Enzim adalah suatu senyawa spesifik yang diproduksi di dalam semua sel makhluk hidup.
Enzim terlibat dalam seluruh aktivitas yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan baik itu proses penguraian, pembentukan, duplikasi / pembelahan dan regenerasi sel, detoksifikasi, sekresi, ekskresi, transportasi, penyediaan dan transformasi energi mrmbutuhkan enzim. Pendek kata semua proses dalam tubuh butuh enzim tertentu. Di mana ada kehidupan di sana pasti butuh kehadiran enzim.
Enzim dikatakan senyawa spesifik karena setiap jenis enzim memiliki sifat dan fungsi yang spesifik pula. Umumnya setiap jenis enzim terlibat dalam peran tertentu. Walaupun kadar kebutuhan terhadap suatu enzim tidak dapat digantikan oleh enzim yang lain. Misalnya, enzim amilase yang diproduksi oleh air liur hanya bereaksi dalam mencerna karbohidrat. Sedangkan untuk mencerna lemak dan protein dibutuhkan enzim yang berbeda. Gangguan terhadap produksi suatu enzim jelas akan mengganggu suatu proses tertentu dalam tubuh kita yang bisa berujung dengan berbagai penyakit. Seperti gangguan produksi laktase, membuat seseorang menjadi diare atau alergi jika mengkonsumsi susu sapi yang mengandung tinggi laktosa.
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Februari 2014
Kamis, 13 Juni 2013
Aqin, Mahasiswi Penderita Penyakit Langka di Solo Meninggal
Setelah dirawat sejak 29 April lalu, Aqin Rizka Ayati (19), mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Kimia, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah yang divonis menderita penyakit langka akhirnya meninggal dunia.
Mahasiswi semester dua yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit dr Oen Solo, menghembuskan nafas terakhirnya Selasa (11/6) pukul 22.25 Wib. Namun sayangnya hingga meninggal, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan perihal jenis penyakit putri pasangan Agus Wibowo (41) dan Kinah (41) tersebut.
Menurut dokter Hindriyanto, pukul 04.30 WIB, pasien mengalami henti jantung. Tim dokter segera melakukan resusitasi jantung paru. Dokter spesialis paru tersebut mengatakan upaya resusitasi berhasil dan jantung berdetak kembali.
"Kita lakukan resusitasi, dan berhasil. Setelah itu tekanan darah cenderung sangat rendah 60/40 sehingga kami harus bantu dengan obat untuk meningkatkan tekanan darah. Namun pukul 09.45 pasien kembali mengalami henti jantung. Kami lakukan lagi resusitasi jantung paru, berhasil dan jantung berdetak kembali. Kemudian dilakukan foto rontgen paru, ternyata terdapat infeksi paru menyeluruh," ujar Hindriyanto kepada wartawan.
Humas Rumah Sakit dr Oen Kandangsapi Solo, Ajeng Sekar Arum mengungkapkan, selama pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, meskipun sudah dibantu dengan 3 macam obat, namun tekanan darah tidak beranjak naik, atau hanya berkisar antara ±70/40.
"Pasien mengalami koma, dan tidak lagi didapatkan usaha nafas. Refleks cahaya sangat minimal yang menandakan fungsi otak sudah jauh menurun," katanya.
Ajeng mengatakan, tim dokter yang merawat, yakni dr. Hindriyanto spesialis paru, dr. Yuli dan dr. Tedjo, telah memeriksa kondisi Aqin dan menyatakan bahwa kondisinya sudah sangat lemah. Pukul 22.20 WIB tekanan darah menurun hingga 33/10, detak jantung semakin melemah, dan irama jantung mulai menghilang. Pukul 22.25 WIB tidak ada aktivitas jantung sama sekali. Karena kondisi pasien sudah tidak memungkinkan, maka tidak dilakukan resusitasi jantung paru kembali. Pemeriksaan fisik pasien menunjukkan pasien sudah meninggal dunia.
"Kita nyatakan Aqin meninggal dunia di hadapan ayah dan ibunya," tandasnya.
Menurut Ajeng, pihak rumah sakit telah mengantisipasi terjadinya infeksi dengan melakukan cuci tangan, membersihkan lendir saluran nafas secara berkala, fisioterapi pernafasan, pemindahan posisi pasien secara berkala.
"Kita juga telah melakukan pemasangan alat bantu secara aseptik. Penggunaan antibiotik yang didukung oleh pemeriksaan kuman. Namun upaya maksimal yang kami lakukan tak bisa menolong nyawa Aqin," pungkasnya.
Mahasiswi semester dua yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit dr Oen Solo, menghembuskan nafas terakhirnya Selasa (11/6) pukul 22.25 Wib. Namun sayangnya hingga meninggal, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan perihal jenis penyakit putri pasangan Agus Wibowo (41) dan Kinah (41) tersebut.
Menurut dokter Hindriyanto, pukul 04.30 WIB, pasien mengalami henti jantung. Tim dokter segera melakukan resusitasi jantung paru. Dokter spesialis paru tersebut mengatakan upaya resusitasi berhasil dan jantung berdetak kembali.
"Kita lakukan resusitasi, dan berhasil. Setelah itu tekanan darah cenderung sangat rendah 60/40 sehingga kami harus bantu dengan obat untuk meningkatkan tekanan darah. Namun pukul 09.45 pasien kembali mengalami henti jantung. Kami lakukan lagi resusitasi jantung paru, berhasil dan jantung berdetak kembali. Kemudian dilakukan foto rontgen paru, ternyata terdapat infeksi paru menyeluruh," ujar Hindriyanto kepada wartawan.
Humas Rumah Sakit dr Oen Kandangsapi Solo, Ajeng Sekar Arum mengungkapkan, selama pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, meskipun sudah dibantu dengan 3 macam obat, namun tekanan darah tidak beranjak naik, atau hanya berkisar antara ±70/40.
"Pasien mengalami koma, dan tidak lagi didapatkan usaha nafas. Refleks cahaya sangat minimal yang menandakan fungsi otak sudah jauh menurun," katanya.
Ajeng mengatakan, tim dokter yang merawat, yakni dr. Hindriyanto spesialis paru, dr. Yuli dan dr. Tedjo, telah memeriksa kondisi Aqin dan menyatakan bahwa kondisinya sudah sangat lemah. Pukul 22.20 WIB tekanan darah menurun hingga 33/10, detak jantung semakin melemah, dan irama jantung mulai menghilang. Pukul 22.25 WIB tidak ada aktivitas jantung sama sekali. Karena kondisi pasien sudah tidak memungkinkan, maka tidak dilakukan resusitasi jantung paru kembali. Pemeriksaan fisik pasien menunjukkan pasien sudah meninggal dunia.
"Kita nyatakan Aqin meninggal dunia di hadapan ayah dan ibunya," tandasnya.
Pihak rumah sakit juga menyampaikan, penyebab infeksi paru, karena daya tahan tubuh yang menurun, tirah baring yang lama. Selain itu, pasien juga menggunakan selang bantuan nafas yang bisa mempermudah masuknya kuman, menggunakan berbagai alat medis. Kemudian pasien juga mengalami kelemahan otot nafas sehingga tidak memiliki reflek batuk dan tidak bisa mengeluarkan benda asing. Ditambah diare yang berkepanjangan sehingga menimbulkan kontaminasi kulit luar.
Menurut Ajeng, pihak rumah sakit telah mengantisipasi terjadinya infeksi dengan melakukan cuci tangan, membersihkan lendir saluran nafas secara berkala, fisioterapi pernafasan, pemindahan posisi pasien secara berkala.
"Kita juga telah melakukan pemasangan alat bantu secara aseptik. Penggunaan antibiotik yang didukung oleh pemeriksaan kuman. Namun upaya maksimal yang kami lakukan tak bisa menolong nyawa Aqin," pungkasnya.
