Skizofrenia merupakan penyakit jiwa yang cukup berat, dan tidak dapat disembuhkan. Orang dengan skizofrenia akan merasa seperti mendengar suara-suara, disertai dengan halusinasi, dan juga perubahan mood.
Sebenarnya faktor apa sajakah yang dapat menyebabkan seseorang mengalami skizofrenia? Salah satu penyebab seseorang mengalami skizofrenia adalah keluarga. "Karena ada faktor biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Maka dari itu tidak dapat disembuhkan hanya dengan pengobatan saja, harus ada pengertian dari pihak keluarga" kata Bagus Utomo yang merupakan ketua Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia saat ditemui pada pemutaran perdana film Shadow of the Past di Plaza Senayan, Jl. Asia Afrika, Jakarta Pusat, dan ditulis pada Sabtu (15/2/2014). Selanjutnya *
Tampilkan postingan dengan label Bisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisa. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 15 Februari 2014
Sabtu, 11 Januari 2014
BPJS Kesehatan: Dokter Bisa Tekor, Ini Penjelasannya
JAKARTA - Pemberlakuan BPJS Kesehatan sejak 1 Januari 2014 telah menimbulkan kekhawatiran bagi tenaga kesehatan mengenai metode pembayaran jasa mereka dengan menggunakan sistem kapitasi dan INA-CBGs yang dinilai memiliki kelemahan.
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin secara terang-terangan mengatakan sistem kapitasi yang hendak diterapkan bagi para dokter di layanan kesehatan primer (puskesmas) bisa membuat para dokter "tekor" (rugi) atau berkurang pendapatannya akibat bertambahnya jumlah pasien.
"Biaya kapitasi dan INA-CBGs yang terlalu kecil berisiko menyebabkan dokter 'tekor'. Kalau sudah begitu dokter tidak mampu lagi memenui kebutuhan sehari-hari," kata Zaenal.
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin secara terang-terangan mengatakan sistem kapitasi yang hendak diterapkan bagi para dokter di layanan kesehatan primer (puskesmas) bisa membuat para dokter "tekor" (rugi) atau berkurang pendapatannya akibat bertambahnya jumlah pasien.
"Biaya kapitasi dan INA-CBGs yang terlalu kecil berisiko menyebabkan dokter 'tekor'. Kalau sudah begitu dokter tidak mampu lagi memenui kebutuhan sehari-hari," kata Zaenal.
Label:
Bisa,
BPJS Kesehatan,
dokter,
IDI,
INA-CBGs,
klinik pratama,
layanan primer,
Nafsiah Mboi,
Penjelasan,
praktek dokter,
Puskesmas,
renumerasi,
Satgas Profesi JKN,
spesialis,
Tarif kapitasi,
Tekor,
Zaenal Abidin
Kamis, 02 Januari 2014
Nyeri Bisa Diredakan dengan Cara Alami, Simak Ini
Hampir setiap orang pasti pernah merasakan nyeri di tubuhnya. Bisa jadi karena ia stres atau diam-diam mengidap penyakit tertentu. Namun kebanyakan orang langsung mengganjar rasa sakit itu dengan obat-obatan yang belum tentu efektif.
Untuk itu setidaknya Anda harus tahu 10 cara alami dan jarang digunakan orang untuk meredakan nyeri fisik maupun nyeri mental yang dialaminya, seperti dikutip dari Huffingtonpost, Kamis (2/1/2014) berikut ini.
1. Tertawa
Ini tentu bukanlah obat yang sebenarnya, namun manfaatnya terhadap kesehatan tak dapat diremehkan. Selain meredakan stres, membakar kalori dan memanjangkan umur, tertawa juga bisa jadi obat pereda nyeri alami. Tampaknya ini karena tertawa memicu munculnya endorfin, zat kimiawi yang membuat seseorang merasa lebih baik.
Untuk itu setidaknya Anda harus tahu 10 cara alami dan jarang digunakan orang untuk meredakan nyeri fisik maupun nyeri mental yang dialaminya, seperti dikutip dari Huffingtonpost, Kamis (2/1/2014) berikut ini.
