Paparan sinar matahari selama ini selalu dianggap sebagai biang keladi penyebab kulit menjadi kusam dan keriput. Padahal, hobi kita mengonsumsi makanan manis merupakan penyebab terbesar mengapa tanda-tanda penuaan lebih cepat muncul.
Setiap tahun setiap wanita menghabiskan jutaan rupiah untuk membeli produk perawatan kulit dengan teknologi terkini. Kita lebih percaya pada iklan yang mengklaim produk tersebut secara ajaib akan menjaga kulit senantiasa awet muda.
Tampilkan postingan dengan label cegah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cegah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 22 Januari 2014
Cegah Keriput, Mulailah Kurangi Makanan Manis
Label:
cegah,
diabetes,
elastisitas,
hipertensi,
kering,
Keriput,
kulit,
kurangi,
kusam,
makanan,
manis,
Mulai,
penuaan,
penyakit jantung,
penyebab,
pola makan buruk,
rentan infeksi,
sinar matahari,
terbesar,
tidak sehat
Jumat, 06 September 2013
Brokoli Cegah Radang Sendi
Satu zat yang ditemukan pada brokoli dapat menjadi kunci mencegah atau memperlambat perkembangan bentuk paling umum arthritis, menurut penelitian yang disiarkan di jurnal Arthritis & Rheumatismon, Rabu (28/8).
Hasil dari studi laboratorium memperlihatkan sulforaphane dapat memperlambat kerusakan tulang rawan pada persendian yang berkaitan dengan osteoarthritis, yang menyakitkan dan membuat lemah tubuh.
Di dalam penelitian tersebut, tikus yang diberi makan makanan yang kaya akan senyawa itu secara mencolok memiliki lebih sedikit kerusakan tulang rawan dan osteoarthritis dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi makan brokoli.
Osteoarthritis (OA), yang juga dikenal sebagai radang sendi degeneratif atau penyakit sendi degeneratif, adalah satu kelompok gangguan mekanis yang melibatkan penurunan fungsi sendi, termasuk tulang rawan artikular serta tulang subchondral. Gejalanya mungkin meliputi nyeri sendi, nyeri saat disentuh, kaku, sendi terasa macet dan kadang-kala efusi.
Para peneliti tersebut mengatakan, sulforaphane dikeluarkan saat orang makan sayuran persilangan seperti kubis Brussels dan kol, tapi terutama brokoli.
Penelitian sebelumnya telah menyatakan sulforaphane memiliki kandungan anti-kanker dan anti-radang.
Para peneliti itu mendapati sulforaphane menghalangi enzim yang mengakibatkan kerusakan sendi dengan menghentikan molekul penting yang diketahui mengakibatkan radang.
Studi tersebut melibatkan peneliti dari Universiyt of East Anglia, bersama dengan University of Oxford and Norfolk dan Norwich University Hospital.
"Selain mengobati mereka yang sudah memiliki kondisi itu, anda perlu bisa membritahu orang yang sehat bagaimana melindungi persendian pada masa depan," kata Ian Clark, pemimpin peneliti tersebut.
"Saat ini, tak ada cara menangani penyakit itu secara farmasi dan anda tak bisa memberi orang sehat obat yang tidak perlu, jadi di sini lah makanan dapat menjadi pilihan yang aman." Sumber *
Hasil dari studi laboratorium memperlihatkan sulforaphane dapat memperlambat kerusakan tulang rawan pada persendian yang berkaitan dengan osteoarthritis, yang menyakitkan dan membuat lemah tubuh.
Di dalam penelitian tersebut, tikus yang diberi makan makanan yang kaya akan senyawa itu secara mencolok memiliki lebih sedikit kerusakan tulang rawan dan osteoarthritis dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi makan brokoli.
Osteoarthritis (OA), yang juga dikenal sebagai radang sendi degeneratif atau penyakit sendi degeneratif, adalah satu kelompok gangguan mekanis yang melibatkan penurunan fungsi sendi, termasuk tulang rawan artikular serta tulang subchondral. Gejalanya mungkin meliputi nyeri sendi, nyeri saat disentuh, kaku, sendi terasa macet dan kadang-kala efusi.