Label:
Ajeng Sekar Arum,
Aqin Rizka Ayati,
Diare,
FKIP,
foto rontgen paru,
henti jantung,
Hindriyanto,
ICU,
kelemahan otot nafas,
kimia,
koma,
langka,
mahasiswi,
meninggal,
penderita,
penyakit,
RS dr Oen Solo Baru,
Solo,
UNS
Senin, 03 Juni 2013
Melupakan Sejarah Keluarga Anda
Untuk mengetahui risiko jantung pada diri sendiri, Anda perlu mengetahui sejarah keluarga. Anda harus tahu penyakit apa saja yang pernah keluarga Anda derita dan ketahui pula sejarah tentang kakek Anda, jika sudah meninggal. Cobalah cari tahu, bagaimana kakek Anda meninggal, pada usia berapa, dan ketahui juga gaya hidup mereka. Jika saudara kandung Anda memiliki tanda-tanda penyakit jantung, terutama pada usia dini, risiko Anda mungkin juga lebih tinggi.
Jadi, ayo koreksi kembali gaya hidup Anda karena sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh Anda.
Sumber: *
Jadi, ayo koreksi kembali gaya hidup Anda karena sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh Anda.
Sumber: *
Mengabaikan Kacang
Kacang diketahui sebagai sumber protein bebas lemak jenuh dan salah satu sumber serat larut terbaik yang penting dalam mengurangi kolesterol jahat LDL sehingga akan menurunkan risiko penyakit jantung koroner.
Jadi, saat butuh camilan sehat, pilihlah kacang kulit!
Jadi, saat butuh camilan sehat, pilihlah kacang kulit!
12 Kesalahan Gaya Hidup Pengundang Penyakit Mematikan
Terkadang kita tidak menyadari telah melakukan beberapa kesalahan kecil gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari yang sebenarnya memengaruhi kesehatan sehingga akhirnya mengundang penyakit mematikan.
Dengan alasan terlalu sibuk bekerja atau beraktivitas, kita lupa akan kesehatan diri sendiri.
Parahnya, beberapa kesalahan kecil gaya hidup ini hampir dilakukan oleh semua orang. Berikut adalah 12 kesalahan kecil gaya hidup seperti yang dilansir The Times of India baru-baru ini :
1. Melupakan kebersihan gigi
Dengan alasan terlalu sibuk bekerja atau beraktivitas, kita lupa akan kesehatan diri sendiri.
Parahnya, beberapa kesalahan kecil gaya hidup ini hampir dilakukan oleh semua orang. Berikut adalah 12 kesalahan kecil gaya hidup seperti yang dilansir The Times of India baru-baru ini :
1. Melupakan kebersihan gigi
Selasa, 14 Mei 2013
Ikut Paduan Suara Bisa Redakan Kecemasan
Rasa cemas yang berlebihan bisa menjadi salah satu bentuk penyakit mental. Untuk meredakannya, ada cara yang mudah, yaitu mengikuti paduan suara. Penelitian menunjukkan bahwa entah itu kelompok acapella atau paduan suara, bernyanyi bersama-sama bisa membantu menenangkan otak.
Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Psychology of Music ini menunjukkan bahwa bernyanyi dalam kelompok bisa menurunkan kadar kecemasan dalam diri seseorang, seperti dilansir oleh Huffington Post (28/04).
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Abant Izzet Baysal University di turki ini dilakukan pada 35 orang. Mereka dipecah menjadi dua kelompok kontrol dan kelompok yang diikutkan dalam kegiatan paduan suara. Peneliti kemudian mengambil sampel air liur mereka untuk melihat efek positif atau negatifnya.
Hasilnya, peneliti menemukan bahwa kelompok yang mengikuti paduan suara memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok kontrol diketahui memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi.
Manfaat mengikuti paduan suara tak hanya untuk kesehatan mental melainkan juga kesehatan fisik. Penelitian yang dilakukan di Norwegia sebelumnya menemukan bahwa orang yang tergabung dalam kelompok paduan suara memiliki kesehatan yang lebih baik dan lebih mudah bergaul di tempat kerja, berdasarkan laporan ScienceNordic.
"Manfaat kesehatan bernyanyi bisa dirasakan baik secara fisik maupun mental," ungkap Graham Welch dari Institute of Education di University of London.
Welch menjelaskan bahwa manfaat bernyanyi bisa dirasakan baik fisik maupun mental karena menyanyi meningkatkan peredaran oksigen dalam darah dan mampu menurunkan tingkat stres dan kecemasan.
Label:
Abant Izzet Baysal University,
air liur,
cemas,
darah,
fisik,
Graham Welch,
kecemasan,
kontrol,
menenangkan,
mental,
oksigen,
otak,
paduan,
penelitian,
penyakit,
Psychology of Music,
redakan,
suara
Sabtu, 04 Mei 2013
Dua Sendok Makan Minyak Olive Sehari Cegah Penyakit Jantung
Banyak penelitian mengungkap kehebatan minyak buah zaitun ini. Minyak yang diperah dari biji buah zaitun yang masak ini bukan hanya bisa mencegah kanker tetapi mencegah serangan jantung. Cukup konsumsi 2 sendok makan per hari!
Penelitian tentang minyak olive atau zaitun ini sudah banyak dilakukan. Namun, hanya sedikit yang mengungkap khasiat minyak ini untuk mengurangi angka kematian. Sebuah riset terbaru menyebutkan bahwa minyak olive yang dikonsumsi 2 sendok makan per hari bisa mengurangi resiko kematian akibat penyakit jantung.
Kesimpulan ini didapat dari riset yang melibatkan 41.000 orang dewasa dalam European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition ini dimulai 20 tahun silam. Hasilnya dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition. Disebutkan bahwa minyak olive tidak bisa mengurangi angka kematian karena kanker. Justru dampaknya pada angka kematian akibat serangan jantung.
Manfaat minyak olive ini sangat besar untuk kesehatan jantung. 'Penemuan ini sangat berarti. Sekaligus mengkonfirmasi bahwa minyak olive sangat bagus buat jantung,'demikian Dr. Charles Knight dari British Cardiovascular Society seperti dilansir dailymail.
Minyak olive sangat kaya akan minyak jenuh tunggal dan polyphenol, zat yang memampu meredam peradangan dan mengurangi resiko penggumpalan. Peneliti Spanyol meneliti kebiasaan makan 10.622 laki-laki dan wanita usia 29-69 tahun dan dilacak selama 13 tahun untuk mengetahui efek minyak olive ada angka kematian.
Dalam masa penelitian itu, hanya 2000 orang meninggal, 956 karena kanker dan 416 karena penyakit jantung. Data menunjukkan jumlah yang meninggal karena penyakit jantung merupakan yang paling sedikitmengonsumsi minyak olive. Mereka yang mengonsumsi 29 gram minyak olive per hari atau 2 sendok makan, berkurang resikonya 44% dari kematian karena problem jantung.
Minyak olive banyak dikonsumsi dalam diet Mediteranian. Dalam diet ini banyak dikonsumsi sayuran dan buah segar dan minyak olive dipakai sebagai dressing atau saus salad. Minyak olive juga bisa dipakai untuk memanggang atau menumis dan yang paling bagus dikonsumsi adalah jenis extra virgin, minyak olive paling murni.
Penelitian tentang minyak olive atau zaitun ini sudah banyak dilakukan. Namun, hanya sedikit yang mengungkap khasiat minyak ini untuk mengurangi angka kematian. Sebuah riset terbaru menyebutkan bahwa minyak olive yang dikonsumsi 2 sendok makan per hari bisa mengurangi resiko kematian akibat penyakit jantung.
Kesimpulan ini didapat dari riset yang melibatkan 41.000 orang dewasa dalam European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition ini dimulai 20 tahun silam. Hasilnya dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition. Disebutkan bahwa minyak olive tidak bisa mengurangi angka kematian karena kanker. Justru dampaknya pada angka kematian akibat serangan jantung.
Manfaat minyak olive ini sangat besar untuk kesehatan jantung. 'Penemuan ini sangat berarti. Sekaligus mengkonfirmasi bahwa minyak olive sangat bagus buat jantung,'demikian Dr. Charles Knight dari British Cardiovascular Society seperti dilansir dailymail.
Minyak olive sangat kaya akan minyak jenuh tunggal dan polyphenol, zat yang memampu meredam peradangan dan mengurangi resiko penggumpalan. Peneliti Spanyol meneliti kebiasaan makan 10.622 laki-laki dan wanita usia 29-69 tahun dan dilacak selama 13 tahun untuk mengetahui efek minyak olive ada angka kematian.
