Tampilkan postingan dengan label kalori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalori. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

6 Langkah Mengusir Lemak Perut

Memiliki perut rata sangat penting, bukan hanya demi penampilan semata, melainkan juga akan menjauhkan kita dari penyakit.

Timbunan lemak perut telah terbukti akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit serius seperti sindrom resistensi insulin yang akan memicu penyakit diabetes, mengganggu jantung dan pembuluh darah, serta beberapa jenis kanker.

Latihan yang berfokus pada otot-otot di sekitar perut memang bisa membantu mendapatkan otot lebih kencang, tetapi hal itu tak berarti banyak jika Anda tidak melengkapinya dengan olahraga teratur dan pola makan seimbang.

Supaya niat Anda mendapatkan perut yang rata lebih cepat terwujud, ikuti 6 langkah berikut ini.

1. Pilihlah makanan yang kaya serat dan bergizi tinggi ketimbang makanan tinggi lemak dan tinggi kalori. Makanan seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak akan membuat perut kenyang lebih lama sekaligus mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral.

Batasi konsumsi makanan yang diproses atau junk food. Makanlah beberapa kali dalam sehari, termasuk sarapan. Hal ini akan menjaga metabolisme tetap sehat dan memasok energi yang diperlukan tubuh. Hindari melewatkan waktu makan karena akan membuat metabolisme lebih lambat.

2. Konsumsi cairan yang cukup, terutama jika Anda rutin berolahraga atau tinggal di iklim yang lembab. Hindari minum minuman berkalori kosong seperti soda, minuman energi, atau jus buah dalam kemasan. Air akan membuat tubuh berfungsi secara optimal karena ia akan membawa nutrisi ke organ-organ vital.

3. Berolahraga 30-60 menit sedikitnya lima kali dalam seminggu. Mulailah dengan berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau mengikuti gerakan senam dari DVD. Jika Anda sudah punya kebiasaan berolahraga, tingkatkan intensitas latihan untuk mempercepat penurunan berat badan.

4. Latih seluruh kelompok otot tubuh dengan latihan beban, menggunakan bola keseimbangan, atau alat-alat di pusat kebugaran. Lakukan latihan otot tersebut dua atau tiga kali seminggu dalam waktu tidak berurutan sehingga tubuh punya kesempatan beristirahat. Meningkatkan massa otot akan meningkatkan pembakaran lemak dan kalori.

5. Lakukan latihan penguatan otot-otot perut. Lakukan secara teratur dua sampai empat kali dalam seminggu. Hal ini akan membangun dan menguatkan otot-otot perut serta kulit tidak tampak kendur.

6. Kurangi asupan total kalori perhari sekitar 500-1.000 kalori seminggu untuk menurunkan berat sekitar 1 kilogram seminggu.

Rabu, 14 Maret 2012

Begadang dan Kegemukan

Banyak orang beranggapan kalau kurang tidur akan membuat seseorang cenderung kurus. Tapi faktanya, begadang bisa membuat berat badan terus naik.

Terutama, bagi Anda yang termasuk dalam kategori short sleeper, yaitu mereka yang tidur 5,5 jam atau kurang, setiap harinya. Ingin tahu mengapa begadang bisa membuat bobot tubuh naik? Berikut tiga alasannya, seperti dilansir dariPrevention.com.

1. Kalori yang terbakar lebih sedikit
Saat kurang tidur, menurut penelitian yang dipublikasi dalam American Journal of Clinical Nutrition, kalori yang terbakar setelah makan akan lebih sedikit. Tubuh juga akan terasa lemas karena energi berkurang sebesar 5 persen.

2. Makan lebih banyak

Wanita yang tidur hanya empat jam, akan mengonsumsi makanan dengan kalori tambahan sebesar 329 keesokan harinya. Ini merupakan hasil penelitian American Heart Associationpada 2011. Terjaga pada malam hari akan membuat kita cenderung mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi.

3. Hasrat makan tinggi

Kurang tidur juga memengaruhi kadar hormon ghrelin, yang berfungsi memberitahu Anda untuk makan. Level ghrelin akan tinggi saat Anda kurang tidur dan membuat hasrat makan semakin tinggi. Termasuk, membuat produksi lemak meningkat dan bobot tubuh bertambah. • VIVAnews

Sabtu, 31 Desember 2011

Sisi Baik 5 Makanan Jahat

Bisa dibilang 5 makanan ini merupakan musuh besar bagi mereka yang sedang menjalani diet. Alasannya, makanan ini terlalu tinggi lemak, karbohidrat, dan kalori.

