Tampilkan postingan dengan label lemak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lemak. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Juli 2014

7 Makanan Enak untuk Jantung Sehat

Gaya hidup kurang bergerak, pola makan tinggi lemak dan stres, sudah menjadi bagian dari kehidupan orang modern. Tak heran bahwa angka penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, terus meningkat.

Berolahraga, minimal 150 menit setiap minggunya, adalah salah satu syarat untuk menjaga kebugaran tubuh. Tetapi, untuk memperoleh manfaat maksimal dari olahraga, kita juga perlu menjalani pola makan sehat.

Ada banyak makanan sehat yang bisa dipilih, tetapi apa yang terbaik untuk menjaga jantung tetap sehat? Berikut di antaranya.

1. Salmon dan ikan berlemak lainnya
Salmon dan ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan sangat baik untuk kesehatan jantung, bahkan dikatakan manfaatnya melebihi dari daging lainnya. Omega-3 merupakan tipe lemak tak jenuh yang dapat menurunkan kadar kolesterol "jahat" dengan mengurangi kadar peradangan pada tubuh.

Asam lemak omega-3 juga kerap dikaitkan dengan kadar trigliserida, tekanan darah, risiko stroke, risiko gagal jantung, dan risiko penyumbatan darah yang lebih rendah. Salmon juga mengandung selenium, antioksidan lainnya yang bermanfaat melindungi jantung dari stres oksidatif.

2. Oatmeal
Rasa dari makanan satu ini mungkin tidak terlalu enak, tetapi menambahkannya dengan madu, selai kacang, pisang, stroberi, atau bluberi mampu memperbaiki rasanya. Selain itu, manfaat yang diperoleh dari makanan ini pun sangat baik untuk kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan. Oatmeal juga mengandung serat larut, folat, dan potasium.

3. Walnut dan almond
Sama seperti salmon, walnut dan almond mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Kacang-kacang ini juga mengandung vitamin E, magnesium, folat, dan serat. Penelitian membuktikan, makan satu genggam kacang-kacang ini setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.

4. Bluberi
Bluberi sering kali disebut sebagai makanan super karena mengandung antioksidan poten resveratrol. Banyak studi menyebutkan, resveratrol memiliki peran untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Faktanya, sebuah studi asal Harvard University menemukan, mengonsumsi bluberi dengan stroberi dapat menurunkan risiko serangan jantung lebih dari 30 persen.

5. Teh hijau
Tak hanya karena rasanya yang unik sehingga menjadi favorit banyak orang, teh hijau juga telah lama diketahui memiliki manfaat kesehatan. Pakar obat-obatan herbal asal Tiongkok telah menggunakannya selama berabad-abad. Teh hijau mengandung resveratrol dan katekin yang meningkatkan kandungan antioksidan, mencegah pembentukan plak di pembuluh darah, dan peran antikanker.

6. Kacang merah
Kacang merah juga mengandung asam lemak omega-3 dan serat. Hal ini arti, dengan mengonsumsinya, risiko penyakit jantung pun menurun. Di samping kandungan asam lemak omega-3 yang mampu mengurangi peradangan di dalam tubuh, serat larut yang dikandungnya juga dapat mengurangi kadar kolesterol.

7. Tomat
Makanan yang menyehatkan jantung tidak lengkap jika tidak mencantumkan sayuran. Faktanya, sayuran merupakan makanan yang paling bermanfaat bagi tubuh, dan salah satunya tomat. Tomat mengandung likopen, karotenoid yang berhubungan dengan penurunan risiko stroke.

"Likopen juga sangat efektif dalam mengikat radikal bebas yang dapat mengurangi risiko penuaan," kata Edward Giobannucci, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health.

Sumber *

Minggu, 28 Juli 2013

Kenapa Kurma Dianjurkan Buat Buka Puasa?

Pada bulan Ramadhan ini buah kurma merupakan salah satu buah yang menjadi primadona. Kurma atau dalam bahasa Arab di sebut Tamr adalah sejenis tanaman palma yang buahnya bisa dimakan. Lantas kenapa sih kurma di anjurkan sebagai santapan pembuka puasa?

Pohon kurma berukuran sedang biasanya mencapai 15-25 meter. Buahnya cenderung lonjong atau agak bulat dengan warna yang beragam. Selain itu ada juga yang berwarna kuning keemasan, kuning kecokelatan, merah, hingga hitam.

Pada jaman dahulu buah kurma menjadi makanan pokok. Karena didalam kurma terdapat nutrisi yang beragam, dari karbohidrat, lemak, protein, air, Vitamin C hingga mangan. Dalam 100 gr kurma segar terdapat kandungan energy sebesar 230 kcal, sehingga tak heran kalau kurma menjadi salah satu makanan pembuka puasa ringan.

