Tampilkan postingan dengan label kebiasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebiasaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Cepat Tua Lho

Walaupun produk anti penuaan sekarang sudah banyak beredar di pasaran, akan lebih baik jika Anda dapat mencegah penuaan dari diri sendiri. Apalagi penuaan tak hanya disebabkan bertambahnya usia lho.

Penuaan dini dapat terjadi jika Anda tidak menjaga kesehatan dengan baik. Dikutip dari Healthy Living, Jumat (14/6/2013) ini dia kebiasaan sepele yang dapat menyebabkan penuaan dini:

1. Begadang

Bagi orang muda, begadang lantaran beraktivitas dengan teman-teman ataupun melakukan berbagai kegiatan malam mungkin menyenangkan. Tetapi kebiasaan ini bisa membuat seseorang tampak lebih tua. Kurang tidur dapat menyebabkan timbulnya kantung mata dan mata murung.

"Selain itu dapat juga menyebabkan mata lelah dan pucat," ujar dr Allen Towfigh, seorang ahli saraf dan penyakit tidur yang bekerja sama dengan Weill Cornell Medical Center/New York Presbyterian Hospital.

2. Dendam

Menyimpan dendam juga menjadi salah satu penyebab penuaan. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Behavioral Medicine from 2005 menunjukkan bahwa kurangnya pengampunan dapat meningkatkan aktivitas saraf.

"Mendendam dapat meningkatkan stres, di mana hal ini akan meningkatkan sejumlah hormon kortisol," kata dr Jennifer Landa, kepala medis BodyLogicMD, sebuah perusahaan anti penuaan.

Kortisol sendiri berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, peningkatan tekanan darah, gula darah dan diabetes.

3. Berolah Raga Hanya Ketika Ingin Kurus

Jika tujuan Anda berolah raga hanya untuk membuang bobot tubuh, itu tidak akan efektif. Banyak penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat membantu mencegah penyakit yang berhubungan dengan usia dan memperpanjang rentang hidup.

Dengan berlatih setiap hari akan membantu menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan hormon yang menguntungkan seperti tertosteron. Lakukanlah olahraga selama 30 menit setiap hari sangat direkomendasikan.

4. Makanan Manis

Gula ternyata juga berperan dalam hal penuaan. "Makan makanan yang tinggi gula tidak hanya akan membuat Anda semakin gemuk, tapi juga meningkatkan risiko diabetes dan menyebabkan masalah kulit seperti jerawat dan keriput," jelas dr Jennifer.

Ketika Anda mengonsumsi gula, proses glycation akan terjadi, dimana gula masuk ke dalam aliran darah dan menempel pada protein dan akhirnya membentuk molekul baru yang dapat menyebabkan penuaan. Jadi, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk mengonsumsi terlalu banyak makanan-makanan manis.

5. Menggosok Mata

Akibat lelah menatap komputer atau membaca terlalu lama seringkali Anda mulai mengucek-ngucek atau menggosok mata. Menurut dr Dennis Gross, seorang ahli kulit, sebisa mungkin kegiatan ini harus dihindari.

"Menggosok mata dapat memecah kolagen dan elastisitas di seluruh wilayah mata, yang akan menghasilkan keriput dan juga rusaknya kapiler," ujar Dennis.

Menurut dr Dennis kulit di daerah ini sangat sensitif dan rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan kerutan. "Sebaiknya, cobalah untuk menyeduh dua kantong teh hijau, dinginkan, kemudian tempelkan pada mata Anda selama 10 menit," saran dr Dennis.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan krim yang mengandung vitamin K dan D.

6. Tidur dengan Wajah Menghadap Bantal

Siapa sangka hal kecil ini dapat menyebabkan keriput pada wajah? Tidur dengan wajah menghadap bantal secara terus menerus akan membuat Anda terlihat lebih tua.

"Terus menerus menekan wajah ke bantal menyebabkan trauma pada kulit," kata dr Dennis.

Lalu, seiring waktu trauma ini akan diperparah karena gesekan sarung bantal dan membuat lipatan permanen serta merusak kolagen. Tidur telentang lebih dianjurkan untuk meminimalkan gesekan.

7. Jarang Minum

Kurang cairan jelas memengaruhi kelembaban kulit. Air sendiri sangat penting untuk menjaga kelembaban kulit dan membantu memberikan nutrisi penting pada kulit.

"Air dapat membantu peremajaan kulit dengan cepat. Sebaliknya, dehidrasi akan menyebabkan kulit menjadi kering, kusam, berflek, dan tentu membuat Anda tampak lebih tua," ujar Goodson, seorang nutrisionis.

Selasa, 12 Maret 2013

Panjang Umur, Resepnya Tak Cuma Jaga Kebugaran Tubuh

SETIAP orang menginginkan hidup panjang umur dan sehat. Menjalankan pola hidup sehat memang tidaklah mudah, namun tentu Anda bisa mencoba hal tersebut dan membiasakan diri terhadap kebiasaan sehat yang bisa membantu Anda hidup lebih lama.