Tapi tahukah, kalau kelimanya memiliki sisi baik sendiri yang membuatnya patut untuk didekati. Bahkan, diam-diam mereka juga punya khasiat tambahan yang menyehatkan. Inilah sisi baik kelima makanan yang kerap dianggap “jahat” itu.

Selai kacang

Sisi buruk: Siapa sangka di balik kenikmatan selai ini, tersembunyi lemak yang tinggi, sekitar 180-210 kalori per sajian. Angka yang cukup untuk menjadikannya musuh dalam selimut bagi para pediet.

Sisi baik: Makanan ini terkenal sebagai sumber kalori. Namun, jangan salah. Selai kacang menyediakan protein dan folat yang penting untuk membentuk kesehatan dari sel-sel baru.

Batasan: Jika tak ingin diet rusak, konsumsilah selai kacang dalam batas-batas tertentu. Puaskan lidah dengan satu atau dua sendok makan setiap hari. Satu sendok selai kacang mengandung sekitar 90 kalori.

Telur


Sisi buruk: Merupakan sumber utama kolesterol, terutama lemak yang terkandung dalam kuning telur. Lemak inilah yang biasa dihindari oleh mereka yang memiliki gangguan kesehatan jantung. Apalagi fakta yang membuktikan dalam satu butir telur terkandung 212 mg kolesterol.

Sisi baik: Ahli medis membuktikan lemak yang terkandung dalam telur tidaklah sejahat lemak jenuh dan lemak trans. Kedua lemak inilah yang sebenarnya merupakan penjahat utama dalam menaikkan kolesterol dalam darah. Selain itu, kuning telur mengandung lutein dan zeaxanthin yang bisa mengurangi risiko kebutaan pada orang berusia di atas 50 tahun.

Batasan: Jangan ragu untuk menyantap telur di pagi hari. Satu butir telur hanya mengandung 71 kalori. Jumlah ini cukup baik bagi mereka yang sedang menjalani diet. Bahkan penelitian mengatakan sarapan dengan telur membakar kalori lebih banyak ketimbang sarapan roti bakar dengan selai.

Daging Sapi


Sisi buruk: Daging sapi termasuk ke dalam daftar daging merah yang dihindari. Alasannya karena penuh dengan lemak jenuh dan kolesterol. Dua hal ini harus dijauhi oleh mereka yang peduli akan kesehatan jantung.

Sisi baik: Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber protein yang rendah lemak dan kaya akan zat besi. Zat ini merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk membawa oksigen dari paru-paru ke sel-sel di seluruh tubuh. Hal ini terutama dibutuhkan oleh wanita yang sedang mengandung.

Batasan: Dibandingkan menghindari semua jenis daging sapi, ada baiknya kita memilih untuk mengonsumsi daging sapi tanpa lemak. Misalnya, filet mignon dan sirloin. Dengan demikian, kita akan terhindar dari lemak jenuh sambil tetap mendapatkan asupan protein dan zat besi yang dibutuhkan tubuh.

Cokelat

Sisi buruk: Camilan ini identik dengan kandungan lemak dan gula yang sangat tinggi.

Sisi baik: Jangan terburu-buru mengernyitkan dahi ketika disuguhi cokelat, terutama jika itu adalah dark chocolate. Cokelat yang satu ini mengandung flavanoid, antioksidan yang berfungsi menurunkan tekanan gula dalam darah. Tentu saja hal ini baik untuk kesehatan kardiovaskular.

Batasan: Penelitian dari Swiss menemukan mengonsumsi dark chocolate sebanyak 40 gram setiap hari selama dua minggu bisa mengurangi kadar hormon stres, yaitu kortisol. Namun, jangan kebablasan dalam mengonsumsinya. Dalam 40 gram dark chocolates terkandung 235 kalori.

Kentang

Sisi buruk: Kentang menduduki peringkat yang cukup tinggi dalam tingkat angka glikemik indeks (GI). Semakin tinggi angka glikemik indeks suatu makaan, semakin cepat pula makanan tersebut menaikkan gula darah kita. Kentang juga terbukti mengganggu produksi insulin yang menjadi problem besar untuk para penderita diabetes.

Sisi baik: Kentang diam-diam merupakan sumber serat, potassium, dan vitamin C yang cukup menggiurkan. Jika kita tidak mengonsumsinya teralalu banyak, angka GI kentang tak akan cukup besar pengaruhnya dalam tubuh.

Batasan: Makanlah kentang dengan sedikit menambahkan minyak zaitun ke atasnya. Dengan demikian kentang akan berubah menjadi menu yang memiliki GI yang rendah. Minyak zaitun akan menambahkan lemak yang berfungsi menyerap karbohidrat yang dihasilkan oleh kentang itu sendiri.


Kompas


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...