Selain mengandung karbohidrat yang membantu memberikan energi, buah kurma juga punya banyak khasiat lain di bidang kesehatan.

Dilansir dari majalahkesehatan.com, makan kurma memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti:

1. bangsa Arab Badui yang makan kurma secara teratur kabarnya memiliki tingkat kanker dan penyakit jantung yang rendah.

2. Buah kurma juga kaya akan serat, sehingga dapat menyerap kolesterol jahat di dalam usus. Seratnya akan membantu melindungi selaput lendir usus dengan mengurangi paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar.

3. Sebagai makanan laksatif, kurma dapat melancarkan buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit.

4. Di dalam kurma juga ada kandungan antioksidan yang disebut tanin. Tanin ini bersifat anti-infeksi, anti-inflamasi dan anti-hemoragik.

5. Selain mengandung vitamin C, ada sedikit kandungan vitamin A pada kurma. Menjaga kesehatan mata dan kulit secara alami.

6. Merupakan sumber zat besi yang baik, kurma membantu melancarkan peredaran oksigen di dalam darah.

7. Kurma juga kaya akan vitamin K dan vitamin B, yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, serta berperanan penting dalam pembekuan darah serta metabolisme tulang.

Sekarang, tak ada keraguan lagi untuk menambahkan kurma dalam menu berbuka puasa kan? Seumber *

Selasa, 25 Juni 2013

Diet Sehat Buka Peluang untuk Hidup Lebih Lama


Tujuan dari diet sehat sebenarnya tidak hanya terbatas pada penurunan berat badan agar tubuh Anda langsing. Lebih dari itu, diet yang sehat bertujuan untuk menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan dan memperbesar peluang Anda untuk hidup lebih lama.

Para ahli menyarankan, jika Anda ingin terlihat awet muda, maka salah satu solusi yang tepat adalah dengan menjalankan diet sehat. Nah, seperti apa diet yang sehat itu, berikut beberapa tip menjalankan diet sehat agar Anda awet muda dan berpeluang hidup lebih lama.

Sabtu, 15 Juni 2013

Taoge Menambah Kesuburan, Lho

Minyak Kecambah Gandum
Toage dan makanan lain yang kaya vitamin dan mineral, perlu dikonsumsi oleh wanita yang ingin segera hamil.

Supaya 'subur' dan cepat punya anak, makan taoge banyak-banyak. Anjuran seperti ini sering kita dengar. Pertanyaannya: benarkah? “Pastinya, taoge kaya vitamin dan mineral," ujar dr. Pauline Endang Praptini, Sp.GK dari FKUI, Jakarta. Taoge kaya vitamin E, yang ditengarai dapat membantu menjaga kesehatan sel telur.

Buku The Fertility Diet yang ditulis berdasar hasil studi peneliti di Harvard, Amerika Serikat, pada >18.000 perawat perempuan menyebutkan, mereka yang cukup mengonsumsi asam folat dan zat besi, sedikit mengonsumsi lemak dan karbohidrat sederhana serta cukup berolahraga, lebih mudah hamil.

Jika ditelaah, itu memang pola hidup sehat. Dalam kaitannya dengan fertilitas (kesuburan), pola hidup sehat membuat kadar gula darah stabil sehingga tidak terjadi hiperinsulinemia (kadar insulin berlebih), sehingga capat mencegah terjadinya gangguan ovulasi.

Vitamin dan mineral dapat membantu menjaga fungsi endokrin (kelenjar dan organ yang bertugas memroduksi dan mengatur hormon). Keseimbangan hormon di dalam tubuh akan terjaga, sehingga gangguan kesuburan akibat masalah hormonal bisa dihindari. Selain itu, vitamin dan mineral penting untuk penyerapan nutrisi. Jika penyerapan nutrisi berjalan sempurna, metabolisms tubuh akan baik sehingga semua organ bekerja optimal. Kondisi ini bagus bagi wanita yang ingin segera hamil.

Vitamin dan mineral dapat membantu menjaga fungsi endokrin (kelenjar dan organ yang bertugas memroduksi dan mengatur hormon). Keseimbangan hormon di dalam tubuh akan terjaga, sehingga gangguan kesuburan akibat masalah hormonal bisa dihindari. Selain itu, vitamin dan mineral penting untuk penyerapan nutrisi. Jika penyerapan nutrisi berjalan sempurna, metabolisms tubuh akan baik sehingga semua organ bekerja optimal. Kondisi ini bagus bagi wanita yang ingin segera hamil.