Dalam masa penelitian itu, hanya 2000 orang meninggal, 956 karena kanker dan 416 karena penyakit jantung. Data menunjukkan jumlah yang meninggal karena penyakit jantung merupakan yang paling sedikitmengonsumsi minyak olive. Mereka yang mengonsumsi 29 gram minyak olive per hari atau 2 sendok makan, berkurang resikonya 44% dari kematian karena problem jantung.
Minyak olive banyak dikonsumsi dalam diet Mediteranian. Dalam diet ini banyak dikonsumsi sayuran dan buah segar dan minyak olive dipakai sebagai dressing atau saus salad. Minyak olive juga bisa dipakai untuk memanggang atau menumis dan yang paling bagus dikonsumsi adalah jenis extra virgin, minyak olive paling murni.
Label:
biji,
British Cardiovascular Society,
buah,
cegah,
Charles Knight,
dua,
extra virgin,
jantung,
kematian,
minyak,
olive oil,
penelitian,
penyakit,
sendok,
serangan,
zaitun
Senin, 29 April 2013
6 Langkah Mengusir Lemak Perut
Memiliki perut rata sangat penting, bukan hanya demi penampilan semata, melainkan juga akan menjauhkan kita dari penyakit.
Timbunan lemak perut telah terbukti akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit serius seperti sindrom resistensi insulin yang akan memicu penyakit diabetes, mengganggu jantung dan pembuluh darah, serta beberapa jenis kanker.
Latihan yang berfokus pada otot-otot di sekitar perut memang bisa membantu mendapatkan otot lebih kencang, tetapi hal itu tak berarti banyak jika Anda tidak melengkapinya dengan olahraga teratur dan pola makan seimbang.
Supaya niat Anda mendapatkan perut yang rata lebih cepat terwujud, ikuti 6 langkah berikut ini.
1. Pilihlah makanan yang kaya serat dan bergizi tinggi ketimbang makanan tinggi lemak dan tinggi kalori. Makanan seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak akan membuat perut kenyang lebih lama sekaligus mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral.
Batasi konsumsi makanan yang diproses atau junk food. Makanlah beberapa kali dalam sehari, termasuk sarapan. Hal ini akan menjaga metabolisme tetap sehat dan memasok energi yang diperlukan tubuh. Hindari melewatkan waktu makan karena akan membuat metabolisme lebih lambat.
2. Konsumsi cairan yang cukup, terutama jika Anda rutin berolahraga atau tinggal di iklim yang lembab. Hindari minum minuman berkalori kosong seperti soda, minuman energi, atau jus buah dalam kemasan. Air akan membuat tubuh berfungsi secara optimal karena ia akan membawa nutrisi ke organ-organ vital.
3. Berolahraga 30-60 menit sedikitnya lima kali dalam seminggu. Mulailah dengan berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau mengikuti gerakan senam dari DVD. Jika Anda sudah punya kebiasaan berolahraga, tingkatkan intensitas latihan untuk mempercepat penurunan berat badan.
4. Latih seluruh kelompok otot tubuh dengan latihan beban, menggunakan bola keseimbangan, atau alat-alat di pusat kebugaran. Lakukan latihan otot tersebut dua atau tiga kali seminggu dalam waktu tidak berurutan sehingga tubuh punya kesempatan beristirahat. Meningkatkan massa otot akan meningkatkan pembakaran lemak dan kalori.
5. Lakukan latihan penguatan otot-otot perut. Lakukan secara teratur dua sampai empat kali dalam seminggu. Hal ini akan membangun dan menguatkan otot-otot perut serta kulit tidak tampak kendur.
6. Kurangi asupan total kalori perhari sekitar 500-1.000 kalori seminggu untuk menurunkan berat sekitar 1 kilogram seminggu.
Timbunan lemak perut telah terbukti akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit serius seperti sindrom resistensi insulin yang akan memicu penyakit diabetes, mengganggu jantung dan pembuluh darah, serta beberapa jenis kanker.
Latihan yang berfokus pada otot-otot di sekitar perut memang bisa membantu mendapatkan otot lebih kencang, tetapi hal itu tak berarti banyak jika Anda tidak melengkapinya dengan olahraga teratur dan pola makan seimbang.
Supaya niat Anda mendapatkan perut yang rata lebih cepat terwujud, ikuti 6 langkah berikut ini.
1. Pilihlah makanan yang kaya serat dan bergizi tinggi ketimbang makanan tinggi lemak dan tinggi kalori. Makanan seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak akan membuat perut kenyang lebih lama sekaligus mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral.
Batasi konsumsi makanan yang diproses atau junk food. Makanlah beberapa kali dalam sehari, termasuk sarapan. Hal ini akan menjaga metabolisme tetap sehat dan memasok energi yang diperlukan tubuh. Hindari melewatkan waktu makan karena akan membuat metabolisme lebih lambat.
2. Konsumsi cairan yang cukup, terutama jika Anda rutin berolahraga atau tinggal di iklim yang lembab. Hindari minum minuman berkalori kosong seperti soda, minuman energi, atau jus buah dalam kemasan. Air akan membuat tubuh berfungsi secara optimal karena ia akan membawa nutrisi ke organ-organ vital.
3. Berolahraga 30-60 menit sedikitnya lima kali dalam seminggu. Mulailah dengan berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau mengikuti gerakan senam dari DVD. Jika Anda sudah punya kebiasaan berolahraga, tingkatkan intensitas latihan untuk mempercepat penurunan berat badan.
4. Latih seluruh kelompok otot tubuh dengan latihan beban, menggunakan bola keseimbangan, atau alat-alat di pusat kebugaran. Lakukan latihan otot tersebut dua atau tiga kali seminggu dalam waktu tidak berurutan sehingga tubuh punya kesempatan beristirahat. Meningkatkan massa otot akan meningkatkan pembakaran lemak dan kalori.
5. Lakukan latihan penguatan otot-otot perut. Lakukan secara teratur dua sampai empat kali dalam seminggu. Hal ini akan membangun dan menguatkan otot-otot perut serta kulit tidak tampak kendur.
6. Kurangi asupan total kalori perhari sekitar 500-1.000 kalori seminggu untuk menurunkan berat sekitar 1 kilogram seminggu.
Label:
6 langkah,
cairan,
jantung dan pembuluh darah,
kalori,
kanker,
kaya serat,
Latihan,
lemak,
olahraga,
penampilan,
penguatan,
penyakit,
perut,
pola makan seimbang,
rata,
sindrom resistensi insulin,
teratur
Rabu, 17 April 2013
Anak Pendek Terancam Bodoh dan Penyakitan
Anak pendek umumnya kecerdasannya rendah dan rentan terkena penyakit degeneratif, seperti diabetes, hipertensi, stroke, gangguan jantung, dan kanker.
”Anak pendek (stunting) mengalami hambatan pertumbuhan organ, termasuk otak. Semakin banyak anak pendek, semakin banyak penerus bangsa yang potensial mengidap penyakit dan berinteligensia rendah. Tantangan kita adalah menekan jumlah anak pendek,” kata Soekirman dari Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia pada peluncuran program Gerakan Peningkatan Nutrisi (SUN Movement), Rabu (17/4), di Jakarta.
Jumlah anak pendek di Indonesia sekitar 7 juta orang (36 persen dari jumlah anak). Indonesia merupakan negara dengan anak pendek terbanyak kelima setelah India, China, Nigeria, dan Pakistan.
Menurut ahli gizi dari Universitas Indonesia, Endang L Achadi, anggapan bahwa anak pendek akibat faktor genetik tidak tepat. Faktor penentunya adalah kecukupan gizi. Hal itu harus terpenuhi sejak ibu hamil.
”Delapan minggu pertama kehamilan merupakan fase pembentukan organ tubuh, termasuk otak. Dilanjutkan fase pembelahan sel yang menentukan jumlah sel otak. Dua fase ini masuk dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Jika gizi tidak cukup, pembelahan sel dan pembentukan organ terganggu,” katanya.
Endang menyarankan agar remaja perempuan mempersiapkan fisik menjelang menikah. Sebab, kecukupan gizi janin di kandungan ditentukan dari kecukupan gizi calon ibu. ”Perempuan kurus berisiko mengandung janin dengan gizi kurang. Setelah melahirkan, kecukupan gizi ibu memengaruhi ketersediaan air susu. Jadi, persiapkan dengan benar jika hendak menikah,” ujarnya.
