Saya rasa kita semua sepakat bahwa hidup itu penuh masalah dan rumit. Di sisi lain kita juga tahu, walaupun sulit, hidup juga penuh hal-hal positif dan kebahagiaan. Nggak selamanya kita berada di bawah, suatu saat pasti roda berputar dan kita ada di atas. Tapi meskipun tahu bahwa hidup itu berat, kadang tanpa sadar kita melakukan hal yang malah membuat hidup jadi lebih berat lagi.
Ada beberapa hal kecil yang mungkin bisa mulai kita lakukan tahun ini dalam rangka berhenti membuat hidup kita menjadi lebih rumit.
1. Komunikasi. Karena orang lain nggak bisa membaca pikiran kita.
Kadang kita lupa kalau kita bukanlah pusat dari alam semesta. Yang tahu bagaimana perasaan dan pikiran kita hanyalah kita sendiri. Kita nggak bisa berharap dan berasumsi bahwa orang lain bisa mengerti apa yang kita mau tanpa harus dijelaskan. Oleh karena itu, komunikasi adalah kuncinya. Kalau ada sesuatu yang membuat kita nggak nyaman, tinggal ngomong aja kepada yang bersangkutan. Jangan marah-marah. Nggak perlu teriak-teriak. Jangan tantrum kayak anak balita. Sebaliknya, justru kita harus berbicara logis dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara. Itu kan poinnya berkomunikasi. Bisa jadi kita akan sangat terkejut melihat ternyata banyak banget masalah yang bisa diselesaikan dengan berkomunikasi secara sederhana.
Tampilkan postingan dengan label lebih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lebih. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 04 Januari 2014
Delapan Cara untuk Tidak Membuat Hidup Jadi Lebih Rumit
Label:
banjir informasi,
berhenti khawatir,
cara,
Delapan,
depan,
hidup,
Jadi,
Komunikasi,
lalu,
lebih,
masa,
membuat,
mengubah,
menyalahkan,
orang positip,
Rumit,
terobesesi,
tidak
Jumat, 06 September 2013
Ini Alasan Miras Lebih Bahaya Dari Narkoba
JAKARTA – Mengkonsumsi minuman beralkohol, yang di Indonesia lebih dikenal dengan sebuta miras alias minuman keras, ternyata berdampak lebih buruk daripada mengisap rokok dan menggunakan narkoba.
Studi yang dilakukan ilmuwan Inggris tahun 2010 menyebutkan, di banding dampak pengguna rokok dan narkoba, kerusakan organ tubuh pengonsumsi alkohol berada di posisi paling parah.
Seperti dikutip dari Foxnews.com, para ilmuwan itu menghadirkan skala penghitungan baru tentang dampak alkohol mulai dari gangguan yang diderita pengonsumsi alkohol hingga dampak sosial yang diakibatkannya.
Studi yang berlangsung pada 2010 itu menyebutkan bahwa alcohol lebih berbahaya dan tiga kali lebih buruk akibatnya dari narkoba atau bahaya tembakau.
Berdasar skala tersebut, secara terpisah dua kelompok ilmuwan dari Britain's Independent Scientific Committee on Drugs (ISCD) dan para pakar European Monitoring Center for Drugs and Drug Addiction (EMCDDA), menempatkan bahaya narkoba jenis heroin dan kokain di peringkat kedua dan ketiga.
Bahaya ektasi bahkan hanya seperdelapan dari dampak mengonsumsi alkohol.
Professor David Nutt, pimpinan ISCD masa itu, yang karyanya dipublikasikan di jurnal kedokteran Lancet menyebutkan bahwa temuan itu memperlihatkan dampak alkohol yang begitu luas memerlukan strategi kesehatan publik yang memadai.
Seperti diketahui, minuman beralkohol dan rokok dilegalkan di banyak negara. Hal itu berbeda dengan narkoba seperti ekstasi, ganja, heroin dan sejenisnya yang bisa membuat pemilik atau pembawanya di kirim ke dalam sel penjara.
