Tampilkan postingan dengan label bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahagia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Januari 2014

Apakah Kekayaan Berlimpah Membuat Anda Bahagia?


Sebuah studi menarik telah dilakukan oleh sebuah Universitas di Michigan AS. Profesor kawakan Justin Wolfers dan Betsey Stevenson mengkaji kembali hubungan antara kekayaan dan kebahagian.

Kajian terdahulu dan masih dipegang banyak orang adalah ketika kekayaan berbanding lurus dengan kebahagiaan. Atau dengan kata lain 'seseorang yang kaya sudah pasti bahagia'. Namun pendapat tersebut sudah tidak lagi benar.

Mengutip artikel money research kedua Professor tersebut yang dirilis Huffington Post, Rabu (29/1/2014), menunjukkan apakah seseorang sangat kaya atau mungkin sangat miskin di sebuah tempat tidak berhubungan dengan kebahagiaannya.

Kamis, 07 Maret 2013

Orang Kaya Lebih Panjang Umur

Uang mungkin tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi uang akan membantu kita menghindari penyakit akibat rasa tak bahagia dan stres. Itu sebabnya mengapa menurut penelitian di Inggris meski sama-sama stres, tetapi orang kaya hidup lebih lama dibandingkan dengan orang miskin.

Menurut ketua peneliti, Dr Antonio Ivan Lazzarino, kombinasi antara kemiskinan dan stres bisa menjadi "bom" bagi kesehatan.

Penelitian yang dilakukan Lazzarino itu berusaha mengetahui apakah kombinasi antara kemiskinan dan stres berdampak pada usia harapan hidup seseorang.

Namun, penelitian itu tidak menyebutkan dengan pasti berapa tahun perbedaan usia harapan hidup antara orang kaya dan miskin. Tidak dijelaskan pula mengapa secara biologi orang kaya bisa merespons stres lebih baik.

Penelitian yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine itu meneliti database lebih dari 66.500 orang di Inggris yang berusia di atas 35 tahun antara tahun 1994 dan 2004.

Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang status ekonominya lemah dan mengalami stres cenderung meninggal lebih cepat.

Selain respons stres yang lebih baik, orang yang status finansialnya baik juga memiliki asuransi kesehatan yang baik.

Meraih Bahagia Lewat Olahraga

Segala yang berkaitan dengan aktivitas fisik seperti olahraga selalu dikaitkan dengan program penurunan berat badan atau pencegahan penyakit. Namun, ini kurang lengkap. Olahraga sebenarnya juga meningkatkan rasa bahagia.

Bagi mereka yang rutin berolahraga, tentu akrab dengan perasaan nyaman dan bahagia yang memenuhi hati setelah selesai olahraga. Saat berolahraga akan terjadi pelepasan endorfin sehingga kita pun merasa tenang.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam the American Journal of Epidemiology, diketahui aktivitas olahraga secara rutin sangat berpengaruh besar pada kebahagiaan seseorang.

Tim peneliti dari Kanada menganalisa data dari 8 National Population Health Survey dengan periode 15 tahun untuk mengetahui kaitan antara level aktivitas fisik dengan kebahagiaan.

Dalam jangka pendek, olahraga memang terkait dengan kebahagiaan, karena orang yang bahagia biasanya senang berolahraga.

Akan tetapi hasil penelitian menunjukkan, perubahan kebiasaan, misalnya dari tidak berolahraga menjadi aktif berolahraga akan berpengaruh pada mood seseorang dalam jangka panjang. Singkatnya, membangun kebiasaan berolahraga bisa menjadi investasi bagi rasa bahagia di masa depan.

Selain itu, orang yang rajin berolahraga juga cenderung lebih awet muda sehingga mereka pun lebih bahagia.

Olahraga, seperti joging atau berlari, akan memperlancar sirkulasi oksigen dan peredaran darah. Dengan darah yang lancar, nutrisi ke seluruh jaringan kulit tidak terhambat. Selain kesegaran sel-sel terpelihara, hal itu juga membantu mengaktifkan produksi kolagen untuk melembabkan kulit.

Rabu, 22 Agustus 2012

Hubungan Intim Dengan Vs Tanpa Kondom Bagi Kesehatan Mental Wanita

Hubungan intim tak hanya membuat pasangan lebih bahagia namun juga mengubah mood wanita. Studi yang dilakukan State University of New York menyimpulkan hal ini setelah melakukan penelitian terhadap 293 wanita yang biasa berhubungan intim tanpa kondom, terutama terkait kesehatan mental mereka.

Hasil menelitian menunjukkan, air mani mengandung bahan kimia yang dapat memperbaiki suasana hati, meningkatkan kasih sayang, membuat nyenyak tidur, dan juga mengandung setidaknya tiga anti-depressant.

Para peneliti juga mengklaim bahwa wanita yang berhubungan seks tanpa kondom secara teratur terbebas dari rasa tertekan dan tampil lebih baik pada tes kognitif.

Seperti dilaporkan Daily Mail, air mani tak hanya mengandung spermatozoa, tetapi juga kortisol, yang dikenal mampu meningkatkan kasih sayang; estrone, yang memperbaiki suasana hati; dan oksitosin, yang juga berperan dalam mempengaruhi mood baik.

Zat kimia lain yang terkandung di dalam air mani adalah hormon thyrotropin(bersifat antidepresan), melatonin (berpengaruh pada tingkat kenyenyakan tidur), dan juga serotonin (neurotransmitter yang berfungsi sebagai antidepresan).

Untuk membuktikannya, peneliti di Gallup dan Burch, bersama dengan psikolog Steven Platek, meneliti wanita yang berhubungan seks tanpa kondom dan membandingkannya dengan kelompok kontrol. Mereka mengumpulkan 293 perempuan yang setuju untuk mengisi kuesioner anonim tentang berbagai aspek kehidupan seks mereka.

Temuan terbaru lainnya dari laboratorium Gallup bahkan menunjukkan bahwa air mani membuat wanita tampil lebih baik dalam hal berkonsentrasi dan tugas-tugas kognitif.

Temuan yang paling signifikan dari studi ini, yang dipublikasikan dalamArchives of Sexual Behavior, adalah bahwa wanita yang terlibat dalam seks tanpa kondom menunjukkan gejala depresi lebih sedikit daripada mereka yang biasa menggunakan kondom.

Sumber: *
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...