Jakarta, Gaya hidup modern yang serba cepat dan cukup sibuk ternyata memiliki dampak yang cukup besar, misalnya saja stres. Meskipun banyak yang tidak menyadari dampaknya, namun stres kerap kali menjadi biang keladi meningkatnya masalah kesehatan.
Stres yang tidak diinginkan bisa berdampak negatif pada tubuh. Meskipun Anda mungkin mencoba tetap tenang dan terkendali, batin Anda akan terus berpikir tentang isu-isu yang menyebabkan Anda stres. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang mungkin tidak menjadi perhatian saat ini, tetapi dapat mempengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan dalam jangka panjang.
Anda bisa mengalahkan stres asalkan tahu caranya. Beberapa orang mungkin memiliki beberapa cara untuk menghilangkan stres. Ada yang memilih makan, sehingga makannya menjadi tidak terkendali, bahkan menimbulkan penyakit. Anda harus tahu, bahwa memakan semua makanan untuk menyingkirkan stres sama sekali tidak sehat. Berikut adalah beberapa makanan yang dapat Anda makan untuk mengurangi stres, seperti dikutip dari Boldsky, Sabtu (28/12/2013).
Tampilkan postingan dengan label sereal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sereal. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 28 Desember 2013
Cobalah, Asupan Ini Bisa Mengurangi Tingkat Stres
Senin, 05 Maret 2012
Mengonsumsi Vitamin E Secara Berlebihan Kurang Baik Untuk Kesehatan
Sebagai salah satu suplemen paling populer di dunia, ternyata vitamin E menyimpan 'keganasan', yakni bisa membuat tulang tua dan rapuh sebelum waktunya.
"Hewan yang diberikan vitamin E, 20 persen tulangnya menjadi lebih lemah dibandingkan dengan yang tidak diberi vitamin E, dan hal ini sangat mengkhawatirkan, karena efeknya terlihat hanya delapan minggu setelah pemberian vitamin," tulis sebuah studi di London, Inggris.
Bukan tanpa alasan para ilmuwan London, Inggris meneliti vitamin E. Pasalnya, popularitas suplemen vitamin E semakin mendunia dan semakin populer karena dikonsumsi ratusan ribu hingga jutaan orang di Inggris setiap harinya. Bahkan, satu dari sepuluh orang dewasa di Amerika Serikat diketahui rutin mengonsumsi suplemen vitamin E setiap harinya.
Hal itu terjadi, karena vitamin E diyakini dapat mencegah risiko penyakit jantung, kanker dan katarak. Selain itu, tak sedikit orang percaya vitamin E membantu menjaga pikiran tetap tajam di usia tua dan menjaga kelenturan kulit.
Selain di dalam suplemen, secara alami vitamin E dapat ditemukan di dalam sereal, kacang-kacangan, minyak Zaitun dan kuning telur.
Namun, dibalik kegunaannya, mengonsumsi vitamin E secara berlebihan ternyata kurang baik untuk kesehatan. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Nature Medicine dijelaskan, vitamin E memiliki efek alfa-tokoferol yang mempengaruhi kekuatan tulang.
Dosis dan pengaruh
Bila vitamin E digunakan sebagai antioksidan, maka seorang perempuan membutuhkan sedikitnya 120 IU (international unit) per hari[3]. Namun menurut catatan medis, kebanyakan perempuan Indonesia hanya mengonsumsi makanan yang mengandung 10.4 - 13,4 IU per hari[3]. Untuk mencukupi kebutuhan itu, vitamin E dapat dikonsumsi dari vitamin E sintetis (dl-a tokoferol)[3].
Dosis vitamin E yang besar bisa memperbaiki dan mencegah terjadinya perkembangan kelainan saraf[6]. Beberapa penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsumsi vitamin E dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh[6]. Asupan vitamin E harian sebesar 10-30 mg dianggap cukup untuk mempertahankan kadar viamin E dalam darah[7]. Namun batas konsumsi vitamin E yang dianjurkan adalah 8 sampai 10 IU(International Units)- suatu batas dimana sepertiga orang Amerika menggunakannya[7]. Untuk keuntungan maksimal vitamin E, diperlukan 100 sampai 400 IU setiap hari[7]. Sebagian besar penelitian menunjukan bahwa ini merupakan konsumsi optimal untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Sedangkan dalam bahan makanan yang kita konsumsi setiap harinya diperkirakan mengandung 25 IU vitamin E[7].
"Hewan yang diberikan vitamin E, 20 persen tulangnya menjadi lebih lemah dibandingkan dengan yang tidak diberi vitamin E, dan hal ini sangat mengkhawatirkan, karena efeknya terlihat hanya delapan minggu setelah pemberian vitamin," tulis sebuah studi di London, Inggris.