“Menarik untuk memperhatikan bahwa dua produk legal yakni alkohol dan tembakau menempati peringkat teratas, dan menunjukkan bahwa produk legal itu menyebabkan setidaknya dampaknya yang sama besarnya dengan zat-zat illegal,” ujar Nutt yang pernah menjadi tokoh berpengaruh di British Advisory Council on the Misuse of Drugs.
Nutt dikeluarkan dari lembaga itu karena mengeritik sikap pemerintah yang mengabaikan padangan para ilmuwan bahwa bahaya ganja lebih sedikit dari pada alcohol.
Sementara itu, badan kesehatan dunia WHO memperkirakan sebanyak 2,5 juta kematian per tahun di dunia terjadi terkait konsumsi alcohol. Kematian itu terjadi pada penderita serangan jantung dan liver, korban kecelakaan lalu lintas, kasus bunuh diri dan penderita kanker. Demikian rilis WHO pada Februari 2011. Sumber *
Studi yang dilakukan ilmuwan Inggris tahun 2010 menyebutkan, di banding dampak pengguna rokok dan narkoba, kerusakan organ tubuh pengonsumsi alkohol berada di posisi paling parah.
Seperti dikutip dari Foxnews.com, para ilmuwan itu menghadirkan skala penghitungan baru tentang dampak alkohol mulai dari gangguan yang diderita pengonsumsi alkohol hingga dampak sosial yang diakibatkannya.
Studi yang berlangsung pada 2010 itu menyebutkan bahwa alcohol lebih berbahaya dan tiga kali lebih buruk akibatnya dari narkoba atau bahaya tembakau.
Berdasar skala tersebut, secara terpisah dua kelompok ilmuwan dari Britain's Independent Scientific Committee on Drugs (ISCD) dan para pakar European Monitoring Center for Drugs and Drug Addiction (EMCDDA), menempatkan bahaya narkoba jenis heroin dan kokain di peringkat kedua dan ketiga.
Bahaya ektasi bahkan hanya seperdelapan dari dampak mengonsumsi alkohol.
Professor David Nutt, pimpinan ISCD masa itu, yang karyanya dipublikasikan di jurnal kedokteran Lancet menyebutkan bahwa temuan itu memperlihatkan dampak alkohol yang begitu luas memerlukan strategi kesehatan publik yang memadai.
Seperti diketahui, minuman beralkohol dan rokok dilegalkan di banyak negara. Hal itu berbeda dengan narkoba seperti ekstasi, ganja, heroin dan sejenisnya yang bisa membuat pemilik atau pembawanya di kirim ke dalam sel penjara.
“Menarik untuk memperhatikan bahwa dua produk legal yakni alkohol dan tembakau menempati peringkat teratas, dan menunjukkan bahwa produk legal itu menyebabkan setidaknya dampaknya yang sama besarnya dengan zat-zat illegal,” ujar Nutt yang pernah menjadi tokoh berpengaruh di British Advisory Council on the Misuse of Drugs.
Nutt dikeluarkan dari lembaga itu karena mengeritik sikap pemerintah yang mengabaikan padangan para ilmuwan bahwa bahaya ganja lebih sedikit dari pada alcohol.
Sementara itu, badan kesehatan dunia WHO memperkirakan sebanyak 2,5 juta kematian per tahun di dunia terjadi terkait konsumsi alcohol. Kematian itu terjadi pada penderita serangan jantung dan liver, korban kecelakaan lalu lintas, kasus bunuh diri dan penderita kanker. Demikian rilis WHO pada Februari 2011. Sumber *
Sabtu, 17 Agustus 2013
Konsumsi Minuman Soda Berlebihan Picu Perilaku Anak Lebih Agresif
Rupanya soda tidak hanya menyebabkan obesitas. Penelitian terbaru menyebut jika kebiasaan minum soda pada anak juga turut pengaruhi perilakunya. Bahkan disebutkan jika semakin tinggi jumlah yang dikonsumsi, anak makin agresif!
