Tampilkan postingan dengan label sosis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2013

Sosis Tingkatkan Risiko Kanker Pankreas?

Kembalilah kepada konsumsi makanan alami karena kebiasaan mengasup daging yang sudah diproses seperti sosis akan meningkatkan risiko kanker pankreas. Demikian disampaikan para pakar. Kendati risikonya kanker terbilang kecil namun mengurangi konsumsi daging yang diproses dari menu makanan adalah sebuah langkah sehat.

Berdasarkan analisa terhadap tujuh penelitian yang sudah dipublikasikan, para peneliti di Swedia menemukan peningkatan risiko kanker pankreas sampai 19 persen pada mereka yang mengonsumsi 4 ons daging yang diproses setiap hari.

"Dalam hidup, risiko seseorang terkena kanker pankreas adalah 1,4 persen. Jika kita terbiasa mengonsumsi daging yang diproses seperti sosis atau bacon, risikonya naik menjadi 1,7 persen," kata Dr.Richard Besser.

Menurut data The National Cancer Institute, kanker pankreas diderita 1 dari 65 orang di Amerika. Sebenarnya jika dideteksi dini peluang harapan hidup pasien tinggi, namun kanker ini sulit dideteksi pada stadium awal. Di stadium lanjut, usia harapan hidup pasien dalam 5 tahun hanyalah 5,5 persen.

Seperti halnya jenis kanker lainnya, penyebab pasti kanker pankreas masih belum jelas. Namun kanker ini banyak ditemukan pada mereka yang merokok, menderita diabetes atau obesitas. Faktor lain yang terus digali adalah kebiasaan mengonsumsi daging yang diproses.

Menurut Besser, daging yang diproses juga dikaitkan dengan kanker kolon dan saluran kemih. Daging yang diproses diketahui mengandung garam dan lemak yang tinggi sehingga bisa mengundang gangguan kesehatan lainnya.

Kaitannya dengan kanker, para pakar curiga pada nitrit, bahan kimia pengawet yang dipecah di perut dan terbawa ke pankreas melalui peredaran darah. "Untuk amannya, Anda bisa mencari produk yang tidak mengandung nitrit," kata Besser.

The American Meat Institute Foundation (AMIF) sendiri mengatakan daging merah dan juga daging yang diproses merupakan bagian dari diet seimbang yang sehat. Mereke berpendapat satu studi kecil tidak bisa dipakai sebagai dasar kesimpulan.

"Agar tetap sehat, yang harus diperhatikan adalah pola makan yang seimbang, berat badan ideal, serta gaya hidup yang sehat," kata James Hodges, presiden AMIF.

Jumat, 10 Februari 2012

Sosis

Rasanya yang lezat dan pengolahan yang praktis. Dua alasan ini cukup menjawab pertanyaan mengapa sosis banyak disukai, terutama oleh anak-anak.

Nama sosis sendiri berasal dari bahasa latin yaitu salsus, yang berati asin. Pengertian ini mengarah pada potongan atau cincangan daging yang diawetkan melalui proses penggaraman. Pengolahan awalnya, sosis dikembangkan oleh negara yang memilliki 4 musim. Tujuannya adalah untuk mengawetkan agar tidak kekurangan daging selama musim dingin.

Berdasarkan pengolahannya sosis digolongkan ke dalam 5 jenis. Dan semuanya dapat kita jumpai di super market.

1. Cooked sausage
Terbuat dari daging sapi segar, yang diolah dengan cara dimasak. Sosis jenis ini dapat langsung dikonsumsi, tetapi untuk menjaga cita rasa, biasanya sosis dihangatkan terlebih dahulu. Dapat disimpan dalam kulkas selama 7 hari setelah kemasan dibuka.
Contoh: braunschweiger, veal sausage, dan liver sausage.

2. Cooked smoked sausage
Sosis ini hampir sama jenisnya dengan sosis masak, hanya saja setelah matang, sosis kemudian diasap atau dipanggang. Dapat dikonsumsi dalam bentuk hangat dan dingin. Untuk menjaga kesegarannya dapat disimpan dalam kulkas.
Contoh: bologna, kielbasa, dan wieners.

3. Fresh sausage
Dikenal juga dengan sebutan sosis mentah. Harus dimasak hingga matang, tidak dapat hanya dihangatkan seperti sosis pada umumnya. Sosis ini hanya mampu bertahan 3 hari di kulkas.
Contoh: boerwors, italian pork, fresh beef sausage.

4. Fresh smoked sausage
Ini adalah sosis segar yang langsung diasap, tanpa harus direbus terlebih dahulu. Setelah diasap sosis dapat langsung disimpan dalam kulkas, tetapi tetap harus dimasak sebelum menikamtinya.
Contoh: mettwurst dan roumanian sausage.

5. Dry sausage
Dibuat dari daging pilihan. Proses pembuatan sosis ini, lebih sulit dibandingkan sosis umumnya, karena melalui proses pengeringan. Kelebihan dari jenis sosis satu ini adalah ia dapat bertahan lama di kulkas, meski tak disimpan di freezer.
Contoh: salami, dan summer sausage.
• VIVAnews
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...