Para peneliti tersebut mengatakan, sulforaphane dikeluarkan saat orang makan sayuran persilangan seperti kubis Brussels dan kol, tapi terutama brokoli.
Penelitian sebelumnya telah menyatakan sulforaphane memiliki kandungan anti-kanker dan anti-radang.
Para peneliti itu mendapati sulforaphane menghalangi enzim yang mengakibatkan kerusakan sendi dengan menghentikan molekul penting yang diketahui mengakibatkan radang.
Studi tersebut melibatkan peneliti dari Universiyt of East Anglia, bersama dengan University of Oxford and Norfolk dan Norwich University Hospital.
"Selain mengobati mereka yang sudah memiliki kondisi itu, anda perlu bisa membritahu orang yang sehat bagaimana melindungi persendian pada masa depan," kata Ian Clark, pemimpin peneliti tersebut.
"Saat ini, tak ada cara menangani penyakit itu secara farmasi dan anda tak bisa memberi orang sehat obat yang tidak perlu, jadi di sini lah makanan dapat menjadi pilihan yang aman." Sumber *
Label:
anti-kanker,
anti-radang,
brokoli,
Brussels,
cegah,
Ian Clark,
kol,
kubis,
OA,
osteoarthritis,
radang,
radang sendi degeneratif,
Sendi,
sulforaphane
Senin, 10 Juni 2013
Ganja Berpotensi Cegah Kerusakan Otak
Ganja adalah tanaman narkotika yang manfaat dan efek buruknya masih menjadi kontroversi. Di tengah perdebatan baik buruknya ganja bagi kesehatan, penelitian ilmiah mengenai kandungan aktif zat ini terus berkembang.
Salah satu yang terbaru adalah potensi ganja sebagai obat masa depan yang dapat mengembalikan fungsi otak manusia setelah mengalami cedera atau trauma.
Salah satu yang terbaru adalah potensi ganja sebagai obat masa depan yang dapat mengembalikan fungsi otak manusia setelah mengalami cedera atau trauma.
Sebuah penelitian kecil menggunakan hewan di laboratorium mengindikasikan, ganja memiliki efek neuroprotektif. Beberapa riset juga menyebutkan bahwa kandungan aktif dalam ganja diduga dapat melindungi otak dari penyakit degeneratif saraf seperti sklerosis, alzheimer, huntington dan parkinson.
Para ahli dari Adelson Center for Biology of Addictive Diseases di Tel Aviv University Israel mencoba mengeksplorasi khasiat kandungan utama ganja. Mereka berteori bahwa dosis ekstra rendah tetrahydrocannabinol (THC) dapat memicu kerusakan kecil pada otak, yang sebenarnya merupakan upaya 'prekondisi' dalam mengantisipasi kerusakan yang lebih serius akibat beragam penyebab, misalnya karena kekurangan oksigen, terbentur, atau paparan racun dan obat-obatan.
"Dalam kondisi ini, ganja seperti halnya vaksin. Dia melukai sebelum menyediakan pertahanan untuk luka traumatik," kata Dr. Yosef Sarne, salah seorang peneliti.
Pada tes laboratorium, THC dapat mempengaruhi sinyal antar sel. Sinyal ini mencegah sel dari risiko kematian dan merangsang pertumbuhannya. "Kami yakin dalam prosesnya THC dalam ganja, akan berefek sama pada manusia. Walau begitu, penggunaan ganja pada manusia masih perlu diteliti," kata Sarne.
Para ahli dari Adelson Center for Biology of Addictive Diseases di Tel Aviv University Israel mencoba mengeksplorasi khasiat kandungan utama ganja. Mereka berteori bahwa dosis ekstra rendah tetrahydrocannabinol (THC) dapat memicu kerusakan kecil pada otak, yang sebenarnya merupakan upaya 'prekondisi' dalam mengantisipasi kerusakan yang lebih serius akibat beragam penyebab, misalnya karena kekurangan oksigen, terbentur, atau paparan racun dan obat-obatan.