Seperti diulas situs CNN Health, penelitian tersebut dilakukan di Columbia University yang meneliti 3.000 pasangan ibu dan anak dari 30 kota besar di Amerika. Data konsumsi makanan, cara membesarkan hingga jadwal tidurnya sudah dikumpulkan sejak baru lahir hingga mereka berusia 5 tahun.
Hasilnya cukup mengejutkan. Anak-anak yang mengonsumsi 4 gelas soda sesuai jumlah takaran saji terbukti dua kali lebih agresif dibanding anak yang tak dibiasakan minum soda. Perilaku agresif ini dibuktikan dengan kecenderungannya merusak benda milik orang lain, suka berkelahi, juga sering melontarkan kalimat negatif.
Menurut Shakira Suglia, associate professor of epidemiology sekaligus kepala peneliti dari Columbia University, dosis minuman soda memberi pengaruh besar. "Setiap peningkatan konsumsi soda, kami melihat lebih banyak masalah dalam perilakunya. Sangat berbeda dengan anak-anak yang minum soda sedikitnya satu takaran saji dalam sehari," ungkapnya dalam CNN Health (16/08/2013). Selanjutnya *
Seperti diulas situs CNN Health, penelitian tersebut dilakukan di Columbia University yang meneliti 3.000 pasangan ibu dan anak dari 30 kota besar di Amerika. Data konsumsi makanan, cara membesarkan hingga jadwal tidurnya sudah dikumpulkan sejak baru lahir hingga mereka berusia 5 tahun.
Hasilnya cukup mengejutkan. Anak-anak yang mengonsumsi 4 gelas soda sesuai jumlah takaran saji terbukti dua kali lebih agresif dibanding anak yang tak dibiasakan minum soda. Perilaku agresif ini dibuktikan dengan kecenderungannya merusak benda milik orang lain, suka berkelahi, juga sering melontarkan kalimat negatif.
Menurut Shakira Suglia, associate professor of epidemiology sekaligus kepala peneliti dari Columbia University, dosis minuman soda memberi pengaruh besar. "Setiap peningkatan konsumsi soda, kami melihat lebih banyak masalah dalam perilakunya. Sangat berbeda dengan anak-anak yang minum soda sedikitnya satu takaran saji dalam sehari," ungkapnya dalam CNN Health (16/08/2013). Selanjutnya *
Label:
4 gelas soda,
agresif,
anak,
berkelahi,
berlebihan,
CNN Health,
Columbia University,
kalimat negatif,
konsumsi,
lebih,
merusak,
minuman,
obesitas,
perilaku,
Picu,
Shakira Suglia,
soda
Kamis, 18 Juli 2013
Ini Dia Alasan Mengapa Pria Lebih Sehat Jika Pakai Celana Boxer
Penggunaan boxer atau celana pendek di kalangan laki-laki saat ini masih belum terlalu banyak. Untuk pakaian dalam, laki-laki umumnya masih lebih memilih menggunakan celana dalam dibandingkan dengan boxer. Nyatanya, ada beberapa hal yang berhubungan dengan kesuburan yang menguntungkan para pemakai boxer.
Berikut 4 alasan mengapa penggunaan boxer lebih dianjurkan dibandingkan celana dalam, seperti dilansir Boldsky, Jumat (19/7/2013):
Berikut 4 alasan mengapa penggunaan boxer lebih dianjurkan dibandingkan celana dalam, seperti dilansir Boldsky, Jumat (19/7/2013):
Label:
Alasan,
aliran,
berlebihan,
Boxer,
Celana,
darah,
jumlah,
ketidaksuburan,
lebih,
Mengapa,
Pakai,
pria,
sehat,
sperma,
suhu
Kamis, 27 Juni 2013
Meditasi Orgasmik Panaskan Gelora Seks Anda!