1. Tertawa
Ini tentu bukanlah obat yang sebenarnya, namun manfaatnya terhadap kesehatan tak dapat diremehkan. Selain meredakan stres, membakar kalori dan memanjangkan umur, tertawa juga bisa jadi obat pereda nyeri alami. Tampaknya ini karena tertawa memicu munculnya endorfin, zat kimiawi yang membuat seseorang merasa lebih baik.
Label:
alami,
bercinta,
bergerak,
Bisa,
cara,
Diredakan,
jatuh cinta,
mengumpat,
musik,
nyeri,
pilih makanan,
Simak,
stres,
tertawa.berhenti merokok,
tidur
Jumat, 06 September 2013
Kini Otak Manusia Pun Bisa Dibikin
JAKARTA— Para ilmuwan untuk pertama kali berhasil menumbuhkan otak mini dari sel punca manusia di laboratorium.
Kesuksesan itu bisa mengarah ke tingkat pemahaman baru tentang bagaimana otak berkembang dan mengalami gangguan seperti schizophrenia dan autisme.
Juergen Knoblich dan Madeline Lancaster dari Institute of Molecular Biotechnology Austria dan para peneliti dari Unit Genetika Manusia pada Edinburgh University di Inggris memulainya dengan sel punca manusia.
Mereka menumbuhkannya dengan kombinasi nutrisi khusus yang dirancang untuk memanfaatkan kemampuan bawaan sel untuk mengorganisasi menjadi struktur organ kompleks, demikian dilansir Reuters.
Para peneliti menumbuhkan jaringan yang disebut neuroectoderm - lapisan sel-sel dalam embrio tempat semua komponen otak dan sistem syaraf berkembang.
Fragmen-fragmen jaringan ini kemudian ditanam pada perancah dan diletakkan ke dalam bioreaktor yang berputar yang mensirkulasikan oksigen dan nutrisi lain supaya mereka bisa tumbuh menjadi cerebral organoid - atau otak mini - yang terdiri atas beberapa bagian otak berbeda.
Setelah sebulan, fragmen-fragmen itu telah mengorganisasi diri menjadi struktur primitif yang bisa dikenali sebagai bagian otak yang berkembang seperti retina, choroid plexus dan cerebral cortex, jelas para peneliti tentang hasil studi mereka yang dipublikasikan dalam jurnal Nature.
Menggunakan organoid, para ilmuwan kemudian membuat model biologi tentang bagaimana kondisi langka otak yang disebut microcephalus dan menunjukkan bahwa teknik yang sama pada masa mendatang bisa digunakan untuk gangguan seperti autisme atau schizophrenia yang mempengaruhi jutaan orang di dunia.
"Studi ini menawarkan alat yang menjanjikan untuk memahami perkembangan sebagian besar gangguan otak... dan juga menguji penanganan yang mungkin dilakukan," kata Paul Matthews, seorang profesor ilmu syaraf di Imperial College London, yang tidak terlibat dalam studi tapi terkesan dengan hasilnya.
Zameel Cader, konsultan syaraf di John Radcliffe Hospital di Oxford, Inggris, menggambarkan pekerjaan itu "menarik dan menakjubkan".
Dia mengatakan hasil penelitian itu memperluas kemungkinan penggunaan teknologi sel punca untuk memahami perkembangan otak dan mekanisme penyakit, serta untuk mendapatkan obat baru.
Meski ini bermula pada jaringan sederhana, otak manusia secara cepat berkembang menjadi struktur alam yang paling kompleks yang diketahui dan para ilmuwan masih belum mengetahui bagaimana hal itu bisa terjadi.
Kondisi ini membuat para peneliti sulit menambah pengetahuan tentang apa yang mungkin salah--dan bagaimana cara menangani gangguan-gangguan otak seperti depresi, schizophrenia dan autisme. Sumber *
Kesuksesan itu bisa mengarah ke tingkat pemahaman baru tentang bagaimana otak berkembang dan mengalami gangguan seperti schizophrenia dan autisme.