"Dalam kondisi ini, ganja seperti halnya vaksin. Dia melukai sebelum menyediakan pertahanan untuk luka traumatik," kata Dr. Yosef Sarne, salah seorang peneliti.
Pada jurnalnya yang dipublikasikan dalam Behavioural Brain Research dan Experimental Brain Research, Sarne menyuntikkan THC pada tikus. Setiap tikus disuntik THC dengan dosis seribu sampai 10 ribu kali lebih rendah dibanding yang biasa ditemukan. Tikus ini kemudian direkayasa untuk menghadapi trauma pada otak beberapa hari kemudian.
Menurut peneliti, penyuntikan THC dapat merangsang proses biokimia dalam otak. Proses ini melindungi sel dan fungsi kognitif otak. Tikus dengan THC juga menunjukkan memori yang lebih baik dalam tes yang dilakukan 3 sampai 7 minggu setelah mengalami trauma otak. Tikus-tikus ini juga menunjukkan kenaikan kadar zat kimia neuroprotektif yang lebih tinggi dibanding kelompok lain.
Pada tes laboratorium, THC dapat mempengaruhi sinyal antar sel. Sinyal ini mencegah sel dari risiko kematian dan merangsang pertumbuhannya. "Kami yakin dalam prosesnya THC dalam ganja, akan berefek sama pada manusia. Walau begitu, penggunaan ganja pada manusia masih perlu diteliti," kata Sarne.
Label:
Berpotensi,
cegah,
degeneratif,
Ganja,
Kerusakan,
kontroversi,
luka traumatik,
memori,
narkotika,
neuroprotektif,
obat masa depan,
otak,
prekondisi,
tetrahydrocannabinol,
THC,
Yosef Sarne
Rabu, 08 Mei 2013
Cegah Rambut Rontok dengan Rutin Konsumsi Teh Hijau dan Wortel
Jakarta - Rambut perlu nutrisi dari dalam dan luar. Kerontokan yang umum terjadi pada setiap orang bisa diakibatkan oleh kulit kepala yang tidak sehat. Kandungan omega-3 dalam ikan salmon dan vitamin B dalam daging efektif menjaga kulit kepala tetap sehat.
Rambut yang indah, kuat dan berkilau didambakan banyak orang. Untuk menjaganya perlu asupan nutrisi yang berkhasiat untuk rambut. Berikut lima jenis makanan yang dapat membantu kulit kepala tetap sehat dan kuat.
1. Ikan salmon
Selain dapat meningkatkan fungsi otak. Ikan salmon yang kata protein, vitamin D dan asam lemak omega-3 berguna untuk merawat kulit kepala dan mencegah kerontokan. Tiap batang rambut akan terhidrasi dengan baik jika rutin makan salmon.
2. Daging
Menurut ahli peremajaan kulit Dr. Sandeep Suttar di Mumbai, mengkonsumsi daging setidaknya dua kali sehari dapat membantu meningkatkan nutrisi rambut. Vitamin B, zat besi, zinc, dan mineral di dalam daging akan menguatkan kulit kepala dan akar rambut.
3. Teh hijau
Kehadiran polifenol dalam teh hijau ampuh menjaga kulit kepala tetap sehat. Termasuk mencegah datangnya ketombe dan juga membuat rambut jadi berkilau. Selain diminum teh hijau juga bisa digunakan sebagai campuran bahan shampoo.
4. Wortel
Kandungan vitamin A dalam wortel tak hanya menyehatkan mata, tetapi juga dapat menjaga kesehatan kulit kepala. Keberadaan vitamin A membantu pembentukan sebum atau minyak pada kulit kepala. Unsur penting ini akan membantu menjaga kulit kepala dan rambut agar jadi lembab
5. Telur
Dua nutrisi dalam telur seperti biotin dan vitamin B merupakan elemen penting untuk membantu menjaga kesehatan rambut agar bersinar dan berkilau. Karena itulah telur sering kali digunakan sebagai bahan tambahan pembuatan shampo.
