Tampilkan postingan dengan label jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jiwa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Desember 2013

Dokter Jiwa: Dalam 20 Detik, Racun Rokok Langsung Pengaruhi Otak

Jakarta, Merokok memang membahayakan bagi kesehatan tubuh anda. Bukan cuma menyebabkan penyakit paru-paru dan serangan jantung, ternyata rokok juga dapat berpengaruh langsung pada otak anda!

Dr dr Nurmiati Amir, SpKJ, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan bagaimana proses nikotin pada rokok mempengaruhi otak Anda.

"Dari pertama kali dihisap, nikotin dapat langsung mencapai otak hanya dalam waktu 20 detik," ujarnya pada Seminar Rokok, Neurosains dan Spiritualitas di Auditorium Lembaga Farmasi Angkatan Laut, Bendungan Hilir, Jakarta, Minggu (15/12/2013).

Selasa, 12 Maret 2013

Berpikir Positif Pengaruhi Kadar Kolestrol?

Berpikir positif selain dapat membantu memperbaiki kesehatan jiwa, ternyata juga dapat meningkatkan kadar kolesterol "baik" High Density Lipoprotein (HDL), menurunkan kadar trigliserida dan molekul lemak yang perperan dalam pengerasan pembuluh arteri.

Penelitian terbaru para ahli dari Havard School of Public Health mengindikasikan, bahwa orang usia paruh baya yang berpikir positif terhadap hidupnya memiliki kadar HDL lebih baik yang melindungi jantung, sekaligus menurunkan kadar kolesterol "jahat" low density lipoprotein (LDL).

Menurut para peneliti, salah satu alasannya mungkin berhubungan dengan kecenderungan orang yang berpikir positif untuk memiliki berat badan yang terjaga serta pola makan yang sehat.

Para peneliti menganalisa data dari 990 orang berusia antara 40 sampai 70 tahun yang telah diwawancara dan diperiksa di laboratorium. Berdasarkan hasil wawancara, peserta dapat dinilai tingkat optimisme-nya yang diberi skala 6 sampai 30 berdasarkan pendapat mereka menilai beberapa kalimat.

Orang dengan rasa optimistis tinggi memiliki kadar HDL yang tinggi pula. Untuk setiap kenaikan lima poin dalam skala optimisme yang telah dibuat, HDL dalam darah meningkat satu miligram per desiliter. Para peneliti mengatakan, jumlah tersebut akan menurunkan tiga persen risiko penyakit jantung. Sebagai perbandingan, olahraga rutin dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebanyak 6 persen.

Ketua penulis studi Julia Boeh mengatakan, hasil studi ini menambah bukti bahwa kesehatan jiwa dan fisik saling berkaitan, dan melihat dunia dengan optimisme memiliki manfaat bagi kesehatan.

Franz Messerli, ahli kardiologi dari St. Luke's-Roosevelt Hospital di New York yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan bahwa, "masih meragukan untuk mengatakan optimisme menyebabkan perubahan di kadar kolesterol. Mungkin keduanya dapat dikaitkan dengan variabel ketiga yaitu gaya hidup.

Peneliti dari Havard sebenarnya pun telah meneliti faktor gaya hidup seperti konsumsi alkohol, pola makan, dan berat badan yang dikaitkan dengan optimisme serta lemak dalam darah. Hal tersebut mengindikasikan bahwa orang yang memiliki optimisme memiliki kecenderungan untuk memiliki gaya hidup yang lebih baik sehingga berpengaruh terhadap kadar lemak di dalam tubuhnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...