Tampilkan postingan dengan label matahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label matahari. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2013

Kurang Terpapar Sinar Matahari

Terkena sinar matahari yang terik memang tidak dianjurkan siapa pun. Namun, sebenarnya kulit Anda membutuhkan sinar matahari untuk menghasilkan vitamin D yang penting bagi tubuh.

Orang yang kekurangan vitamin D dalam tubuhnya berisiko mengalami timbunan plak-plak kotor dalam pembuluh darah mereka. 

Dokter menyarankan, setidaknya Anda butuh waktu minimal 30 menit terpapar sinar matahari pada jam 10:00-15:00 setiap hari untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D yang sangat baik bagi kesehatan.

Pola Tidur yang Tidak Teratur

Jika Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup, jantung Anda akan dirugikan. Istirahat malam yang cukup dapat menurunkan tekanan darah tinggi saat melakukan aktivitas di pagi hingga sore hari dan mengurangi detak jantung yang tidak teratur.

Orang yang memiliki waktu tidur tidak cukup cenderung lebih rentan terkena serangan jantung. 

Jika Anda mengalami sulit tidur, konsultasilah dengan dokter dan hindari stres.

Sabtu, 29 September 2012

8 Gaya Hidup Sehat Pencegah Kanker

Faktor genetik memang punya peran dalam terjadinya kanker, tetapi bukan berarti kanker pasti diwariskan dan kita cuma bisa pasrah menerima takdir. Gaya hidup sehat telah terbukti bisa mencegah kanker.

Menurut American Cancer Society, pola hidup sehat juga bisa mencegah hampir separuh kematian akibat kanker. Dan berikut adalah 8 gaya hidup sehat yang dianjurkan untuk menghindari kanker.

1. Tidak merokok
Hindari merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya. Merokok adalah penyebab berbagai jenis kanker, mulai dari kanker paru, kerongkongan, mulut, tenggorokan, perut, dan pankreas. Merokok juga menjadi penyebab utama kematian yang bisa dicegah.

2. Skrining teratur
Jadikan skrining kanker sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Skrining kanker bisa mendeteksi kanker payudara, serviks, dan kanker kulit dalam stadium dini. Skrining kanker bisa dilakukan melalui cek darah, pemeriksaan fisik, tes genetik, hingga pemeriksaan X-ray.

3. Kurangi alkohol
Kanker mulut enam kali lebih sering diderita para pecandu alkohol dibandingkan dengan orang yang tidak minum alkohol.

4. Lindungi dari matahari
Sinar ultraviolet bisa merusak DNA kulit dan bisa menyebabkan mutasi genetik yang memicu kanker. Gunakan tabir surya jika Anda ingin beraktivitas lama di bawah matahari.

5. Olahraga
Riset menunjukkan orang yang aktif dan rutin berolahraga memiliki risiko lebih kecil terkena kanker kolon dan kanker payudara. Anda tak perlu berolahraga seperti atlet untuk mencegah kanker, aktivitas moderat seperti jogging, bersepeda, atau senam, sudah cukup.

6. Jaga berat badan
Berat badan berlebih terkait erat dengan beberapa jenis kanker seperti kanker kolon, tiroid, payudadara, dan endometrial.

7. Waspada terapi sulih hormon
Beberapa penelitian menunjukkan terapi sulih hormon di masa menopause meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Bila Anda sudah terlanjur mendapatkan terapi tersebut, batasi hanya kurang dari lima tahun.

8. Hindari radiasi
Hindari paparan radiasi dan beberapa zat kimia. Pada orang yang memang memiliki faktor risiko kanker, paparan radiasi diketahui akan menyebabkan mutasi gen yang bisa memicu sel-sel kanker menjadi aktif.

Rabu, 01 Februari 2012

Vitamin D Yang Didapat Dari Sinar Matahari Memperbesar Kesempatan Memiliki Anak Bagi Pasutri

Review berbagai studi terbaru tentang kesehatan reproduksi menemukan vitamin D yang didapat dari sinar matahari memperbesar kesempatan memiliki anak bagi pasutri. Hasil penelitian dari Medical University dari Graz Austria menemukan sinar matahari menjadi kunci menyeimbangkan hormon seksual di perempuan dan meningkatkan jumlah sperma bagi pria.

Hasil studi yang dimuat di Europian Journal of Endocrinology seperti dikutip Daily Mail, Senin 30 Januari 2012, mengungkapkan bahwa Vitamin D bagi perempuan meningkatkan level hormone progesterone dan estrogen sebanyak 13 persen. Vitamin D juga mengatur siklus menstruasi dan juga membuat kemungkinan terjadinya pembuahan semakin besar.

Sedangkan untuk pria, Vitamin D menjadi penting bagi perkembangan inti sperma selain juga meningkatkan kualitas hormone testoteron. Dari studi juga ditemukan vitamin D dari sinar matahari meningkatkan libido mereka.

Hasil studi dari 2300 responden oleh Medical University of Graz in Austria menemukan bahwa level testoteron dan Vitamin D mencapai angka terendahnya setelah musim dingin dan mencapai puncak terbaiknya di bulan Agustus atau musim panas. “Perempuan diketahui berovulasi lebih sedikit di musim dingin,”tulis hasil studi tersebut seperti dilansir dari Dailymail, Senin 30 Januari 2012.

Untuk kasus di Inggris, misalnya, masalah fertilitas dialami satu dari tujuh pasangan. Sedangkan 4 dari 10 kasus, kesulitan mendapatkan buah hati berasal dari pria.

Studi itu juga mengungkapkan, saat mendapatkan vitamin D tubuh memerlukan proses kimia yang didapat saat radiasi UVB dari sinar matahari diserap kulit. Adapun Vitamin D tetap dapat diperoleh dalam jumlah kecil dari ikan, telur, dan liver.

Meskipun begitu, Dokter Elisabeth Lerchbaum mengatakan pasangan harus memabatasi waktu berjemur mendapatkan sinar matahari. Pasalnya, waktu yang terlalu lama di bawah sinar matahari juga dapat mengakibatkan kanker kulit.

Karena itulah, peneliti lainnya Oliver Gillie Direktur Forum Penelitian Kesehatan menyarankan agar pasangan mencoba untuk berlibur di tempat yang memiliki banyak siraman sinar matahari.” "Saya akan mengatakan kepada pasangan yang berharap untuk hamil untuk mengatur liburan ke tempat yang penuh sinar matahari, atau masuk ke taman di musim panas sesering mereka bisa sebelum Anda pergi menjalani perawatan IVF yang mahal."pungkasnya.

DAILYMAIL | RIRIN AGUSTIA


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...