Tampilkan postingan dengan label olah raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olah raga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2018

Olah Raga Untuk Kesehatan

Salah satu aktivitas yang harus dilakukan rutin setiap hari adalah Olah Raga. Ada dua jenis kelompok olah raga. Yang pertama olah raga yang bertujuan untuk kompetisi dan yang kedua bertujuan untuk kesehatan. Perbedaan pokok dari kedua kelompok tersebut yang utama adalah kemampuan orang untuk berolah raga berbeda-beda. Kelompok pertama (olah raga kompetisi) harus dipastikan orang yang bersangkutan betul-betul sehat dan dibuktikan oleh Dokter lebih baik lagi oleh Dokter Spesialis Olah Raga. Sedangkan kelompok olah raga untuk kesehatan menyesuaikan dengan kemampuan masing orang yang akan melakukan olah raga. Contoh orang yang sudah lanjut usia aktivitas olah raga harus disesuaikan kemampuannya.

Jumat, 14 Juni 2013

Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Cepat Tua Lho

Walaupun produk anti penuaan sekarang sudah banyak beredar di pasaran, akan lebih baik jika Anda dapat mencegah penuaan dari diri sendiri. Apalagi penuaan tak hanya disebabkan bertambahnya usia lho.

Penuaan dini dapat terjadi jika Anda tidak menjaga kesehatan dengan baik. Dikutip dari Healthy Living, Jumat (14/6/2013) ini dia kebiasaan sepele yang dapat menyebabkan penuaan dini:

1. Begadang

Bagi orang muda, begadang lantaran beraktivitas dengan teman-teman ataupun melakukan berbagai kegiatan malam mungkin menyenangkan. Tetapi kebiasaan ini bisa membuat seseorang tampak lebih tua. Kurang tidur dapat menyebabkan timbulnya kantung mata dan mata murung.

"Selain itu dapat juga menyebabkan mata lelah dan pucat," ujar dr Allen Towfigh, seorang ahli saraf dan penyakit tidur yang bekerja sama dengan Weill Cornell Medical Center/New York Presbyterian Hospital.

2. Dendam

Menyimpan dendam juga menjadi salah satu penyebab penuaan. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Behavioral Medicine from 2005 menunjukkan bahwa kurangnya pengampunan dapat meningkatkan aktivitas saraf.

"Mendendam dapat meningkatkan stres, di mana hal ini akan meningkatkan sejumlah hormon kortisol," kata dr Jennifer Landa, kepala medis BodyLogicMD, sebuah perusahaan anti penuaan.

Kortisol sendiri berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, peningkatan tekanan darah, gula darah dan diabetes.

3. Berolah Raga Hanya Ketika Ingin Kurus

Jika tujuan Anda berolah raga hanya untuk membuang bobot tubuh, itu tidak akan efektif. Banyak penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat membantu mencegah penyakit yang berhubungan dengan usia dan memperpanjang rentang hidup.

Dengan berlatih setiap hari akan membantu menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan hormon yang menguntungkan seperti tertosteron. Lakukanlah olahraga selama 30 menit setiap hari sangat direkomendasikan.

4. Makanan Manis

Gula ternyata juga berperan dalam hal penuaan. "Makan makanan yang tinggi gula tidak hanya akan membuat Anda semakin gemuk, tapi juga meningkatkan risiko diabetes dan menyebabkan masalah kulit seperti jerawat dan keriput," jelas dr Jennifer.

Ketika Anda mengonsumsi gula, proses glycation akan terjadi, dimana gula masuk ke dalam aliran darah dan menempel pada protein dan akhirnya membentuk molekul baru yang dapat menyebabkan penuaan. Jadi, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk mengonsumsi terlalu banyak makanan-makanan manis.

5. Menggosok Mata

Akibat lelah menatap komputer atau membaca terlalu lama seringkali Anda mulai mengucek-ngucek atau menggosok mata. Menurut dr Dennis Gross, seorang ahli kulit, sebisa mungkin kegiatan ini harus dihindari.

"Menggosok mata dapat memecah kolagen dan elastisitas di seluruh wilayah mata, yang akan menghasilkan keriput dan juga rusaknya kapiler," ujar Dennis.

Menurut dr Dennis kulit di daerah ini sangat sensitif dan rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan kerutan. "Sebaiknya, cobalah untuk menyeduh dua kantong teh hijau, dinginkan, kemudian tempelkan pada mata Anda selama 10 menit," saran dr Dennis.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan krim yang mengandung vitamin K dan D.

6. Tidur dengan Wajah Menghadap Bantal

Siapa sangka hal kecil ini dapat menyebabkan keriput pada wajah? Tidur dengan wajah menghadap bantal secara terus menerus akan membuat Anda terlihat lebih tua.

"Terus menerus menekan wajah ke bantal menyebabkan trauma pada kulit," kata dr Dennis.