Permasalahan gizi khususnya anak pendek paling banyak terdapat di Indonesia bagian timur, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat. Untuk mengatasinya, Kepala Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan Iip Syaiful mengatakan, mulai tahun 2014, pemerintah daerah akan menganggarkan dana untuk kegiatan gerakan nasional percepatan gizi.
”Anak pendek (stunting) mengalami hambatan pertumbuhan organ, termasuk otak. Semakin banyak anak pendek, semakin banyak penerus bangsa yang potensial mengidap penyakit dan berinteligensia rendah. Tantangan kita adalah menekan jumlah anak pendek,” kata Soekirman dari Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia pada peluncuran program Gerakan Peningkatan Nutrisi (SUN Movement), Rabu (17/4), di Jakarta.
Jumlah anak pendek di Indonesia sekitar 7 juta orang (36 persen dari jumlah anak). Indonesia merupakan negara dengan anak pendek terbanyak kelima setelah India, China, Nigeria, dan Pakistan.
Menurut ahli gizi dari Universitas Indonesia, Endang L Achadi, anggapan bahwa anak pendek akibat faktor genetik tidak tepat. Faktor penentunya adalah kecukupan gizi. Hal itu harus terpenuhi sejak ibu hamil.
”Delapan minggu pertama kehamilan merupakan fase pembentukan organ tubuh, termasuk otak. Dilanjutkan fase pembelahan sel yang menentukan jumlah sel otak. Dua fase ini masuk dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Jika gizi tidak cukup, pembelahan sel dan pembentukan organ terganggu,” katanya.
Endang menyarankan agar remaja perempuan mempersiapkan fisik menjelang menikah. Sebab, kecukupan gizi janin di kandungan ditentukan dari kecukupan gizi calon ibu. ”Perempuan kurus berisiko mengandung janin dengan gizi kurang. Setelah melahirkan, kecukupan gizi ibu memengaruhi ketersediaan air susu. Jadi, persiapkan dengan benar jika hendak menikah,” ujarnya.
Permasalahan gizi khususnya anak pendek paling banyak terdapat di Indonesia bagian timur, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat. Untuk mengatasinya, Kepala Subdirektorat Bina Konsumsi Makanan Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan Iip Syaiful mengatakan, mulai tahun 2014, pemerintah daerah akan menganggarkan dana untuk kegiatan gerakan nasional percepatan gizi.
Minggu, 07 April 2013
Bagaimana Daging Merah Merusak Jantung
Jika ingin terhindar dari penyakit jantung dan stroke, para ahli menyarankan untuk menghindari konsumsi daging merah. Tetapi baru terungkap bagaimana mekanisme daging merah merusak kesehatan.
Studi yang dimuat dalam jurnal Nature Medicine menunjukkan bahwa senyawa karnitin di daging merah akan dihancurkan oleh bakteri di pencernaan. Penghancuran senyawa ini akan menghasilkan kadar kolesterol tubuh yang lebih tinggi sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Selama ini telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa makan daging merah secara rutin dapat merusak kesehatan jantung karena tingginya kandungan lemak jenuh. Bahaya dari lemak jenuh dan daging yang diproses sudah lama diketahui memiliki dampak buruk, namun bukan itu saja yang menyebabkan daging merah berbahay.
"Kandungan kolesterol dan lemak jenuh dalam daging merah bukan bahaya satu-satunya, masih ada hal lain yang berkontribusi untuk meningkatkan risiko kardiovaskular," ujar ketua studi dr. Stanley Hazen, dari Claveland Clinic.
Percobaan yang dilakukan pada tikus dan manusia menunjukkan bahwa bakteri pada sistem pencernaan dapat memecah karnitin. Karnitin dipecah menjadi gas dikonversi di hati menjadi senyawa kimia yang disebut TMAO. Dalam studi ini, TMAO dikaitkan kuat dengan penumpukan lemak di pembuluh darah. Sehingga dapat memicu penyakit jantung dan kematian.
Hazen mengatakan TMAO seringkali tidak dihiraukan karena mungkin merupakan produk sisa dari metabolisme. "Namun secara signifikan dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol dan akumulasinya," ujarnya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengurangi frekuensi makan daging merah sangat dianjurkan. Selain itu studi ini juga menekankan penggunaan yogurt berprobiotik untuk mengubah keseimbangan bakteri dalam sistem pencernaan.
"Mengurangi jumlah bakteri yang memecah karnitin secara teori dapat pula mengurangi bahaya dari daging merah," tutur Hazen.
Orang yang tidak makan daging merah atau vegetarian memiliki jumlah bakteri pemecah karnitin yang lebih sedikit daripada pemakan daging.
Kendati daging merah merupakan sumber protein dan beberapa zat gizi yang baik, namun sebaiknya tidak dimakan terlalu berlebihan. Pemerintah Inggris merekomendasikan konsumsi daging merah tidak lebih dari 70 gram per harinya.
Studi yang dimuat dalam jurnal Nature Medicine menunjukkan bahwa senyawa karnitin di daging merah akan dihancurkan oleh bakteri di pencernaan. Penghancuran senyawa ini akan menghasilkan kadar kolesterol tubuh yang lebih tinggi sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Selama ini telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa makan daging merah secara rutin dapat merusak kesehatan jantung karena tingginya kandungan lemak jenuh. Bahaya dari lemak jenuh dan daging yang diproses sudah lama diketahui memiliki dampak buruk, namun bukan itu saja yang menyebabkan daging merah berbahay.
"Kandungan kolesterol dan lemak jenuh dalam daging merah bukan bahaya satu-satunya, masih ada hal lain yang berkontribusi untuk meningkatkan risiko kardiovaskular," ujar ketua studi dr. Stanley Hazen, dari Claveland Clinic.
Percobaan yang dilakukan pada tikus dan manusia menunjukkan bahwa bakteri pada sistem pencernaan dapat memecah karnitin. Karnitin dipecah menjadi gas dikonversi di hati menjadi senyawa kimia yang disebut TMAO. Dalam studi ini, TMAO dikaitkan kuat dengan penumpukan lemak di pembuluh darah. Sehingga dapat memicu penyakit jantung dan kematian.
Hazen mengatakan TMAO seringkali tidak dihiraukan karena mungkin merupakan produk sisa dari metabolisme. "Namun secara signifikan dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol dan akumulasinya," ujarnya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengurangi frekuensi makan daging merah sangat dianjurkan. Selain itu studi ini juga menekankan penggunaan yogurt berprobiotik untuk mengubah keseimbangan bakteri dalam sistem pencernaan.
"Mengurangi jumlah bakteri yang memecah karnitin secara teori dapat pula mengurangi bahaya dari daging merah," tutur Hazen.
Orang yang tidak makan daging merah atau vegetarian memiliki jumlah bakteri pemecah karnitin yang lebih sedikit daripada pemakan daging.
Kendati daging merah merupakan sumber protein dan beberapa zat gizi yang baik, namun sebaiknya tidak dimakan terlalu berlebihan. Pemerintah Inggris merekomendasikan konsumsi daging merah tidak lebih dari 70 gram per harinya.
Label:
daging,
jantung,
kardiovaskular,
karnitin,
kesehatan,
lemak jenuh,
mekanisme,
merah,
merusak,
Nature Medicine,
penyakit,
Stanley Hazen,
stroke,
TMAO
Selasa, 12 Maret 2013
Panjang Umur, Resepnya Tak Cuma Jaga Kebugaran Tubuh
SETIAP orang menginginkan hidup panjang umur dan sehat. Menjalankan pola hidup sehat memang tidaklah mudah, namun tentu Anda bisa mencoba hal tersebut dan membiasakan diri terhadap kebiasaan sehat yang bisa membantu Anda hidup lebih lama.
Memiliki tubuh yang sehat tentu menjadi idaman setiap orang. Namun tentu tubuh yang sehat tidak kita dapatkan tanpa merawat dan menjaga dengan kebiasaan yang sehat. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan sehat yang bisa Anda lakukan untuk membuat tubuh Anda lebih fit dan segar, sehingga Anda bisa terbebas dari berbagai penyakit, dan hidup lebih lama, seperti yang dilansir Magforwoman.