Juergen Knoblich dan Madeline Lancaster dari Institute of Molecular Biotechnology Austria dan para peneliti dari Unit Genetika Manusia pada Edinburgh University di Inggris memulainya dengan sel punca manusia.
Mereka menumbuhkannya dengan kombinasi nutrisi khusus yang dirancang untuk memanfaatkan kemampuan bawaan sel untuk mengorganisasi menjadi struktur organ kompleks, demikian dilansir Reuters.
Para peneliti menumbuhkan jaringan yang disebut neuroectoderm - lapisan sel-sel dalam embrio tempat semua komponen otak dan sistem syaraf berkembang.
Fragmen-fragmen jaringan ini kemudian ditanam pada perancah dan diletakkan ke dalam bioreaktor yang berputar yang mensirkulasikan oksigen dan nutrisi lain supaya mereka bisa tumbuh menjadi cerebral organoid - atau otak mini - yang terdiri atas beberapa bagian otak berbeda.
Setelah sebulan, fragmen-fragmen itu telah mengorganisasi diri menjadi struktur primitif yang bisa dikenali sebagai bagian otak yang berkembang seperti retina, choroid plexus dan cerebral cortex, jelas para peneliti tentang hasil studi mereka yang dipublikasikan dalam jurnal Nature.
Menggunakan organoid, para ilmuwan kemudian membuat model biologi tentang bagaimana kondisi langka otak yang disebut microcephalus dan menunjukkan bahwa teknik yang sama pada masa mendatang bisa digunakan untuk gangguan seperti autisme atau schizophrenia yang mempengaruhi jutaan orang di dunia.
"Studi ini menawarkan alat yang menjanjikan untuk memahami perkembangan sebagian besar gangguan otak... dan juga menguji penanganan yang mungkin dilakukan," kata Paul Matthews, seorang profesor ilmu syaraf di Imperial College London, yang tidak terlibat dalam studi tapi terkesan dengan hasilnya.
Zameel Cader, konsultan syaraf di John Radcliffe Hospital di Oxford, Inggris, menggambarkan pekerjaan itu "menarik dan menakjubkan".
Dia mengatakan hasil penelitian itu memperluas kemungkinan penggunaan teknologi sel punca untuk memahami perkembangan otak dan mekanisme penyakit, serta untuk mendapatkan obat baru.
Meski ini bermula pada jaringan sederhana, otak manusia secara cepat berkembang menjadi struktur alam yang paling kompleks yang diketahui dan para ilmuwan masih belum mengetahui bagaimana hal itu bisa terjadi.
Kondisi ini membuat para peneliti sulit menambah pengetahuan tentang apa yang mungkin salah--dan bagaimana cara menangani gangguan-gangguan otak seperti depresi, schizophrenia dan autisme. Sumber *
Label:
autisme,
Bisa,
cerebral organoid,
Dibikin,
Juergen Knoblich,
Kini,
Madeline Lancaster,
Manusia,
Nature,
neuroectoderm,
otak,
Pun,
schizophrenia,
sel punca
Sabtu, 17 Agustus 2013
Kurang Tidur Bisa Merusak Hubungan Suami-Istri
Banyak hal yang ditengarai menjadi penyebab perpecahan hubungan pernikahan. Mulai dari soal uang, PIL (Pria Idaman Lain), WIL (Wanita Idaman Lain), dan masih banyak lagi. Tetapi tahukah Anda, bahwa insomnia, atau masalah sulit tidur juga bisa jadi penyebab tak harmonisnya hubungan suami istri?
