JAKARTA – Mengkonsumsi minuman beralkohol, yang di Indonesia lebih dikenal dengan sebuta miras alias minuman keras, ternyata berdampak lebih buruk daripada mengisap rokok dan menggunakan narkoba.
Studi yang dilakukan ilmuwan Inggris tahun 2010 menyebutkan, di banding dampak pengguna rokok dan narkoba, kerusakan organ tubuh pengonsumsi alkohol berada di posisi paling parah.
Seperti dikutip dari Foxnews.com, para ilmuwan itu menghadirkan skala penghitungan baru tentang dampak alkohol mulai dari gangguan yang diderita pengonsumsi alkohol hingga dampak sosial yang diakibatkannya.
Studi yang berlangsung pada 2010 itu menyebutkan bahwa alcohol lebih berbahaya dan tiga kali lebih buruk akibatnya dari narkoba atau bahaya tembakau.
Berdasar skala tersebut, secara terpisah dua kelompok ilmuwan dari Britain's Independent Scientific Committee on Drugs (ISCD) dan para pakar European Monitoring Center for Drugs and Drug Addiction (EMCDDA), menempatkan bahaya narkoba jenis heroin dan kokain di peringkat kedua dan ketiga.
Bahaya ektasi bahkan hanya seperdelapan dari dampak mengonsumsi alkohol.
Professor David Nutt, pimpinan ISCD masa itu, yang karyanya dipublikasikan di jurnal kedokteran Lancet menyebutkan bahwa temuan itu memperlihatkan dampak alkohol yang begitu luas memerlukan strategi kesehatan publik yang memadai.
Seperti diketahui, minuman beralkohol dan rokok dilegalkan di banyak negara. Hal itu berbeda dengan narkoba seperti ekstasi, ganja, heroin dan sejenisnya yang bisa membuat pemilik atau pembawanya di kirim ke dalam sel penjara.
“Menarik untuk memperhatikan bahwa dua produk legal yakni alkohol dan tembakau menempati peringkat teratas, dan menunjukkan bahwa produk legal itu menyebabkan setidaknya dampaknya yang sama besarnya dengan zat-zat illegal,” ujar Nutt yang pernah menjadi tokoh berpengaruh di British Advisory Council on the Misuse of Drugs.
Nutt dikeluarkan dari lembaga itu karena mengeritik sikap pemerintah yang mengabaikan padangan para ilmuwan bahwa bahaya ganja lebih sedikit dari pada alcohol.
Sementara itu, badan kesehatan dunia WHO memperkirakan sebanyak 2,5 juta kematian per tahun di dunia terjadi terkait konsumsi alcohol. Kematian itu terjadi pada penderita serangan jantung dan liver, korban kecelakaan lalu lintas, kasus bunuh diri dan penderita kanker. Demikian rilis WHO pada Februari 2011. Sumber *
Tampilkan postingan dengan label buruk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buruk. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 September 2013
Sabtu, 17 Agustus 2013
Ini Gejala Ibu yang Alami Depresi Pasca Melahirkan
Banyak wanita mengalami 'baby blues' beberapa pekan pertama setelah melahirkan. Mereka bisa saja jadi sulit tidur, kewalahan, sedih, dan suasana hatinya tak menentu. Namun, bukan hanya baby blues saja, setelah melahirkan, wanita juga rentan mengalami depresi pasca melahirkan atau postpartum depression (PPD).
Seperti ditulis HowToDoThings.com, PPD sangat berbeda dengan baby blues. Postpartum depression bersifat lebih serius karena berhubungan dengan kondisi mental yang berkepanjangan dan bisa berdampak buruk bagi ibu. Oleh karena itu wanita yang mengalami PPD membutuhkan perawatan.
Lalu, bagaimana caranya supaya depresi pasca melahirkan bisa diidentifikasi? Seperti dikutip dari EmpowHer, Sabtu (17/8/2013), ada beberapa tanda saat wanita mengalami depresi pasca melahirkan.
HowToDoThings.com menggambarkan wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan akan mengeluarkan reaksi berlebihan terhadap hal-hal sepele, suasana hatinya berubah-ubah, dan sering mengekspresikan kesedihannya dengan menangis.
Selain itu, mereka juga cenderung sulit tidur meskipun bayinya sedang tidur nyenyak. Sebagian ibu yang mengalami PPD juga tidak bisa berkonsentrasi penuh sehingga kemampuan analisis dan pengambilan keputusan mereka berkurang.