Lalu, seiring waktu trauma ini akan diperparah karena gesekan sarung bantal dan membuat lipatan permanen serta merusak kolagen. Tidur telentang lebih dianjurkan untuk meminimalkan gesekan.

7. Jarang Minum

Kurang cairan jelas memengaruhi kelembaban kulit. Air sendiri sangat penting untuk menjaga kelembaban kulit dan membantu memberikan nutrisi penting pada kulit.

"Air dapat membantu peremajaan kulit dengan cepat. Sebaliknya, dehidrasi akan menyebabkan kulit menjadi kering, kusam, berflek, dan tentu membuat Anda tampak lebih tua," ujar Goodson, seorang nutrisionis.

Selasa, 28 Mei 2013

Sering Lupa? Ini Dia Cara Mudah Tingkatkan Memori Otak

animasi  bergerak gif
Jakarta - Melupakan hal-hal penting bisa memberikan masalah bagi aktivitas sehari-hari, apalagi jika frekuensinya cukup sering. Apakah Anda mengalaminya? Jika ya, beberapa cara mudah berikut bisa Anda lakukan untuk meningkatkan memori Anda.

Faktanya, setiap sel dalam tubuh kita membutuhkan suplai oksigen agar dapat bekerja dengan baik, termasuk sel-sel otak.

Berikut 6 cara mudah dan contoh makanan yang dapat mengoptimalkan kesehatan otak dan mempertajam memori, seperti dilansir dari Times of India, Selasa (28/5/2013):


1. Menjaga tekanan darah dan kolesterol

Lakukan kontrol rutin untuk mengetahui jika ada perubahan pada tekanan darah dan kadar kolesterol Anda. Jika ditemukan adanya peningkatan, segera lakukan beberapa cara untuk menurunkannya seperti olahraga. Jantung yang sehat akan memberi pengaruh pada kesehatan otak.
2. Cukup tidur

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu memori. Usahakan untuk cukup tidur setiap malam, minimal 7-8 jam per hari.

3. Berolahraga secara teratur

Aktivitas fisik secara teratur terbukti dapat mengurangi risiko demensia dan penyakit Alzheimer. Lakukan olahraga minimal 30 menit per hari selama 5 kali dalam seminggu untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.

4. Ajak otak beraktivitas

Jaga pikiran tetap aktif dan lakukan aktivitas yang membutuhkan pemikiran, seperti permainan puzzle dan teka-teki silang. Dengan begitu, pikiran akan tetap aktif dan terlatih.

5. Tidak merokok

Selain dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, merokok juga dapat menurunkan aliran darah ke otak dan menyebabkan kerusakan serius.

6. Berikan otak istirahat sejenak

Saat aktivitas sedang banyak, tak hanya tubuh yang butuh istirahat sejenak, otak pun membutuhkannya. Lakukan istirahat sejenak seperti bertemu dan berbincang-bincang dengan teman, berpetualang melakukan perjalanan, melakukan hobi, dan melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

7. Konsumsi makanan nutrisi otak yang tepat

Alpukat mengandung lemak monosaturated yang berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke otak. Ini berefek pada banyaknya oksigen yang sampai ke bagian-bagian otak dan membantu meningkatkan daya pikir dan memori.
Nutrisi lain yang juga baik untuk otak antara lain apel, cokelat hitam (dark chocolate), teh hijau dan blueberry.

Selasa, 02 April 2013

Makan Lebih Banyak Serat Dapat Menurunkan Risiko Stroke Yang Pertama Kali

Studi Highlights:
  • Mengonsumsi makanan dengan serat lebih banyak dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari pertama kali stroke.
  • Setiap kenaikan tujuh gram serat makanan total dikaitkan dengan risiko 7 persen lebih rendah dari pertama kali stroke.
  • Hasil memperkuat pentingnya diet yang mencakup setidaknya 25 gram serat setiap hari.

DALLAS, 28 Maret 2013 - Makan lebih banyak serat dapat menurunkan risiko stroke yang pertama kali, menurut penelitian baru dalam Stroke jurnal American Heart Association.

Serat pangan adalah bagian dari tanaman yang tubuh tidak menyerap selama proses pencernaan. Serat dapat larut, yang berarti larut dalam air, atau tidak larut.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa serat makanan dapat membantu mengurangi faktor risiko untuk stroke, termasuk tekanan darah tinggi dan  tingkat low-density lipoprotein (LDL) "buruk" kolesterol dalam darah tinggi.

Dalam studi baru, para peneliti menemukan bahwa setiap kenaikan tujuh gram serat dalam asupan harian total dikaitkan dengan penurunan 7 persen pada pertama kali risiko stroke. Satu porsi pasta gandum, ditambah dua porsi buah atau sayuran, menyediakan sekitar 7 gram serat, kata para peneliti.

