Tampilkan postingan dengan label tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tua. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2013

Inilah Bagaimana Merokok Merusak Penampilan Anda?


Merokok bukan hanya merusak organ bagian dalam tubuh Anda seperti paru-paru, namun ternyata juga berdampak buruk pada penampilan luar Anda. Apa saja dampak buruk rokok pada penampilan Anda?

Dr. Nipun Jain, MBBS, MD., konsultan senior Dermatology di Sri Balaji Action Medical Institute, India, menjelaskan bagaimana rokok memengaruhi penampilan luar Anda seperti merusak kulit dan rambut.

“Merokok dapat merusak rambut dan kulit, serta membuat Anda terlihat jauh lebih tua. Hal ini cenderung dikarenakan nikotin telah memblokir oksigen dan nutrisi di kulit Anda. Nikotin dan bahan-bahan kimia lainnya juga akan menetap di dalam pembuluh arteri sehingga menghalangi transportasi nutrisi penting dalam darah,” kata Dr. Nipun.

Berikut beberapa dampak buruk yang disebabkan oleh rokok pada penampilan Anda seperti yang dikutip dari The Times of India baru-baru ini :

Kulit kendur dan keriput
Bahan kimia yang dilepaskan dari asap tembakau memicu kerusakan kolagen dan elastin (jenis protein penyusun pembentukan tulang, gigi, sendi, otot, dan kulit) sehingga menyebabkan kulit kendur dan keriput.

Garis disekitar bibir
Pada saat merokok, elatisitas dari otot-otot yang terdapat disekitar bibir menjadi hilang sehingga menyebabkan keriput dinamis disekitar bibir.

Bintik-bintik gelap pada kulit
Berbagai penelitian menunjukan bahwa perokok lebih rentan terhadap bintik-bintik penuaan. Bintik-bintik penuaan adalah bercak berwarna gelap yang muncul pada kulit, umumnya pada wajah dan tangan.

Kuku bernoda
Merokok berlebihan menyebabkan perubahan warna pada kulit, kuku, dan gigi.

Rambut rontok
Semakin banyak merokok semakin cepat pula kerontokan rambut pada pria dan wanita. Hal ini disebabkan karena kandungan kimia yang terdapat pada rokok menyumbat pembuluh arteri yang membawa pasokan nutrisi bagi tubuh, termasuk kepala Anda.

Keriput di sekitar mata
Asap yang berasal dari pembakaran rokok menyebabkan area di sekitar mata menjadi keriput akibat bahan-bahan kimia pada tembakau telah merusak struktur kulit dan pembuluh darah disekitar mata.

Jadi kesimpulannya, apakah merokok membuat penampilan Anda lebih baik atau lebih buruk bisa Anda jawab sendiri bukan?

Sumber *

Senin, 15 April 2013

SIAPA LEBIH CEPAT TUA?

Ada pendapat, wanita lebih cepat tua dari pria. Benarkah? Simak apa yang mempercepat timbulnya penyakit dan kerentaan di tubuh Anda.

Wanita menaruh perhatian lebih besar dibanding pria dalam hal awet muda. “Selama 20 tahun terakhir saya mendapati bahwa wanitalah yang sering mengeluh karena merasa kelihatan lebih tua dibanding suaminya,” kata Dr. CEPAT, dokter sekaligus guru antipenuaan tingkat dunia.

Kondisi itu dibenarkan Dr. Perricone. Ada perbedaan fisiologis antara tubuh pria dan wanita. Pria memiliki kulit lebih tebal, sehingga lebih resisten terhadap kerusakan. Hormon testosteron menjaga kulit pria tetap lembab. Selain itu, pria punya tulang lebih padat daripada wanita.

Sudah begitu, wanita punya kecenderungan untuk berdiet sembarangan setelah masa remaja. Padahal, kurang gizi, khususnya protein, juga merupakan faktor yang mempecepat penuaan. Dr. Perricone percaya bahwa kurang protein menyebabkan kita jadi cepat tua.

Inti dari proses penuaan, menurutnya, adalah pembengkakan. Ketika inflamasi ini terjadi dalam kadar rendah dan tak terlihat karena berlangsung dalam sel di organ tubuh, pelan tetapi pasti kita punya risiko terkena penyakit degeneratif, misalnya penyakit jantung dan stroke. Sebaliknya, jika sel-sel tubuh sehat, bebas dari cedera plus mendapatkan gizi cukup terus-menerus, tubuh akan awet sehat meskipun sudah masuk usia emas.

Hal itu juga dibenarkan oleh Dr. Czeresna Heriawan Soejono, Sp.PD, KGer, Mepid, dari FKUI/RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pola makan yang benar adalah kunci untuk tetap sehat dan awet muda. Stres oksidatif pada tubuh terjadi jika pola makan tak sehat.

Stres oksidatif erat hubungannya dengan penyakit kronis degeneratif yang menggerogoti pembuluh darah dan sendi pada manusia berusia 50 tahun ke atas jika tak didukung pola makan sehat. Namun, ia menambahkan bahwa belakangan ini penyakit kronis degeneratif menggerogoti pula orang Asia perkotaan mapan mulai usia 30-an.

Kesibukan orang Asia perkotaan yang menjauhkan diri dari olahraga, kemudahan dan kedekatan dengan akses makanan siap saji yang tinggi lemak dan rendah serat adalah penyebabnya. “Ada penelitian Prof. Campbell dari Amerika Serikat di Shanghai. Penelitian itu mengungkapkan bahwa perubahan pola makan orang Asia bertanggung jawab pada penyakit kronis degeneratif yang diderita orang Asia belakangan ini,” kata Dr. Czeresna.

“Prof. Campbell sudah memperingatkan orang Indonesia. Jangan ubah pola makan tradisional menjadi pola makan Barat yang cenderung miskin serat dan kaya lemak itu agar tua tidak sakit-sakitan,” sebutnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...