Tampilkan postingan dengan label berbahaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbahaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Juni 2014

Olahraga Malam Hari Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter

Olahraga memang lebih menyenangkan dilakukan pagi hari, ketika udara masih segar dan panas matahari belum terlalu menyengat. Namun tak sedikit dari kita yang sudah berangkat kerja sejak pagi, dan baru pulang malam hari.

Sebagian dari kita pun akhirnya baru sempat melakukan olahraga ketika malam. Akan tetapi ada anggapan olahraga malam hari lebih berbahaya bagi tubuh. Benarkah seperti itu?

dr Michael Triangto SpKO dari RS Mitra Kemayoran mengatakan bahwa jika paginya bekerja dan pulang malam hari, memang sebaiknya tidak melakukan olahraga. Pasalnya, hal itu akan mengganggu waktu istirahat karena menjadi sulit untuk tidur.

"Misalnya pulang malam lalu olahraga jam 10 atau jam 11, badan masih segar nanti sulit tidur. Adrenalin naik, suhu tubuh juga naik, jadi susah tidur," tutur dr Michael ketika dihubungi detikHealth dan ditulis Kamis (5/6/2014).

Namun prinsip tersebut tidak berlaku bagi mereka yang memang bekerja malam hari. Sehingga menurut dr Michael, olahraga malam atau pagi hari sama baiknya, tergantung siapa yang melakukan.

Bagi mereka yang bekerja pagi hingga malam, dr Michael menyarankan agar melakukan olahraga pada pagi hari, sebelum berangkat kerja. Pasalnya, badan akan terasa lebih segar sehabis olahraga, sekaligus membuat konsentrasi bekerja menjadi lebih baik.

Kendati begitu, olahraga malam hari pun bukan hal yang tabu. Yang perlu diingat hanyalah waktu olahraganya serta jenis olahraga yang dilakukan.

"Jika tetap ingin olahraga malam, usahakan lebih awal. Jam 7 misalnya, jenis olahraganya juga tidak boleh berat," sambung dr Michael lagi. Sumber *

Sabtu, 08 Februari 2014

Selasa, 16 April 2013

Merokok Saat Mengemudi Itu Berbahaya

London - Merokok sambil mengemudi bagi banyak orang mungkin menjadi sesuatu hal yang menyenangkan untuk menemani aktivitas mengemudi yang kadang membosankan. Namun ternyata, merokok sambil mengemudi itu adalah sesuatu hal yang berbahaya.

Menurut penelitian Institute of Advanced Motorists (IAM) di Inggris, seperti halnya ponsel, rokok adalah sesuatu yang mengganggu konsentrasi pengendara ketika mengemudi. Ini tentu akan menimbulkan potensi bahaya.

Bahkan 56 persen dari responden IAM mengatakan kalau harus ada aturan yang melarang pengemudi untuk merokok disaat berkendara. Hanya 2 persen dari responden yang mengatakan kalau merokok tidak berbahaya saat mengemudi.

Jejak pendapat ini sendiri melibatkan 3.016 orang. 48 persen dari responden ini berpikir kalau merokok saat mengemudi adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Sementara 46 persen berpikir kalau mengemudi sambil merokok itu sama berbahayanya dengan menggunakan ponsel saat mengemudi.

Selain mengganggu konsentrasi pengendara, Inggris sendiri juga sudah mengecam para pengendara yang merokok, terutama di mobil yang membawa anak-anak.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan tahun lalu menemukan lebih dari satu diantara lima perokok sengaja merokok di hadapan anak-anak mereka di rumah ataupun mobil.

Anak-anak terutama yang terpapar asap rokok atau menjadi perokok pasif akan memiliki masalah pada sistem kekebalan dan paru-paru. Mereka juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit pernapasan, asma, meningitis dan kematian.

Penelitian menunjukan sekitar 300.000 anak-anak di Inggris mengunjungi dokter setiap tahun, karena menjadi perokok pasif dan sekitar 9.500 diperiksa di rumah sakit. Peraturan larangan merokok juga telah diterapkan di sejumlah bagian negara seperti Kanada, AS, Australia dan Afrika Selatan.

Bagaimana menurut Anda?

Minggu, 07 April 2013

10 Cara Tepat Mengusir Perut Buncit

Perut buncit bukan hanya mengganggu penampilan. Sejumlah penyakit mengintip di balik gelembung perut yang besarnya tidak proporsional bagi tubuh itu.

Ahli kesehatan dr. Selfie C. Rijal menuturkan, lemak yang menyebabkan kebuncitan pada perut sebenarnya terdiri dari dua macam. Pertama, lemak yang disimpan oleh tubuh di bawah kulit atau yang biasa disebut lemak subkutan (subcutaneous fat). Kedua, lemak yang disimpan oleh tubuh di rongga perut mengelilingi organ-organ dalam perut, yang biasa disebut lemak visceral (visceral fat).

Lemak visceral yang berada di sekeliling perut merupakan sumber asam lemak bebas yang langsung menuju hati melalui vena porta (vena besar yang membawa darah dari usus ke hati – red.). Lemak ini relatif resisten terhadap kerja insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat).