"Asupan yang lebih besar dari makanan kaya serat - seperti secara keseluruhan-biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan - yang penting bagi semua orang, dan terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko stroke seperti kelebihan berat badan, merokok, dan memiliki tekanan darah tinggi," Diane Threapleton, M Sc.., dan kandidat Ph.D. di University of Leeds Sekolah 'Ilmu Pangan & Gizi di Leeds, Inggris Raya.

Peneliti menganalisis delapan penelitian yang diterbitkan antara 1.990-2.012. Studi yang dilaporkan pada semua jenis stroke dengan empat khusus memeriksa risiko stroke iskemik, yang terjadi ketika blok bekuan pembuluh darah ke otak. Tiga stroke hemoragik dinilai, yang terjadi ketika pendarahan pembuluh darah ke otak atau pada permukaannya.

Temuan dari studi observasi digabungkan dan menyumbang faktor-faktor risiko stroke seperti usia dan merokok.

Hasil didasarkan pada serat makanan total. Para peneliti tidak menemukan hubungan dengan serat larut dan risiko stroke, dan tidak memiliki cukup data pada serat larut untuk membuat kesimpulan.

Asupan serat harian rata-rata antara orang dewasa AS lebih rendah dari rekomendasi American Heart Association of setidaknya 25 gram per hari. Enam sampai delapan porsi biji-bijian dan delapan sampai 10 porsi buah dan sayuran dapat memberikan jumlah yang disarankan.

Kebanyakan orang tidak mendapatkan tingkat yang direkomendasikan serat, dan meningkatkan serat dapat menyebabkan risiko lebih rendah untuk stroke, "kata Threapleton. "Kita harus mendidik konsumen tentang pentingnya terus meningkatkan asupan serat dan membantu mereka belajar bagaimana meningkatkan serat dalam diet mereka."

Di Amerika Serikat, stroke adalah penyebab utama keempat kematian, menewaskan lebih dari 137.000 orang setiap tahunnya. Di antara korban selamat, penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan.

Selain mengikuti diet bergizi, American Heart Association merekomendasikan secara fisik aktif dan menghindari rokok untuk membantu mencegah stroke dan jantung lainnya dan penyakit pembuluh darah.

Sabtu, 29 September 2012

8 Gaya Hidup Sehat Pencegah Kanker

Faktor genetik memang punya peran dalam terjadinya kanker, tetapi bukan berarti kanker pasti diwariskan dan kita cuma bisa pasrah menerima takdir. Gaya hidup sehat telah terbukti bisa mencegah kanker.

Menurut American Cancer Society, pola hidup sehat juga bisa mencegah hampir separuh kematian akibat kanker. Dan berikut adalah 8 gaya hidup sehat yang dianjurkan untuk menghindari kanker.

1. Tidak merokok
Hindari merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya. Merokok adalah penyebab berbagai jenis kanker, mulai dari kanker paru, kerongkongan, mulut, tenggorokan, perut, dan pankreas. Merokok juga menjadi penyebab utama kematian yang bisa dicegah.

2. Skrining teratur
Jadikan skrining kanker sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Skrining kanker bisa mendeteksi kanker payudara, serviks, dan kanker kulit dalam stadium dini. Skrining kanker bisa dilakukan melalui cek darah, pemeriksaan fisik, tes genetik, hingga pemeriksaan X-ray.

3. Kurangi alkohol
Kanker mulut enam kali lebih sering diderita para pecandu alkohol dibandingkan dengan orang yang tidak minum alkohol.

4. Lindungi dari matahari
Sinar ultraviolet bisa merusak DNA kulit dan bisa menyebabkan mutasi genetik yang memicu kanker. Gunakan tabir surya jika Anda ingin beraktivitas lama di bawah matahari.

5. Olahraga
Riset menunjukkan orang yang aktif dan rutin berolahraga memiliki risiko lebih kecil terkena kanker kolon dan kanker payudara. Anda tak perlu berolahraga seperti atlet untuk mencegah kanker, aktivitas moderat seperti jogging, bersepeda, atau senam, sudah cukup.

6. Jaga berat badan
Berat badan berlebih terkait erat dengan beberapa jenis kanker seperti kanker kolon, tiroid, payudadara, dan endometrial.

7. Waspada terapi sulih hormon
Beberapa penelitian menunjukkan terapi sulih hormon di masa menopause meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Bila Anda sudah terlanjur mendapatkan terapi tersebut, batasi hanya kurang dari lima tahun.

8. Hindari radiasi
Hindari paparan radiasi dan beberapa zat kimia. Pada orang yang memang memiliki faktor risiko kanker, paparan radiasi diketahui akan menyebabkan mutasi gen yang bisa memicu sel-sel kanker menjadi aktif.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...