Menjaga lingkungan bersih dan higienis
Tinggal di lingkungan yang sehat dan higienis sama pentingnya dengan menjaga kebersihan tubuh. Penting untuk menjaga lingkungan Anda bersih. Jika lingkungan bersih, ada kemungkinan lebih kecil untuk terserang penyakit.
Personal hygiene
Kebersihan tubuh seperti mencuci tangan dan kaki memainkan peran yang sama penting, tubuh yang bersih sehat dan membantu menghindari kondisi medis yang membahayakan kesehatan Anda.
Kebugaran fisik
Jika Anda ingin menjalani hidup sehat dan panjang usia, penting untuk senantiasa merawat tubuh. Pikiran yang sehat hanya akan tercipta dalam tubuh yang sehat. Anda bisa mencoba yoga atau berjalan biasa, atau pergi ke gym untuk pelatihan olahraga. Ini sangat penting untuk menghindarkan tubuh dari stres.
Rutin check up
Agar panjang umur, salah satu hal yang harus Anda lakukan adalah, Anda harus selalu sadar kesehatan dan kondisi medis. Lakukan pemeriksaan kesehatan dan perhatikan setiap jenis masalah kesehatan, baik kecil atau besar sangat penting untuk hidup sehat dan panjang umur.
Memiliki tubuh yang sehat tentu menjadi idaman setiap orang. Namun tentu tubuh yang sehat tidak kita dapatkan tanpa merawat dan menjaga dengan kebiasaan yang sehat. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan sehat yang bisa Anda lakukan untuk membuat tubuh Anda lebih fit dan segar, sehingga Anda bisa terbebas dari berbagai penyakit, dan hidup lebih lama, seperti yang dilansir Magforwoman.
Menjaga lingkungan bersih dan higienis
Tinggal di lingkungan yang sehat dan higienis sama pentingnya dengan menjaga kebersihan tubuh. Penting untuk menjaga lingkungan Anda bersih. Jika lingkungan bersih, ada kemungkinan lebih kecil untuk terserang penyakit.
Personal hygiene
Kebersihan tubuh seperti mencuci tangan dan kaki memainkan peran yang sama penting, tubuh yang bersih sehat dan membantu menghindari kondisi medis yang membahayakan kesehatan Anda.
Kebugaran fisik
Jika Anda ingin menjalani hidup sehat dan panjang usia, penting untuk senantiasa merawat tubuh. Pikiran yang sehat hanya akan tercipta dalam tubuh yang sehat. Anda bisa mencoba yoga atau berjalan biasa, atau pergi ke gym untuk pelatihan olahraga. Ini sangat penting untuk menghindarkan tubuh dari stres.
Rutin check up
Agar panjang umur, salah satu hal yang harus Anda lakukan adalah, Anda harus selalu sadar kesehatan dan kondisi medis. Lakukan pemeriksaan kesehatan dan perhatikan setiap jenis masalah kesehatan, baik kecil atau besar sangat penting untuk hidup sehat dan panjang umur.
Label:
check up,
cuci tangan,
fit,
hidup,
idaman,
kebiasaan,
kebugaran,
lingkungan,
Magforwoman,
olahraga,
panjang,
penyakit,
pola,
rutin,
segar,
sehat,
umur,
yoga
Kamis, 07 Maret 2013
Orang Kaya Lebih Panjang Umur
Uang mungkin tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi uang akan membantu kita menghindari penyakit akibat rasa tak bahagia dan stres. Itu sebabnya mengapa menurut penelitian di Inggris meski sama-sama stres, tetapi orang kaya hidup lebih lama dibandingkan dengan orang miskin.
Menurut ketua peneliti, Dr Antonio Ivan Lazzarino, kombinasi antara kemiskinan dan stres bisa menjadi "bom" bagi kesehatan.
Penelitian yang dilakukan Lazzarino itu berusaha mengetahui apakah kombinasi antara kemiskinan dan stres berdampak pada usia harapan hidup seseorang.
Namun, penelitian itu tidak menyebutkan dengan pasti berapa tahun perbedaan usia harapan hidup antara orang kaya dan miskin. Tidak dijelaskan pula mengapa secara biologi orang kaya bisa merespons stres lebih baik.
Penelitian yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine itu meneliti database lebih dari 66.500 orang di Inggris yang berusia di atas 35 tahun antara tahun 1994 dan 2004.
Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang status ekonominya lemah dan mengalami stres cenderung meninggal lebih cepat.
Selain respons stres yang lebih baik, orang yang status finansialnya baik juga memiliki asuransi kesehatan yang baik.
Menurut ketua peneliti, Dr Antonio Ivan Lazzarino, kombinasi antara kemiskinan dan stres bisa menjadi "bom" bagi kesehatan.
Penelitian yang dilakukan Lazzarino itu berusaha mengetahui apakah kombinasi antara kemiskinan dan stres berdampak pada usia harapan hidup seseorang.
Namun, penelitian itu tidak menyebutkan dengan pasti berapa tahun perbedaan usia harapan hidup antara orang kaya dan miskin. Tidak dijelaskan pula mengapa secara biologi orang kaya bisa merespons stres lebih baik.
Penelitian yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine itu meneliti database lebih dari 66.500 orang di Inggris yang berusia di atas 35 tahun antara tahun 1994 dan 2004.
Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang status ekonominya lemah dan mengalami stres cenderung meninggal lebih cepat.
Selain respons stres yang lebih baik, orang yang status finansialnya baik juga memiliki asuransi kesehatan yang baik.
Label:
Archives of Internal Medicine,
asuransi,
bahagia,
biologi,
bom,
Dr Antonio Ivan Lazzarino,
hidup,
Inggris,
kaya,
lebih lama,
meninggal lebih cepat,
panjang,
penelitian,
penyakit,
stres,
uang,
umur
Kamis, 31 Januari 2013
Disfungsi Ereksi Terkait Penyakit Jantung & Kematian Dini?
Sebuah penelitian di Australia menemukan bukti bahwa pria dengan disfungsi ereksi (ED) memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit jantung, bahkan meski tidak memiliki sejarah masalah jantung sekalipun, dan juga berisiko lebih besar alami kematian dini.
Penelitian dari Australian National University, The University of Sydney, Victor Chang Cardiac Research Institute, dan The George Institute for Global Health, ini adalah yang pertama kalinya menunjukkan hubungan langsung antara masalah disfungsi ereksi dan risiko kematian dini atau penyakit jantung.
“Risiko penyakit jantung di kemudian hari dan kematian dini bisa terus meningkat seiring dengan tingkat keparahan disfungsi ereksi, baik pada pria dengan dan tanpa sejarah penyakit kardiovaskular,” ujar penulis studi 45 and Up Study, Profesor Emily Banks, seperti dikutip Zeenews.com.
“Disfungsi ereksi (ED) lebih cenderung menjadi gejala atau ‘silent signal’ adanya penyakit jantung. Di masa depan, sinyal ini bisa menjadi penanda yang berguna untuk membantu dokter dalam memprediksi risiko masalah kardiovaskular. Ini memang topik sensitif, tetapi pria yang menderita ED jangan malu dan diam saja, karena ada pengobatan yang efektif, baik untuk ED dan penyakit jantung,” tambahnya.
Masalah ereksi termasuk salah satu penyakit yang sangat umum. Sekitar 1 dari 5 pria berusia 40 ke atas dilaporkan mengalami disfungsi ereksi sedang atau parah. Dalam penelitian ini, para ilmuwan meneliti data kematian sekitar 95.000 pria.
“Kami menemukan bahwa pria dengan ED lebih berisiko terkena serangan jantung, gagal jantung, penyakit pembuluh darah perifer, dan masalah jantung konduksi,” kata Prof. Banks.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional PLOS Medicine.
Penelitian dari Australian National University, The University of Sydney, Victor Chang Cardiac Research Institute, dan The George Institute for Global Health, ini adalah yang pertama kalinya menunjukkan hubungan langsung antara masalah disfungsi ereksi dan risiko kematian dini atau penyakit jantung.
“Risiko penyakit jantung di kemudian hari dan kematian dini bisa terus meningkat seiring dengan tingkat keparahan disfungsi ereksi, baik pada pria dengan dan tanpa sejarah penyakit kardiovaskular,” ujar penulis studi 45 and Up Study, Profesor Emily Banks, seperti dikutip Zeenews.com.