Wanita dengan PPD merasa sangat sedih, putus asa, dan memiliki pikiran kosong. Bahkan beberapa di antaranya bisa merasa cemas atau kehilangan kesenangannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga mungkin tidak merasa lapar dan berat badannya turun.
Tapi, ada juga yang justru memiliki nafsu makan berlebih hingga berat badannya naik, demikian dijelaskan WebMD. Sementara itu, Baptist Health South Florida mengatakan gejala lain wanita mengalami depresi pasca melahirkan yakni mengisolasi diri dari orang lain dan bahkan terbesit tentang kematian atau bunuh diri salam pikirannya.
PPD bisanya terjadi secara bertahap dalam periode beberapa bulan. Namun, pada beberapa wnaita, kondisi itu bisa saja datang tiba-tiba. Tanda awal PPD akan muncul hanya setelah wanita melahirkan. PPD diduga disebabkan beberapa faktor termasuk stres dan perubahan fisik serta hormonal. Sumber *
Seperti ditulis HowToDoThings.com, PPD sangat berbeda dengan baby blues. Postpartum depression bersifat lebih serius karena berhubungan dengan kondisi mental yang berkepanjangan dan bisa berdampak buruk bagi ibu. Oleh karena itu wanita yang mengalami PPD membutuhkan perawatan.
Lalu, bagaimana caranya supaya depresi pasca melahirkan bisa diidentifikasi? Seperti dikutip dari EmpowHer, Sabtu (17/8/2013), ada beberapa tanda saat wanita mengalami depresi pasca melahirkan.
HowToDoThings.com menggambarkan wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan akan mengeluarkan reaksi berlebihan terhadap hal-hal sepele, suasana hatinya berubah-ubah, dan sering mengekspresikan kesedihannya dengan menangis.
Selain itu, mereka juga cenderung sulit tidur meskipun bayinya sedang tidur nyenyak. Sebagian ibu yang mengalami PPD juga tidak bisa berkonsentrasi penuh sehingga kemampuan analisis dan pengambilan keputusan mereka berkurang.
Wanita dengan PPD merasa sangat sedih, putus asa, dan memiliki pikiran kosong. Bahkan beberapa di antaranya bisa merasa cemas atau kehilangan kesenangannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga mungkin tidak merasa lapar dan berat badannya turun.
Tapi, ada juga yang justru memiliki nafsu makan berlebih hingga berat badannya naik, demikian dijelaskan WebMD. Sementara itu, Baptist Health South Florida mengatakan gejala lain wanita mengalami depresi pasca melahirkan yakni mengisolasi diri dari orang lain dan bahkan terbesit tentang kematian atau bunuh diri salam pikirannya.
PPD bisanya terjadi secara bertahap dalam periode beberapa bulan. Namun, pada beberapa wnaita, kondisi itu bisa saja datang tiba-tiba. Tanda awal PPD akan muncul hanya setelah wanita melahirkan. PPD diduga disebabkan beberapa faktor termasuk stres dan perubahan fisik serta hormonal. Sumber *
Label:
baby blues,
berkepanjangan,
buruk,
depresi,
hormonal,
ibu,
kewalahan,
lebih serius,
Melahirkan,
Pasca,
perawatan,
pikiran kosong,
reaksi berlebihan,
sedih,
stres,
suasana hati,
sulit tidur,
tak menentu
Kamis, 04 Juli 2013
Survei: Selain Tak Sehat, Kondisi Kejiwaan Perokok Juga Paling Buruk
Jakarta, Ketika berbicara soal rokok, banyak orang mengira hal ini hanya berpengaruh terhadap kesehatan fisik si perokok. Padahal sebuah survei mengungkapkan bahwa kesehatan mental perokok juga akan terkena dampak dari kebiasaan buruknya itu.
Survei baru yang digelar tim peneliti Gallup and Healthways ini menunjukkan bahwa perokok memiliki kesehatan emosional yang lebih buruk ketimbang bukan perokok. Skor dalam indeks kesehatan emosionalnya mencapai 72, dibandingkan dengan bukan perokok yang skornya 81,1. Demikian dilansir Huffingtonpost, Rabu (3/7/2013).
Survei baru yang digelar tim peneliti Gallup and Healthways ini menunjukkan bahwa perokok memiliki kesehatan emosional yang lebih buruk ketimbang bukan perokok. Skor dalam indeks kesehatan emosionalnya mencapai 72, dibandingkan dengan bukan perokok yang skornya 81,1. Demikian dilansir Huffingtonpost, Rabu (3/7/2013).
