Tampilkan postingan dengan label dokter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dokter. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2018

Olah Raga Untuk Kesehatan

Salah satu aktivitas yang harus dilakukan rutin setiap hari adalah Olah Raga. Ada dua jenis kelompok olah raga. Yang pertama olah raga yang bertujuan untuk kompetisi dan yang kedua bertujuan untuk kesehatan. Perbedaan pokok dari kedua kelompok tersebut yang utama adalah kemampuan orang untuk berolah raga berbeda-beda. Kelompok pertama (olah raga kompetisi) harus dipastikan orang yang bersangkutan betul-betul sehat dan dibuktikan oleh Dokter lebih baik lagi oleh Dokter Spesialis Olah Raga. Sedangkan kelompok olah raga untuk kesehatan menyesuaikan dengan kemampuan masing orang yang akan melakukan olah raga. Contoh orang yang sudah lanjut usia aktivitas olah raga harus disesuaikan kemampuannya.

Sabtu, 10 Januari 2015

Sirsak Bantu Sembuhkan Kanker, Diabetes & Hipertensi

Kebanyakan penelitian tentang manfaat kesehatan dari sirsak atau graviola (Annona muricata) telah dilakukan pada hewan laboratorium dan belum dikonfirmasi pada manusia. Graviola terkenal karena sifat anti-kanker-nya.

Para peneliti sangat antusias graviola menjadi obat alternatif untuk digunakan sebagai terapi suportif untuk kanker, seperti kanker payudara, kanker prostat, kanker hati, kanker paru-paru, kanker pankreas, dan limfoma.

Ini adalah salah satu sifat yang paling dipelajari dari pohon sirsak dan sejauh ini telah menunjukkan hasil yang positif. Namun, selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakan graviola untuk terapi apapun.

Kanker pankreas
Peningkatan aktivitas metabolik dan konsentrasi glukosa dalam sel tumor telah dikaitkan dengan kanker pankreas yang agresif. Satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Letters menunjukkan bahwa ekstrak sirsak yang mengandung acetogenins menurunkan produksi ATP sehingga sel-sel kanker mati. Para peneliti juga menemukan bahwa hal itu tidak memengaruhi sel-sel sehat.

Kanker paru
Adriamycin kadang-kadang digunakan sebagai obat kemoterapi untuk kanker termasuk kanker paru dan kanker darah. Sebuah penelitian di Jepang yang dilakukan pada hewan di laboratorium menemukan bahwa annonacin (acetogenin) bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kanker di paru seperti halnya adriamycin. Namun, R. Webster Kehr dari Independent Cancer Research Foundation memperingatkan bahwa graviola bisa sangat berbahaya bagi pasien kanker paru-paru dan pasien kanker otak.

Kanker payudara
Peneliti menemukan bahwa ekstrak buah graviola berhasil menghambat pertumbuhan gen yang secara langsung mengungkapkan pertumbuhan sel ( EGFR) yang sering pada kanker payudara.

Analgesik dan anti-inflamasi
Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences pada hewan percobaan menemukan bahwa buah sirsak berperan sebagai analgesik dan anti-inflamasi. Namun, para peneliti menyarankan penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penggunaan yang aman.

Diabetes
Graviola telah ditemukan bermanfaat dalam kasus diabetes. Sebuah studi di Nigeria mengungkapkan bahwa ekstrak daun graviola secara signifikan mengurangi konsentrasi glukosa darah pada hewan percobaan, mungkin meningkatkan efek insulin dan adrenalin. Belum ada percobaan pada manusia , oleh karena itu penggunaannya belum dapat direkomendasikan

Darah tinggi
Penelitian telah menunjukkan graviola mengurangi tekanan darah, vasodilator (memperlebar pembuluh darah), dan cardiodepressant (penurunan denyut jantung ). Jika Anda menggunakan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, periksa ke dokter sebelum menggunakan graviola sebagai obat.Sumber *

Kamis, 05 Juni 2014

Olahraga Malam Hari Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter

Olahraga memang lebih menyenangkan dilakukan pagi hari, ketika udara masih segar dan panas matahari belum terlalu menyengat. Namun tak sedikit dari kita yang sudah berangkat kerja sejak pagi, dan baru pulang malam hari.

Sebagian dari kita pun akhirnya baru sempat melakukan olahraga ketika malam. Akan tetapi ada anggapan olahraga malam hari lebih berbahaya bagi tubuh. Benarkah seperti itu?

dr Michael Triangto SpKO dari RS Mitra Kemayoran mengatakan bahwa jika paginya bekerja dan pulang malam hari, memang sebaiknya tidak melakukan olahraga. Pasalnya, hal itu akan mengganggu waktu istirahat karena menjadi sulit untuk tidur.

"Misalnya pulang malam lalu olahraga jam 10 atau jam 11, badan masih segar nanti sulit tidur. Adrenalin naik, suhu tubuh juga naik, jadi susah tidur," tutur dr Michael ketika dihubungi detikHealth dan ditulis Kamis (5/6/2014).