“Disfungsi ereksi (ED) lebih cenderung menjadi gejala atau ‘silent signal’ adanya penyakit jantung. Di masa depan, sinyal ini bisa menjadi penanda yang berguna untuk membantu dokter dalam memprediksi risiko masalah kardiovaskular. Ini memang topik sensitif, tetapi pria yang menderita ED jangan malu dan diam saja, karena ada pengobatan yang efektif, baik untuk ED dan penyakit jantung,” tambahnya.
Masalah ereksi termasuk salah satu penyakit yang sangat umum. Sekitar 1 dari 5 pria berusia 40 ke atas dilaporkan mengalami disfungsi ereksi sedang atau parah. Dalam penelitian ini, para ilmuwan meneliti data kematian sekitar 95.000 pria.
“Kami menemukan bahwa pria dengan ED lebih berisiko terkena serangan jantung, gagal jantung, penyakit pembuluh darah perifer, dan masalah jantung konduksi,” kata Prof. Banks.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional PLOS Medicine.
Label:
Australia,
dini,
disfungsi,
ED,
ereksi,
hubungan,
jantung,
kematian,
langsung,
penelitian,
penyakit,
PLOS Medicine,
pria,
Profesor Emily Banks,
risiko,
silent signal,
Zeenews.com
Selasa, 18 Desember 2012
7 Hal Mengejutkan Ini Menjadi Faktor Risiko Penyakit Jantung
Seseorang mungkin telah berusaha menjauhi faktor penyebab penyakit jantung seperti makanan berlemak, merokok dan kurangnya aktivitas fisik. Tetapi risiko penyakit jantung ternyata dapat meningkat karena faktor lain yang mungkin mengejutkan Anda.
Berdasarkan beberapa studi, 7 hal ini juga dapat meningkatkan faktor risiko penyakit jantung. Seperti dilansir Besthealth, Selasa (18/12/2012), ketujuh faktor tersebut antara lain:
1. Golongan darah A, B atau AB
Menurut Harvard School of Public Health, orang dengan tipe darah A, B atau AB memiliki risiko penyakit jantung yang sedikit lebih tinggi dibanding orang dengan tipe darah O. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa risiko meningkat hingga 5 persen pada orang dengan golongan darah A, 11 persen pada orang dengan golongan darah B, dan 23 persen pada orang dengan golongan darah AB.
Para peneliti belum yakin mengapa ada perbedaan tersebut, tetapi ada bukti bahwa golongan darah O memiliki aliran darah yang lebih baik dan jenis golongan darah lainnya mungkin mengandung kolesterol jahat yang kadarnya lebih tinggi.
2. Sleep apnea yang tidak diobati
Para ilmuwan menemukan lebih banyak bukti bahwa sleep apnea, gangguan tidur di mana pernapasan berhenti secara periodik ketika tidur, terkait dengan penyakit kardiovaskuler. Orang dengan sleep apnea lebih mungkin memiliki faktor risiko lain untuk penyakit jantung seperti obesitas dan diabetes.
Namun, dokter di La Fe University dan Polytechnic Hospital di Valencia, Spanyol, baru-baru ini menemukan bahwa ketika seseorang mendapatkan pengobatan terhadap sleep apnea, risiko kematian pasien kardiovaskular yang sedang dirawat di rumah sakit akan berkurang dan kembali normal.
3. Menopause dini
Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee, baru-baru ini menemukan bahwa wanita yang mengalami menopause dini atau sebelum usia 46 tahun, memiliki kemungkinan serangan jantung atau stroke hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan wanita yang mengalami menopause pada usia lebih tua.
Meskipun hal ini tidak berarti menopause dapat menyebabkan penyakit jantung, wanita dalam kelompok menopause dini juga lebih cenderung memiliki faktor risiko panyakit jantung lainnya seperti BMI tinggi, diabetes dan kebiasaan merokok.
4. Perut buncit
Gemuk hanya di bagian perut lebih berbahaya daripada gemuk seluruh badan. Menurut penelitian terbaru dari Mayo Clinic menunjukkan bahwa orang yang memiliki berat badan normal bisa berisiko tinggi terhadap penyakit jantung jika memiliki perut yang buncit dan lingkar pinggang yang besar karena lemak yang menumpuk.
5. Bekerja shift malam
Orang yang bekerja shift malam, 23 persen lebih mungkin mengalami serangan jantung daripada orang yang bekerja hanya di siang hari. Hal ini dikemukakan oleh para peneliti di Western University, di mana alasannya adalah jadwal kerja di malam hari dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh.
6. Sejarah kekerasan saat masih anak-anak
Menurut penelitian terbaru dari American Psychological Association, wanita paruh baya yang pernah mengalami kekerasan secara fisik di masa kecil berada pada risiko yang lebih besar terhadap penyakit jantung.
Dalam studi tersebut, para wanita korban kekerasan fisik di masa lalu, 2 kali lebih mungkin memiliki tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, ukuran pinggang lebih besar dan tingkat kolesterol yang tidak sehat, yang semuanya adalah faktor risiko penyakit jantung. Alasannya adalah trauma masa kecil dapat menyebabkan stres yang lebih tinggi dan pola makan yang buruk, bahkan hingga puluhan tahun kemudian.
7. Asupan vitamin D yang rendah
Para peneliti dari University of Copenhagen melakukan sebuah studi yang melibatkan lebih dari 10.000 orang di Denmark dan menemukan bukti bahwa tingkat rendah vitamin D terkait dengan risiko penyakit jantung, serangan jantung dan kematian.
Para peneliti tidak yakin apakah kekurangan vitamin D sebenarnya mengarah ke penyakit jantung atau hanya sebuah indikator kesehatan yang buruk dan berpengaruh pada kondisi jantung.
Berdasarkan beberapa studi, 7 hal ini juga dapat meningkatkan faktor risiko penyakit jantung. Seperti dilansir Besthealth, Selasa (18/12/2012), ketujuh faktor tersebut antara lain:
1. Golongan darah A, B atau AB
Menurut Harvard School of Public Health, orang dengan tipe darah A, B atau AB memiliki risiko penyakit jantung yang sedikit lebih tinggi dibanding orang dengan tipe darah O. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa risiko meningkat hingga 5 persen pada orang dengan golongan darah A, 11 persen pada orang dengan golongan darah B, dan 23 persen pada orang dengan golongan darah AB.
Para peneliti belum yakin mengapa ada perbedaan tersebut, tetapi ada bukti bahwa golongan darah O memiliki aliran darah yang lebih baik dan jenis golongan darah lainnya mungkin mengandung kolesterol jahat yang kadarnya lebih tinggi.
2. Sleep apnea yang tidak diobati
Para ilmuwan menemukan lebih banyak bukti bahwa sleep apnea, gangguan tidur di mana pernapasan berhenti secara periodik ketika tidur, terkait dengan penyakit kardiovaskuler. Orang dengan sleep apnea lebih mungkin memiliki faktor risiko lain untuk penyakit jantung seperti obesitas dan diabetes.
Namun, dokter di La Fe University dan Polytechnic Hospital di Valencia, Spanyol, baru-baru ini menemukan bahwa ketika seseorang mendapatkan pengobatan terhadap sleep apnea, risiko kematian pasien kardiovaskular yang sedang dirawat di rumah sakit akan berkurang dan kembali normal.
3. Menopause dini
Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee, baru-baru ini menemukan bahwa wanita yang mengalami menopause dini atau sebelum usia 46 tahun, memiliki kemungkinan serangan jantung atau stroke hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan wanita yang mengalami menopause pada usia lebih tua.
Meskipun hal ini tidak berarti menopause dapat menyebabkan penyakit jantung, wanita dalam kelompok menopause dini juga lebih cenderung memiliki faktor risiko panyakit jantung lainnya seperti BMI tinggi, diabetes dan kebiasaan merokok.
4. Perut buncit
Gemuk hanya di bagian perut lebih berbahaya daripada gemuk seluruh badan. Menurut penelitian terbaru dari Mayo Clinic menunjukkan bahwa orang yang memiliki berat badan normal bisa berisiko tinggi terhadap penyakit jantung jika memiliki perut yang buncit dan lingkar pinggang yang besar karena lemak yang menumpuk.