Selasa, 25 Juni 2013
Efek Buruk Makan Mie Instan Setiap Hari
Bagaimanapun mie instan tidak bisa menggantikan makan penuh (wholesome food) dan hanya bisa di jadikan makanan bantu sementara (selingan) dan tidak boleh di konsumsi secara terus menerus karena berakibat sangat buruk bagi kesehatan.
Hal itu disebabkan kandungan zat (campuran dalam pembuatan ) mie instan. Disamping itu mie instan tidak memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi tubuh . Walaupun di dalam mie instan terdapat kandungan karbohidrat dalam jumlah besar tetapi kandungan vitamin, mineral maupun protein yang ada didalamnya sangat sedikit.
Label:
Agus Rakasiwi,
autisme,
buruk,
efek,
gluten,
hipertensi,
isu,
karbohidrat,
kompleks,
lauk pauk,
lilin,
maag,
Mie Instan,
Natrium,
POM,
sayur,
sederhana,
serat
Selasa, 30 April 2013
18 Manfaat yang Bisa Didapat Bila Stop Merokok Sekarang Juga
Merokok diketahui memiliki efek yang buruk untuk kesehatan tubuh. Meskipun begitu, para perokok tetap mengalami kesulitan atau bahkan enggan untuk berhenti melakukannya.
Berikut 18 manfaat yang akan didapatkan tubuh jika berhenti merokok, seperti dikutip dari Times of India, Senin (29/4/2013):
1. Tubuh akan terasa lebih sehat
Tidak secara klise, tetapi jika memang tadinya merokok dan segera menghentikan kebiasaan ini, dalam hitungan menit tubuh akan kembali ke respons normalnya. Mulai dari tekanan darah, nadi, hingga suhu tubuh secara keseluruhan. Semua aktivitas di dalam tubuh ini akan menjadi normal.
2. Menghentikan batuk yang parau
Segera setelah berhenti merokok, kecenderungan untuk batuk dengan tingkat yang parah akan berkurang. Dalam waktu yang sama, pernapasan berat yang kerap kali terjadi juga akan berkurang karena paru-paru mulai kembali ke fungsi normalnya tanpa gangguan asap rokok. Karena fungsi paru mulai kembali normal, kemampuan paru-paru untuk mengendalikan lendir, membersihkan paru-paru, dan mengurangi risiko infeksi akan meningkat.
3. Meningkatkan kemampuan seksual
Bagi Anda yang sudah menikah dan memiliki pasangan perokok, segera ingatkan untuk berhenti sebab berhenti merokok akan meningkatkan kemampuan seksual seseorang. Bagi pria, dengan menghentikan kebiasaan merokok akan memudahkan proses ereksi, sedangkan bagi wanita akan menjadi mudah terangsang.
4. Aroma rokok dalam tubuh menghilang
Jika berhenti merokok, dalam beberapa menit aroma rokok dari tubuh akan hilang. Selain itu, tempat di mana Anda tinggal akan segar dan bersih.
5. Mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan
Merokok hanya membuat hidup menjadi rentan. Berhenti merokok jika Anda ingin hidup sehat tanpa berbagai penyakit seperti impotensi, masalah kesuburan, katarak, penyakit gusi, kehilangan gigi, dan osteoporosis.
6. Memperpanjang usia
Merokok meningkatkan sepuluh kali risiko mengidap penyakit hingga meninggal akibat berbagai masalah kesehatan yang mengancam kehidupan.
7. Terlihat awet muda
Merokok menyebabkan penuaan dini. Dengan berhenti merokok, tidak hanya akan menguntungkan kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga penampilan. Merokok menyebabkan kulit menjadi keriput dan kusam.
8. Tidak ada lagi sesak napas
Apakah Anda sering merasa gelisah dan sesak napas setelah berjalan selama 2 menit? Ini akibat nikotin. Setelah Anda berhenti merokok, dalam satu hari tingkat karbon monoksida akan menurun dan sistem pernapasan menjadi lebih baik.
9. Meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri
Berhenti merokok jika ingin mendapatkan kembali harga diri dan kepercayaan diri. Dengan berhenti, Anda akan berhenti bersembunyi di belakang batang rokok setiap kali Anda berinteraksi dengan seseorang atau berurusan dengan sesuatu.