Sumber: *
Sabtu, 04 Mei 2013
Dua Sendok Makan Minyak Olive Sehari Cegah Penyakit Jantung
Banyak penelitian mengungkap kehebatan minyak buah zaitun ini. Minyak yang diperah dari biji buah zaitun yang masak ini bukan hanya bisa mencegah kanker tetapi mencegah serangan jantung. Cukup konsumsi 2 sendok makan per hari!
Penelitian tentang minyak olive atau zaitun ini sudah banyak dilakukan. Namun, hanya sedikit yang mengungkap khasiat minyak ini untuk mengurangi angka kematian. Sebuah riset terbaru menyebutkan bahwa minyak olive yang dikonsumsi 2 sendok makan per hari bisa mengurangi resiko kematian akibat penyakit jantung.
Kesimpulan ini didapat dari riset yang melibatkan 41.000 orang dewasa dalam European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition ini dimulai 20 tahun silam. Hasilnya dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition. Disebutkan bahwa minyak olive tidak bisa mengurangi angka kematian karena kanker. Justru dampaknya pada angka kematian akibat serangan jantung.
Manfaat minyak olive ini sangat besar untuk kesehatan jantung. 'Penemuan ini sangat berarti. Sekaligus mengkonfirmasi bahwa minyak olive sangat bagus buat jantung,'demikian Dr. Charles Knight dari British Cardiovascular Society seperti dilansir dailymail.
Minyak olive sangat kaya akan minyak jenuh tunggal dan polyphenol, zat yang memampu meredam peradangan dan mengurangi resiko penggumpalan. Peneliti Spanyol meneliti kebiasaan makan 10.622 laki-laki dan wanita usia 29-69 tahun dan dilacak selama 13 tahun untuk mengetahui efek minyak olive ada angka kematian.
Dalam masa penelitian itu, hanya 2000 orang meninggal, 956 karena kanker dan 416 karena penyakit jantung. Data menunjukkan jumlah yang meninggal karena penyakit jantung merupakan yang paling sedikitmengonsumsi minyak olive. Mereka yang mengonsumsi 29 gram minyak olive per hari atau 2 sendok makan, berkurang resikonya 44% dari kematian karena problem jantung.
Minyak olive banyak dikonsumsi dalam diet Mediteranian. Dalam diet ini banyak dikonsumsi sayuran dan buah segar dan minyak olive dipakai sebagai dressing atau saus salad. Minyak olive juga bisa dipakai untuk memanggang atau menumis dan yang paling bagus dikonsumsi adalah jenis extra virgin, minyak olive paling murni.
Penelitian tentang minyak olive atau zaitun ini sudah banyak dilakukan. Namun, hanya sedikit yang mengungkap khasiat minyak ini untuk mengurangi angka kematian. Sebuah riset terbaru menyebutkan bahwa minyak olive yang dikonsumsi 2 sendok makan per hari bisa mengurangi resiko kematian akibat penyakit jantung.
Kesimpulan ini didapat dari riset yang melibatkan 41.000 orang dewasa dalam European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition ini dimulai 20 tahun silam. Hasilnya dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition. Disebutkan bahwa minyak olive tidak bisa mengurangi angka kematian karena kanker. Justru dampaknya pada angka kematian akibat serangan jantung.
Manfaat minyak olive ini sangat besar untuk kesehatan jantung. 'Penemuan ini sangat berarti. Sekaligus mengkonfirmasi bahwa minyak olive sangat bagus buat jantung,'demikian Dr. Charles Knight dari British Cardiovascular Society seperti dilansir dailymail.
Minyak olive sangat kaya akan minyak jenuh tunggal dan polyphenol, zat yang memampu meredam peradangan dan mengurangi resiko penggumpalan. Peneliti Spanyol meneliti kebiasaan makan 10.622 laki-laki dan wanita usia 29-69 tahun dan dilacak selama 13 tahun untuk mengetahui efek minyak olive ada angka kematian.