5. Bekerja shift malam
Orang yang bekerja shift malam, 23 persen lebih mungkin mengalami serangan jantung daripada orang yang bekerja hanya di siang hari. Hal ini dikemukakan oleh para peneliti di Western University, di mana alasannya adalah jadwal kerja di malam hari dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh.
6. Sejarah kekerasan saat masih anak-anak
Menurut penelitian terbaru dari American Psychological Association, wanita paruh baya yang pernah mengalami kekerasan secara fisik di masa kecil berada pada risiko yang lebih besar terhadap penyakit jantung.
Dalam studi tersebut, para wanita korban kekerasan fisik di masa lalu, 2 kali lebih mungkin memiliki tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, ukuran pinggang lebih besar dan tingkat kolesterol yang tidak sehat, yang semuanya adalah faktor risiko penyakit jantung. Alasannya adalah trauma masa kecil dapat menyebabkan stres yang lebih tinggi dan pola makan yang buruk, bahkan hingga puluhan tahun kemudian.
7. Asupan vitamin D yang rendah
Para peneliti dari University of Copenhagen melakukan sebuah studi yang melibatkan lebih dari 10.000 orang di Denmark dan menemukan bukti bahwa tingkat rendah vitamin D terkait dengan risiko penyakit jantung, serangan jantung dan kematian.
Para peneliti tidak yakin apakah kekurangan vitamin D sebenarnya mengarah ke penyakit jantung atau hanya sebuah indikator kesehatan yang buruk dan berpengaruh pada kondisi jantung.
Label:
7,
golongan darah,
hal,
jantung,
kekerasan masa anak,
mengejutkan,
menopause dini,
penyakit,
perut buncit,
risiko,
shift malam,
sleep apnea,
vitamin D
Rabu, 22 Agustus 2012
Referensi Kadar Lemak & Kolesterol Anda
Apakah Anda pernah mengukur kadar kolesterol dalam darah? Meski tak memiliki keluhan, mengukur kadar kolesterol wajib dilakukan setidaknya sekali dalam lima tahun. Disarankan lebih sering untuk pria usia 35 tahun ke atas dan wanita usia 45 tahun ke atas.
Dikutip WebMD, pengukuran kadar kolesterol dalam darah penting untuk membantu pencegahan penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke. Mengetahui kadar kolesterol dalam darah membuat Anda lebih waspada dengan pola makan buruk.
Sama seperti pemeriksaan kesehatan pada umumnya, hasil tes kolesterol akan muncul dalam bentuk angka-angka. Agar tak salah pengertian, berikut sedikit panduan untuk membaca angka-angka mengenai kadar kolesterol dalam darah.
LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL)
Penumpukan LDL di dinding arteri akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Itulah mengapa jenis kolesterol ini populer dengan sebutan kolesterol jahat.
Jika Anda memiliki gangguan kesehatan jantung atau pembuluh darah, sejumlah pakar merekomendasikan kadar kolesterol dalam darah tak lebih dari 70 mg/dl. Sementara mereka dengan diabetes atau penyakit lain yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, disarankan memiliki kadar kolesterol tak lebih 100 mg/dl.
Sangat baik: <100 mg/dl
Baik: 100-129 mg/dl
Kurang baik: 130-159 mg/dl
Tinggi: 160-189 mg/dl
Sangat Tinggi: >190 mg/dl
Untuk mencapai batas normal?
Kurangi: Lemak jenuh, lemak trans, makanan berkolesterol tinggi.
Perbanyak: Lemak tak jenuh tunggal (avokad, omega 3, ikan).
Lakukan: Penurunan berat badan.
LOW DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
Ini merupakan jenis kolesterol baik. Semakin tinggi angkanya, semakin rendah risiko penyakit jantung dan stroke. Jenis kolesterol ini justru berperan melawan kolesterol jahat untuk melindungi arteri.
Baik: >60 mg/dl
Buruk: <40 mg/dl (pria) dan <50 mg/dl (pria)
Untuk mencapai batas normal?
Kurangi: Karbohidrat dan gula serta hasil olahannya.
Perbanyak: Lemak tak jenuh tunggal (avokad dan omega 3, ikan).
Lakukan: Olahraga, tidak merokok, serta turunkan berat badan.
TRIGLISERIDA
Merupakan senyawa kimia yang biasanya terkandung dalam hampir semua jenis lemak dalam makanan dan tubuh. Tingginya kadar trigliserida menandai tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner.
Normal: <150 mg/dl
Cukup tinggi: 150-199 mg/dl
Tinggi: 200-499 mg/dl
Sangat tinggi: >500
Untuk mencapai batas normal?
Kurangi: Karbohidrat, gula, serta hasil olahannya, santan, minyak, dan makanan berlemak tinggi (kacang tanah).
Lakukan: Penurunan berat badan.
TOTAL KOLESTEROL
Angka yang muncul biasanya merupakan hasil rata-rata antara LDL, HDL, dan komponen lemak lainnya, termasuk trigliserida. Pakar kesehatan selalu merekomendasikan batas aman kolesterol di bawah 200 mg/dl.
Normal: <200 mg/dl
Tinggi: 200-239 mg/dl
Sangat tinggi: >240 mg/dl
Dikutip WebMD, pengukuran kadar kolesterol dalam darah penting untuk membantu pencegahan penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke. Mengetahui kadar kolesterol dalam darah membuat Anda lebih waspada dengan pola makan buruk.
Sama seperti pemeriksaan kesehatan pada umumnya, hasil tes kolesterol akan muncul dalam bentuk angka-angka. Agar tak salah pengertian, berikut sedikit panduan untuk membaca angka-angka mengenai kadar kolesterol dalam darah.
![]() |
| Teh Hijau Anti-Lemak Jahat, Trigliserid dan Asam Urat |
LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL)
Penumpukan LDL di dinding arteri akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Itulah mengapa jenis kolesterol ini populer dengan sebutan kolesterol jahat.
Jika Anda memiliki gangguan kesehatan jantung atau pembuluh darah, sejumlah pakar merekomendasikan kadar kolesterol dalam darah tak lebih dari 70 mg/dl. Sementara mereka dengan diabetes atau penyakit lain yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, disarankan memiliki kadar kolesterol tak lebih 100 mg/dl.
Sangat baik: <100 mg/dl
Baik: 100-129 mg/dl
Kurang baik: 130-159 mg/dl
Tinggi: 160-189 mg/dl
Sangat Tinggi: >190 mg/dl
Untuk mencapai batas normal?
Kurangi: Lemak jenuh, lemak trans, makanan berkolesterol tinggi.
Perbanyak: Lemak tak jenuh tunggal (avokad, omega 3, ikan).
Lakukan: Penurunan berat badan.
LOW DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
Ini merupakan jenis kolesterol baik. Semakin tinggi angkanya, semakin rendah risiko penyakit jantung dan stroke. Jenis kolesterol ini justru berperan melawan kolesterol jahat untuk melindungi arteri.
Baik: >60 mg/dl
Buruk: <40 mg/dl (pria) dan <50 mg/dl (pria)
Untuk mencapai batas normal?
Kurangi: Karbohidrat dan gula serta hasil olahannya.
Perbanyak: Lemak tak jenuh tunggal (avokad dan omega 3, ikan).
Lakukan: Olahraga, tidak merokok, serta turunkan berat badan.
TRIGLISERIDA
Merupakan senyawa kimia yang biasanya terkandung dalam hampir semua jenis lemak dalam makanan dan tubuh. Tingginya kadar trigliserida menandai tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner.
Normal: <150 mg/dl
Cukup tinggi: 150-199 mg/dl
Tinggi: 200-499 mg/dl
Sangat tinggi: >500
Untuk mencapai batas normal?
Kurangi: Karbohidrat, gula, serta hasil olahannya, santan, minyak, dan makanan berlemak tinggi (kacang tanah).
Lakukan: Penurunan berat badan.
TOTAL KOLESTEROL
Angka yang muncul biasanya merupakan hasil rata-rata antara LDL, HDL, dan komponen lemak lainnya, termasuk trigliserida. Pakar kesehatan selalu merekomendasikan batas aman kolesterol di bawah 200 mg/dl.