Kalau gangguan ovulasi sudah terjadi, apakah diet capat membantu? "Saya sering mendapat pasien rujukan dari dokter kandungan, yang meminta mereka untuk menurunkan berat badan (BB)," ujar dr. Pauline. Mereka yang mengalami kegemukan, obesitas sentral dan/atau PCOS (polycyctic ovary syndrome atau sindrom polikistik ovarium) bisa mendapat manfaat yang besar.

Penurunan BB harus dilakukan bertahap. "Mungkin butuh waktu 6 bulan bahkan lebih," ungkap dr. Pauline. Intinya, jumlah kalori yang masuk harus seimbang dengan yang dikeluarkan. "Mengurangi makan sepotong martabak atau gorengan saja, sudah memangkas 400-an kilo kalori," ujar dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG, dari FKUI/RSCM.

Konsumsi lemak dan gula termasuk yang perlu dibatasi. Karbohidrat tidak perlu dihindari atau 'dimusuhi'. "Pilih karbohidrat kompleks," ujar dr. Pauline. Karbohidrat kompleks adalah karbohidrat yang tinggi serat, dan umumnya tidak berwarna putih. Misalnya beras dengan kulit ari, beras merah atau oat.

Camilan seperti roti atau biskuit sebaiknya dihindari., karena, "Camilan seperti ini tinggi tepung, yakni karbohidrat yang sederhana (bukan kompleks) dan cepat meningkatkan gula darah," tutur dr. Pauline. Karbohidrat sederhana cepat merangsang insulin. Jika sering mengonsumsi karbohidrat jenis ini, tubuh kita bisa mengalami resistensi insulin. Untuk menurunkan BB, amankah mengonsumsi obat pelangsing? Bila sudah obesitas, obat mungkin diperlukan. Misalnya obat yang menghalangi penyerapan lemak dan/atau memicu pengeluaran lemak dari tubuh. Perlu konsultasi ke dokter karena, bagaimana pun, obat hanyalah bantuan. Diet dan olahraga tetap yang utama.

Sumber

Senin, 29 April 2013

6 Langkah Mengusir Lemak Perut

Memiliki perut rata sangat penting, bukan hanya demi penampilan semata, melainkan juga akan menjauhkan kita dari penyakit.

Timbunan lemak perut telah terbukti akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit serius seperti sindrom resistensi insulin yang akan memicu penyakit diabetes, mengganggu jantung dan pembuluh darah, serta beberapa jenis kanker.

Latihan yang berfokus pada otot-otot di sekitar perut memang bisa membantu mendapatkan otot lebih kencang, tetapi hal itu tak berarti banyak jika Anda tidak melengkapinya dengan olahraga teratur dan pola makan seimbang.

Supaya niat Anda mendapatkan perut yang rata lebih cepat terwujud, ikuti 6 langkah berikut ini.

1. Pilihlah makanan yang kaya serat dan bergizi tinggi ketimbang makanan tinggi lemak dan tinggi kalori. Makanan seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak akan membuat perut kenyang lebih lama sekaligus mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral.

Batasi konsumsi makanan yang diproses atau junk food. Makanlah beberapa kali dalam sehari, termasuk sarapan. Hal ini akan menjaga metabolisme tetap sehat dan memasok energi yang diperlukan tubuh. Hindari melewatkan waktu makan karena akan membuat metabolisme lebih lambat.

2. Konsumsi cairan yang cukup, terutama jika Anda rutin berolahraga atau tinggal di iklim yang lembab. Hindari minum minuman berkalori kosong seperti soda, minuman energi, atau jus buah dalam kemasan. Air akan membuat tubuh berfungsi secara optimal karena ia akan membawa nutrisi ke organ-organ vital.

3. Berolahraga 30-60 menit sedikitnya lima kali dalam seminggu. Mulailah dengan berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau mengikuti gerakan senam dari DVD. Jika Anda sudah punya kebiasaan berolahraga, tingkatkan intensitas latihan untuk mempercepat penurunan berat badan.

4. Latih seluruh kelompok otot tubuh dengan latihan beban, menggunakan bola keseimbangan, atau alat-alat di pusat kebugaran. Lakukan latihan otot tersebut dua atau tiga kali seminggu dalam waktu tidak berurutan sehingga tubuh punya kesempatan beristirahat. Meningkatkan massa otot akan meningkatkan pembakaran lemak dan kalori.

5. Lakukan latihan penguatan otot-otot perut. Lakukan secara teratur dua sampai empat kali dalam seminggu. Hal ini akan membangun dan menguatkan otot-otot perut serta kulit tidak tampak kendur.

6. Kurangi asupan total kalori perhari sekitar 500-1.000 kalori seminggu untuk menurunkan berat sekitar 1 kilogram seminggu.

