Di negara Timur Tengah, biasanya orang memanfaatkan susu unta untuk menambah asupan nutrisi. Karena susu unta memiliki lebih banyak kandungan vitamin C, zat besi, dan rendah lemak daripada susu sapi.
Namun, di Midwest, Amerika beberapa orang menggunakan susu unta sebagai perawatan kulit dari Yordania. Penelope Shihab selaku pendiri sebuah perusahaan biotek di Yordania dan merupakan wanita yang berperan penting dalam pertumbuhan produk kecantikan di Missouri.
Para ilmuwan di perusahaan Shihab, di Amman yang disebut MONOJO, telah menganalisis antibodi dalam susu unta. Seperti yang dilansir dalan NPR (04/02/2014), ternyata kandungan protein dalam susu unta dapat membantu melawan infeksi, mencegah patogen asing menempel ke dalam tubuh, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Tampilkan postingan dengan label kaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kaya. Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 Februari 2014
Selain Kaya Nutrisi Susu Unta Juga Berkhasiat Sebagai Obat Jerawat
Label:
antibodi,
kaya,
Khaled Al- Qaoud,
khasiat,
MONOJO,
nutrisi,
Obat Jerawat,
Penelope Shihab,
perawatan kulit,
protein sangat tinggi,
rendah lemak,
Skinue,
Susu Unta,
vitamin C,
Yordania,
zat besi
Kamis, 07 Maret 2013
Orang Kaya Lebih Panjang Umur
Uang mungkin tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi uang akan membantu kita menghindari penyakit akibat rasa tak bahagia dan stres. Itu sebabnya mengapa menurut penelitian di Inggris meski sama-sama stres, tetapi orang kaya hidup lebih lama dibandingkan dengan orang miskin.
Menurut ketua peneliti, Dr Antonio Ivan Lazzarino, kombinasi antara kemiskinan dan stres bisa menjadi "bom" bagi kesehatan.
Penelitian yang dilakukan Lazzarino itu berusaha mengetahui apakah kombinasi antara kemiskinan dan stres berdampak pada usia harapan hidup seseorang.
Namun, penelitian itu tidak menyebutkan dengan pasti berapa tahun perbedaan usia harapan hidup antara orang kaya dan miskin. Tidak dijelaskan pula mengapa secara biologi orang kaya bisa merespons stres lebih baik.
Penelitian yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine itu meneliti database lebih dari 66.500 orang di Inggris yang berusia di atas 35 tahun antara tahun 1994 dan 2004.
Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang status ekonominya lemah dan mengalami stres cenderung meninggal lebih cepat.
Selain respons stres yang lebih baik, orang yang status finansialnya baik juga memiliki asuransi kesehatan yang baik.
Menurut ketua peneliti, Dr Antonio Ivan Lazzarino, kombinasi antara kemiskinan dan stres bisa menjadi "bom" bagi kesehatan.
Penelitian yang dilakukan Lazzarino itu berusaha mengetahui apakah kombinasi antara kemiskinan dan stres berdampak pada usia harapan hidup seseorang.
Namun, penelitian itu tidak menyebutkan dengan pasti berapa tahun perbedaan usia harapan hidup antara orang kaya dan miskin. Tidak dijelaskan pula mengapa secara biologi orang kaya bisa merespons stres lebih baik.
Penelitian yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine itu meneliti database lebih dari 66.500 orang di Inggris yang berusia di atas 35 tahun antara tahun 1994 dan 2004.
Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang status ekonominya lemah dan mengalami stres cenderung meninggal lebih cepat.
Selain respons stres yang lebih baik, orang yang status finansialnya baik juga memiliki asuransi kesehatan yang baik.
Label:
Archives of Internal Medicine,
asuransi,
bahagia,
biologi,
bom,
Dr Antonio Ivan Lazzarino,
hidup,
Inggris,
kaya,
lebih lama,
meninggal lebih cepat,
panjang,
penelitian,
penyakit,
stres,
uang,
umur
Langganan:
Postingan (Atom)