Tampilkan postingan dengan label lelah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lelah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juni 2017

Sama Bahayanya dengan Microsleep, Ngantuk Bikin Nge-blank Saat Berkendara

Kelelahan yang teramat sangat bisa membuat seseorang nge-blank saat berkendara. Tiba di tujuan dengan selamat, tetapi sulit mengingat apa saja yang dilaluinya sepanjang perjalanan.


Fenomena nge-blank seperti ini, menurut pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran dr Andreas Prasadja, RPSGT terjadi karena sel-sel otak 'tertidur' sebagian. Kondisi ini sangat berbahaya karena kewaspadaan, konsentrasi, dan refleks di jalan tentu sangat berkurang.

"Yang sebagian tidur, yang sebagian lagi berfungsi buat mengendarai," ujar dokter yang akrab disapa dr Ade ini, saat dihubungi detikHealth, Kamis (22/6/2017).

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dr Ade menyarankan untuk tidak berkendara sendirian. "Harus ada temennya, diajak ngobrol biar enggak ngantuk," pesannya.

Selain mengajak ngobrol, pendamping pengemudi ini harus selalu memperhatikan apabila pengemudi mulai merasa kantuk. "Kalau mulai ngantuk paksa untuk berhenti, istirahat," ujar dr Ade.

Ditegaskan lagi oleh dr Ade, tidak ada zat atau cara apapun untuk mengatasi kantuk selain tidur. Jadi, jangan paksakan dirimu apabila mulai mengantuk saat berkendara.

Widiya Wiyanti - detikHealth


Minggu, 13 April 2014

Olahraga Lindungi Ketajaman Berpikir

KEBIASAAN di usia muda ternyata benar-benar berdampak pada kesehatan kelak di usia senja. Penelitian terkini menunjukkan, rutin berolahraga dapat mengurangi risiko seseorang terkena penyakit kognitif dan demensia ketika tua.

Latihan kardio semenjak usia 20-an tahun dapat melindungi otak, sebuah studi di Amerika Serikat menyebutkan.

Latihan kardio seperti seperti lari, jalan cepat, jogging, berenang, dan bersepeda, menjaga ketajaman berpikir dan memori hingga seseorang berusia 40 tahun.

Seperti dilaporkan dalam Jurnal Neurology, BBC melansir, latihan kardio bermanfaat bagi otak dan kesehatan jantung. Olahraga jenis ini membantu tubuh menyerap oksigen dengan lebih baik dan mengalirkannya ke otot.

Para peneliti di University of Minnesota, Minneapolis, menguji hampir 3.000 muda-mudi sehat berusia rata-rata 25 tahun.

Pada tahun pertama studi, peserta diminta menjalani tes treadmill serta uji kebugaran kardiovaskular. Peserta diminta untuk berjalan selama mungkin, hingga merasa lelah atau sesak napas.

Tes yang sama diulang 20 tahun kemudian. Masing-masing peserta lalu diuji kemampuan kognitif, memori dan berpikir.

Disebutkan, mereka yang berlari lebih lama di atas treadmill memiliki hasil tes memori dan berpikir lebih baik, bahkan setelah disesuaikan faktor lain seperti merokok, diabetes dan kolesterol tinggi.

"Studi ini penting karena mengingatkan kita manfaat kesehatan otak dari kegiatan kebugaran kardio, seperti lari, berenang, bersepeda atau kelas kebugaran," kata penulis studi Dr David Jacobs.

Dr Jacobs mengatakan, konsep itu muncul dari kebugaran total yang didapat dari kombinasi aspek sosial, fisik dan mental.

Sabtu, 28 Desember 2013

Dokter Jiwa: Dalam 20 Detik, Racun Rokok Langsung Pengaruhi Otak

Jakarta, Merokok memang membahayakan bagi kesehatan tubuh anda. Bukan cuma menyebabkan penyakit paru-paru dan serangan jantung, ternyata rokok juga dapat berpengaruh langsung pada otak anda!

Dr dr Nurmiati Amir, SpKJ, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan bagaimana proses nikotin pada rokok mempengaruhi otak Anda.