Minggu, 07 April 2013

10 Cara Tepat Mengusir Perut Buncit

Perut buncit bukan hanya mengganggu penampilan. Sejumlah penyakit mengintip di balik gelembung perut yang besarnya tidak proporsional bagi tubuh itu.

Ahli kesehatan dr. Selfie C. Rijal menuturkan, lemak yang menyebabkan kebuncitan pada perut sebenarnya terdiri dari dua macam. Pertama, lemak yang disimpan oleh tubuh di bawah kulit atau yang biasa disebut lemak subkutan (subcutaneous fat). Kedua, lemak yang disimpan oleh tubuh di rongga perut mengelilingi organ-organ dalam perut, yang biasa disebut lemak visceral (visceral fat).

Lemak visceral yang berada di sekeliling perut merupakan sumber asam lemak bebas yang langsung menuju hati melalui vena porta (vena besar yang membawa darah dari usus ke hati – red.). Lemak ini relatif resisten terhadap kerja insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat).

“Semakin banyak jumlah lemak visceral ini, maka semakin buncit seseorang,” ujarnya. Ditegaskan, banyaknya lemak visceral itu berkorelasi dengan tingkat kebuncitan perut.

Dokter lulusan Universitas Padjajaran tersebut mengungkapkan bahwa dari dua jenis lemak yang menggelembungkan bentuk perut, lemak visceral lebih berbahaya. Sebab, terkait dengan metabolisme seperti resistensi insulin, diabetes, serta sistem peredaran darah.

Dokter yang bekerja untuk RS Sari Asih, Tangerang, ini mengungkapkan semakin buncit seseorang, semakin tinggi kemungkinan mengalami resistensi insulin. Kondisi ini bisa menimbulkan beberapa penyakit. Selfie melanjutkan, penyakit yang rentan terhadap perut buncit di antaranya penyakit jantung, stroke, beberapa jenis kanker, diabetes tipe 2, serta kekebalan insulin. “Memang orang buncit itu mendapat risiko lebih dari penyakit. Itulah mengapa perut buncit perlu dikhawatirkan,” tandasnya.

Bagaimana mengatasinya? Berikut ini tips dari dr. Selfie C. Rijal:

1. Makan lemak sehat
Percaya atau tidak, program diet rendah lemak tidak akan menghilangkan perut buncit. Profesor Mehmet Oz, M.D dari Colombia University mengungkapkan hal tersebut. Yang benar adalah berhenti mengonsumsi nasi putih dan menggantinya dengan roti gandum murni. Makanlah dengan lemak sehat seperti alpukat dan minyak zaitun.

2. Turuti keinginan tubuh
Studi dari American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa jika seseorang mengikuti apa keinginan tubuhnya saat lapar, ia justru cenderung makan lebih sedikit dalam jangka waktu tertentu. Saat seseorang ngidam makan burger keju, mungkin ia akan makan selama beberapa hari dan kemudian tubuh akan merasa bosan dan mengurangi permintaan akan makanan tersebut. Pastikan porsinya tidak berlebihan.

3. Atur porsi makan
Studi yang dilakukan Krista Varady, asisten profesor nutrisi di University of Illinois, Chicago menemukan orang yang mengurangi porsi makan hariannya hingga 25 persen, berat badannya berkurang hingga 15 kg dalam 8 minggu. Begitu pula saat akhir pekan, makan yang terkontrol juga bisa membantu seseorang mengurangi berat badan cukup signifikan.

4. Sit-up tidak hilangkan lemak
Sebanyak apapun sit-up yang Anda lakukan, ia tidak akan membasmi lemak di perut. Ia akan menguatkan otot namun lemak sulit terbakar hanya dengan sit-up. Sebaliknya, Anda harus melakukan latihan menyeluruh di otot besar lainnya seperti kaki, bahu, dada dan lainnya agar proses pembakaran lemak lebih maksimal.

5. Banyak latihan kardio
Jika Anda sudah menguatkan otot besar dengan latihan beban, maka berikutnya bisa mempercepat proses pembakaran lemak dengan latihan kardio. Lari atau aerobik membantu membakar kalori berlebih jika diimbangi dengan membatasi lemak buruk yang dikonsumsi.

6. Jangan kurang/kelebihan tidur
Kurang tidur akan membuat metabolisme tubuh melambat sehingga sulit membakar lemak, sedangkan kelebihan tidur membuat tubuh menjadi pasif dan terbiasa untuk tidak banyak bergerak. Keduanya memicu penumpukan lemak dalam waktu yang lebih cepat.

