Paparan polusi udara telah lama diketahui sebagai faktor risiko dari penyakit jantung dan paru-paru. Namun ada lagi organ vital yang juga terkena risiko tersebut, yaitu otak. Para peneliti dari American Association for the Advancement of Sciences (AAAS) baru-baru ini mengungkap dampak paparan polusi udara pada perkembangan otak.
Penelitian pada tikus menunjukkan, paparan polusi udara dapat memicu pembesaran ventrikel otak. Kondisi tersebut berhubungan dengan gangguan perkembangan saraf seperti skizofrenia atau autisme. Para peneliti mengatakan, peningkatan tingkat polusi udara berhubungan dengan peningkatan gangguan sistem saraf selama bertahun-tahun.
Tampilkan postingan dengan label paru-paru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label paru-paru. Tampilkan semua postingan
Rabu, 19 Februari 2014
Sabtu, 04 Januari 2014
Merokok Membuat Sulit Tidur dan Timbulkan Depresi
JAKARTA - Merokok dapat mengacaukan jam biologis yang ada di paru-paru dan otak, membuat tubuh terhalang dari tidur yang nyenyak sehingga menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, depresi, dan kecemasan.
Dr. Irgan Rahman dari Pusat Kesehatan Universitas Rochestere mengatakan studi yang dia lakukan mengungkap bahwa rokok berakibat pada paru-paru dan fungsi neurofisiologis.
Dia dan rekan-rekannya menemukan bahwa rokok tembakau mengacaukan jam biologis pada paru-paru dengan peradangan dan menurunkan aktivitas otak.
Dr. Irgan Rahman dari Pusat Kesehatan Universitas Rochestere mengatakan studi yang dia lakukan mengungkap bahwa rokok berakibat pada paru-paru dan fungsi neurofisiologis.
Dia dan rekan-rekannya menemukan bahwa rokok tembakau mengacaukan jam biologis pada paru-paru dengan peradangan dan menurunkan aktivitas otak.
Label:
depresi,
Irgan Rahman,
jam biologis,
kecemasan,
kognitif,
membuat,
merokok,
neurofisiologis,
otak,
paru-paru,
SIRTUIN1,
sulit tidur,
Universitas Rochestere
Jumat, 05 Juli 2013
Batuk Selama 3 Minggu atau Lebih? Bisa Jadi Gejala Kanker Paru-paru
Sebuah kampanye kanker paru-paru di Inggris baru-baru ini telah memperingatkan bahwa batuk terus-menerus selama 3 minggu atau lebih, merupakan gejala penyakit kanker paru-paru yang mematikan.
Seperti yang diketahui, kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru.
Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus penyakit kanker paru-paru pada pria, dan 70% pada wanita. Sementara kanker paru-paru yang disebabkan oleh faktor selain merokok sangat kecil kasusnya, seperti faktor zat yang ditemui atau terhirup di luar atau dalam ruangan seperti asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, dan gas mustard.
Seperti yang diketahui, kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru.
Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus penyakit kanker paru-paru pada pria, dan 70% pada wanita. Sementara kanker paru-paru yang disebabkan oleh faktor selain merokok sangat kecil kasusnya, seperti faktor zat yang ditemui atau terhirup di luar atau dalam ruangan seperti asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, dan gas mustard.
Label:
3 Minggu,
arsen,
asbes,
batuk,
Berat badan menurun,
darah,
gas mustard,
Inggris,
kanker,
klorometil eter,
kromat,
lelah,
Mematikan,
merokok,
nikel,
Nyeri dada,
paru-paru,
penyebab,
radiasi,
Sesak nafas
Rabu, 19 Juni 2013
Inilah Bagaimana Merokok Merusak Penampilan Anda?
Merokok bukan hanya merusak organ bagian dalam tubuh Anda seperti paru-paru, namun ternyata juga berdampak buruk pada penampilan luar Anda. Apa saja dampak buruk rokok pada penampilan Anda?
Dr. Nipun Jain, MBBS, MD., konsultan senior Dermatology di Sri Balaji Action Medical Institute, India, menjelaskan bagaimana rokok memengaruhi penampilan luar Anda seperti merusak kulit dan rambut.
“Merokok dapat merusak rambut dan kulit, serta membuat Anda terlihat jauh lebih tua. Hal ini cenderung dikarenakan nikotin telah memblokir oksigen dan nutrisi di kulit Anda. Nikotin dan bahan-bahan kimia lainnya juga akan menetap di dalam pembuluh arteri sehingga menghalangi transportasi nutrisi penting dalam darah,” kata Dr. Nipun.
Berikut beberapa dampak buruk yang disebabkan oleh rokok pada penampilan Anda seperti yang dikutip dari The Times of India baru-baru ini :
Kulit kendur dan keriput
Bahan kimia yang dilepaskan dari asap tembakau memicu kerusakan kolagen dan elastin (jenis protein penyusun pembentukan tulang, gigi, sendi, otot, dan kulit) sehingga menyebabkan kulit kendur dan keriput.
Garis disekitar bibir
Pada saat merokok, elatisitas dari otot-otot yang terdapat disekitar bibir menjadi hilang sehingga menyebabkan keriput dinamis disekitar bibir.