“Semakin banyak jumlah lemak visceral ini, maka semakin buncit seseorang,” ujarnya. Ditegaskan, banyaknya lemak visceral itu berkorelasi dengan tingkat kebuncitan perut.

Dokter lulusan Universitas Padjajaran tersebut mengungkapkan bahwa dari dua jenis lemak yang menggelembungkan bentuk perut, lemak visceral lebih berbahaya. Sebab, terkait dengan metabolisme seperti resistensi insulin, diabetes, serta sistem peredaran darah.

Dokter yang bekerja untuk RS Sari Asih, Tangerang, ini mengungkapkan semakin buncit seseorang, semakin tinggi kemungkinan mengalami resistensi insulin. Kondisi ini bisa menimbulkan beberapa penyakit. Selfie melanjutkan, penyakit yang rentan terhadap perut buncit di antaranya penyakit jantung, stroke, beberapa jenis kanker, diabetes tipe 2, serta kekebalan insulin. “Memang orang buncit itu mendapat risiko lebih dari penyakit. Itulah mengapa perut buncit perlu dikhawatirkan,” tandasnya.

Bagaimana mengatasinya? Berikut ini tips dari dr. Selfie C. Rijal:

1. Makan lemak sehat
Percaya atau tidak, program diet rendah lemak tidak akan menghilangkan perut buncit. Profesor Mehmet Oz, M.D dari Colombia University mengungkapkan hal tersebut. Yang benar adalah berhenti mengonsumsi nasi putih dan menggantinya dengan roti gandum murni. Makanlah dengan lemak sehat seperti alpukat dan minyak zaitun.

2. Turuti keinginan tubuh
Studi dari American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa jika seseorang mengikuti apa keinginan tubuhnya saat lapar, ia justru cenderung makan lebih sedikit dalam jangka waktu tertentu. Saat seseorang ngidam makan burger keju, mungkin ia akan makan selama beberapa hari dan kemudian tubuh akan merasa bosan dan mengurangi permintaan akan makanan tersebut. Pastikan porsinya tidak berlebihan.

3. Atur porsi makan
Studi yang dilakukan Krista Varady, asisten profesor nutrisi di University of Illinois, Chicago menemukan orang yang mengurangi porsi makan hariannya hingga 25 persen, berat badannya berkurang hingga 15 kg dalam 8 minggu. Begitu pula saat akhir pekan, makan yang terkontrol juga bisa membantu seseorang mengurangi berat badan cukup signifikan.

4. Sit-up tidak hilangkan lemak
Sebanyak apapun sit-up yang Anda lakukan, ia tidak akan membasmi lemak di perut. Ia akan menguatkan otot namun lemak sulit terbakar hanya dengan sit-up. Sebaliknya, Anda harus melakukan latihan menyeluruh di otot besar lainnya seperti kaki, bahu, dada dan lainnya agar proses pembakaran lemak lebih maksimal.

5. Banyak latihan kardio
Jika Anda sudah menguatkan otot besar dengan latihan beban, maka berikutnya bisa mempercepat proses pembakaran lemak dengan latihan kardio. Lari atau aerobik membantu membakar kalori berlebih jika diimbangi dengan membatasi lemak buruk yang dikonsumsi.

6. Jangan kurang/kelebihan tidur
Kurang tidur akan membuat metabolisme tubuh melambat sehingga sulit membakar lemak, sedangkan kelebihan tidur membuat tubuh menjadi pasif dan terbiasa untuk tidak banyak bergerak. Keduanya memicu penumpukan lemak dalam waktu yang lebih cepat.

7. Stop minum minuman bersoda (bahkan soda berlabel "Diet")
Studi 10 tahun yang dilakukan oleh University of Texas menemukan orang yang rutin minum soda diet justru menggemuk lebih cepat ketimbang yang tidak minum. Hal ini disebabkan pemanis buatan dalam soda membuat perut lebih cepat buncit dan membuat rasa lapar lebih mudah datang. Gantilah minuman ini dengan teh atau air lemon murni.

8. Meditasi
Tahukah Anda, saat berdoa dan bermeditasi, hormon stress kortisol akan berkurang produksinya? Ya, inilah hormon yang menyebabkan perut buncit. Jadi, hindarilah stress, perbanyak berdoa dan bermeditasi untuk menenangkan pikiran dan jiwa. Hanya 15 menit sehari, sudah cukup membantu.

9. Gula yang tepat
Memakan makanan manis sudah menjadi gaya hidup orang Indonesia, namun Anda bisa memilih rasa manis yang tepat. Buah memiliki gula alami, begitu pula dengan madu. Saat Anda memakan makanan mengandung gula seperti keripik dan nasi putih, sebagian besar kalori yang masuk berubah menjadi lemak perut.

10. Berolahraga dengan cerdas, bukan dengan keras
Setelah lemak perut mulai berkurang, saatnya untuk memulai latihan perut. Berlatihlah dengan merasakan kontraksi, bukan berlebihan. Otot perut yang kencang akan membantu Anda tampil lebih fit dan segar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...