Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2014

Fakta & Mitos Durian & Kesehatan

Mungkin Anda penggemar durian sudah bosan diomeli oleh orang-orang terdekat Anda untuk menjauhi buah yang dijuluki king of fruit ini, entah karena katanya bisa meningkatkan berat badan, kolesterol, gula darah dan tekanan darah.

Namun sebelum Anda membuang jauh-jauh durian di kulkas Anda, ketahui dahulu mitos dan fakta soal buah yang satu ini:

Makan durian bisa meningkatkan berat badan?


Jawabnya: Benar dan fakta.

Jika Anda makan 1 buah durian dengan berat 1 kg, Anda telah memasukkan 1350 kalori ke dalam tubuh Anda. Itu berarti Anda telah menghabiskan "jatah" 68% dari 2000 kalori yang direkomendasikan untuk kebutuhan kalori harian orang dewasa. 1 biji durian sendiri (setara 40 g) memiliki 54 kalori. Jadi kesimpulannya, iya. Makan durian dapat meningkatkan berat badan. Namun kembali lagi seberapa porsi Anda menghabiskannya.

Selasa, 11 Juni 2013

Diare, Rehidrasi & Zinc

Pemberian cairan penting dalam penanganan diare pada anak, untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi. Ditambah suplementasi zinc, diare akan cepat membaik.

Diare pada anak, apa pun penyebabnya, membuat anak kekurangan cairan. Jika dehidrasi berlangsung terus, efeknya bisa serius. Bahkan bisa menyebabkan kematian. Menurut dr. Ari Fachrial Syam, Sp.PD-KGEH, ahli gastroenterologi dari RSCM, "Langkah pertama menangani diare adalah mengembalikan cairan tubuh."

Pemberian cairan pengganti yang diberikan secara oral (diminum) maupun parenteral (melalui infus) dapat menurunkan angka kematian pada anak diare. Cairan rehidrasi oral (CRO), seperti oralit dan pedialite, yang mengandung elektrolit (Na, K, Cl, HCO3) dan glukosa, terbukti dapat mengganti cairan tubuh secara efektif.

Pemberian CRO bergantung tingkat dehidrasi yang dialami, yaitu (1) tanpa dehidrasi, (2) dehidrasi ringan sedang, (3) dehidrasi berat. Terapi yang diberikan sesuai derajat dehidrasinya.

  • Bila tanpa dehidrasi, anak masih terlihat aktif dan buang air kecil masih normal. Pada keadaan ini, tidak perlu membatasi makanan dan minuman. Untuk mencegah dehidrasi, berikan CRO 5-10 cc/kg berat badan setiap buang air besar dengan tinja cair. 
  • Pada dehidrasi ringan-sedang, anak terlihat gelisah, rewel, haus, dan buang air kecil sedikit. Mata agak cekung, tidak ada air mata, turgor (kekenyalan kulit) menurun, dan mulut kering. Anak harus segera dibawa ke rumah sakit dan mendapat rehidrasi dengan CRO. Bila cairan tubuh sudah kembali normal, bisa makan minum bisa diberikan. 
  • Pada dehidrasi berat, kesadaran anak biasanya menurun, lemas, malas minum, mata cekung, mulut kering, napas cepat dan dalam, denyut nadi cepat, dan kekenyalan kulit menurun. Anak harus segera dirawat, untuk mendapat terapi rehidrasi parenteral (melalui infus). 

Pemberian Zinc

Pengobatan terbaru pada diare adalah menggunakan mineral zinc atau seng. Dari beberapa penelitian diketahui, defisiensi zinc meningkatkan kecenderungan terjadinya diare. 

Pemberian zinc pada anak dapat mempercepat penyembuhan diare. "Pemberian zinc bermanfaat mempercepat proses pemulihan, karena peranannya dalam pertumbuhan mukosa usus dan meningkatkan fungsi sistem imun," kata dr. Han Purnamasari, Sp.A dari RSIA Kemang Medical Center, Jakarta.

Pada anak dengan diare dan mengalami kekurangan zinc, biasanya akan ditemukan perubahan pada usus dan anak biasanya mengalami gangguan pada fungsi imun. Pemberian zinc pada anak dengan diare, menurut beberapa penelitian, dapat memperbaiki perubahan yang terjadi pada usus dan menguatka­ respon kekebalan tubuh.

Penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan menunjukkan, pemberian zinc pada anak yang mendapat cairan rehidrasi oral dapat mengurangi secara bermakna durasi dan keparahan diare pada anak, pada diare akut dan persisten. 

Pada anak usia di bawah 5 tahun, pemberian zinc selama fase akut diare dapat menurunkan kejadian diare berikutnya, serta mengurangi pemakaian antibiotik.

Sumber *

Sabtu, 04 Mei 2013

Dua Sendok Makan Minyak Olive Sehari Cegah Penyakit Jantung

Banyak penelitian mengungkap kehebatan minyak buah zaitun ini. Minyak yang diperah dari biji buah zaitun yang masak ini bukan hanya bisa mencegah kanker tetapi mencegah serangan jantung. Cukup konsumsi 2 sendok makan per hari!

Penelitian tentang minyak olive atau zaitun ini sudah banyak dilakukan. Namun, hanya sedikit yang mengungkap khasiat minyak ini untuk mengurangi angka kematian. Sebuah riset terbaru menyebutkan bahwa minyak olive yang dikonsumsi 2 sendok makan per hari bisa mengurangi resiko kematian akibat penyakit jantung.

Kesimpulan ini didapat dari riset yang melibatkan 41.000 orang dewasa dalam European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition ini dimulai 20 tahun silam. Hasilnya dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition. Disebutkan bahwa minyak olive tidak bisa mengurangi angka kematian karena kanker. Justru dampaknya pada angka kematian akibat serangan jantung.

Manfaat minyak olive ini sangat besar untuk kesehatan jantung. 'Penemuan ini sangat berarti. Sekaligus mengkonfirmasi bahwa minyak olive sangat bagus buat jantung,'demikian Dr. Charles Knight dari British Cardiovascular Society seperti dilansir dailymail.

Minyak olive sangat kaya akan minyak jenuh tunggal dan polyphenol, zat yang memampu meredam peradangan dan mengurangi resiko penggumpalan. Peneliti Spanyol meneliti kebiasaan makan 10.622 laki-laki dan wanita usia 29-69 tahun dan dilacak selama 13 tahun untuk mengetahui efek minyak olive ada angka kematian.

Dalam masa penelitian itu, hanya 2000 orang meninggal, 956 karena kanker dan 416 karena penyakit jantung. Data menunjukkan jumlah yang meninggal karena penyakit jantung merupakan yang paling sedikitmengonsumsi minyak olive. Mereka yang mengonsumsi 29 gram minyak olive per hari atau 2 sendok makan, berkurang resikonya 44% dari kematian karena problem jantung.

Minyak olive banyak dikonsumsi dalam diet Mediteranian. Dalam diet ini banyak dikonsumsi sayuran dan buah segar dan minyak olive dipakai sebagai dressing atau saus salad. Minyak olive juga bisa dipakai untuk memanggang atau menumis dan yang paling bagus dikonsumsi adalah jenis extra virgin, minyak olive paling murni.

Selasa, 16 April 2013

Merokok Saat Mengemudi Itu Berbahaya

London - Merokok sambil mengemudi bagi banyak orang mungkin menjadi sesuatu hal yang menyenangkan untuk menemani aktivitas mengemudi yang kadang membosankan. Namun ternyata, merokok sambil mengemudi itu adalah sesuatu hal yang berbahaya.

Menurut penelitian Institute of Advanced Motorists (IAM) di Inggris, seperti halnya ponsel, rokok adalah sesuatu yang mengganggu konsentrasi pengendara ketika mengemudi. Ini tentu akan menimbulkan potensi bahaya.

Bahkan 56 persen dari responden IAM mengatakan kalau harus ada aturan yang melarang pengemudi untuk merokok disaat berkendara. Hanya 2 persen dari responden yang mengatakan kalau merokok tidak berbahaya saat mengemudi.

Jejak pendapat ini sendiri melibatkan 3.016 orang. 48 persen dari responden ini berpikir kalau merokok saat mengemudi adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Sementara 46 persen berpikir kalau mengemudi sambil merokok itu sama berbahayanya dengan menggunakan ponsel saat mengemudi.