Namun prinsip tersebut tidak berlaku bagi mereka yang memang bekerja malam hari. Sehingga menurut dr Michael, olahraga malam atau pagi hari sama baiknya, tergantung siapa yang melakukan.

Bagi mereka yang bekerja pagi hingga malam, dr Michael menyarankan agar melakukan olahraga pada pagi hari, sebelum berangkat kerja. Pasalnya, badan akan terasa lebih segar sehabis olahraga, sekaligus membuat konsentrasi bekerja menjadi lebih baik.

Kendati begitu, olahraga malam hari pun bukan hal yang tabu. Yang perlu diingat hanyalah waktu olahraganya serta jenis olahraga yang dilakukan.

"Jika tetap ingin olahraga malam, usahakan lebih awal. Jam 7 misalnya, jenis olahraganya juga tidak boleh berat," sambung dr Michael lagi. Sumber *

Sabtu, 08 Februari 2014

Sabtu, 11 Januari 2014

BPJS Kesehatan: Dokter Bisa Tekor, Ini Penjelasannya

JAKARTA - Pemberlakuan BPJS Kesehatan sejak 1 Januari 2014 telah menimbulkan kekhawatiran bagi tenaga kesehatan mengenai metode pembayaran jasa mereka dengan menggunakan sistem kapitasi dan INA-CBGs yang dinilai memiliki kelemahan.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin secara terang-terangan mengatakan sistem kapitasi yang hendak diterapkan bagi para dokter di layanan kesehatan primer (puskesmas) bisa membuat para dokter "tekor" (rugi) atau berkurang pendapatannya akibat bertambahnya jumlah pasien.

"Biaya kapitasi dan INA-CBGs yang terlalu kecil berisiko menyebabkan dokter 'tekor'. Kalau sudah begitu dokter tidak mampu lagi memenui kebutuhan sehari-hari," kata Zaenal.

Sabtu, 28 Desember 2013

Dokter Jiwa: Dalam 20 Detik, Racun Rokok Langsung Pengaruhi Otak

Jakarta, Merokok memang membahayakan bagi kesehatan tubuh anda. Bukan cuma menyebabkan penyakit paru-paru dan serangan jantung, ternyata rokok juga dapat berpengaruh langsung pada otak anda!

Dr dr Nurmiati Amir, SpKJ, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan bagaimana proses nikotin pada rokok mempengaruhi otak Anda.

"Dari pertama kali dihisap, nikotin dapat langsung mencapai otak hanya dalam waktu 20 detik," ujarnya pada Seminar Rokok, Neurosains dan Spiritualitas di Auditorium Lembaga Farmasi Angkatan Laut, Bendungan Hilir, Jakarta, Minggu (15/12/2013).

Senin, 03 Juni 2013

Kurang Terpapar Sinar Matahari

Terkena sinar matahari yang terik memang tidak dianjurkan siapa pun. Namun, sebenarnya kulit Anda membutuhkan sinar matahari untuk menghasilkan vitamin D yang penting bagi tubuh.

Orang yang kekurangan vitamin D dalam tubuhnya berisiko mengalami timbunan plak-plak kotor dalam pembuluh darah mereka. 

Dokter menyarankan, setidaknya Anda butuh waktu minimal 30 menit terpapar sinar matahari pada jam 10:00-15:00 setiap hari untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D yang sangat baik bagi kesehatan.

Pola Tidur yang Tidak Teratur

Jika Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup, jantung Anda akan dirugikan. Istirahat malam yang cukup dapat menurunkan tekanan darah tinggi saat melakukan aktivitas di pagi hingga sore hari dan mengurangi detak jantung yang tidak teratur.

Orang yang memiliki waktu tidur tidak cukup cenderung lebih rentan terkena serangan jantung. 

Jika Anda mengalami sulit tidur, konsultasilah dengan dokter dan hindari stres.

Kurang Konsumsi Susu

Dalam penelitian terbaru, dokter telah meneliti lebih dari 82.000 wanita setelah masa menopause selama 8 tahun dan menemukan bahwa wanita yang mendapatkan asupan susu tertinggi mengurangi 50% risiko mereka terhadap penyakit diabetes, dibandingkan dengan wanita yang kurang menerima asupan susu.

Jadi jika Anda mengurangi konsumsi susu, berarti Anda telah memilih untuk “pergi” lebih cepat.

3. Mengabaikan Kacang

Selasa, 05 Maret 2013

Ahok: Puskesmas itu mesti dibagusin dokternya kan?!

Salah satu hambatan yang dirasakan dalam menjalani program kesehatan bagi warga miskin di DKI Jakarta adalah masih kurangnya jumlah dokter di tingkat Puskesmas. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun akan menambah kualitas dokter di tingkat Puskesmas.

"Jadi intinya pintu masuk itu dari Puskesmas. Nah Puskesmas itu mesti dibagusin dokternya kan. Dokter-dokter spesialis di puskesmas, termasuk kompetensi jumlah dokter di lini terdepan masih kurang," kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Ahok mengakui bila standar gaji dokter di Ibukota masih rendah, sehingga dokter yang ingin berkarier di tataran bawah seperti puskesmas sedikit. Untuk itu dia akan menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) untuk ikut menerjunkan dokter lulusannya ke masyarakat, terutama dokter spesialis.