"Dari pertama kali dihisap, nikotin dapat langsung mencapai otak hanya dalam waktu 20 detik," ujarnya pada Seminar Rokok, Neurosains dan Spiritualitas di Auditorium Lembaga Farmasi Angkatan Laut, Bendungan Hilir, Jakarta, Minggu (15/12/2013).

Selasa, 23 Juli 2013

Pisang, Obat Stres Paling Murah dan Aman

Gaya hidup di kota besar yang serba berpacu dengan waktu seringkali memicu timbulnya stres berkepanjangan yang ditandai antara lain oleh kondisi tubuh mudah lelah dan sering diikuti gejala susah buang air besar atau sembelit. Stres yang tidak dikelola baik akan pada akhirnya akan berujung kepada depresi. Dalam dunia medis depresi terlihat apabila seseorang memperlihatkan gejala seperti perasaan sedih, rasa lelah berlebihan setelah aktivitas rutin, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur atau insomnia. Untuk mengatasi gejala depresi tersebut dokter biasa meresepkan obat antidepresan untuk mengurangi rasa gelisah dan meningkatkan mood serta menurunkan tekanan darah dan insomnia.

Pisang ternyata memiliki khasiat seperti obat antidepresan. Pisang banyak mengandung serotonin. Serotonin adalah sejenis hormon di tubuh yang mengawal mood, mengurangkan emosi negatif, dan membuatkan seseorang menjadi lebih bahagia. Orang yang gembira dan senang pasti memiliki jumlah serotonin di darah yang banyak, tetapi sebaliknya jika kekurangan serotonin, seseorang akan mudah murung, tersinggung, dan selalu marah-marah. Berbagai riset sudah membuktikan bahwa asupan serotonin dapat meningkatkan mood dan mengurangi gelisah.

Di banyak negara-negara di Benua Afrika, ibu-ibu yang kehamilannya sudah memasuki umur 7 bulan selalu disarankan mengoonsumsi 1–2 pisang setiap hari untuk menjaga stabilitas emosi sang ibu menjelang masa melahirkan. Pisang juga memiliki pottasium yang dapat menurunkan tekanan darah sehingga orang akan menjadi lebih rileks. Pottasium juga membuat jumlah oksigen di darah meningkat dan membuat fungsi hati lebih baik.

Berapa banyak pisang yang perlu dikonsumsi? Untuk sehari-hari biasakanlah memakan 1 buah pisang sebelum beraktivitas kerja dan bila memungkinkan sebuah lagi sepulang kerja. Jenis pisang yang dikonsumsi bebas karena semua jenis pisang kaya serotonin dan pottasium. Hanya dengan mengeluarkan Rp3.000–Rp4.000/hari untuk membeli 2 buah pisang, Anda tidak lekas stres atau depresi.

Sumber *

Jumat, 05 Juli 2013

Batuk Selama 3 Minggu atau Lebih? Bisa Jadi Gejala Kanker Paru-paru

Sebuah kampanye kanker paru-paru di Inggris baru-baru ini telah memperingatkan bahwa batuk terus-menerus selama 3 minggu atau lebih, merupakan gejala penyakit kanker paru-paru yang mematikan.

Seperti yang diketahui, kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru.

Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus penyakit kanker paru-paru pada pria, dan 70% pada wanita. Sementara kanker paru-paru yang disebabkan oleh faktor selain merokok sangat kecil kasusnya, seperti faktor zat yang ditemui atau terhirup di luar atau dalam ruangan seperti asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, dan gas mustard.

Selasa, 28 Mei 2013

Hati-hati, 8 Hal Ini Bisa Bikin Cepat Pikun

Jakarta - Berkurangnya kemampuan otak dalam menyimpan memori tidak hanya disebabkan karena usia yang makin tua saja, hal-hal yang Anda anggap sepele seperti mendengkur dapat mencuri ingatan Anda secara perlahan-lahan.