Selain mengganggu konsentrasi pengendara, Inggris sendiri juga sudah mengecam para pengendara yang merokok, terutama di mobil yang membawa anak-anak.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan tahun lalu menemukan lebih dari satu diantara lima perokok sengaja merokok di hadapan anak-anak mereka di rumah ataupun mobil.

Anak-anak terutama yang terpapar asap rokok atau menjadi perokok pasif akan memiliki masalah pada sistem kekebalan dan paru-paru. Mereka juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit pernapasan, asma, meningitis dan kematian.

Penelitian menunjukan sekitar 300.000 anak-anak di Inggris mengunjungi dokter setiap tahun, karena menjadi perokok pasif dan sekitar 9.500 diperiksa di rumah sakit. Peraturan larangan merokok juga telah diterapkan di sejumlah bagian negara seperti Kanada, AS, Australia dan Afrika Selatan.

Bagaimana menurut Anda?

Selasa, 02 April 2013

Makan Lebih Banyak Serat Dapat Menurunkan Risiko Stroke Yang Pertama Kali

Studi Highlights:
  • Mengonsumsi makanan dengan serat lebih banyak dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari pertama kali stroke.
  • Setiap kenaikan tujuh gram serat makanan total dikaitkan dengan risiko 7 persen lebih rendah dari pertama kali stroke.
  • Hasil memperkuat pentingnya diet yang mencakup setidaknya 25 gram serat setiap hari.

DALLAS, 28 Maret 2013 - Makan lebih banyak serat dapat menurunkan risiko stroke yang pertama kali, menurut penelitian baru dalam Stroke jurnal American Heart Association.

Serat pangan adalah bagian dari tanaman yang tubuh tidak menyerap selama proses pencernaan. Serat dapat larut, yang berarti larut dalam air, atau tidak larut.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa serat makanan dapat membantu mengurangi faktor risiko untuk stroke, termasuk tekanan darah tinggi dan  tingkat low-density lipoprotein (LDL) "buruk" kolesterol dalam darah tinggi.

Dalam studi baru, para peneliti menemukan bahwa setiap kenaikan tujuh gram serat dalam asupan harian total dikaitkan dengan penurunan 7 persen pada pertama kali risiko stroke. Satu porsi pasta gandum, ditambah dua porsi buah atau sayuran, menyediakan sekitar 7 gram serat, kata para peneliti.

"Asupan yang lebih besar dari makanan kaya serat - seperti secara keseluruhan-biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan - yang penting bagi semua orang, dan terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko stroke seperti kelebihan berat badan, merokok, dan memiliki tekanan darah tinggi," Diane Threapleton, M Sc.., dan kandidat Ph.D. di University of Leeds Sekolah 'Ilmu Pangan & Gizi di Leeds, Inggris Raya.

Peneliti menganalisis delapan penelitian yang diterbitkan antara 1.990-2.012. Studi yang dilaporkan pada semua jenis stroke dengan empat khusus memeriksa risiko stroke iskemik, yang terjadi ketika blok bekuan pembuluh darah ke otak. Tiga stroke hemoragik dinilai, yang terjadi ketika pendarahan pembuluh darah ke otak atau pada permukaannya.

Temuan dari studi observasi digabungkan dan menyumbang faktor-faktor risiko stroke seperti usia dan merokok.

Hasil didasarkan pada serat makanan total. Para peneliti tidak menemukan hubungan dengan serat larut dan risiko stroke, dan tidak memiliki cukup data pada serat larut untuk membuat kesimpulan.

Asupan serat harian rata-rata antara orang dewasa AS lebih rendah dari rekomendasi American Heart Association of setidaknya 25 gram per hari. Enam sampai delapan porsi biji-bijian dan delapan sampai 10 porsi buah dan sayuran dapat memberikan jumlah yang disarankan.

Kebanyakan orang tidak mendapatkan tingkat yang direkomendasikan serat, dan meningkatkan serat dapat menyebabkan risiko lebih rendah untuk stroke, "kata Threapleton. "Kita harus mendidik konsumen tentang pentingnya terus meningkatkan asupan serat dan membantu mereka belajar bagaimana meningkatkan serat dalam diet mereka."

Di Amerika Serikat, stroke adalah penyebab utama keempat kematian, menewaskan lebih dari 137.000 orang setiap tahunnya. Di antara korban selamat, penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan.