7. Stop minum minuman bersoda (bahkan soda berlabel "Diet")
Studi 10 tahun yang dilakukan oleh University of Texas menemukan orang yang rutin minum soda diet justru menggemuk lebih cepat ketimbang yang tidak minum. Hal ini disebabkan pemanis buatan dalam soda membuat perut lebih cepat buncit dan membuat rasa lapar lebih mudah datang. Gantilah minuman ini dengan teh atau air lemon murni.

8. Meditasi
Tahukah Anda, saat berdoa dan bermeditasi, hormon stress kortisol akan berkurang produksinya? Ya, inilah hormon yang menyebabkan perut buncit. Jadi, hindarilah stress, perbanyak berdoa dan bermeditasi untuk menenangkan pikiran dan jiwa. Hanya 15 menit sehari, sudah cukup membantu.

9. Gula yang tepat
Memakan makanan manis sudah menjadi gaya hidup orang Indonesia, namun Anda bisa memilih rasa manis yang tepat. Buah memiliki gula alami, begitu pula dengan madu. Saat Anda memakan makanan mengandung gula seperti keripik dan nasi putih, sebagian besar kalori yang masuk berubah menjadi lemak perut.

10. Berolahraga dengan cerdas, bukan dengan keras
Setelah lemak perut mulai berkurang, saatnya untuk memulai latihan perut. Berlatihlah dengan merasakan kontraksi, bukan berlebihan. Otot perut yang kencang akan membantu Anda tampil lebih fit dan segar.

Selasa, 12 Maret 2013

Berpikir Positif Pengaruhi Kadar Kolestrol?

Berpikir positif selain dapat membantu memperbaiki kesehatan jiwa, ternyata juga dapat meningkatkan kadar kolesterol "baik" High Density Lipoprotein (HDL), menurunkan kadar trigliserida dan molekul lemak yang perperan dalam pengerasan pembuluh arteri.

Penelitian terbaru para ahli dari Havard School of Public Health mengindikasikan, bahwa orang usia paruh baya yang berpikir positif terhadap hidupnya memiliki kadar HDL lebih baik yang melindungi jantung, sekaligus menurunkan kadar kolesterol "jahat" low density lipoprotein (LDL).

Menurut para peneliti, salah satu alasannya mungkin berhubungan dengan kecenderungan orang yang berpikir positif untuk memiliki berat badan yang terjaga serta pola makan yang sehat.

Para peneliti menganalisa data dari 990 orang berusia antara 40 sampai 70 tahun yang telah diwawancara dan diperiksa di laboratorium. Berdasarkan hasil wawancara, peserta dapat dinilai tingkat optimisme-nya yang diberi skala 6 sampai 30 berdasarkan pendapat mereka menilai beberapa kalimat.

Orang dengan rasa optimistis tinggi memiliki kadar HDL yang tinggi pula. Untuk setiap kenaikan lima poin dalam skala optimisme yang telah dibuat, HDL dalam darah meningkat satu miligram per desiliter. Para peneliti mengatakan, jumlah tersebut akan menurunkan tiga persen risiko penyakit jantung. Sebagai perbandingan, olahraga rutin dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebanyak 6 persen.

Ketua penulis studi Julia Boeh mengatakan, hasil studi ini menambah bukti bahwa kesehatan jiwa dan fisik saling berkaitan, dan melihat dunia dengan optimisme memiliki manfaat bagi kesehatan.

Franz Messerli, ahli kardiologi dari St. Luke's-Roosevelt Hospital di New York yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan bahwa, "masih meragukan untuk mengatakan optimisme menyebabkan perubahan di kadar kolesterol. Mungkin keduanya dapat dikaitkan dengan variabel ketiga yaitu gaya hidup.

Peneliti dari Havard sebenarnya pun telah meneliti faktor gaya hidup seperti konsumsi alkohol, pola makan, dan berat badan yang dikaitkan dengan optimisme serta lemak dalam darah. Hal tersebut mengindikasikan bahwa orang yang memiliki optimisme memiliki kecenderungan untuk memiliki gaya hidup yang lebih baik sehingga berpengaruh terhadap kadar lemak di dalam tubuhnya.

Sosis Tingkatkan Risiko Kanker Pankreas?

Kembalilah kepada konsumsi makanan alami karena kebiasaan mengasup daging yang sudah diproses seperti sosis akan meningkatkan risiko kanker pankreas. Demikian disampaikan para pakar. Kendati risikonya kanker terbilang kecil namun mengurangi konsumsi daging yang diproses dari menu makanan adalah sebuah langkah sehat.

Berdasarkan analisa terhadap tujuh penelitian yang sudah dipublikasikan, para peneliti di Swedia menemukan peningkatan risiko kanker pankreas sampai 19 persen pada mereka yang mengonsumsi 4 ons daging yang diproses setiap hari.