"Nanti kerja sama dengan FK UI yakni dengan program dokter spesialis turun ke bawah. Jadi intinya pintu masuk itu dimulai dari puskesmas," ujarnya.

Terkait sistem Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang saat ini masih berjalan, Ahok mengakui kalau sistem yang menggratiskan biaya pengobatan bagi warga Ibukota ini masih belum berjalan sempurna. "Karena faktanya KJS itu belum jalan penuh. APBD kan belum bisa kita pakai, Askes juga belum kita tunjuk, jadi itu model lama yang masih diterapkan," ucapnya.

Selain itu, dengan dana yang ada saat ini pihaknya juga masih harus membayar tunggakan utang kepada rumah sakit untuk program KJS pada November dan Desember 2013.

"Kita juga masih ada utang lama, hutang lama yang November dan Desember kan belum bayar. Karena anggaran 2012 tidak pernah cukup untuk Jamkesda. 50 ribu per orang per bulan untuk 1,2 juta rakyat. Tapi faktanya 4,7 juta rakyat kan," tuturnya.

Dia pun berharap bila APBD DKI telah disahkan, maka sistem KJS akan berjalan dengan baik dan merata. Terlebih bila jumlah dokter di puskesmas telah ditambah. "Ini kan dari Kemendagri sudah ketuk palu, ini mau turun anggarannya," imbuh Ahok.

3 Dokter Gigi Tertular Pasien Pengidap AIDS

Profesi dokter gigi rentan tertular penyakit yang diidap pasiennya. Termasuk virus mematikan HIV/AIDS. Tiga dokter gigi di Surabaya dilaporkan tertular HIV/AIDS. Dua orang di antaranya bekerja di rumah sakit swasta ternama dan seorang lagi membuka praktik pribadi. Hal ini diungkapkan Prof. Nasronudin, M.D., Ph.D, spesialis penyakit dalam, yang juga pimpinan Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga Surabaya.

Nasronudin, yang menangani ketiga dokter gigi itu mengatakan kondisi ketiga pria itu sangat parah bahkan sulit untuk berkomunikasi. Nasronudin menolak menyebutkan nama ketiga dokter itu, tapi hanya menyebutkan masing-masing berusia 44 tahun, 58 tahun, dan 52 tahun. "Mereka terdiagnosis AIDS stadium 4. Kondisinya sudah sangat parah," kata Nasronudin kepada Tempo.

Ia memperkirakan para dokter gigi itu sudah lebih dari lima tahun terinfeksi virus HIV/AIDS. Nasronudin mengatakan masih sulit mencari kepastian sumber penularan. Namun, ada dua kemungkinan mereka terinfeksi, yaitu karena profesi dan pribadi.

Menurutnya, profesi dokter memang berisiko tertular HIV/AIDS. Khususnya dokter gigi, dokter obgyn, bedah, THT, dan penyakit dalam dan infeksi. Tertutupnya pasien mengenai penyakitnya menjadi faktor seorang dokter bisa terpapar virus HIV/AIDS tanpa sengaja.

Meski sudah diberi surat pengantar bahwa seseorang mengidap HIV/AIDS, sering kali surat itu tidak diberikan kepada dokter yang dirujuk. Akibatnya, dokter rujukan tersebut tidak mengetahui bahwa pasien menderita HIV/AIDS. "80 persen pasien HIV/AIDS tidak mau berikan surat pengantar ke dokter rujukan karena takut tidak ditangani," katanya.

Cara penularan HIV/AIDS bisa terjadi secara horizontal, yakni kontak cairan darah dan melalui hubungan seksual. Perbandingan penularan lewat kontak cairan darah adalah 1:1. Artinya sekali kontak, virus HIV bisa langsung tertular. Inilah yang membuat profesi dokter gigi sangat rentan terinfeksi HIV/AIDS.

Penularan virus melalui kontak cairan darah lebih berbahaya ketimbang hubungan seksual. Hubungan seksual perbandingan penularannya sekitar 1:60. Ini berarti butuh 60 kali berhubungan seksual dengan penderita HIV/AIDS untuk bisa tertular virus ini.

Koordinator Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi Rumah Sakit Umum dr Soetomo Surabaya dr Erwin Astha Triyono SpPD-KPTI mengatakan kasus HIV/AIDS terhadap tenaga medis memang masih sangat jarang, hanya 1 persen dari seluruh kasus. Karena itu, tim kesehatan diminta untuk memperhatikan kewaspadaan universal. Standar prosedur dokter dalam menangani pasien HIV/AIDS pun lebih ketat.

Pihaknya sendiri sudah memberlakukan profilaksis pascapajanan secara rutin. Dokter yang tertusuk jarum saat menangani pasien harus melapor dalam kurun waktu 4 jam sebelum tertusuk. Dengan demikian, dokter yang terinfeksi akan bisa segera dipantau sehingga virusnya tidak berkembang biak.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...