Memiliki tubuh yang sehat tentu menjadi idaman setiap orang. Namun tentu tubuh yang sehat tidak kita dapatkan tanpa merawat dan menjaga dengan kebiasaan yang sehat. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan sehat yang bisa Anda lakukan untuk membuat tubuh Anda lebih fit dan segar, sehingga Anda bisa terbebas dari berbagai penyakit, dan hidup lebih lama, seperti yang dilansir Magforwoman.

Menjaga lingkungan bersih dan higienis

Tinggal di lingkungan yang sehat dan higienis sama pentingnya dengan menjaga kebersihan tubuh. Penting untuk menjaga lingkungan Anda bersih. Jika lingkungan bersih, ada kemungkinan lebih kecil untuk terserang penyakit.

Personal hygiene

Kebersihan tubuh seperti mencuci tangan dan kaki memainkan peran yang sama penting, tubuh yang bersih sehat dan membantu menghindari kondisi medis yang membahayakan kesehatan Anda.

Kebugaran fisik

Jika Anda ingin menjalani hidup sehat dan panjang usia, penting untuk senantiasa merawat tubuh. Pikiran yang sehat hanya akan tercipta dalam tubuh yang sehat. Anda bisa mencoba yoga atau berjalan biasa, atau pergi ke gym untuk pelatihan olahraga. Ini sangat penting untuk menghindarkan tubuh dari stres.

Rutin check up

Agar panjang umur, salah satu hal yang harus Anda lakukan adalah, Anda harus selalu sadar kesehatan dan kondisi medis. Lakukan pemeriksaan kesehatan dan perhatikan setiap jenis masalah kesehatan, baik kecil atau besar sangat penting untuk hidup sehat dan panjang umur.

Rabu, 20 Februari 2013

Tips Tidur Siang Yang Menyehatkan, Cukup 10-20 Menit!

Ketika kafein tidak lagi efektif, tidur singkat di sela-sela kesibukan bekerja mungkin dapat menjadi solusi bagi kantuk yang menggangu. Namun bagaimana menjadikan tidur siang sebagai kebiasaan menyehatkan dan tidak merusak jadwal tidur malam ?

Ada yang bilang, jika butuh tidur, maka tidur sianglah. Penelitian pun mengindikasikan, tidur siang bukan hanya mencukupi kebutuhan istirahat dan penyembuhan, tapi juga dapat meningkatkan "mood" dan kewaspadaan sepanjang hari.

Lalu berapa lama idealanya tidur siang? Sebuah studi mengindikasikan, mereka yang rutin tidur siang 10 hingga 20 menit setiap hari, akan bangun dengan mata dan tubuh yang lebih segar daripada mereka yang menghabiskan satu hingga berjam-jam tidur siang. Hal ini karena tidur siang yang terlalu lama justru akan membuat lebih sulit untuk tidur lelap di malam hari.

Tidur memiliki tahapan, dan selama tahapan "tidur dalam" yaitu ketika mimpi terjadi, otak mengalami kesulitan untuk terbangun. Studi menunjukkan bahwa saat seseorang tertidur siang cukup lama yaitu sekitar 25 hingga 85 menit, tahapan tidur sudah mencapai fase Rapid Eye Movement (REM), dan hal berati akan membuat lebih sulit untuk tertidur di malam hari.

Oleh karena itu, disarankan untuk tidur siang selama 10 hingga 20 menit saja, supaya tetap mudah tertidur di malam hari.

Selain durasi, waktu tidur siang juga menentukan kualitas tidur di malam hari. Semakin dekat waktu tidur siang kita dengan waktu tidur malam, maka akan semakin sulit untuk terbangun saat tidur siang yang menyebabkan kacaunya jadwal tidur malam. Para ilmuan menyarankan untuk paling tidak harus ada jarak sekitar 4 jam dari tidur siang dengan tidur malam.

Secara umum, mereka yang tidur siang rutin memiliki kemampuan lebih baik untuk menangkal kantuk daripada mereka yang tidak. Yang penting, jaga durasinya jangan terlalu lama, 5 sampai 15 menit saja sudah cukup untuk menambahkan energi dan membuat kualitas tidur malam Anda lebih baik.

Rabu, 14 Maret 2012

4 Langkah Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok memang amat merugikan kesehatan. Bahkan, para perokok aktif sudah tahu dan sadar bahwa mereka berisiko terkena kanker paru-paru, emphysema dan serangan jantung di kemudian hari akibat merokok.

Tetapi, bila Anda benar ingin berhenti merokok, coba beberapa langkah ini dan semoga bisa membantu Anda untuk terlepas dari kebiasaan tidak sehat.