"Dalam hidup, risiko seseorang terkena kanker pankreas adalah 1,4 persen. Jika kita terbiasa mengonsumsi daging yang diproses seperti sosis atau bacon, risikonya naik menjadi 1,7 persen," kata Dr.Richard Besser.

Menurut data The National Cancer Institute, kanker pankreas diderita 1 dari 65 orang di Amerika. Sebenarnya jika dideteksi dini peluang harapan hidup pasien tinggi, namun kanker ini sulit dideteksi pada stadium awal. Di stadium lanjut, usia harapan hidup pasien dalam 5 tahun hanyalah 5,5 persen.

Seperti halnya jenis kanker lainnya, penyebab pasti kanker pankreas masih belum jelas. Namun kanker ini banyak ditemukan pada mereka yang merokok, menderita diabetes atau obesitas. Faktor lain yang terus digali adalah kebiasaan mengonsumsi daging yang diproses.

Menurut Besser, daging yang diproses juga dikaitkan dengan kanker kolon dan saluran kemih. Daging yang diproses diketahui mengandung garam dan lemak yang tinggi sehingga bisa mengundang gangguan kesehatan lainnya.

Kaitannya dengan kanker, para pakar curiga pada nitrit, bahan kimia pengawet yang dipecah di perut dan terbawa ke pankreas melalui peredaran darah. "Untuk amannya, Anda bisa mencari produk yang tidak mengandung nitrit," kata Besser.

The American Meat Institute Foundation (AMIF) sendiri mengatakan daging merah dan juga daging yang diproses merupakan bagian dari diet seimbang yang sehat. Mereke berpendapat satu studi kecil tidak bisa dipakai sebagai dasar kesimpulan.

"Agar tetap sehat, yang harus diperhatikan adalah pola makan yang seimbang, berat badan ideal, serta gaya hidup yang sehat," kata James Hodges, presiden AMIF.

Pare Berkhasiat Turunkan Berat Badan

Pare dikenal juga dengan karela, berwarna hijau dan berbiji banyak. Permukaannya tidak rata dan berkerut-kerut. Meskipun rasanya pahit, ternyata pare mengandung banyak nutrisi. Bahkan jika dikonsumsi rutin mampu menurunkan berat badan.

Ternyata sering mengonsumsi pare dapat membantu menurunkan berat badan. Tidak hanya itu, pare juga ampuh menurunkan glukosa darah. Kerena itu sangat baik dikonsumsi bagi penderita diabates. Juga dapat mencegah risiko terkena diabetes tipe 2.

Umumnya gula darah yang meningkat terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Nantinya makanan manis ini akan mengirimkan sinyal ke pankreas untuk melepaskan hormon insulin dan menyimpannya lemak. Dengan begitu berat badanpun bisa cepat meningkat.

Menurut penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention, pare mengandung kalori yang rendah. Karenanya jika dikonsumsi banyak tidak akan membuat berat badan naik. Dengan jumlah kalori per cangkirnya sekitar 16 kkal.

Seperti dikutip Times of India, Minggu (10/3/2013), pare juga mengandung banyak air sekitar 90 persen per buah. Kandungan air yang dikonsumsi ini dapat menekan nafsu makan karena memberikan rasa kenyang lebih lama.

Rasa kenyang juga bisa tertahankan, karena kandungan serat dalam pare yang mencapai 2,6 gram per 100 gram pare. Kadar serat ini ternyata membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah di perut, sehingga bisa mencegah rasa lapar lebih lama.

Pernyataan tersebut juga tercantum dalam Pedoman Diet dari Departemen Kesehatan di India. Menerapkan diet tinggi serat dapat membantu mengontrol berat badan. Sekitar 100 gram pare juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin C sekitar 70 % dan 9 % vitamin A.

Jika tidak suka rasa pahit jangan khawatir, karena rasa pahit pada pere bisa dikurangi. Taburi pare yang sudah diiris atau dipotong dengan sedikit garam lalu remas-remas hingga berair, bilas air dingin dan olah sesuai resep.

Kamis, 02 Agustus 2012

Makanan-makanan Pembakar Lemak

Anda frustasi dengan berat badan? Eits, jangan khawatir! Jika olahraga dan diet tak sukses menurunkan berat badan, coba deh konsumsi beberapa makanan yang dipercaya membantu membakar kalori.

Kecilkan ukuran pinggang Anda dengan mengasup makanan ini, yuk.

Kacang Almond

Tambahkan kacang almond pada makanan Anda sehari-hari. Struktur serat yang terdapat di dalamnya mengurangi penyerapan pada lemak, sehingga hanya sedikit kalori yang terserap oleh tubuh Anda. Selain itu, kadar protein dan asam lemak tak jenuh tunggal yang ada juga membuat Anda merasa kenyang lebih lama sehingga menjauhi keinginan untuk mengemil.