London : Stres dan kesibukan sehari-hari membuat pasangan tak terlalu memikirkan seks. Libido Anda bisa menurun karena stres, tapi itu semua bisa diatasi dengan meditasi.
Sebuah survei yang dilakukan farmasi online ukmedix.com mengungkapkan, 25 persen perempuan dan sepertiga pria mengalami penurunan gairah seks. Penyebabnya, tekanan kehidupan sehari-hari di abad 21 ini. Namun, Anda bisa meningkatkan gairah seksual Anda hanya dengan merasakan energi seksual Anda sendiri.
Sebuah survei yang dilakukan farmasi online ukmedix.com mengungkapkan, 25 persen perempuan dan sepertiga pria mengalami penurunan gairah seks. Penyebabnya, tekanan kehidupan sehari-hari di abad 21 ini. Namun, Anda bisa meningkatkan gairah seksual Anda hanya dengan merasakan energi seksual Anda sendiri.
Label:
Anda,
CEPAT,
fokus,
Gelora,
keras,
kesendirian,
kewarasan,
kunci,
lebih,
meditasi,
Nicole Daedone,
One Taste Orgasmic Meditation,
Orgasmik,
Panaskan,
pintu,
seks,
tersembunyi
Selasa, 02 April 2013
Makan Lebih Banyak Serat Dapat Menurunkan Risiko Stroke Yang Pertama Kali
Studi Highlights:
Dalam studi baru, para peneliti menemukan bahwa setiap kenaikan tujuh gram serat dalam asupan harian total dikaitkan dengan penurunan 7 persen pada pertama kali risiko stroke. Satu porsi pasta gandum, ditambah dua porsi buah atau sayuran, menyediakan sekitar 7 gram serat, kata para peneliti.
"Asupan yang lebih besar dari makanan kaya serat - seperti secara keseluruhan-biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan - yang penting bagi semua orang, dan terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko stroke seperti kelebihan berat badan, merokok, dan memiliki tekanan darah tinggi," Diane Threapleton, M Sc.., dan kandidat Ph.D. di University of Leeds Sekolah 'Ilmu Pangan & Gizi di Leeds, Inggris Raya.
Peneliti menganalisis delapan penelitian yang diterbitkan antara 1.990-2.012. Studi yang dilaporkan pada semua jenis stroke dengan empat khusus memeriksa risiko stroke iskemik, yang terjadi ketika blok bekuan pembuluh darah ke otak. Tiga stroke hemoragik dinilai, yang terjadi ketika pendarahan pembuluh darah ke otak atau pada permukaannya.
Temuan dari studi observasi digabungkan dan menyumbang faktor-faktor risiko stroke seperti usia dan merokok.
Hasil didasarkan pada serat makanan total. Para peneliti tidak menemukan hubungan dengan serat larut dan risiko stroke, dan tidak memiliki cukup data pada serat larut untuk membuat kesimpulan.
Asupan serat harian rata-rata antara orang dewasa AS lebih rendah dari rekomendasi American Heart Association of setidaknya 25 gram per hari. Enam sampai delapan porsi biji-bijian dan delapan sampai 10 porsi buah dan sayuran dapat memberikan jumlah yang disarankan.
Kebanyakan orang tidak mendapatkan tingkat yang direkomendasikan serat, dan meningkatkan serat dapat menyebabkan risiko lebih rendah untuk stroke, "kata Threapleton. "Kita harus mendidik konsumen tentang pentingnya terus meningkatkan asupan serat dan membantu mereka belajar bagaimana meningkatkan serat dalam diet mereka."
Di Amerika Serikat, stroke adalah penyebab utama keempat kematian, menewaskan lebih dari 137.000 orang setiap tahunnya. Di antara korban selamat, penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan.
Selain mengikuti diet bergizi, American Heart Association merekomendasikan secara fisik aktif dan menghindari rokok untuk membantu mencegah stroke dan jantung lainnya dan penyakit pembuluh darah.
