Tampilkan postingan dengan label kentang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kentang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Februari 2014

Selamat dari 3 Serangan Jantung, Kini Sally Sehat Berkat Pola Makan Ini

Warwickshire, Pernah terbaring dan hidupnya bergantung pada mesin rumah sakit setelah mengalami tiga serangan jantung dalam sepekan, Sally Bee (46) kini menerapkan pola makan sehat. Ia mengklaim diet tersebut membantunya melewati masa-masa sulit pengobatan jantung dan hidup lebih lama.

"Saat terkena serangan itu usia saya masih 36 tahun. Staf rumah sakit bahkan tercengang melihat saya," ujar Sally, seperti dikutip dariMirror, Sabtu (22/2/2014).

Senin, 03 Juni 2013

Minim konsumsi sayur dan buah kaya kalium

Selain serat, vitamin, mineral, dan antioksidan, buah dan sayur juga kaya akan kalium. Kalium adalah elektrolit penting bagi fungsi jantung dan juga membantu menyeimbangkan kadar asam-basa dalam tubuh.

Kalium juga dapat mengurangi kadar sodium yang terdapat pada zat pewarna dalam makanan yang Anda konsumsi dan menambah nutrisi untuk menjaga tekanan darah. Buah jeruk, pisang, kentang, tomat, dan kacang-kacangan adalah sumber makanan kaya kalium.

Sebuah penelitian baru menemukan, orang yang cukup mendapatkan asupan gizi dari buah dan sayur dapat menurunkan risiko terserang stroke hingga 52%.

8. Kurang berjalan kaki

Jumat, 22 Maret 2013

Stres Melanda, Jauhi Delapan Makanan Ini

Kondisi tertekan atau stres bisa melanda siapa saja. Pemicunya pun bisa karena banyak faktor, mulai dari pekerjaan hingga urusan rumah tangga . Bagi sebagian orang, makanan dan minuman dianggap bisa menjadi pelepas stres. Tapi, tahukah Anda, bila stres sedang melanda, ada sejumlah makanan dan minuman yang pantang untuk dikonsumsi?

Heather Bauer, pendiri situs Bestowed.com, mengungkapkan, saat mengalami stres, orang-orang justru melampiaskannya dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat meningkatkan kortisol (hormon stres). “Makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam mampu meningkatkan kadar kortisol,” ucap Heather, seperti dilansir situs The Huffington Post, pekan lalu.

Heather menyarankan, ada baiknya sebelum membeli makanan atau minuman, Anda memperhatikan jenis-jenis makanan dan minuman yang justru bisa menambah stres. Kedelapan makanan itu adalah.

1. Minuman Berenergi
Minuman berenergi yang sarat dengan kafein dan gula merupakan minuman yang harus dihindari saat stres menerjang. “Kombinasi kafein dan gula bisa menambah kegelisahan, dan ini makin membuat Anda tertekan,” ucap Dawn Jackson Blatner, penulis buku The Flexitarian Diet. Ia menambahkan, minuman berenergi juga akan memicu tubuh kita untuk tetap terjaga, yang pada akhirnya berujung kepada insomnia.

2. Makanan Pedas
Jika stres Anda dipicu oleh persoalan pada pencernaan, makanan pedas harus dihindari. Heather mengatakan, sistem pencernaan pada orang yang mengalami stres tidak bekerja optimal. Kondisi stres bakal menurunkan metabolisme tubuh yang menyebabkan makanan lebih lama dicerna dan menurunkan asam lambung. “Menelan makanan pedas justru bisa memperburuk pencernaan,” kata dia.

3. Permen dan makanan manis
Umumnya, orang yang mengalami stres akan berusaha menekannya dengan beragam cara. Namun hindarilah mengkonsumsi permen atau makanan yang mengandung gula. Makanan manis dapat membuat gula darah meningkat. Dengan kata lain, kinerja insulin dalam tubuh menjadi bertambah. Dampaknya, Anda menjadi mudah tersulut emosi.

4. Alkohol
Keliru bila Anda menganggap segelas anggur mampu menghadirkan ketenangan. Sebuah studi di jurnal endrokrinologi dan metabolisme pada 2008 mengungkapkan, alkohol dapat mendorong hormon kortisol. Mereka yang menenggak minuman beralkohol malah akan mendorong produksi hormon stres.

Berdasarkan riset di Universitas Chicago, jurnal alkohol: klinik dan pengalaman riset, antara alkohol dan stres ternyata “saling melengkapi”. Orang menilai alkohol dapat mengurangi kadar emosi dari stres. Namun faktanya, streslah yang dapat mengurangi efek memabukkan dari alkohol.

5. Kopi
Untuk alasan yang sama, beragam rasa kopi yang manis, entah itu rasa vanila atau moka, mampu meningkatkan level stres Anda. “Ketika orang panik pada saat jam kerja, mereka memilih pergi ke kedai kopi dan minum secangkir kopi. Ini justru makin membuat mereka gelisah,” ucap Blatner.

6. Makanan Ringan
Sebagian orang merasa nyaman dengan makanan jenis ini. Makanan yang mengandung natrium dan lemak ternyata merupakan jenis makanan yang harus dihindari saat stres datang lantaran bisa memicu langsung peningkatan level kortisol. “Dan makanan seperti ini yang justru kita konsumsi ketika stres,” kata Heather.

7. Kentang Goreng
Karbohidrat yang tinggi, seperti kentang goreng, boleh jadi mampu memberi pasokan energi dalam waktu cepat, tapi malah akan berdampak buruk di kemudian hari. Selain bisa memicu hipertensi karena tingginya kandungan garam, kentang goreng juga bisa mendorong stres untuk jangka waktu yang lama. “Lebih baik hindari mengunyah makanan dengan kadar garam yang tinggi,” kata bauer.