Dalam masa penelitian itu, hanya 2000 orang meninggal, 956 karena kanker dan 416 karena penyakit jantung. Data menunjukkan jumlah yang meninggal karena penyakit jantung merupakan yang paling sedikitmengonsumsi minyak olive. Mereka yang mengonsumsi 29 gram minyak olive per hari atau 2 sendok makan, berkurang resikonya 44% dari kematian karena problem jantung.
Minyak olive banyak dikonsumsi dalam diet Mediteranian. Dalam diet ini banyak dikonsumsi sayuran dan buah segar dan minyak olive dipakai sebagai dressing atau saus salad. Minyak olive juga bisa dipakai untuk memanggang atau menumis dan yang paling bagus dikonsumsi adalah jenis extra virgin, minyak olive paling murni.
Label:
biji,
British Cardiovascular Society,
buah,
cegah,
Charles Knight,
dua,
extra virgin,
jantung,
kematian,
minyak,
olive oil,
penelitian,
penyakit,
sendok,
serangan,
zaitun
Sabtu, 29 September 2012
8 Gaya Hidup Sehat Pencegah Kanker
Faktor genetik memang punya peran dalam terjadinya kanker, tetapi bukan berarti kanker pasti diwariskan dan kita cuma bisa pasrah menerima takdir. Gaya hidup sehat telah terbukti bisa mencegah kanker.
Menurut American Cancer Society, pola hidup sehat juga bisa mencegah hampir separuh kematian akibat kanker. Dan berikut adalah 8 gaya hidup sehat yang dianjurkan untuk menghindari kanker.
1. Tidak merokok
Hindari merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya. Merokok adalah penyebab berbagai jenis kanker, mulai dari kanker paru, kerongkongan, mulut, tenggorokan, perut, dan pankreas. Merokok juga menjadi penyebab utama kematian yang bisa dicegah.
2. Skrining teratur
Jadikan skrining kanker sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Skrining kanker bisa mendeteksi kanker payudara, serviks, dan kanker kulit dalam stadium dini. Skrining kanker bisa dilakukan melalui cek darah, pemeriksaan fisik, tes genetik, hingga pemeriksaan X-ray.
3. Kurangi alkohol
Kanker mulut enam kali lebih sering diderita para pecandu alkohol dibandingkan dengan orang yang tidak minum alkohol.
4. Lindungi dari matahari
Sinar ultraviolet bisa merusak DNA kulit dan bisa menyebabkan mutasi genetik yang memicu kanker. Gunakan tabir surya jika Anda ingin beraktivitas lama di bawah matahari.
5. Olahraga
Riset menunjukkan orang yang aktif dan rutin berolahraga memiliki risiko lebih kecil terkena kanker kolon dan kanker payudara. Anda tak perlu berolahraga seperti atlet untuk mencegah kanker, aktivitas moderat seperti jogging, bersepeda, atau senam, sudah cukup.
6. Jaga berat badan
Berat badan berlebih terkait erat dengan beberapa jenis kanker seperti kanker kolon, tiroid, payudadara, dan endometrial.
7. Waspada terapi sulih hormon
Beberapa penelitian menunjukkan terapi sulih hormon di masa menopause meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Bila Anda sudah terlanjur mendapatkan terapi tersebut, batasi hanya kurang dari lima tahun.
8. Hindari radiasi
Hindari paparan radiasi dan beberapa zat kimia. Pada orang yang memang memiliki faktor risiko kanker, paparan radiasi diketahui akan menyebabkan mutasi gen yang bisa memicu sel-sel kanker menjadi aktif.
Menurut American Cancer Society, pola hidup sehat juga bisa mencegah hampir separuh kematian akibat kanker. Dan berikut adalah 8 gaya hidup sehat yang dianjurkan untuk menghindari kanker.
1. Tidak merokok
Hindari merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya. Merokok adalah penyebab berbagai jenis kanker, mulai dari kanker paru, kerongkongan, mulut, tenggorokan, perut, dan pankreas. Merokok juga menjadi penyebab utama kematian yang bisa dicegah.