- Mengonsumsi makanan dengan serat lebih banyak dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari pertama kali stroke.
- Setiap kenaikan tujuh gram serat makanan total dikaitkan dengan risiko 7 persen lebih rendah dari pertama kali stroke.
- Hasil memperkuat pentingnya diet yang mencakup setidaknya 25 gram serat setiap hari.
DALLAS, 28 Maret 2013 - Makan lebih banyak serat dapat menurunkan risiko stroke yang pertama kali, menurut penelitian baru dalam Stroke jurnal American Heart Association.
Serat pangan adalah bagian dari tanaman yang tubuh tidak menyerap selama proses pencernaan. Serat dapat larut, yang berarti larut dalam air, atau tidak larut.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa serat makanan dapat membantu mengurangi faktor risiko untuk stroke, termasuk tekanan darah tinggi dan tingkat low-density lipoprotein (LDL) "buruk" kolesterol dalam darah tinggi.
Serat pangan adalah bagian dari tanaman yang tubuh tidak menyerap selama proses pencernaan. Serat dapat larut, yang berarti larut dalam air, atau tidak larut.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa serat makanan dapat membantu mengurangi faktor risiko untuk stroke, termasuk tekanan darah tinggi dan tingkat low-density lipoprotein (LDL) "buruk" kolesterol dalam darah tinggi.
Dalam studi baru, para peneliti menemukan bahwa setiap kenaikan tujuh gram serat dalam asupan harian total dikaitkan dengan penurunan 7 persen pada pertama kali risiko stroke. Satu porsi pasta gandum, ditambah dua porsi buah atau sayuran, menyediakan sekitar 7 gram serat, kata para peneliti.
"Asupan yang lebih besar dari makanan kaya serat - seperti secara keseluruhan-biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan - yang penting bagi semua orang, dan terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko stroke seperti kelebihan berat badan, merokok, dan memiliki tekanan darah tinggi," Diane Threapleton, M Sc.., dan kandidat Ph.D. di University of Leeds Sekolah 'Ilmu Pangan & Gizi di Leeds, Inggris Raya.
Peneliti menganalisis delapan penelitian yang diterbitkan antara 1.990-2.012. Studi yang dilaporkan pada semua jenis stroke dengan empat khusus memeriksa risiko stroke iskemik, yang terjadi ketika blok bekuan pembuluh darah ke otak. Tiga stroke hemoragik dinilai, yang terjadi ketika pendarahan pembuluh darah ke otak atau pada permukaannya.
Temuan dari studi observasi digabungkan dan menyumbang faktor-faktor risiko stroke seperti usia dan merokok.
Hasil didasarkan pada serat makanan total. Para peneliti tidak menemukan hubungan dengan serat larut dan risiko stroke, dan tidak memiliki cukup data pada serat larut untuk membuat kesimpulan.
Asupan serat harian rata-rata antara orang dewasa AS lebih rendah dari rekomendasi American Heart Association of setidaknya 25 gram per hari. Enam sampai delapan porsi biji-bijian dan delapan sampai 10 porsi buah dan sayuran dapat memberikan jumlah yang disarankan.
Kebanyakan orang tidak mendapatkan tingkat yang direkomendasikan serat, dan meningkatkan serat dapat menyebabkan risiko lebih rendah untuk stroke, "kata Threapleton. "Kita harus mendidik konsumen tentang pentingnya terus meningkatkan asupan serat dan membantu mereka belajar bagaimana meningkatkan serat dalam diet mereka."
Di Amerika Serikat, stroke adalah penyebab utama keempat kematian, menewaskan lebih dari 137.000 orang setiap tahunnya. Di antara korban selamat, penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan.
Selain mengikuti diet bergizi, American Heart Association merekomendasikan secara fisik aktif dan menghindari rokok untuk membantu mencegah stroke dan jantung lainnya dan penyakit pembuluh darah.
Langganan:
Postingan (Atom)
