih rasa manis yang tepat. Buah memiliki gula alami, begitu pula dengan madu. Saat Anda memakan makanan mengandung gula seperti keripik dan nasi putih, sebagian besar kalori yang masuk berubah menjadi lemak perut.

10. Berolahraga dengan cerdas, bukan dengan keras
Setelah lemak perut mulai berkurang, saatnya untuk memulai latihan perut. Berlatihlah dengan merasakan kontraksi, bukan berlebihan. Otot perut yang kencang akan membantu Anda tampil lebih fit dan segar.

Sabtu, 06 April 2013

Perut Buncit? Jangan Salahkan Usia Anda

Usia sering menjadi biang kerok sesuatu. Dengan alasan usia yang sudah tua, menjadi pembenaran bagi kita untuk hanya duduk di rumah, tak perlu lagi aktif bekerja. Umur juga sering jadi dalih untuk menerima begitu saja apa yang Anda anggap sewaktu masih muda sebagai penyakit. Setelah berangsur tua tidak demikian lagi. Anda sakit pinggang, sakit lutut, hipertensi, diabetes, jantung, dianggap normal bila keluhan penyakit itu muncul setelah Anda beranjak tua. Bahkan, karena usia dianggap sudah tua, sah-sah saja seseorang kemudian meninggal.

Perut buncit, yang diketahui sebagai faktor risiko beberapa penyakit seperti hipertensi, jantung, stroke, diabetes mellitus, bahkan keganasan, juga dianggap tidak bermasalah, normal-normal saja bila terjadi pada seseorang yang umurnya sudah beranjak tua. Padahal, pada anak-anak perut buncit sekarang bukanlah sesuatu yang aneh lagi. Dan lebih celaka lagi, banyak yang punya asumsi bahwa perut yang buncit itu dianggap sebagai sesuatu yang tak dapat dihindari, seiring bertambahnya usia mereka.

Sesuai fenomena di atas, banyak pasien saya yang menganggap dan menyalahkan perut mereka yang buncit itu akibat usia mereka yang semakin tua. Misalnya Tuan A. Laki-laki usia 52 tahun, datang konsultasi dengan keluhan dada panas dan perut menyesak, terutama setelah makan. Waktu saya beritahu bahwa keluhannya ada kaitannya dengan perutnya yang buncit itu, pasien seperti tidak percaya, dan merasa bahwa perutnya yang besar itu adalah normal karena usianya yang dia anggap sudah mulai tua.

Pasien lain, seorang wanita berusia 55 tahun dengan keluhan nyeri pada salah satu lututnya. Waktu saya jelaskan bahwa salah satu faktor risiko nyeri pada lututnya ada hubungan dengan kegemukan dan perutnya yang besar, juga beranggapan demikian. "Gimana lagi dokter, umur saya kan sudah cukup tua", kata pasien

Seperti diketahui, umur memang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya perut buncit. Semakin tua Anda, maka kemungkinan perut Anda semakin buncit kian besar pula. Mengapa hal ini bisa terjadi? Pertanyaan yang sering diajukan pasien saya. Salah satu penyebabnya adalah berkaitan dengan menurunnya tingkat metabolisme tubuh kita seiring dengan menuanya kita. Metabolisme yang menurun ini disebakan oleh berkurangnya massa otot, perubahan hormonal, dan kebutuhan kalori organ internal kita yang semakin menurun seiring dengan bertambahnya usai kita.

Perubahan hormonal yang terjadi ini, dapat meningkatkan risiko seseorang menjadi lebih gemuk. Penurunan hormon testosteron dan DHEA pada laki-laki, dan hormon estrogen pada wanita pada wanita dapat menurunkan massa otot dan penumpukan lemak di sekitar perut. Tetapi, itu tidak berarti bahwa kita tidak dapat mempertahan kebidupan yang sehat dan menjaga keseimbangan hormonal dengan semakin tuanya kita. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan masaa otot akibat bertambahnya umur, sebagian besar dibawah kendali kita. Semakin sehat makanan kita, semakin sehat kita hidup, dan semakin sering kita bergerak, olahraga, maka semakin seimbang hormon dan semakin baik metabolisme tubuh kita.

