Minggu, 09 Februari 2014

Hormon Penyebab Ngantuk Ini Juga Menghambat Kanker Payudara

"Penemuan kunci dari penelitian ini adalah
kita dapat mengetahui efek obat ini
terhadap perkembangan tumor,"
papar
Adarsh Shankar.
Fungsi hormon melatonin dalam tubuh memang sudah diketahui secara umum. Melatonin adalah hormon yang berfungsi untuk mengatur jam biologis tubuh kita, sehingga pada jam tertentu, tubuh akan merasa mengantuk dan akhirnya tertidur. Namun penelitian terbaru dari Amerika menemukan fungsi lain dari melatonin. Apa itu?

Penelitian yang dilakukan di Henry Ford Hospital, Detroit, Amerika Serikat itu mengungkapkan bahwa melatonin dapat menghambat perkembangan sel kanker. Hal ini terjadi karena melatonin sendiri adalah antioksidan alami dari tubuh yang mampu mengurangi jumlah partikel radikal bebas.

Untuk mengetahui fungsinya dalam penghambatan perkembangan sel kanker, peneliti melakukan percobaan dengan mengkombinasikan melatonin tambahan dengan kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormon dan imunoterapi.


Percobaan dilakukan kepada tikus dengan kanker payudara triple negatif. Tikus-tikus tersebut dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama mendapat suntikan melatonin tambahan satu jam sebelum lampu dimatikan. Sementara kelompok kedua tidak mendapat suntikan apapun dan berfungsi sebagai kelompok pembanding.

Lampu pada laboratorium dimatikan pukul 9 malam tiap harinya selama 21 hari. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan efek melatonin, karena melatonin bekerja lebih baik ketika gelap. Setelah 21 hari, para peniliti melihat perkembangan sel kanker dari kedua kelompok tersebut menggunakan sinar x-ray.

Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok pertama yang diberi suntikan tambahan melatonin memiliki tumor yang lebih kecil. Selain itu, mereka juga mengalami pertumbuhan sel kanker yang lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok kedua. Hal ini terjadi karena terhambatnya pembuatan pembuluh darah baru yang digunakan sel kanker untuk menyebar dan memperbesar tumor.

Adarsh Shankar, salah tim peneliti dari Department of Radiology di Henry Ford Hospital, mengatakan bahwa penelitian tentang efek melatonin pada kanker payudara ini tidak pernah dilakukan oleh orang lain sebelumnya.

"Penemuan kunci dari penelitian ini adalah kita dapat mengetahui efek obat ini terhadap perkembangan tumor," paparnya seperti dilansir Medicaldaily, Kamis (6/2/2014).

Penelitian tentang efek melatonin terhadap kanker payudara memang baru dilakukan oleh Dr Shankar dan rekan-rekannya. Namun hubungan antara melatonin dengan tumor sudah pernah di beritakan sebelumnya. Bulan lalu bahkan ditemukan fakta bahwa pria yang tidurnya cukup dan teratur memiliki penurunan risiko kanker prostat sebanyak 75 persen. Sumber *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...