8. Permen Karet
Blatner menuturkan, menguyah permen karet atau makanan dengan pemanis buatan bisa memperburuk masalah pencernaan yang terkait dengan stres. Seperti disebut-sebut bahwa kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan Anda mudah marah. Makanan yang membuat perut kembung memang tidak langsung mendorong terjadinya stres.

Perut kembung bisa menyebabkan rasa tidak nyaman yang ujungnya bisa membuat Anda tertekan. “Dan ini semakin membuat Anda mudah terpicu emosi,” ucap Blatner. Jadi pandai-pandailah memilih makanan saat stres mendera.

Sabtu, 31 Desember 2011

Sisi Baik 5 Makanan Jahat

Bisa dibilang 5 makanan ini merupakan musuh besar bagi mereka yang sedang menjalani diet. Alasannya, makanan ini terlalu tinggi lemak, karbohidrat, dan kalori.

Tapi tahukah, kalau kelimanya memiliki sisi baik sendiri yang membuatnya patut untuk didekati. Bahkan, diam-diam mereka juga punya khasiat tambahan yang menyehatkan. Inilah sisi baik kelima makanan yang kerap dianggap “jahat” itu.

Selai kacang

Sisi buruk: Siapa sangka di balik kenikmatan selai ini, tersembunyi lemak yang tinggi, sekitar 180-210 kalori per sajian. Angka yang cukup untuk menjadikannya musuh dalam selimut bagi para pediet.

Sisi baik: Makanan ini terkenal sebagai sumber kalori. Namun, jangan salah. Selai kacang menyediakan protein dan folat yang penting untuk membentuk kesehatan dari sel-sel baru.

Batasan: Jika tak ingin diet rusak, konsumsilah selai kacang dalam batas-batas tertentu. Puaskan lidah dengan satu atau dua sendok makan setiap hari. Satu sendok selai kacang mengandung sekitar 90 kalori.

Telur


Sisi buruk: Merupakan sumber utama kolesterol, terutama lemak yang terkandung dalam kuning telur. Lemak inilah yang biasa dihindari oleh mereka yang memiliki gangguan kesehatan jantung. Apalagi fakta yang membuktikan dalam satu butir telur terkandung 212 mg kolesterol.

Sisi baik: Ahli medis membuktikan lemak yang terkandung dalam telur tidaklah sejahat lemak jenuh dan lemak trans. Kedua lemak inilah yang sebenarnya merupakan penjahat utama dalam menaikkan kolesterol dalam darah. Selain itu, kuning telur mengandung lutein dan zeaxanthin yang bisa mengurangi risiko kebutaan pada orang berusia di atas 50 tahun.

Batasan: Jangan ragu untuk menyantap telur di pagi hari. Satu butir telur hanya mengandung 71 kalori. Jumlah ini cukup baik bagi mereka yang sedang menjalani diet. Bahkan penelitian mengatakan sarapan dengan telur membakar kalori lebih banyak ketimbang sarapan roti bakar dengan selai.

Daging Sapi


Sisi buruk: Daging sapi termasuk ke dalam daftar daging merah yang dihindari. Alasannya karena penuh dengan lemak jenuh dan kolesterol. Dua hal ini harus dijauhi oleh mereka yang peduli akan kesehatan jantung.

Sisi baik: Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber protein yang rendah lemak dan kaya akan zat besi. Zat ini merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk membawa oksigen dari paru-paru ke sel-sel di seluruh tubuh. Hal ini terutama dibutuhkan oleh wanita yang sedang mengandung.

Batasan: Dibandingkan menghindari semua jenis daging sapi, ada baiknya kita memilih untuk mengonsumsi daging sapi tanpa lemak. Misalnya, filet mignon dan sirloin. Dengan demikian, kita akan terhindar dari lemak jenuh sambil tetap mendapatkan asupan protein dan zat besi yang dibutuhkan tubuh.

Cokelat

Sisi buruk: Camilan ini identik dengan kandungan lemak dan gula yang sangat tinggi.

Sisi baik: Jangan terburu-buru mengernyitkan dahi ketika disuguhi cokelat, terutama jika itu adalah dark chocolate. Cokelat yang satu ini mengandung flavanoid, antioksidan yang berfungsi menurunkan tekanan gula dalam darah. Tentu saja hal ini baik untuk kesehatan kardiovaskular.

Batasan: Penelitian dari Swiss menemukan mengonsumsi dark chocolate sebanyak 40 gram setiap hari selama dua minggu bisa mengurangi kadar hormon stres, yaitu kortisol. Namun, jangan kebablasan dalam mengonsumsinya. Dalam 40 gram dark chocolates terkandung 235 kalori.

Kentang

Sisi buruk: Kentang menduduki peringkat yang cukup tinggi dalam tingkat angka glikemik indeks (GI). Semakin tinggi angka glikemik indeks suatu makaan, semakin cepat pula makanan tersebut menaikkan gula darah kita. Kentang juga terbukti mengganggu produksi insulin yang menjadi problem besar untuk para penderita diabetes.

Sisi baik: Kentang diam-diam merupakan sumber serat, potassium, dan vitamin C yang cukup menggiurkan. Jika kita tidak mengonsumsinya teralalu banyak, angka GI kentang tak akan cukup besar pengaruhnya dalam tubuh.

Batasan: Makanlah kentang dengan sedikit menambahkan minyak zaitun ke atasnya. Dengan demikian kentang akan berubah menjadi menu yang memiliki GI yang rendah. Minyak zaitun akan menambahkan lemak yang berfungsi menyerap karbohidrat yang dihasilkan oleh kentang itu sendiri.


Kompas


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...