Tampilkan postingan dengan label BMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BMI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2013

Mencoba Mengukur BMI Bapak Joko Widodo (Jokowi)


Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati rupanya perhatian juga dengan kondisi fisik Jokowi. Mega meminta Jokowi agar menggemukkan tubuhnya. Mega menyebut Gubernur DKI Jakarta itu terlalu kurus.

"Pak Jokowi jangan terlalu kurus, malu saya punya gubernur kok kurus. Pak Jokowi semakin hari semakin kurus," jelas Mega di dalam pidato sambutan pembentukan Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).

Karena alasan kurus itu, Mega pun kerap mengundang Jokowi, bukan untuk berdiskusi tetapi untuk makan bersama. "Jadi saya biasa mengundang Pak Jokowi bukan membicarakan negara tapi hanya makan-makan saja," imbuhnya.

Mega meresmikan GANTI yang merupakan salah satu sayap PDIP. Organisasi itu digagas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.

Selain Jokowi, dalam acara ini hadir juga Gubernur Kalimantan Barat Cornelis dan politisi-politisi PDIP lainnya.

Mencoba menghitung BMI Pak Gubernur DKI yang dikatakan kurus oleh Ibu Megawati, ini hasilnya:

Klik gambar untuk memperbesar!
Data tinggi badan dan berat badan kami peroleh dari sini

Kemudian untuk perhitungan kami pakai sumber dari Kompas Health.

Hasilnya dapat Anda lihat di gambar samping kiri, ternyata memang Bapak Gubernur DKI Joko Widodo berkategori Berat Badan Kurang.

Semoga dengan perolehan ini Bapak Jokowi bisa mempertimbangkan untuk meningkatkan asupan gizi sesuai dengan petunjuk yang ada di gambar samping ini, yaitu sekitar 2.288.006 kalori, dengan asumsi bahwa data yang kami peroleh memang masih sama dengan sumber data di atas.

Selamat melakukan program penggemukan Bapak Gubernur DKI, sehingga Ibu Megawati tidak akan merasa malu lagi, semoga, amin.

Sumber: *

Rabu, 03 April 2013

Melatonin & Diabetes Type 2


Melatonin adalah hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar pineal di otak. Ini membantu mengatur hormon lainnya dan mempertahankan "jam" tubuh kita.

Sekarang, sebuah studi baru di Journal of American Medical Association menemukan bahwa tergantung pada tingkat melatonin dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Berbasis penelitian menggunakan data sampel urin dan darah perawat Boston yang diambil selama studi nasional. Mereka mengidentifikasi 370 perempuan yang tidak menderita diabetes tipe 2 di awal, tetapi kemudian terjadi penyakit antara tahun 2000 dan 2012. Mereka juga mengidentifikasi 370 perempuan yang tetap sehat untuk perbandingan.

Setelah mengendalikan indeks massa tubuh dan faktor gaya hidup, analisis menemukan bahwa peserta dengan penurunan melatonin memiliki lebih dari 2 kali kemungkinan lebih tinggi terkena diabetes.

Para peneliti mengatakan studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk melihat apakah kontak yang terlalu lama dengan suplemen gelap atau melatonin dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi diabetes tipe 2.

Dr Cindy Haines dari Healthday TV dengan informasi kesehatan untuk hidup sehat. *

Rabu, 20 Maret 2013

Kurangi Risiko Kanker Hingga Separuh dengan 7 Langkah Ini

Sebelumnya American Heart Association pernah mengeluarkan 7 langkah efektif untuk menjaga kesehatan jantung yang disebut dengan Life's Simple 7. Namun tak hanya itu menurut sebuah studi baru, ketujuh langkah itu ternyata juga dapat menurunkan risiko kanker pada seseorang.

"Bahkan jika Anda hanya mempraktikkan 6 saja, risiko kanker Anda akan berkurang hingga separuh," ungkap peneliti Laura Rasmussen-Torvik yang juga profesor di bidang kedokteran preventif dari Feinberg School of Medicine, Northwestern University, AS.

American Heart Association (AHA) mengembangkan metode 7 langkah ini pada tahun 2010 dengan tujuan mengurangi kasus kematian akibat serangan jantung dan stroke hingga 20 persen pada tahun 2020.

Inilah ke-7 langkah yang tergabung ke dalam Life's Simple 7:
1. Aktif bergerak - AHA merekomendasikan olahraga sedikitnya 150 menit perminggu
2. Mengendalikan kolesterol - kadar kolesterol seseorang tak boleh lebih dari 200 miligram perdesiliter.
3. Memperbaiki pola makan - mengonsumsi makanan seperti gandum utuh, buah-buahan, sayuran dan lean protein seperti ikan, termasuk membatasi asupan sodium atau garam, gula tambahan, lemak trans dan lemak jenuh.
4. Mengatur tekanan darah - tekanan darah tak boleh lebih dari 120/80
5. Menurunkan berat badan - indeks massa tubuh (BMI) harus di bawah 25
6. Mengurangi gula darah - fasting blood sugar (FBS)-nya harus di bawah 100 yang dapat dicapai dengan menghindari soda, permen dan makanan penutup lainnya, termasuk aktif berolahraga
7. Berhenti merokok, bagaimanapun caranya.

"Kami hanya ingin menguji hipotesis tersebut, lalu dari situ kami berharap informasi ini akan memberikan motivasi ekstra pada publik agar menjalankan Life's Simple 7 ini," tandas Rasmussen-Torvik seperti dilansir dari abcnews, Selasa (19/3/2013).

Untuk memastikan efektivitas ke-7 langkah itu, Rasmussen-Torvik dan rekan-rekannya mengamati data dari Atherosclerosis Risk in Communities selama dua dekade. Studi tersebut berisi tentang analisis rekam medis dari 13.253 pasien dalam kurun waktu 1987-2006. Dari situ peneliti menemukan bahwa semakin banyak langkah yang diadopsi oleh pasien, semakin kecil peluang mereka untuk terserang kanker.

Secara rinci jika seseorang menjalankan 4 langkah dari Life's Simple 7 tersebut maka risiko kankernya akan berkurang hingga 33 persen. Sedangkan jika yang diikuti 6-7 langkah, penurunan risiko kankernya dapat mencapai 51 persen.

Menurut peneliti, kesemua langkah tersebut bersifat kumulatif, tapi berhenti merokok dapat memberikan peranan yang sangat signifikan bagi pencegahan kanker.

Meski Rasmussen-Torvik tak dapat menjelaskan mengapa langkah-langkah ini dapat menurunkan risiko kanker karena itu bukanlah bagian dari studinya, ia berharap pasien berkenan mengikuti Life's Simple 7 ini karena kesemuanya dapat menurunkan risiko dua penyakit paling mematikan yang pernah ada.

"Sedikit dorongan tambahan untuk orang-orang yang mengadopsi rekomendasi ini hasilnya akan luar biasa," pungkasnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...