Selain mengikuti diet bergizi, American Heart Association merekomendasikan secara fisik aktif dan menghindari rokok untuk membantu mencegah stroke dan jantung lainnya dan penyakit pembuluh darah.

Kamis, 31 Januari 2013

Disfungsi Ereksi Terkait Penyakit Jantung & Kematian Dini?

Sebuah penelitian di Australia menemukan bukti bahwa pria dengan disfungsi ereksi (ED) memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit jantung, bahkan meski tidak memiliki sejarah masalah jantung sekalipun, dan juga berisiko lebih besar alami kematian dini.

Penelitian dari Australian National University, The University of Sydney, Victor Chang Cardiac Research Institute, dan The George Institute for Global Health, ini adalah yang pertama kalinya menunjukkan hubungan langsung antara masalah disfungsi ereksi dan risiko kematian dini atau penyakit jantung.

“Risiko penyakit jantung di kemudian hari dan kematian dini bisa terus meningkat seiring dengan tingkat keparahan disfungsi ereksi, baik pada pria dengan dan tanpa sejarah penyakit kardiovaskular,” ujar penulis studi 45 and Up Study, Profesor Emily Banks, seperti dikutip Zeenews.com.

“Disfungsi ereksi (ED) lebih cenderung menjadi gejala atau ‘silent signal’ adanya penyakit jantung. Di masa depan, sinyal ini bisa menjadi penanda yang berguna untuk membantu dokter dalam memprediksi risiko masalah kardiovaskular. Ini memang topik sensitif, tetapi pria yang menderita ED jangan malu dan diam saja, karena ada pengobatan yang efektif, baik untuk ED dan penyakit jantung,” tambahnya.

Masalah ereksi termasuk salah satu penyakit yang sangat umum. Sekitar 1 dari 5 pria berusia 40 ke atas dilaporkan mengalami disfungsi ereksi sedang atau parah. Dalam penelitian ini, para ilmuwan meneliti data kematian sekitar 95.000 pria.

“Kami menemukan bahwa pria dengan ED lebih berisiko terkena serangan jantung, gagal jantung, penyakit pembuluh darah perifer, dan masalah jantung konduksi,” kata Prof. Banks.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional PLOS Medicine.

Rabu, 30 Januari 2013

Begini Efek Narkoba yang Dipakai Raffi Ahmad

Penggunaan berlebih jenis narkoba cathinone (katinon) ternyata memiliki efek negatif bagi pengguna. Selain ketergantungan, juga berpotensi menjerumuskan pengguna hingga kematian.

“Istilahnya jantung dipacu sepaya terus bekerja. Kalau terus-menerus, ya rusak akhirnya,” ujar Kepala Laboratorium Kimia Universitas Indonesia, Sunardi, Selasa, 29 Januari 2013.

Katinon merupakan senyawa yang dihasilkan dari tumbuhan. Zat tersebut biasa digunakan untuk meningkatkan nafsu makan serta daya tahan tubuh ternak. Namun, saat ini zat tersebut telah banyak dikonsumsi manusia karena fungsinya setara dengan amphentamin, jenis narkotik yang biasa digunakan di Tanah Air. “Mengilangkan sakit, capek, dan terus bersemangat,” ujarnya.

Untuk Indonesia, peredaran barang tersebut belum dikategorikan sebagai narkotik dan lazim digunakan untuk ternak. Barang tersebut masuk dari luar negeri berberengan dengan proses importase hewan ternak. Akibatnya, banyak petugas meloloskan barang tersebut. "Karena memang ditujukan buat hewan, bukan untuk manusia," ujarnya.

Sunardi menduga, seiring tertangkapnya 17 artis dan pesohor di rumah Raffi Ahmad, semakin banyak pengguna beralihmengkonsumsi jenis ini. "Kecenderungan memang ke arah situ. Barangnya mudah dan belum termasuk narkotik di Indonesia,” kata dia.

Ia menyatakan, beberapa efek samping yang akan diperoleh pengguna bila mengkonsumsi barang ini secara berlebih, yakni hilang nafsu makan, mudah marah, imsomnia (sulit tidur), mudah panik saat mendapatkan serangan, menyebabkan serangan jantung, dan darah tinggi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...