Tip: Untuk meningkatkan rasa pada kacang, panggang di dalam oven dengan suhu 180 derajat celcius selama lima hingga sepuluh menit.

Telur

Konsumsi telur pada saat sarapan. Mereka yang mengonsumsi telur di pagi hari akan merasa lebih kenyang sepanjang hari. Ini karena kombinasi antara protein dan lemak baik yang terdapat di dalamnya. Selain itu, telur juga mengandung sedikit kalori.

Tip: Untuk mencegah kulit telur agar tidak pecah saat direbus, tambahkan dua sendok teh cuka ke dalam air. Selain menjaga kulit telur, cuka juga membuat proses pengelupasan telur menjadi lebih mudah.

Kayu manis

Jerry Seinfield, komedian, pernah berkata bahwa kayu manis seharusnya ada di atas meja bersama garam dan lada. Jadi, jika ada yang bertanya apa yang akan membuat makanan menjadi lebih lezat kita akan mudah menjelaskannya.

Kayu manis bukan saja membuat makanan menjadi lebih harum tetapi juga berkhasiat untuk menurunkan berat badan. Setengah sendok kayu manis pada makanan akan mengurangi berat badan sebanyak satu kilo setiap bulannya. Selain itu, kayu manis juga mengontrol hormon insulin yang biasa naik sehabis makan - yang membuat Anda merasa lapar - dan menaikkan metabolisme untuk membakar kalori.

Tip: Untuk cemilan yang menyehatkan, potong apel kotak-kotak lalu taburi kayu manis dan panggang di oven hingga kecokelatan.

Yogurt

Memakan yogurt rendah lemak membantu tubuh Anda untuk membakar lemak lebih banyak. Kadar kalsium dan protein yang terdapat di dalamnya mengutamakan penurunan berat badan sebagai salah satu diet ketat dan menjaga massa otot.

Tip: Ganti whipped cream dengan yogurt pada makanan penutup Anda atau gunakan yogurt polos sebagai pengganti mayonaise pada sandwich.

Lentil

Tambahkan lentil dan kacang-kacangan pada sup untuk membantu mengenyangkan perut Anda. Kacang dan lentil kaya akan leucine, yang membantu untuk menurunkan berat badan tanpa harus melakukan diet secara khusus.

Tip: Rendam lentil semalaman, lalu masak dan simpan di dalam kulkas. Saat lentil disimpan di dalam wadah kedap udara dan terendam oleh air, mereka akan bertahan hingga tiga bulan.

Sup

Mereka yang mengonsumsi sup terlebih dahulu sebelum menyantap makanan utama akan mengasup lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang tidak makan sup. Peneliti dari Pennsylvania State University menyatakan bahwa mengonsumsi sup pada awal makanan akan membuat Anda merasa kenyang lebih awal sehingga mengurangi asupan kalori hingga lima persen.

Tip: Trik terbaik adalah menambah satu atau dua kentang saat memasak sup dan mendiamkan hingga 15 menit. Ini membantu menyerap kadar garam di dalam sup.

Sambal

Untuk memberikan rasa yang lebih berani pada salad dan sandwich Anda, ganti dressing dengan sambal: satu sendok teh sambal mengandung 10 kalori tetapi penuh akan serat yang membantu Anda merasa kenyang setiap saat. Kandungan capsaisin yang terdapat di dalam cabai juga akan mendorong level metabolik Anda sebanyak tiga jam dengan menaikkan temperatur tubuh.

Tip: Sambal sangat mudah untuk dibuat sendiri. Potong bawang merah, paprika merah, 2 tomat, dan cabai rawit, lalu campurkan dengan sedikit cuka dan daun ketumbar.

Tumbuhan Herbal

Herbal menambahkan wangi pada setiap makanan tanpa harus menambah jumlah kalori. Penelitian menyatakan bahwa tumbuhan herbal merangsang indera penciuman dan perasa Anda sehingga membantu untuk merasa kenyang lebih cepat dan mengurangi jumlah yang diasup.

Tip: Gunakan banyak rosemary atau sage saat memasak daging. Rosemary baik untuk mencegah radang dan sage juga bagus untuk pencernaan.



Sabtu, 31 Desember 2011

Sisi Baik 5 Makanan Jahat

Bisa dibilang 5 makanan ini merupakan musuh besar bagi mereka yang sedang menjalani diet. Alasannya, makanan ini terlalu tinggi lemak, karbohidrat, dan kalori.