Kemudian, umur hanyalah salah satu faktor risiko perut Anda semakin buncit. Massa otot yang semakin berkurang apalagi aktifitas fisik Anda juga semakin menurun dan asupan makanan Anda sama saja atau bahkan lebih banyak lagi merupakan faktor penting bertambahnya tumpukan lemak di sekitar perut Anda. Massa otot yang berkurang menyebabkan metabolisme tubuh menurun. Penurunan ini akan mengurangi kebutuhan rata-rata kalori kita. Jadi, bila kita tetap makan dengan porsi yang sama, sementara kebutuhan kalorinya menurun, penumpukan lemak itu akan tetap terjadi. Karena itu, sangat penting mempertahankan massa otot walau usia Anda bertambah. Seperti diketahui, jaringan otot membakar kalori 3 kali lebih banyak dibandingkan jaringan lemak.

Lalu, karena umur itu tidak dapat dikendalikan, yang dapat kita lakukan adalah mengatur masukan kalori dan mempertahankan aktivitas fisik yang cukup. Jadi, agar penumpukan lemak itu tidak terjadi, maka Anda harus mengurangi masukan kalori harian Anda atau menaikkan kalori keluarannya. Masukan kalori dapat dikurangi dengan mengurangi asupan makanan yang mengandung kalori tinggi seperti gula, karbohidrat olahan, lemak jenuh, dan memperkecil takaran piring Anda, serta sebaliknya memilih makanan yang banyak mengandung serat, seperti sayuran dan buah-buahan.

Untuk meningkatkan keluaran kalori, dapat Anda lakukan dengan olahraga aerobik secara teratur, paling tidak 30-40 menit setiap hari, minimal 5 kali dalam seminggu. Dan, untuk meningkatkan massa otot Anda, lakukan olahraga peregangan, dan pembebanan ringan, 2-3 kali dalam seminggu. Insya Allah dengan memperhatikan asupan makanan Anda, olahraga yang Anda lakukan, ancaman perut buncit seiring dengan bertambahnya usia Anda, dapat dihindari.

Selasa, 02 April 2013

Makan Lebih Banyak Serat Dapat Menurunkan Risiko Stroke Yang Pertama Kali

Studi Highlights:
  • Mengonsumsi makanan dengan serat lebih banyak dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari pertama kali stroke.
  • Setiap kenaikan tujuh gram serat makanan total dikaitkan dengan risiko 7 persen lebih rendah dari pertama kali stroke.
  • Hasil memperkuat pentingnya diet yang mencakup setidaknya 25 gram serat setiap hari.

DALLAS, 28 Maret 2013 - Makan lebih banyak serat dapat menurunkan risiko stroke yang pertama kali, menurut penelitian baru dalam Stroke jurnal American Heart Association.

Serat pangan adalah bagian dari tanaman yang tubuh tidak menyerap selama proses pencernaan. Serat dapat larut, yang berarti larut dalam air, atau tidak larut.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa serat makanan dapat membantu mengurangi faktor risiko untuk stroke, termasuk tekanan darah tinggi dan  tingkat low-density lipoprotein (LDL) "buruk" kolesterol dalam darah tinggi.

Dalam studi baru, para peneliti menemukan bahwa setiap kenaikan tujuh gram serat dalam asupan harian total dikaitkan dengan penurunan 7 persen pada pertama kali risiko stroke. Satu porsi pasta gandum, ditambah dua porsi buah atau sayuran, menyediakan sekitar 7 gram serat, kata para peneliti.

"Asupan yang lebih besar dari makanan kaya serat - seperti secara keseluruhan-biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan - yang penting bagi semua orang, dan terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko stroke seperti kelebihan berat badan, merokok, dan memiliki tekanan darah tinggi," Diane Threapleton, M Sc.., dan kandidat Ph.D. di University of Leeds Sekolah 'Ilmu Pangan & Gizi di Leeds, Inggris Raya.

Peneliti menganalisis delapan penelitian yang diterbitkan antara 1.990-2.012. Studi yang dilaporkan pada semua jenis stroke dengan empat khusus memeriksa risiko stroke iskemik, yang terjadi ketika blok bekuan pembuluh darah ke otak. Tiga stroke hemoragik dinilai, yang terjadi ketika pendarahan pembuluh darah ke otak atau pada permukaannya.

Temuan dari studi observasi digabungkan dan menyumbang faktor-faktor risiko stroke seperti usia dan merokok.

Hasil didasarkan pada serat makanan total. Para peneliti tidak menemukan hubungan dengan serat larut dan risiko stroke, dan tidak memiliki cukup data pada serat larut untuk membuat kesimpulan.

Asupan serat harian rata-rata antara orang dewasa AS lebih rendah dari rekomendasi American Heart Association of setidaknya 25 gram per hari. Enam sampai delapan porsi biji-bijian dan delapan sampai 10 porsi buah dan sayuran dapat memberikan jumlah yang disarankan.