Bukan tanpa alasan para ilmuwan London, Inggris meneliti vitamin E. Pasalnya, popularitas suplemen vitamin E semakin mendunia dan semakin populer karena dikonsumsi ratusan ribu hingga jutaan orang di Inggris setiap harinya. Bahkan, satu dari sepuluh orang dewasa di Amerika Serikat diketahui rutin mengonsumsi suplemen vitamin E setiap harinya.
Hal itu terjadi, karena vitamin E diyakini dapat mencegah risiko penyakit jantung, kanker dan katarak. Selain itu, tak sedikit orang percaya vitamin E membantu menjaga pikiran tetap tajam di usia tua dan menjaga kelenturan kulit.
Selain di dalam suplemen, secara alami vitamin E dapat ditemukan di dalam sereal, kacang-kacangan, minyak Zaitun dan kuning telur.
Namun, dibalik kegunaannya, mengonsumsi vitamin E secara berlebihan ternyata kurang baik untuk kesehatan. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Nature Medicine dijelaskan, vitamin E memiliki efek alfa-tokoferol yang mempengaruhi kekuatan tulang.
Dosis dan pengaruh
Bila vitamin E digunakan sebagai antioksidan, maka seorang perempuan membutuhkan sedikitnya 120 IU (international unit) per hari[3]. Namun menurut catatan medis, kebanyakan perempuan Indonesia hanya mengonsumsi makanan yang mengandung 10.4 - 13,4 IU per hari[3]. Untuk mencukupi kebutuhan itu, vitamin E dapat dikonsumsi dari vitamin E sintetis (dl-a tokoferol)[3].
Dosis vitamin E yang besar bisa memperbaiki dan mencegah terjadinya perkembangan kelainan saraf[6]. Beberapa penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsumsi vitamin E dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh[6]. Asupan vitamin E harian sebesar 10-30 mg dianggap cukup untuk mempertahankan kadar viamin E dalam darah[7]. Namun batas konsumsi vitamin E yang dianjurkan adalah 8 sampai 10 IU(International Units)- suatu batas dimana sepertiga orang Amerika menggunakannya[7]. Untuk keuntungan maksimal vitamin E, diperlukan 100 sampai 400 IU setiap hari[7]. Sebagian besar penelitian menunjukan bahwa ini merupakan konsumsi optimal untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Sedangkan dalam bahan makanan yang kita konsumsi setiap harinya diperkirakan mengandung 25 IU vitamin E[7].
Kekurangan
Kekurangan vitamin E akan menyeabkan sel darah merah terbelah. Proses ini disebut hemolisis eritrodit dan dapat dihindari dengan vitamin E.[1]
Akibat lain kekurangan vitamin E adalah[1]:
Kekurangan vitamin E akan menyeabkan sel darah merah terbelah. Proses ini disebut hemolisis eritrodit dan dapat dihindari dengan vitamin E.[1]
Akibat lain kekurangan vitamin E adalah[1]:
- perubahan degeneratif pada sistem saraf dan otot
- kelemahan dan kesulitan berjalan
- nyeri pada otot betis
- gangguan penglihatan
- anemia
- retensi cairan (odem)
- kelainan kulit
Kelebihan
Pada umumnya vitamin E dianggap sebagai bahan yang cukup aman.[3] Dalam beberapa kasus, kelebihan vitamin E menimbulkan gangguan pada kinerja sistem imun terhadap infeksi[7]. Gejala yang akan dirasakan adalah sakit kepala, lemah dan selalu lelah, serta pusing yang disertai gangguan penglihatan[3]. Untuk itu, jumlah vitamin E dalam tubuh harus berada dalam batasan yang ketat.[3]
Yahoo News & Wikipedia Indonesia
Pada umumnya vitamin E dianggap sebagai bahan yang cukup aman.[3] Dalam beberapa kasus, kelebihan vitamin E menimbulkan gangguan pada kinerja sistem imun terhadap infeksi[7]. Gejala yang akan dirasakan adalah sakit kepala, lemah dan selalu lelah, serta pusing yang disertai gangguan penglihatan[3]. Untuk itu, jumlah vitamin E dalam tubuh harus berada dalam batasan yang ketat.[3]
Yahoo News & Wikipedia Indonesia
Label:
8 minggu,
hewan,
jantung,
kacang-kacangan,
kanker,
katarak,
kuning telur,
minyak Zaitun,
penyakit,
pikiran,
populer,
risiko,
sereal,
suplemen,
tulang rapuh,
vitamin E
Langganan:
Postingan (Atom)