Tapi tahukah, kalau kelimanya memiliki sisi baik sendiri yang membuatnya patut untuk didekati. Bahkan, diam-diam mereka juga punya khasiat tambahan yang menyehatkan. Inilah sisi baik kelima makanan yang kerap dianggap “jahat” itu.

Selai kacang

Sisi buruk: Siapa sangka di balik kenikmatan selai ini, tersembunyi lemak yang tinggi, sekitar 180-210 kalori per sajian. Angka yang cukup untuk menjadikannya musuh dalam selimut bagi para pediet.

Sisi baik: Makanan ini terkenal sebagai sumber kalori. Namun, jangan salah. Selai kacang menyediakan protein dan folat yang penting untuk membentuk kesehatan dari sel-sel baru.

Batasan: Jika tak ingin diet rusak, konsumsilah selai kacang dalam batas-batas tertentu. Puaskan lidah dengan satu atau dua sendok makan setiap hari. Satu sendok selai kacang mengandung sekitar 90 kalori.

Telur


Sisi buruk: Merupakan sumber utama kolesterol, terutama lemak yang terkandung dalam kuning telur. Lemak inilah yang biasa dihindari oleh mereka yang memiliki gangguan kesehatan jantung. Apalagi fakta yang membuktikan dalam satu butir telur terkandung 212 mg kolesterol.

Sisi baik: Ahli medis membuktikan lemak yang terkandung dalam telur tidaklah sejahat lemak jenuh dan lemak trans. Kedua lemak inilah yang sebenarnya merupakan penjahat utama dalam menaikkan kolesterol dalam darah. Selain itu, kuning telur mengandung lutein dan zeaxanthin yang bisa mengurangi risiko kebutaan pada orang berusia di atas 50 tahun.

Batasan: Jangan ragu untuk menyantap telur di pagi hari. Satu butir telur hanya mengandung 71 kalori. Jumlah ini cukup baik bagi mereka yang sedang menjalani diet. Bahkan penelitian mengatakan sarapan dengan telur membakar kalori lebih banyak ketimbang sarapan roti bakar dengan selai.

Daging Sapi


Sisi buruk: Daging sapi termasuk ke dalam daftar daging merah yang dihindari. Alasannya karena penuh dengan lemak jenuh dan kolesterol. Dua hal ini harus dijauhi oleh mereka yang peduli akan kesehatan jantung.

Sisi baik: Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber protein yang rendah lemak dan kaya akan zat besi. Zat ini merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk membawa oksigen dari paru-paru ke sel-sel di seluruh tubuh. Hal ini terutama dibutuhkan oleh wanita yang sedang mengandung.

Batasan: Dibandingkan menghindari semua jenis daging sapi, ada baiknya kita memilih untuk mengonsumsi daging sapi tanpa lemak. Misalnya, filet mignon dan sirloin. Dengan demikian, kita akan terhindar dari lemak jenuh sambil tetap mendapatkan asupan protein dan zat besi yang dibutuhkan tubuh.

Cokelat

Sisi buruk: Camilan ini identik dengan kandungan lemak dan gula yang sangat tinggi.

Sisi baik: Jangan terburu-buru mengernyitkan dahi ketika disuguhi cokelat, terutama jika itu adalah dark chocolate. Cokelat yang satu ini mengandung flavanoid, antioksidan yang berfungsi menurunkan tekanan gula dalam darah. Tentu saja hal ini baik untuk kesehatan kardiovaskular.

Batasan: Penelitian dari Swiss menemukan mengonsumsi dark chocolate sebanyak 40 gram setiap hari selama dua minggu bisa mengurangi kadar hormon stres, yaitu kortisol. Namun, jangan kebablasan dalam mengonsumsinya. Dalam 40 gram dark chocolates terkandung 235 kalori.

Kentang

Sisi buruk: Kentang menduduki peringkat yang cukup tinggi dalam tingkat angka glikemik indeks (GI). Semakin tinggi angka glikemik indeks suatu makaan, semakin cepat pula makanan tersebut menaikkan gula darah kita. Kentang juga terbukti mengganggu produksi insulin yang menjadi problem besar untuk para penderita diabetes.

Sisi baik: Kentang diam-diam merupakan sumber serat, potassium, dan vitamin C yang cukup menggiurkan. Jika kita tidak mengonsumsinya teralalu banyak, angka GI kentang tak akan cukup besar pengaruhnya dalam tubuh.

Batasan: Makanlah kentang dengan sedikit menambahkan minyak zaitun ke atasnya. Dengan demikian kentang akan berubah menjadi menu yang memiliki GI yang rendah. Minyak zaitun akan menambahkan lemak yang berfungsi menyerap karbohidrat yang dihasilkan oleh kentang itu sendiri.


Kompas


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...