Normal: <200 mg/dl
Tinggi: 200-239 mg/dl
Sangat tinggi: >240 mg/dl
Label:
35 tahun,
5 tahun,
baik,
HDL,
jahat,
jantung,
kardiovaskuler,
keluhan,
kolesterol,
kolesterol total,
LDL,
lebih sering,
pencegahan,
penyakit,
pola makan,
stroke,
trigliserida,
wajib,
WebMD
Senin, 05 Maret 2012
Mengonsumsi Vitamin E Secara Berlebihan Kurang Baik Untuk Kesehatan
Sebagai salah satu suplemen paling populer di dunia, ternyata vitamin E menyimpan 'keganasan', yakni bisa membuat tulang tua dan rapuh sebelum waktunya.
"Hewan yang diberikan vitamin E, 20 persen tulangnya menjadi lebih lemah dibandingkan dengan yang tidak diberi vitamin E, dan hal ini sangat mengkhawatirkan, karena efeknya terlihat hanya delapan minggu setelah pemberian vitamin," tulis sebuah studi di London, Inggris.
Bukan tanpa alasan para ilmuwan London, Inggris meneliti vitamin E. Pasalnya, popularitas suplemen vitamin E semakin mendunia dan semakin populer karena dikonsumsi ratusan ribu hingga jutaan orang di Inggris setiap harinya. Bahkan, satu dari sepuluh orang dewasa di Amerika Serikat diketahui rutin mengonsumsi suplemen vitamin E setiap harinya.
Hal itu terjadi, karena vitamin E diyakini dapat mencegah risiko penyakit jantung, kanker dan katarak. Selain itu, tak sedikit orang percaya vitamin E membantu menjaga pikiran tetap tajam di usia tua dan menjaga kelenturan kulit.
Selain di dalam suplemen, secara alami vitamin E dapat ditemukan di dalam sereal, kacang-kacangan, minyak Zaitun dan kuning telur.
Namun, dibalik kegunaannya, mengonsumsi vitamin E secara berlebihan ternyata kurang baik untuk kesehatan. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Nature Medicine dijelaskan, vitamin E memiliki efek alfa-tokoferol yang mempengaruhi kekuatan tulang.
Dosis dan pengaruh
Bila vitamin E digunakan sebagai antioksidan, maka seorang perempuan membutuhkan sedikitnya 120 IU (international unit) per hari[3]. Namun menurut catatan medis, kebanyakan perempuan Indonesia hanya mengonsumsi makanan yang mengandung 10.4 - 13,4 IU per hari[3]. Untuk mencukupi kebutuhan itu, vitamin E dapat dikonsumsi dari vitamin E sintetis (dl-a tokoferol)[3].
Dosis vitamin E yang besar bisa memperbaiki dan mencegah terjadinya perkembangan kelainan saraf[6]. Beberapa penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsumsi vitamin E dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh[6]. Asupan vitamin E harian sebesar 10-30 mg dianggap cukup untuk mempertahankan kadar viamin E dalam darah[7]. Namun batas konsumsi vitamin E yang dianjurkan adalah 8 sampai 10 IU(International Units)- suatu batas dimana sepertiga orang Amerika menggunakannya[7]. Untuk keuntungan maksimal vitamin E, diperlukan 100 sampai 400 IU setiap hari[7]. Sebagian besar penelitian menunjukan bahwa ini merupakan konsumsi optimal untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Sedangkan dalam bahan makanan yang kita konsumsi setiap harinya diperkirakan mengandung 25 IU vitamin E[7].
"Hewan yang diberikan vitamin E, 20 persen tulangnya menjadi lebih lemah dibandingkan dengan yang tidak diberi vitamin E, dan hal ini sangat mengkhawatirkan, karena efeknya terlihat hanya delapan minggu setelah pemberian vitamin," tulis sebuah studi di London, Inggris.
Bukan tanpa alasan para ilmuwan London, Inggris meneliti vitamin E. Pasalnya, popularitas suplemen vitamin E semakin mendunia dan semakin populer karena dikonsumsi ratusan ribu hingga jutaan orang di Inggris setiap harinya. Bahkan, satu dari sepuluh orang dewasa di Amerika Serikat diketahui rutin mengonsumsi suplemen vitamin E setiap harinya.
Hal itu terjadi, karena vitamin E diyakini dapat mencegah risiko penyakit jantung, kanker dan katarak. Selain itu, tak sedikit orang percaya vitamin E membantu menjaga pikiran tetap tajam di usia tua dan menjaga kelenturan kulit.
Selain di dalam suplemen, secara alami vitamin E dapat ditemukan di dalam sereal, kacang-kacangan, minyak Zaitun dan kuning telur.
Namun, dibalik kegunaannya, mengonsumsi vitamin E secara berlebihan ternyata kurang baik untuk kesehatan. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Nature Medicine dijelaskan, vitamin E memiliki efek alfa-tokoferol yang mempengaruhi kekuatan tulang.
Dosis dan pengaruh
Bila vitamin E digunakan sebagai antioksidan, maka seorang perempuan membutuhkan sedikitnya 120 IU (international unit) per hari[3]. Namun menurut catatan medis, kebanyakan perempuan Indonesia hanya mengonsumsi makanan yang mengandung 10.4 - 13,4 IU per hari[3]. Untuk mencukupi kebutuhan itu, vitamin E dapat dikonsumsi dari vitamin E sintetis (dl-a tokoferol)[3].
Dosis vitamin E yang besar bisa memperbaiki dan mencegah terjadinya perkembangan kelainan saraf[6]. Beberapa penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsumsi vitamin E dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh[6]. Asupan vitamin E harian sebesar 10-30 mg dianggap cukup untuk mempertahankan kadar viamin E dalam darah[7]. Namun batas konsumsi vitamin E yang dianjurkan adalah 8 sampai 10 IU(International Units)- suatu batas dimana sepertiga orang Amerika menggunakannya[7]. Untuk keuntungan maksimal vitamin E, diperlukan 100 sampai 400 IU setiap hari[7]. Sebagian besar penelitian menunjukan bahwa ini merupakan konsumsi optimal untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Sedangkan dalam bahan makanan yang kita konsumsi setiap harinya diperkirakan mengandung 25 IU vitamin E[7].
Kekurangan
Kekurangan vitamin E akan menyeabkan sel darah merah terbelah. Proses ini disebut hemolisis eritrodit dan dapat dihindari dengan vitamin E.[1]
Akibat lain kekurangan vitamin E adalah[1]:
Kekurangan vitamin E akan menyeabkan sel darah merah terbelah. Proses ini disebut hemolisis eritrodit dan dapat dihindari dengan vitamin E.[1]
Akibat lain kekurangan vitamin E adalah[1]:
- perubahan degeneratif pada sistem saraf dan otot
- kelemahan dan kesulitan berjalan
- nyeri pada otot betis
- gangguan penglihatan
- anemia
- retensi cairan (odem)
- kelainan kulit
Kelebihan
Pada umumnya vitamin E dianggap sebagai bahan yang cukup aman.[3] Dalam beberapa kasus, kelebihan vitamin E menimbulkan gangguan pada kinerja sistem imun terhadap infeksi[7]. Gejala yang akan dirasakan adalah sakit kepala, lemah dan selalu lelah, serta pusing yang disertai gangguan penglihatan[3]. Untuk itu, jumlah vitamin E dalam tubuh harus berada dalam batasan yang ketat.[3]
Yahoo News & Wikipedia Indonesia
Pada umumnya vitamin E dianggap sebagai bahan yang cukup aman.[3] Dalam beberapa kasus, kelebihan vitamin E menimbulkan gangguan pada kinerja sistem imun terhadap infeksi[7]. Gejala yang akan dirasakan adalah sakit kepala, lemah dan selalu lelah, serta pusing yang disertai gangguan penglihatan[3]. Untuk itu, jumlah vitamin E dalam tubuh harus berada dalam batasan yang ketat.[3]
Yahoo News & Wikipedia Indonesia
Label:
8 minggu,
hewan,
jantung,
kacang-kacangan,
kanker,
katarak,
kuning telur,
minyak Zaitun,
penyakit,
pikiran,
populer,
risiko,
sereal,
suplemen,
tulang rapuh,
vitamin E
Langganan:
Postingan (Atom)


