Banyak hal yang ditengarai menjadi penyebab perpecahan hubungan pernikahan. Mulai dari soal uang, PIL (Pria Idaman Lain), WIL (Wanita Idaman Lain), dan masih banyak lagi. Tetapi tahukah Anda, bahwa insomnia, atau masalah sulit tidur juga bisa jadi penyebab tak harmonisnya hubungan suami istri?
Menurut Phil Gehrman, PhD, CBSM, asisten profesor di University of Pennsylvania di Philadelphia, "Orang-orang yang memiliki masalah dengan tidur seringkali membangun rutinitas terperinci dari waktu ke waktu. Mereka jadi orang yang sensitif terhadap beragam hal yang mereka pikir bisa mengancam waktu tidur mereka. Salah satu hal yang bisa mengacaukan tidur mereka adalah partner tidurnya." Selanjutnya *
Tampilkan postingan dengan label hubungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hubungan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Agustus 2013
Senin, 03 Juni 2013
Selalu Merasa Kesepian
Memelihara hubungan baik dengan orang-orang yang kita kenal dan kita sayangi tidak hanya meningkatkan kehidupan Anda, tapi juga mampu memperpanjang hidup Anda.
Dalam sebuah studi selama 13 tahun baru-baru ini, yang melibatkan sekitar 3000 orang, para peneliti mengemukakan bahwa wanita dan pria kesepian berisiko 76% terkena serangan jantung koroner dibanding mereka yang tidak kesepian. Kesepian dikaitkan dengan kurangnya aktivitas fisik pada wanita dan pria.
Jadi jagalah hubungan baik Anda dengan kerabat atau orang yang Anda cintai.
Kamis, 31 Januari 2013
Disfungsi Ereksi Terkait Penyakit Jantung & Kematian Dini?
Sebuah penelitian di Australia menemukan bukti bahwa pria dengan disfungsi ereksi (ED) memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit jantung, bahkan meski tidak memiliki sejarah masalah jantung sekalipun, dan juga berisiko lebih besar alami kematian dini.
Penelitian dari Australian National University, The University of Sydney, Victor Chang Cardiac Research Institute, dan The George Institute for Global Health, ini adalah yang pertama kalinya menunjukkan hubungan langsung antara masalah disfungsi ereksi dan risiko kematian dini atau penyakit jantung.
“Risiko penyakit jantung di kemudian hari dan kematian dini bisa terus meningkat seiring dengan tingkat keparahan disfungsi ereksi, baik pada pria dengan dan tanpa sejarah penyakit kardiovaskular,” ujar penulis studi 45 and Up Study, Profesor Emily Banks, seperti dikutip Zeenews.com.
“Disfungsi ereksi (ED) lebih cenderung menjadi gejala atau ‘silent signal’ adanya penyakit jantung. Di masa depan, sinyal ini bisa menjadi penanda yang berguna untuk membantu dokter dalam memprediksi risiko masalah kardiovaskular. Ini memang topik sensitif, tetapi pria yang menderita ED jangan malu dan diam saja, karena ada pengobatan yang efektif, baik untuk ED dan penyakit jantung,” tambahnya.
Masalah ereksi termasuk salah satu penyakit yang sangat umum. Sekitar 1 dari 5 pria berusia 40 ke atas dilaporkan mengalami disfungsi ereksi sedang atau parah. Dalam penelitian ini, para ilmuwan meneliti data kematian sekitar 95.000 pria.
“Kami menemukan bahwa pria dengan ED lebih berisiko terkena serangan jantung, gagal jantung, penyakit pembuluh darah perifer, dan masalah jantung konduksi,” kata Prof. Banks.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional PLOS Medicine.
Penelitian dari Australian National University, The University of Sydney, Victor Chang Cardiac Research Institute, dan The George Institute for Global Health, ini adalah yang pertama kalinya menunjukkan hubungan langsung antara masalah disfungsi ereksi dan risiko kematian dini atau penyakit jantung.
“Risiko penyakit jantung di kemudian hari dan kematian dini bisa terus meningkat seiring dengan tingkat keparahan disfungsi ereksi, baik pada pria dengan dan tanpa sejarah penyakit kardiovaskular,” ujar penulis studi 45 and Up Study, Profesor Emily Banks, seperti dikutip Zeenews.com.
“Disfungsi ereksi (ED) lebih cenderung menjadi gejala atau ‘silent signal’ adanya penyakit jantung. Di masa depan, sinyal ini bisa menjadi penanda yang berguna untuk membantu dokter dalam memprediksi risiko masalah kardiovaskular. Ini memang topik sensitif, tetapi pria yang menderita ED jangan malu dan diam saja, karena ada pengobatan yang efektif, baik untuk ED dan penyakit jantung,” tambahnya.
Masalah ereksi termasuk salah satu penyakit yang sangat umum. Sekitar 1 dari 5 pria berusia 40 ke atas dilaporkan mengalami disfungsi ereksi sedang atau parah. Dalam penelitian ini, para ilmuwan meneliti data kematian sekitar 95.000 pria.
“Kami menemukan bahwa pria dengan ED lebih berisiko terkena serangan jantung, gagal jantung, penyakit pembuluh darah perifer, dan masalah jantung konduksi,” kata Prof. Banks.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional PLOS Medicine.
Label:
Australia,
dini,
disfungsi,
ED,
ereksi,
hubungan,
jantung,
kematian,
langsung,
penelitian,
penyakit,
PLOS Medicine,
pria,
Profesor Emily Banks,
risiko,
silent signal,
Zeenews.com
Langganan:
Postingan (Atom)