Seperti dilansir Readersdigest, Senin (22/10/2012) berhati-hatilah terhadap 8 hal yang dapat meningkatkan risiko penurunan daya ingat otak agar tidak cepat pikun, berikut ini:



1. Tingginya kadar gula darah
Darah bertugas menyuplai nutrisi ke seluruh tubuh termasuk otak, sehingga mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Tetapi jika kadar gula dalam darah terlalu tinggi, hal ini dapat mengganggu kinerja otak dan menurunkan kemampuan otak dalam menyimpan memori.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang menderita diabetes, lakukan uji kadar gula darah secara teratur dan perbaiki pola diet Anda dengan mengurangi makan makanan manis serta rajin berolahraga.

2. Kurangnya jam tidur
Otak membutuhkan istirahat agar dapat mengoptimalkan kemampuannya menyimpan memori. Dalam suatu penelitian diketahui bahwa orang yang jam tidurnya kurang dari 6 jam per hari, memiliki nilai yang rendah pada tes memori jangka pendek.

Perbaiki hal ini dengan menjadikan tidur sebagai prioritas dan memastikan memiliki jam tidur sebanyak 7-8 jam per harinya. Tidur yang cukup dapat memicu proses penyimpanan memori dalam otak.

3. Mendengkur
Tidur mendengkur telah dikaitkan dengan penurunan daya ingat otak karena mendengkur dapat menghambat suplai oksigen ke sel-sel otak selama beberapa detik pada suatu waktu. Menurut penelitian, pria paling sering mendengkur daripada wanita, selain itu kelebihan berat badan atau usia yang lebih dari 40 tahun juga merupakan faktor risiko mendengkur.

Jika Anda terus-menerus mendengkur dan merasa kelelahan setiap kali bangun tidur, konsultasikan ke dokter apakah hal tersebut merupakan gejala apnea. Anda mungkin perlu memakai perangkat medis ketika tidur agar udara dapat mengalir secara konstan ke lubang hidung melalui selang kecil, untuk mencegah gangguan berbahaya karena kurangnya oksigen.

4. Mudah lelah
Orang yang mudah sekali merasa kelelahan mungkin memiliki masalah pada kelenjar tiroidnya. Hormon tiroid berfungsi mengontrol metabolisme, tapi jika kadarnya terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mengganggu fungsi normal sel-sel otak dalam menyimpan memori.

Tiroid yang terlalu aktif dapat menyebabkan otak melewatkan memori yang seharusnya disimpan, sementara tiroid yang lamban dapat menyebabkan otak membutuhkan waktu yang lebih lama dalam merespon pesan yang masuk ke otak.

Jika Anda mudah sekali merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas yang berat, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui apakah hal tersebut disebabkan oleh gangguan pada kelenjar tiroid.

5. Usia lebih dari 65 tahun (Lansia)
Semakin tua usia seseorang, tubuhnya akan semakin sulit menyerap vitamin B12 dari makanan, padahal kurangnya asupan vitamin ini dapat meningkatkan risiko penyakit otak yang serius, seperti Alzheimer. Sebanyak 20 persen dari orang dengan usia lebih dari 65 tahun memiliki kadar B12 yang rendah.

Ketika Anda memasuki usia paruh baya, periksakan tingkat B12 Anda ke dokter dan mungkin dokter dapat menyarankan untuk mengambil suplemen B12.

6. Depresi
Orang dengan depresi berat dapat kehilangan sel-sel otak. Semakin lama depresi berlangsung, akan lebih banyak sel-sel otak yang hilang di daerah-daerah penting untuk menyimpan memori. Segera atasi stres sesegera mungkin sebelum berkembang menjadi depresi dan merusak otak.

7. Penggunaan obat alergi atau obat tidur
Kebanyakan obat resep untuk insomnia, inkontinensia, alergi, dan kram perut dapat mengganggu zat kimia dalam otak yang penting dalam menyimpan
memori. Jika Anda telah berusia paruh baya, hindari konsumsi obat-obatan, yang disebut antikolinergik karena dapat menyebabkan penurunan kekuatan mental dan membuat Anda menjadi pelupa.

8. Mengonsumsi berbagai macam obat
Orang yang terlalu banyak mengonsumsi berbagai macam obat dalam satu waktu atau yang disebut polifarmasi dapat berisiko mengganggu kinerja otak dalam mengolah memori. Jangan mengambil lain yang tidak disarankan oleh dokter dan pastikan dokter tahu semua obat yang Anda minum.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...