Kebanyakan orang tidak mendapatkan tingkat yang direkomendasikan serat, dan meningkatkan serat dapat menyebabkan risiko lebih rendah untuk stroke, "kata Threapleton. "Kita harus mendidik konsumen tentang pentingnya terus meningkatkan asupan serat dan membantu mereka belajar bagaimana meningkatkan serat dalam diet mereka."

Di Amerika Serikat, stroke adalah penyebab utama keempat kematian, menewaskan lebih dari 137.000 orang setiap tahunnya. Di antara korban selamat, penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan.

Selain mengikuti diet bergizi, American Heart Association merekomendasikan secara fisik aktif dan menghindari rokok untuk membantu mencegah stroke dan jantung lainnya dan penyakit pembuluh darah.

Rabu, 22 Agustus 2012

Referensi Kadar Lemak & Kolesterol Anda

Apakah Anda pernah mengukur kadar kolesterol dalam darah? Meski tak memiliki keluhan, mengukur kadar kolesterol wajib dilakukan setidaknya sekali dalam lima tahun. Disarankan lebih sering untuk pria usia 35 tahun ke atas dan wanita usia 45 tahun ke atas.

Dikutip WebMD, pengukuran kadar kolesterol dalam darah penting untuk membantu pencegahan penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke. Mengetahui kadar kolesterol dalam darah membuat Anda lebih waspada dengan pola makan buruk.

Sama seperti pemeriksaan kesehatan pada umumnya, hasil tes kolesterol akan muncul dalam bentuk angka-angka. Agar tak salah pengertian, berikut sedikit panduan untuk membaca angka-angka mengenai kadar kolesterol dalam darah.
 Teh Hijau Anti-Lemak Jahat,
Trigliserid dan Asam Urat


LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL)
Penumpukan LDL di dinding arteri akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Itulah mengapa jenis kolesterol ini populer dengan sebutan kolesterol jahat.

Jika Anda memiliki gangguan kesehatan jantung atau pembuluh darah, sejumlah pakar merekomendasikan kadar kolesterol dalam darah tak lebih dari 70 mg/dl. Sementara mereka dengan diabetes atau penyakit lain yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, disarankan memiliki kadar kolesterol tak lebih 100 mg/dl.

Sangat baik: <100 mg/dl
Baik: 100-129 mg/dl
Kurang baik: 130-159 mg/dl
Tinggi: 160-189 mg/dl
Sangat Tinggi: >190 mg/dl

Untuk mencapai batas normal?

Kurangi: Lemak jenuh, lemak trans, makanan berkolesterol tinggi.
Perbanyak: Lemak tak jenuh tunggal (avokad, omega 3, ikan).
Lakukan: Penurunan berat badan.

LOW DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
Ini merupakan jenis kolesterol baik. Semakin tinggi angkanya, semakin rendah risiko penyakit jantung dan stroke. Jenis kolesterol ini justru berperan melawan kolesterol jahat untuk melindungi arteri.

Baik: >60 mg/dl
Buruk: <40 mg/dl (pria) dan <50 mg/dl (pria)

Untuk mencapai batas normal?

Kurangi: Karbohidrat dan gula serta hasil olahannya.
Perbanyak: Lemak tak jenuh tunggal (avokad dan omega 3, ikan).
Lakukan: Olahraga, tidak merokok, serta turunkan berat badan.


TRIGLISERIDA
Merupakan senyawa kimia yang biasanya terkandung dalam hampir semua jenis lemak dalam makanan dan tubuh. Tingginya kadar trigliserida menandai tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner.

Normal: <150 mg/dl
Cukup tinggi: 150-199 mg/dl
Tinggi: 200-499 mg/dl
Sangat tinggi: >500

Untuk mencapai batas normal?

Kurangi: Karbohidrat, gula, serta hasil olahannya, santan, minyak, dan makanan berlemak tinggi (kacang tanah).
Lakukan: Penurunan berat badan.


TOTAL KOLESTEROL
Angka yang muncul biasanya merupakan hasil rata-rata antara LDL, HDL, dan komponen lemak lainnya, termasuk trigliserida. Pakar kesehatan selalu merekomendasikan batas aman kolesterol di bawah 200 mg/dl.

Normal: <200 mg/dl
Tinggi: 200-239 mg/dl
Sangat tinggi: >240 mg/dl

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...