Langkah 1: Pilih hari untuk memulai berhenti merokok

Ambil kalender dan pilih waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri guna keluar dari kebiasaan merokok. Tak ada salahnya untuk memulai berhenti merokok pada hari yang Anda anggap tingkat stres tidak terlalu tinggi dibandingkan hari lain, seperti hari-hari di akhir pekan. Tandai kalender Anda dan mulai berkomitmenlah untuk melakukannya.

Beres-beres setelah berkomitmen ternyata penting. Menyingkirkan asbak, korek api dan rokok merupakan langkah awal demi kesuksesan menghentikan kebiasaan merokok.

Langkah 2: Prediksi situasi pemicu keinginan merokok

Cobalah untuk memprediksi situasi pemicu yang akan muncul pada hari pertama saat berhenti merokok. Ada kalanya situasi tertentu menjadi dorongan yang kuat untuk kembali merokok. Kemudian tulis pada buku catatan khusus yang telah Anda sediakan.

Lalu lihat pada minggu pertama dari keputusan untuk berhenti merokok. Jika Anda dapat lulus ujian pada tujuh hari pertama, akan menjadi tanda baik untuk berhenti merokok selamanya. Jika Anda menemukan pemicu lain dalam tujuh hari pertama Anda berhenti merokok, segera tulis dalam buku tersebut. Sebab, pemicu keinginan untuk kembali merokok pada saat hari biasa dengan hari di akhir pekan biasanya selalu berbeda.

Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat daftar pemicu keinginan merokok, maka Anda perlu 'pengamatan khusus' pada satu minggu sebelum merealisasikan niat untuk berhenti merokok, sehingga Anda bisa mengetahui kapan dan mengapa timbul keinginan merokok.


Langkah 3: Strategi rencana untuk situasi pemicu Anda

Sekarang pikirkan dari setiap poin pemicu. Apa tujuan utama Anda merokok? Apa itu untuk mengisi waktu? Mengurangi stres? Menjadikan Anda lebih dewasa? Sebagai contoh, katakanlah pemicunya adalah stres di tempat kerja dan rokok membantu menenangkan Anda. Lantas cari solusinya, Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres selain merokok? Anda bisa coba rehat sejenak dari pekerjaan kantor, mengonsumsi air putih, atau mencoba rileks dengan melakukan yoga ringan. Untuk setiap pemicu, tuliskan dua atau tiga strategi. Kemudian berkomitmen untuk menggunakan strategi tersebut saat situasi terjadi.

Langkah 4: Cari dukungan

Berhenti merokok akan terasa lebih mudah ketika orang terdekat Anda turut membantu dalam meluluskan niat Anda itu. Jenis dukungan yang diberikan bisa dalam bentuk tindakan dengan memastikan tidak ada rokok tergeletak di sekitar rumah. Atau memberitahu Anda bahwa keluarga bangga padamu atas semua usaha yang dilakukan.

Setelah Anda berhasil berhenti merokok pada satu hari pertama, coba rasakan perbedaannya.
1. Setelah 20 menit, tekanan darah dan denyut nadi kembali normal.
2. Setelah 8 jam, tingkat oksigen dalam darah kembali normal.
3. Setelah 24 jam, paru-paru mulai membersihkan penumpukkan tar.
4. Dan setelah 48 jam, bau dan rasa yang baik mulai meningkat.
5. Setelah 72 jam, bernafas lebih mudah, tabung bronkial lebih rileks dan terjadi peningkatan energi.
6. Dua hingga 12 minggu, berjalan dan berlari jauh lebih mudah. Setelah tiga sampai sembilan bulan, paru-paru memiliki ruang untuk oksigen hingga 10 persen lebih banyak.
7. Pada satu tahun, risiko serangan jantung menurun hingga setengahnya. Bahkan setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru juga berkurang hingga 50 persen. Dan dalam 15 tahun, risiko serangan jantung Anda sama seperti mereka yang non-perokok.


Senin, 05 Maret 2012

Luka Bakar Ringan Tidak Tepat Diobati Dengan Odol


Kebiasaan orangtua saat buah hati mengalami luka bakar ringan dengan memberi pasta atau odol di bagian luka yang terkena panas, ternyata kurang tepat.

“Kalau terbakar level ringan sering menggunakan pasta atau odol. Sebenarnya tindakan itu kurang tepat. Yang benar siram luka dengan air keran supaya mendinginkan proses luka panas. Panas diremove sehingga proses panas enggak berjalan,” ungkap dr Johnny Nurman Sp.A., seorang Pediatrician Brawijaya Hospital & Brawijaya Clinic di Jakarta, Jumat (2/3/2012).

Johnny menyarankan setiap luka bakar ringan jangan ditempeli apapun karena bisa membuat lengket.

Untuk luka bakar tingkat kedua menyebabkan kulit melepuh ataupun bengkak berisi air. Biasanya orang tidak sabar untuk memecahnya. Tapi sebenarnya tindakan itu salah.

“Biasanya dalam 21 hari akan pecah dengan sendirinya. Kalau melepuh jangan dipecahkan, biar pecah sendiri,” ungkapnya.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...