Bintik-bintik gelap pada kulit
Berbagai penelitian menunjukan bahwa perokok lebih rentan terhadap bintik-bintik penuaan. Bintik-bintik penuaan adalah bercak berwarna gelap yang muncul pada kulit, umumnya pada wajah dan tangan.
Kuku bernoda
Merokok berlebihan menyebabkan perubahan warna pada kulit, kuku, dan gigi.
Rambut rontok
Semakin banyak merokok semakin cepat pula kerontokan rambut pada pria dan wanita. Hal ini disebabkan karena kandungan kimia yang terdapat pada rokok menyumbat pembuluh arteri yang membawa pasokan nutrisi bagi tubuh, termasuk kepala Anda.
Keriput di sekitar mata
Asap yang berasal dari pembakaran rokok menyebabkan area di sekitar mata menjadi keriput akibat bahan-bahan kimia pada tembakau telah merusak struktur kulit dan pembuluh darah disekitar mata.
Jadi kesimpulannya, apakah merokok membuat penampilan Anda lebih baik atau lebih buruk bisa Anda jawab sendiri bukan?
Sumber *
Label:
arteri,
Dermatology,
keriput mata,
konsultan,
kuku bernoda,
kulit,
memblokir oksigen,
merokok,
merusak,
Nikotin,
Nipun Jain,
paru-paru,
penampilan,
rambut,
The Times of India,
transportasi,
tua
Rabu, 14 Maret 2012
4 Langkah Berhenti Merokok
Kebiasaan merokok memang amat merugikan kesehatan. Bahkan, para perokok aktif sudah tahu dan sadar bahwa mereka berisiko terkena kanker paru-paru, emphysema dan serangan jantung di kemudian hari akibat merokok.
Tetapi, bila Anda benar ingin berhenti merokok, coba beberapa langkah ini dan semoga bisa membantu Anda untuk terlepas dari kebiasaan tidak sehat.
Langkah 1: Pilih hari untuk memulai berhenti merokok
Ambil kalender dan pilih waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri guna keluar dari kebiasaan merokok. Tak ada salahnya untuk memulai berhenti merokok pada hari yang Anda anggap tingkat stres tidak terlalu tinggi dibandingkan hari lain, seperti hari-hari di akhir pekan. Tandai kalender Anda dan mulai berkomitmenlah untuk melakukannya.
Beres-beres setelah berkomitmen ternyata penting. Menyingkirkan asbak, korek api dan rokok merupakan langkah awal demi kesuksesan menghentikan kebiasaan merokok.
Langkah 2: Prediksi situasi pemicu keinginan merokok
Cobalah untuk memprediksi situasi pemicu yang akan muncul pada hari pertama saat berhenti merokok. Ada kalanya situasi tertentu menjadi dorongan yang kuat untuk kembali merokok. Kemudian tulis pada buku catatan khusus yang telah Anda sediakan.
Lalu lihat pada minggu pertama dari keputusan untuk berhenti merokok. Jika Anda dapat lulus ujian pada tujuh hari pertama, akan menjadi tanda baik untuk berhenti merokok selamanya. Jika Anda menemukan pemicu lain dalam tujuh hari pertama Anda berhenti merokok, segera tulis dalam buku tersebut. Sebab, pemicu keinginan untuk kembali merokok pada saat hari biasa dengan hari di akhir pekan biasanya selalu berbeda.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat daftar pemicu keinginan merokok, maka Anda perlu 'pengamatan khusus' pada satu minggu sebelum merealisasikan niat untuk berhenti merokok, sehingga Anda bisa mengetahui kapan dan mengapa timbul keinginan merokok.
Langkah 3: Strategi rencana untuk situasi pemicu Anda
Sekarang pikirkan dari setiap poin pemicu. Apa tujuan utama Anda merokok? Apa itu untuk mengisi waktu? Mengurangi stres? Menjadikan Anda lebih dewasa? Sebagai contoh, katakanlah pemicunya adalah stres di tempat kerja dan rokok membantu menenangkan Anda. Lantas cari solusinya, Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres selain merokok? Anda bisa coba rehat sejenak dari pekerjaan kantor, mengonsumsi air putih, atau mencoba rileks dengan melakukan yoga ringan. Untuk setiap pemicu, tuliskan dua atau tiga strategi. Kemudian berkomitmen untuk menggunakan strategi tersebut saat situasi terjadi.
Langkah 4: Cari dukungan
Berhenti merokok akan terasa lebih mudah ketika orang terdekat Anda turut membantu dalam meluluskan niat Anda itu. Jenis dukungan yang diberikan bisa dalam bentuk tindakan dengan memastikan tidak ada rokok tergeletak di sekitar rumah. Atau memberitahu Anda bahwa keluarga bangga padamu atas semua usaha yang dilakukan.
Setelah Anda berhasil berhenti merokok pada satu hari pertama, coba rasakan perbedaannya.