2. Skrining teratur
Jadikan skrining kanker sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Skrining kanker bisa mendeteksi kanker payudara, serviks, dan kanker kulit dalam stadium dini. Skrining kanker bisa dilakukan melalui cek darah, pemeriksaan fisik, tes genetik, hingga pemeriksaan X-ray.
3. Kurangi alkohol
Kanker mulut enam kali lebih sering diderita para pecandu alkohol dibandingkan dengan orang yang tidak minum alkohol.
4. Lindungi dari matahari
Sinar ultraviolet bisa merusak DNA kulit dan bisa menyebabkan mutasi genetik yang memicu kanker. Gunakan tabir surya jika Anda ingin beraktivitas lama di bawah matahari.
5. Olahraga
Riset menunjukkan orang yang aktif dan rutin berolahraga memiliki risiko lebih kecil terkena kanker kolon dan kanker payudara. Anda tak perlu berolahraga seperti atlet untuk mencegah kanker, aktivitas moderat seperti jogging, bersepeda, atau senam, sudah cukup.
6. Jaga berat badan
Berat badan berlebih terkait erat dengan beberapa jenis kanker seperti kanker kolon, tiroid, payudadara, dan endometrial.
7. Waspada terapi sulih hormon
Beberapa penelitian menunjukkan terapi sulih hormon di masa menopause meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Bila Anda sudah terlanjur mendapatkan terapi tersebut, batasi hanya kurang dari lima tahun.
8. Hindari radiasi
Hindari paparan radiasi dan beberapa zat kimia. Pada orang yang memang memiliki faktor risiko kanker, paparan radiasi diketahui akan menyebabkan mutasi gen yang bisa memicu sel-sel kanker menjadi aktif.
Rabu, 12 September 2012
Hindari Bahaya Radiasi Telepon Genggam
Ketergantungan masyarakat terhadap teknologi, khususnya telepon selular atau ponsel, boleh dikata sudah sangat tinggi. Padahal, radiasi yang dikeluarkan oleh ponsel sangat berbahaya, terutama bagi kesuburan pria dan jaringan syaraf di otak.
Prof. Dr. dr. Susy Tjahjani, Mkes., dosen Universitas Kristen Maranatha Bandung juga merasakan bahwa masyarakat modern sekarang ini sangat tergantung dengan peralatan ponsel. Padahal, dia menegaskan bahwa kehidupan yang terlalu erat dengan ponsel bisa berpengaruh negatif kepada penggunanya. Penyebabnya adalah efek radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan.
Radiasi elektromagnetik merupakan kombinasi medan listrik dan medan magnet yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain. Dalam hal ini, radiasi datang dari ponsel dan masuk ke dalam tubuh manusia.
Apa dampak buruk radiasi ponsel ini?
Menurut Susy, yang jelas, penggunaan alat tersebut secara terus-menerus bisa memengaruhi tingkat kesuburan. Itu sudah ada penelitiannya meski baru diujicobakan pada hewan. “Efek radiasi mengganggu pergerakan sel kelamin jantan (spermatozoa),” ujarnya, saaat berbincang dengan Vista.
Artinya, informasi yang menyebut bahwa radiasi ponsel menyebabkan kesuburan terganggu bukanlah mitos. “Bukan mitos, karena penelitian terhadap hewan sudah dilakukan. Untuk penelitian kepada manusia, dari lingkungan kita sendiri belum melakukan itu,” ujar guru besar di bidang kesehatan ini.
Selain dapat memengaruhi kesuburan, efek radiasi juga bisa memengaruhi kesehatan otak.
Namun demikian, lanjut peneliti pada kampus tempatnya mengajar itu, efek radiasi dapat dicegah melalui berbagai cara. Jadi, Anda bisa tetap sehat meski menggunakan ponsel.
