Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Maret 2013

Selain Baik Bagi Jantung Buah Anggur Baik Untuk Pendengaran

Buah anggur merah atau anggur merah (red wine) sudah lama dipuji karena kaya akan antioksidan yang baik bagi kesehatan jantung. Namun, penelitan terbaru menyatakan kali ini kalau baik buah anggur merah maupun red wine bisa melindungi efek dari bahaya pendengaran.

Seperti dilansir Huffingtonpost, Sabtu (2/3/2013), peneliti menemukan senyawa Resveratrol dalam buah anggur merah dan red wine.

Studi yang dilakukan pada tikus ini menunjukkan kalau resveratrol memiliki kekuatan pelindung terhadap hilangnya gangguan pendengaran.

"Resveratrol merupakan bahan kimia yang sangat kuat yang tampaknya bisa melindungi proses inflamasi tubuh yang berhubungan dengan hilangnya penuaan, kognisi dan pendengaran," kata peneliti studi, Michael D. Seidman yang sekaligus direktur of the Division of Otologic/Neurotologic Surgery at Henry Ford Hospital.

Untuk membuktikan studi ini, peneliti secara khusus melihat bagaimana protein resveratrol memiliki peran dalam peradangan tubuh dan sel COX-2 dan oksigen reaktif.

Dan peneliti menemukan protein COX-2 naik ketika tikus diberikan suara bising yang mengganggu.

Namun, ketika tikus diberi resveratrol, seolah-olah protein tersebut dihambat dan oksigen dalam gangguan pendengaran menurun. Jadi tikus ini bisa mengurangi gangguan pendengaran.

" Tingkat COX-2 yang diinduksi ini mungkin merupakan mekanisme potensial gangguan pendengaran (NIHL) dan kemungkinan mekanisme kemampuan resveratrol bisa mengurangi NIHL karena kemampuannya untuk mengurangi COX-2,"jelas peneliti.

Karena penelitian ini baru dilakukan pada hewan, penelitian selanjutnya akan melihat apakah temuan ini juga berlaku pada manusia.

Walaupun belum ada pembuktian pada manusia, peneliti senang karena buah anggur maupun red wine memiliki manfaat lain.

"Buah anggur maupun red wine telah dikenal bisa melindungi darah pada tubuh sehingga bisa menurunkan kadar kolesterol 'jahat',"tambah peneliti.

Temuan ini dipublikasikan secara online dalam the journal Otolarnygology-Head and Neck Surgery.

Rabu, 12 September 2012

Hindari Bahaya Radiasi Telepon Genggam

Ketergantungan masyarakat terhadap teknologi, khususnya telepon selular atau ponsel, boleh dikata sudah sangat tinggi. Padahal, radiasi yang dikeluarkan oleh ponsel sangat berbahaya, terutama bagi kesuburan pria dan jaringan syaraf di otak.

Prof. Dr. dr. Susy Tjahjani, Mkes., dosen Universitas Kristen Maranatha Bandung juga merasakan bahwa masyarakat modern sekarang ini sangat tergantung dengan peralatan ponsel. Padahal, dia menegaskan bahwa kehidupan yang terlalu erat dengan ponsel bisa berpengaruh negatif kepada penggunanya. Penyebabnya adalah efek radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan.

Radiasi elektromagnetik merupakan kombinasi medan listrik dan medan magnet yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain. Dalam hal ini, radiasi datang dari ponsel dan masuk ke dalam tubuh manusia.

Apa dampak buruk radiasi ponsel ini?

Menurut Susy, yang jelas, penggunaan alat tersebut secara terus-menerus bisa memengaruhi tingkat kesuburan. Itu sudah ada penelitiannya meski baru diujicobakan pada hewan. “Efek radiasi mengganggu pergerakan sel kelamin jantan (spermatozoa),” ujarnya, saaat berbincang dengan Vista.

Artinya, informasi yang menyebut bahwa radiasi ponsel menyebabkan kesuburan terganggu bukanlah mitos. “Bukan mitos, karena penelitian terhadap hewan sudah dilakukan. Untuk penelitian kepada manusia, dari lingkungan kita sendiri belum melakukan itu,” ujar guru besar di bidang kesehatan ini.

Selain dapat memengaruhi kesuburan, efek radiasi juga bisa memengaruhi kesehatan otak.
Namun demikian, lanjut peneliti pada kampus tempatnya mengajar itu, efek radiasi dapat dicegah melalui berbagai cara. Jadi, Anda bisa tetap sehat meski menggunakan ponsel.

“Misalkan daripada bicara melalui handphone, ada baiknya kita melakukan komunikasi melalui SMS saja. Terlalu lama bertelepon akan memengaruhi kesehatan otak,” ujarnya.

Bagi pasangan yang telah berumah tangga dan ingin segera memiliki keturunan, sebaiknya tidak terlalu sering menggunakan peralatan ponsel. Kurangi berbicara lewat telepon, dan tidak meletakkan benda-benda tersebut di tubuh, misalnya di kantong celana.