10. Masalah jantung berkurang
Seperti disebutkan sebelumnya, merokok membuat lebih dekat dengan kematian dan memperpendek usia. Jika berhenti merokok, kemungkinan meninggal dengan penyakit jantung koroner, serangan jantung dan stroke akan turun hampir 50 persen.
11. Organ sensorik kembali normal
Setelah berhenti merokok, Anda akan mendapatkan kembali kemampuan mengenali sentuhan dan rasa. Saraf yang rusak akan mulai tumbuh kembali dan akhirnya rasa sentuhan, rasa, dan bau akan kembali normal.
12. Mengurangi biaya untuk cek ke dokter
Merokok menyebabkan beberapa penyakit yang muncul, baik saat ini maupun nanti. Penyakit seperti batuk, bronkitis, luka pada mulut, semua akan mulai menghilang. Jika berhenti merokok, Anda akan merasa lebih sehat.
13. Menangani stres dengan cara yang lebih sehat
Umumnya kita berpikir bahwa rokok membantu untuk meringankan stres. Tapi itu tidak benar, ketika merokok tubuh Anda mengalami reaksi stres karena tingkat oksigen dalam otak berkurang, hal justru meningkatkan stres. Oleh karena itu, berhenti merokok jika Anda ingin menangani stres dengan cara yang lebih sehat.
14. Transportasi oksigen dalam tubuh menjadi baik
Setelah berhenti merokok, tingkat karbon monoksida akan berkurang. Hal ini akan meningkatkan tingkat hemoglobin, sehingga transportasi oksigen akan dilakukan secara efisien di seluruh tubuh.
15. Mengurangi risiko kanker
Karena adanya unsur karsinogenik dalam rokok, maka semakin sering merokok semakin besar kemungkinan untuk memicu berbagai jenis kanker, seperti tenggorokan, mulut dan kerongkongan.
16. Kesehatan mulut lebih baik
Kesehatan mulut diperlukan untuk keseluruhan yang lebih baik. Dengan merokok, akan mengurangi kemampuan untuk mengecap, muncul noda pada gigi dan meningkatkan masalah gusi. Nantinya bisa menyebabkan hilangnya gigi dan merusak penampilan secara keseluruhan.
17. Sistem kekebalan tubuh akan lebih kuat
Dalam beberapa hari berhenti merokok, sistem kekebalan tubuh akan tumbuh lebih kuat. Ini akan mengurangi kemungkinan jatuh sakit karena berbagai masalah kesehatan seperti pilek dan flu.
18. Anda akan merasa lebih berenergi
Setelah berhenti merokok, sirkulasi dalam tubuh akan membaik. Sirkulasi oksigen yang baik berarti akan membuat tubuh menjadi lebih berenergi dan sehat.
Berikut 18 manfaat yang akan didapatkan tubuh jika berhenti merokok, seperti dikutip dari Times of India, Senin (29/4/2013):
1. Tubuh akan terasa lebih sehat
Tidak secara klise, tetapi jika memang tadinya merokok dan segera menghentikan kebiasaan ini, dalam hitungan menit tubuh akan kembali ke respons normalnya. Mulai dari tekanan darah, nadi, hingga suhu tubuh secara keseluruhan. Semua aktivitas di dalam tubuh ini akan menjadi normal.
2. Menghentikan batuk yang parau
Segera setelah berhenti merokok, kecenderungan untuk batuk dengan tingkat yang parah akan berkurang. Dalam waktu yang sama, pernapasan berat yang kerap kali terjadi juga akan berkurang karena paru-paru mulai kembali ke fungsi normalnya tanpa gangguan asap rokok. Karena fungsi paru mulai kembali normal, kemampuan paru-paru untuk mengendalikan lendir, membersihkan paru-paru, dan mengurangi risiko infeksi akan meningkat.
3. Meningkatkan kemampuan seksual
Bagi Anda yang sudah menikah dan memiliki pasangan perokok, segera ingatkan untuk berhenti sebab berhenti merokok akan meningkatkan kemampuan seksual seseorang. Bagi pria, dengan menghentikan kebiasaan merokok akan memudahkan proses ereksi, sedangkan bagi wanita akan menjadi mudah terangsang.
4. Aroma rokok dalam tubuh menghilang
Jika berhenti merokok, dalam beberapa menit aroma rokok dari tubuh akan hilang. Selain itu, tempat di mana Anda tinggal akan segar dan bersih.
5. Mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan
Merokok hanya membuat hidup menjadi rentan. Berhenti merokok jika Anda ingin hidup sehat tanpa berbagai penyakit seperti impotensi, masalah kesuburan, katarak, penyakit gusi, kehilangan gigi, dan osteoporosis.
6. Memperpanjang usia
Merokok meningkatkan sepuluh kali risiko mengidap penyakit hingga meninggal akibat berbagai masalah kesehatan yang mengancam kehidupan.
7. Terlihat awet muda
Merokok menyebabkan penuaan dini. Dengan berhenti merokok, tidak hanya akan menguntungkan kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga penampilan. Merokok menyebabkan kulit menjadi keriput dan kusam.
8. Tidak ada lagi sesak napas
Apakah Anda sering merasa gelisah dan sesak napas setelah berjalan selama 2 menit? Ini akibat nikotin. Setelah Anda berhenti merokok, dalam satu hari tingkat karbon monoksida akan menurun dan sistem pernapasan menjadi lebih baik.
9. Meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri
Berhenti merokok jika ingin mendapatkan kembali harga diri dan kepercayaan diri. Dengan berhenti, Anda akan berhenti bersembunyi di belakang batang rokok setiap kali Anda berinteraksi dengan seseorang atau berurusan dengan sesuatu.
10. Masalah jantung berkurang
Seperti disebutkan sebelumnya, merokok membuat lebih dekat dengan kematian dan memperpendek usia. Jika berhenti merokok, kemungkinan meninggal dengan penyakit jantung koroner, serangan jantung dan stroke akan turun hampir 50 persen.
11. Organ sensorik kembali normal
Setelah berhenti merokok, Anda akan mendapatkan kembali kemampuan mengenali sentuhan dan rasa. Saraf yang rusak akan mulai tumbuh kembali dan akhirnya rasa sentuhan, rasa, dan bau akan kembali normal.
12. Mengurangi biaya untuk cek ke dokter
Merokok menyebabkan beberapa penyakit yang muncul, baik saat ini maupun nanti. Penyakit seperti batuk, bronkitis, luka pada mulut, semua akan mulai menghilang. Jika berhenti merokok, Anda akan merasa lebih sehat.
13. Menangani stres dengan cara yang lebih sehat
Umumnya kita berpikir bahwa rokok membantu untuk meringankan stres. Tapi itu tidak benar, ketika merokok tubuh Anda mengalami reaksi stres karena tingkat oksigen dalam otak berkurang, hal justru meningkatkan stres. Oleh karena itu, berhenti merokok jika Anda ingin menangani stres dengan cara yang lebih sehat.
14. Transportasi oksigen dalam tubuh menjadi baik
Setelah berhenti merokok, tingkat karbon monoksida akan berkurang. Hal ini akan meningkatkan tingkat hemoglobin, sehingga transportasi oksigen akan dilakukan secara efisien di seluruh tubuh.
15. Mengurangi risiko kanker
Karena adanya unsur karsinogenik dalam rokok, maka semakin sering merokok semakin besar kemungkinan untuk memicu berbagai jenis kanker, seperti tenggorokan, mulut dan kerongkongan.
16. Kesehatan mulut lebih baik
Kesehatan mulut diperlukan untuk keseluruhan yang lebih baik. Dengan merokok, akan mengurangi kemampuan untuk mengecap, muncul noda pada gigi dan meningkatkan masalah gusi. Nantinya bisa menyebabkan hilangnya gigi dan merusak penampilan secara keseluruhan.
17. Sistem kekebalan tubuh akan lebih kuat
Dalam beberapa hari berhenti merokok, sistem kekebalan tubuh akan tumbuh lebih kuat. Ini akan mengurangi kemungkinan jatuh sakit karena berbagai masalah kesehatan seperti pilek dan flu.
18. Anda akan merasa lebih berenergi
Setelah berhenti merokok, sirkulasi dalam tubuh akan membaik. Sirkulasi oksigen yang baik berarti akan membuat tubuh menjadi lebih berenergi dan sehat.
Label:
aroma,
awet muda,
batuk,
buruk,
efek,
harga diri,
jantung,
kesehatan,
manfaat,
merokok,
nadi,
parau,
sekarang,
seksual,
sesk nafas,
stop,
suhu tubuh,
tekanan darah,
Times of India,
usia
Langganan:
Postingan (Atom)