“Misalkan daripada bicara melalui handphone, ada baiknya kita melakukan komunikasi melalui SMS saja. Terlalu lama bertelepon akan memengaruhi kesehatan otak,” ujarnya.
Bagi pasangan yang telah berumah tangga dan ingin segera memiliki keturunan, sebaiknya tidak terlalu sering menggunakan peralatan ponsel. Kurangi berbicara lewat telepon, dan tidak meletakkan benda-benda tersebut di tubuh, misalnya di kantong celana.
Ketika tidur, lanjut Susy, sebaiknya jauhkan tubuh dari peralatan teknologi tersebut. Sebab dalam kondisi hidup, ponsel tetap memancarkan radiasi kendati hanya digenggam, apalagi untuk bicara.
“Paling aman lagi gunakan hands-free untuk mendengarkan pembicaraan di handphone,” tandasnya. Penggunaan hands-free cukup aman, karena penggunaan ponsel tidak dilakukan secara langsung dan tidak menempel di telinga.
Sumber: *
Prof. Dr. dr. Susy Tjahjani, Mkes., dosen Universitas Kristen Maranatha Bandung juga merasakan bahwa masyarakat modern sekarang ini sangat tergantung dengan peralatan ponsel. Padahal, dia menegaskan bahwa kehidupan yang terlalu erat dengan ponsel bisa berpengaruh negatif kepada penggunanya. Penyebabnya adalah efek radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan.
Radiasi elektromagnetik merupakan kombinasi medan listrik dan medan magnet yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain. Dalam hal ini, radiasi datang dari ponsel dan masuk ke dalam tubuh manusia.
Apa dampak buruk radiasi ponsel ini?
Menurut Susy, yang jelas, penggunaan alat tersebut secara terus-menerus bisa memengaruhi tingkat kesuburan. Itu sudah ada penelitiannya meski baru diujicobakan pada hewan. “Efek radiasi mengganggu pergerakan sel kelamin jantan (spermatozoa),” ujarnya, saaat berbincang dengan Vista.
Artinya, informasi yang menyebut bahwa radiasi ponsel menyebabkan kesuburan terganggu bukanlah mitos. “Bukan mitos, karena penelitian terhadap hewan sudah dilakukan. Untuk penelitian kepada manusia, dari lingkungan kita sendiri belum melakukan itu,” ujar guru besar di bidang kesehatan ini.
Selain dapat memengaruhi kesuburan, efek radiasi juga bisa memengaruhi kesehatan otak.
Namun demikian, lanjut peneliti pada kampus tempatnya mengajar itu, efek radiasi dapat dicegah melalui berbagai cara. Jadi, Anda bisa tetap sehat meski menggunakan ponsel.
“Misalkan daripada bicara melalui handphone, ada baiknya kita melakukan komunikasi melalui SMS saja. Terlalu lama bertelepon akan memengaruhi kesehatan otak,” ujarnya.
Bagi pasangan yang telah berumah tangga dan ingin segera memiliki keturunan, sebaiknya tidak terlalu sering menggunakan peralatan ponsel. Kurangi berbicara lewat telepon, dan tidak meletakkan benda-benda tersebut di tubuh, misalnya di kantong celana.
Ketika tidur, lanjut Susy, sebaiknya jauhkan tubuh dari peralatan teknologi tersebut. Sebab dalam kondisi hidup, ponsel tetap memancarkan radiasi kendati hanya digenggam, apalagi untuk bicara.
“Paling aman lagi gunakan hands-free untuk mendengarkan pembicaraan di handphone,” tandasnya. Penggunaan hands-free cukup aman, karena penggunaan ponsel tidak dilakukan secara langsung dan tidak menempel di telinga.
Sumber: *
Label:
Bandung,
cegah,
elektromagnetik,
gelombang,
hewan,
kesuburan,
ketergantungan,
kurangi,
listrik,
magnet,
negatif,
pengaruh,
pria,
Prof Dr dr Susy Tjahjani Mkes,
radiasi,
seluler,
SMS,
syaraf,
telepon,
uji coba
Langganan:
Postingan (Atom)