1. Setelah 20 menit, tekanan darah dan denyut nadi kembali normal.
2. Setelah 8 jam, tingkat oksigen dalam darah kembali normal.
3. Setelah 24 jam, paru-paru mulai membersihkan penumpukkan tar.
4. Dan setelah 48 jam, bau dan rasa yang baik mulai meningkat.
5. Setelah 72 jam, bernafas lebih mudah, tabung bronkial lebih rileks dan terjadi peningkatan energi.
6. Dua hingga 12 minggu, berjalan dan berlari jauh lebih mudah. Setelah tiga sampai sembilan bulan, paru-paru memiliki ruang untuk oksigen hingga 10 persen lebih banyak.
7. Pada satu tahun, risiko serangan jantung menurun hingga setengahnya. Bahkan setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru juga berkurang hingga 50 persen. Dan dalam 15 tahun, risiko serangan jantung Anda sama seperti mereka yang non-perokok.
Tetapi, bila Anda benar ingin berhenti merokok, coba beberapa langkah ini dan semoga bisa membantu Anda untuk terlepas dari kebiasaan tidak sehat.
Langkah 1: Pilih hari untuk memulai berhenti merokok
Ambil kalender dan pilih waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri guna keluar dari kebiasaan merokok. Tak ada salahnya untuk memulai berhenti merokok pada hari yang Anda anggap tingkat stres tidak terlalu tinggi dibandingkan hari lain, seperti hari-hari di akhir pekan. Tandai kalender Anda dan mulai berkomitmenlah untuk melakukannya.
Beres-beres setelah berkomitmen ternyata penting. Menyingkirkan asbak, korek api dan rokok merupakan langkah awal demi kesuksesan menghentikan kebiasaan merokok.
Langkah 2: Prediksi situasi pemicu keinginan merokok
Cobalah untuk memprediksi situasi pemicu yang akan muncul pada hari pertama saat berhenti merokok. Ada kalanya situasi tertentu menjadi dorongan yang kuat untuk kembali merokok. Kemudian tulis pada buku catatan khusus yang telah Anda sediakan.
Lalu lihat pada minggu pertama dari keputusan untuk berhenti merokok. Jika Anda dapat lulus ujian pada tujuh hari pertama, akan menjadi tanda baik untuk berhenti merokok selamanya. Jika Anda menemukan pemicu lain dalam tujuh hari pertama Anda berhenti merokok, segera tulis dalam buku tersebut. Sebab, pemicu keinginan untuk kembali merokok pada saat hari biasa dengan hari di akhir pekan biasanya selalu berbeda.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat daftar pemicu keinginan merokok, maka Anda perlu 'pengamatan khusus' pada satu minggu sebelum merealisasikan niat untuk berhenti merokok, sehingga Anda bisa mengetahui kapan dan mengapa timbul keinginan merokok.
Langkah 3: Strategi rencana untuk situasi pemicu Anda
Sekarang pikirkan dari setiap poin pemicu. Apa tujuan utama Anda merokok? Apa itu untuk mengisi waktu? Mengurangi stres? Menjadikan Anda lebih dewasa? Sebagai contoh, katakanlah pemicunya adalah stres di tempat kerja dan rokok membantu menenangkan Anda. Lantas cari solusinya, Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres selain merokok? Anda bisa coba rehat sejenak dari pekerjaan kantor, mengonsumsi air putih, atau mencoba rileks dengan melakukan yoga ringan. Untuk setiap pemicu, tuliskan dua atau tiga strategi. Kemudian berkomitmen untuk menggunakan strategi tersebut saat situasi terjadi.
Langkah 4: Cari dukungan
Berhenti merokok akan terasa lebih mudah ketika orang terdekat Anda turut membantu dalam meluluskan niat Anda itu. Jenis dukungan yang diberikan bisa dalam bentuk tindakan dengan memastikan tidak ada rokok tergeletak di sekitar rumah. Atau memberitahu Anda bahwa keluarga bangga padamu atas semua usaha yang dilakukan.
Setelah Anda berhasil berhenti merokok pada satu hari pertama, coba rasakan perbedaannya.
1. Setelah 20 menit, tekanan darah dan denyut nadi kembali normal.
2. Setelah 8 jam, tingkat oksigen dalam darah kembali normal.
3. Setelah 24 jam, paru-paru mulai membersihkan penumpukkan tar.
4. Dan setelah 48 jam, bau dan rasa yang baik mulai meningkat.
5. Setelah 72 jam, bernafas lebih mudah, tabung bronkial lebih rileks dan terjadi peningkatan energi.
6. Dua hingga 12 minggu, berjalan dan berlari jauh lebih mudah. Setelah tiga sampai sembilan bulan, paru-paru memiliki ruang untuk oksigen hingga 10 persen lebih banyak.
7. Pada satu tahun, risiko serangan jantung menurun hingga setengahnya. Bahkan setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru juga berkurang hingga 50 persen. Dan dalam 15 tahun, risiko serangan jantung Anda sama seperti mereka yang non-perokok.
Label:
25% lebih rendah risiko kanker endometrium,
dukungan,
emphysema,
kalender,
kebiasaan,
kesehatan,
komitmen,
merokok,
paru-paru,
pemicu,
prediksi,
resiko,
serangan jantung,
strategi,
stres
Langganan:
Postingan (Atom)
