Tampilkan postingan dengan label trigliserida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trigliserida. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2013

Terlalu Banyak Menenggak Minuman Berenergi

Minuman berenergi adalah salah satu sumber gula nomor satu dan berkontribusi besar terhadap peningkatan kadar trigliserida dalam darah Anda.

Trigliserida adalah jenis lemak yang terdapat dalam darah penyebab penumpukan plak dalam pembuluh darah. Akibatnya sudah jelas, penyumbatan pembuluh darah bisa mengakibatkan panyakit kardiovaskular. Beralihlah ke air putih, lemon, atau jus buah lainnya untuk mengurangi dahaga Anda.


5. Pola tidur yang tidak teratur

Selasa, 12 Maret 2013

Berpikir Positif Pengaruhi Kadar Kolestrol?

Berpikir positif selain dapat membantu memperbaiki kesehatan jiwa, ternyata juga dapat meningkatkan kadar kolesterol "baik" High Density Lipoprotein (HDL), menurunkan kadar trigliserida dan molekul lemak yang perperan dalam pengerasan pembuluh arteri.

Penelitian terbaru para ahli dari Havard School of Public Health mengindikasikan, bahwa orang usia paruh baya yang berpikir positif terhadap hidupnya memiliki kadar HDL lebih baik yang melindungi jantung, sekaligus menurunkan kadar kolesterol "jahat" low density lipoprotein (LDL).

Menurut para peneliti, salah satu alasannya mungkin berhubungan dengan kecenderungan orang yang berpikir positif untuk memiliki berat badan yang terjaga serta pola makan yang sehat.

Para peneliti menganalisa data dari 990 orang berusia antara 40 sampai 70 tahun yang telah diwawancara dan diperiksa di laboratorium. Berdasarkan hasil wawancara, peserta dapat dinilai tingkat optimisme-nya yang diberi skala 6 sampai 30 berdasarkan pendapat mereka menilai beberapa kalimat.

Orang dengan rasa optimistis tinggi memiliki kadar HDL yang tinggi pula. Untuk setiap kenaikan lima poin dalam skala optimisme yang telah dibuat, HDL dalam darah meningkat satu miligram per desiliter. Para peneliti mengatakan, jumlah tersebut akan menurunkan tiga persen risiko penyakit jantung. Sebagai perbandingan, olahraga rutin dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebanyak 6 persen.

Ketua penulis studi Julia Boeh mengatakan, hasil studi ini menambah bukti bahwa kesehatan jiwa dan fisik saling berkaitan, dan melihat dunia dengan optimisme memiliki manfaat bagi kesehatan.

Franz Messerli, ahli kardiologi dari St. Luke's-Roosevelt Hospital di New York yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan bahwa, "masih meragukan untuk mengatakan optimisme menyebabkan perubahan di kadar kolesterol. Mungkin keduanya dapat dikaitkan dengan variabel ketiga yaitu gaya hidup.

Peneliti dari Havard sebenarnya pun telah meneliti faktor gaya hidup seperti konsumsi alkohol, pola makan, dan berat badan yang dikaitkan dengan optimisme serta lemak dalam darah. Hal tersebut mengindikasikan bahwa orang yang memiliki optimisme memiliki kecenderungan untuk memiliki gaya hidup yang lebih baik sehingga berpengaruh terhadap kadar lemak di dalam tubuhnya.

Rabu, 22 Agustus 2012

Referensi Kadar Lemak & Kolesterol Anda

Apakah Anda pernah mengukur kadar kolesterol dalam darah? Meski tak memiliki keluhan, mengukur kadar kolesterol wajib dilakukan setidaknya sekali dalam lima tahun. Disarankan lebih sering untuk pria usia 35 tahun ke atas dan wanita usia 45 tahun ke atas.

Dikutip WebMD, pengukuran kadar kolesterol dalam darah penting untuk membantu pencegahan penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke. Mengetahui kadar kolesterol dalam darah membuat Anda lebih waspada dengan pola makan buruk.

Sama seperti pemeriksaan kesehatan pada umumnya, hasil tes kolesterol akan muncul dalam bentuk angka-angka. Agar tak salah pengertian, berikut sedikit panduan untuk membaca angka-angka mengenai kadar kolesterol dalam darah.
 Teh Hijau Anti-Lemak Jahat,
Trigliserid dan Asam Urat


LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL)
Penumpukan LDL di dinding arteri akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Itulah mengapa jenis kolesterol ini populer dengan sebutan kolesterol jahat.

Jika Anda memiliki gangguan kesehatan jantung atau pembuluh darah, sejumlah pakar merekomendasikan kadar kolesterol dalam darah tak lebih dari 70 mg/dl. Sementara mereka dengan diabetes atau penyakit lain yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, disarankan memiliki kadar kolesterol tak lebih 100 mg/dl.

Sangat baik: <100 mg/dl
Baik: 100-129 mg/dl
Kurang baik: 130-159 mg/dl
Tinggi: 160-189 mg/dl
Sangat Tinggi: >190 mg/dl

Untuk mencapai batas normal?

Kurangi: Lemak jenuh, lemak trans, makanan berkolesterol tinggi.
Perbanyak: Lemak tak jenuh tunggal (avokad, omega 3, ikan).
Lakukan: Penurunan berat badan.

LOW DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
Ini merupakan jenis kolesterol baik. Semakin tinggi angkanya, semakin rendah risiko penyakit jantung dan stroke. Jenis kolesterol ini justru berperan melawan kolesterol jahat untuk melindungi arteri.

Baik: >60 mg/dl
Buruk: <40 mg/dl (pria) dan <50 mg/dl (pria)

Untuk mencapai batas normal?

Kurangi: Karbohidrat dan gula serta hasil olahannya.
Perbanyak: Lemak tak jenuh tunggal (avokad dan omega 3, ikan).
Lakukan: Olahraga, tidak merokok, serta turunkan berat badan.


TRIGLISERIDA
Merupakan senyawa kimia yang biasanya terkandung dalam hampir semua jenis lemak dalam makanan dan tubuh. Tingginya kadar trigliserida menandai tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner.

Normal: <150 mg/dl
Cukup tinggi: 150-199 mg/dl
Tinggi: 200-499 mg/dl
Sangat tinggi: >500

Untuk mencapai batas normal?

Kurangi: Karbohidrat, gula, serta hasil olahannya, santan, minyak, dan makanan berlemak tinggi (kacang tanah).
Lakukan: Penurunan berat badan.


TOTAL KOLESTEROL
Angka yang muncul biasanya merupakan hasil rata-rata antara LDL, HDL, dan komponen lemak lainnya, termasuk trigliserida. Pakar kesehatan selalu merekomendasikan batas aman kolesterol di bawah 200 mg/dl.

Normal: <200 mg/dl
Tinggi: 200-239 mg/dl
Sangat tinggi: >240 mg/dl

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...