Ketika tidur, lanjut Susy, sebaiknya jauhkan tubuh dari peralatan teknologi tersebut. Sebab dalam kondisi hidup, ponsel tetap memancarkan radiasi kendati hanya digenggam, apalagi untuk bicara.

“Paling aman lagi gunakan hands-free untuk mendengarkan pembicaraan di handphone,” tandasnya. Penggunaan hands-free cukup aman, karena penggunaan ponsel tidak dilakukan secara langsung dan tidak menempel di telinga.

Sumber: *

Senin, 05 Maret 2012

Mengonsumsi Vitamin E Secara Berlebihan Kurang Baik Untuk Kesehatan

Sebagai salah satu suplemen paling populer di dunia, ternyata vitamin E menyimpan 'keganasan', yakni bisa membuat tulang tua dan rapuh sebelum waktunya.

"Hewan yang diberikan vitamin E, 20 persen tulangnya menjadi lebih lemah dibandingkan dengan yang tidak diberi vitamin E, dan hal ini sangat mengkhawatirkan, karena efeknya terlihat hanya delapan minggu setelah pemberian vitamin," tulis sebuah studi di London, Inggris.

Bukan tanpa alasan para ilmuwan London, Inggris meneliti vitamin E. Pasalnya, popularitas suplemen vitamin E semakin mendunia dan semakin populer karena dikonsumsi ratusan ribu hingga jutaan orang di Inggris setiap harinya. Bahkan, satu dari sepuluh orang dewasa di Amerika Serikat diketahui rutin mengonsumsi suplemen vitamin E setiap harinya.

Hal itu terjadi, karena vitamin E diyakini dapat mencegah risiko penyakit jantung, kanker dan katarak. Selain itu, tak sedikit orang percaya vitamin E membantu menjaga pikiran tetap tajam di usia tua dan menjaga kelenturan kulit.

Selain di dalam suplemen, secara alami vitamin E dapat ditemukan di dalam sereal, kacang-kacangan, minyak Zaitun dan kuning telur.

Namun, dibalik kegunaannya, mengonsumsi vitamin E secara berlebihan ternyata kurang baik untuk kesehatan. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Nature Medicine dijelaskan, vitamin E memiliki efek alfa-tokoferol yang mempengaruhi kekuatan tulang.


Dosis dan pengaruh

Bila vitamin E digunakan sebagai antioksidan, maka seorang perempuan membutuhkan sedikitnya 120 IU (international unit) per hari[3]. Namun menurut catatan medis, kebanyakan perempuan Indonesia hanya mengonsumsi makanan yang mengandung 10.4 - 13,4 IU per hari[3]. Untuk mencukupi kebutuhan itu, vitamin E dapat dikonsumsi dari vitamin E sintetis (dl-a tokoferol)[3].

Dosis vitamin E yang besar bisa memperbaiki dan mencegah terjadinya perkembangan kelainan saraf[6]. Beberapa penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsumsi vitamin E dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh[6]. Asupan vitamin E harian sebesar 10-30 mg dianggap cukup untuk mempertahankan kadar viamin E dalam darah[7]. Namun batas konsumsi vitamin E yang dianjurkan adalah 8 sampai 10 IU(International Units)- suatu batas dimana sepertiga orang Amerika menggunakannya[7]. Untuk keuntungan maksimal vitamin E, diperlukan 100 sampai 400 IU setiap hari[7]. Sebagian besar penelitian menunjukan bahwa ini merupakan konsumsi optimal untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Sedangkan dalam bahan makanan yang kita konsumsi setiap harinya diperkirakan mengandung 25 IU vitamin E[7].
Kekurangan

Kekurangan vitamin E akan menyeabkan sel darah merah terbelah. Proses ini disebut hemolisis eritrodit dan dapat dihindari dengan vitamin E.[1]

Akibat lain kekurangan vitamin E adalah[1]:
  • perubahan degeneratif pada sistem saraf dan otot
  • kelemahan dan kesulitan berjalan 
  • nyeri pada otot betis
  • gangguan penglihatan 
  • anemia
  • retensi cairan (odem) 
  • kelainan kulit 
Pada bayi, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kelainan yang mengganggu penyerapan lemak pada bayi yang prematur dan kekurangan gizi.[6] Namun kekurangan vitamin E sesungguhnya sangat jarang terjadi karena vitamin ini banyak terdapat dalam makanan, terutama dalam minyak sayur.[6] Pada manusia kekurangan vitamin E bisa disebabkan karena diet yang sangat buruk dalam jangka waktu lama.[6]
Kelebihan

Pada umumnya vitamin E dianggap sebagai bahan yang cukup aman.[3] Dalam beberapa kasus, kelebihan vitamin E menimbulkan gangguan pada kinerja sistem imun terhadap infeksi[7]. Gejala yang akan dirasakan adalah sakit kepala, lemah dan selalu lelah, serta pusing yang disertai gangguan penglihatan[3]. Untuk itu, jumlah vitamin E dalam tubuh harus berada dalam batasan yang ketat.[3]

Yahoo News & Wikipedia Indonesia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...