Menurut Phil Gehrman, PhD, CBSM, asisten profesor di University of Pennsylvania di Philadelphia, "Orang-orang yang memiliki masalah dengan tidur seringkali membangun rutinitas terperinci dari waktu ke waktu. Mereka jadi orang yang sensitif terhadap beragam hal yang mereka pikir bisa mengancam waktu tidur mereka. Salah satu hal yang bisa mengacaukan tidur mereka adalah partner tidurnya." Selanjutnya *
Menurut Phil Gehrman, PhD, CBSM, asisten profesor di University of Pennsylvania di Philadelphia, "Orang-orang yang memiliki masalah dengan tidur seringkali membangun rutinitas terperinci dari waktu ke waktu. Mereka jadi orang yang sensitif terhadap beragam hal yang mereka pikir bisa mengancam waktu tidur mereka. Salah satu hal yang bisa mengacaukan tidur mereka adalah partner tidurnya." Selanjutnya *
4 Hal yang Bisa Memicu Insomnia
Sulit tidur di malam hari selama beberapa waktu? Mungkin saja Anda mengalami gangguan tidur atau insomnia. Insomnia akan berakibat buruk pada kesehatan. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan di University of Rochester, orang-orang yang menderita insomnia akan menurunkan produktivitas, tidak puas dengan pekerjaan, mudah terserang penyakit, bahkan meningkatkan berat badan.
Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan tidur malam hari: Selanjutnya *
Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan tidur malam hari: Selanjutnya *
Jalan atau Bersepeda ke Kantor Bisa Pangkas Risiko Diabetes dan Obesitas
Jika memang dirasakan jarak dari rumah ke kantor tak begitu jauh, ada baiknya Anda pertimbangkan untuk lebih memilih berangkat bekerja dengan cara berjalan kaki atau bersepeda daripada naik angkutan umum atau kendaraan pribadi. Sebab sebuah studi menemukan bahwa kebiasaan ini bisa memangkas risiko diabetes dan obesitas.
Meskipun dirasakan sangat sulit untuk membiasakan diri melakukan hal ini, namun hasil penelitian yang dilakukan di Inggris ini memberikan manfaat yang luar biasa, seperti dilansir Men's Health, Rabu (14/8/2013). Selanjutnya *
Meskipun dirasakan sangat sulit untuk membiasakan diri melakukan hal ini, namun hasil penelitian yang dilakukan di Inggris ini memberikan manfaat yang luar biasa, seperti dilansir Men's Health, Rabu (14/8/2013). Selanjutnya *
Selasa, 06 Agustus 2013
Orgasme Bisa Mengasah Otak
Mencapai klimaks saat berhubungan intim alias orgasme, bukan soal kepuasan biologis semata. Jika Anda orgasme, itu artinya otak Anda juga sedang diasah.
Menurut penelitian Professor Barry Komisaruk dari Rutgers University di New Jersey, Amerika Serikat (AS), orgasme rupanya juga memiliki efek mengasah otak.
Bahkan, efek yang diberikan diyakini melebihi dari efek mengerjakan teka-teki silang dan sudoku.
Barry Komisaruk mengungkapkan, sensasi orgasme dapat meningkatkan aktivitas otak di seluruh area. Berbeda dari mengerjakan teka-teki silang yang hanya meningkatkan aktivitas otak di beberapa daerah. Barry juga mengemukakan, orgasme dapat membantu menghilangkan rasa sakit.
"Dalam orgasme, kami melihat terjadinya peningkatan sirkulasi darah ke otak yang cukup signifikan. Jadi, menurut saya itu sangat baik. Aliran darah membawa nutrisi dan oksigen ke otak," jelas Barry. Sumber *
Menurut penelitian Professor Barry Komisaruk dari Rutgers University di New Jersey, Amerika Serikat (AS), orgasme rupanya juga memiliki efek mengasah otak.
Bahkan, efek yang diberikan diyakini melebihi dari efek mengerjakan teka-teki silang dan sudoku.
Barry Komisaruk mengungkapkan, sensasi orgasme dapat meningkatkan aktivitas otak di seluruh area. Berbeda dari mengerjakan teka-teki silang yang hanya meningkatkan aktivitas otak di beberapa daerah. Barry juga mengemukakan, orgasme dapat membantu menghilangkan rasa sakit.
"Dalam orgasme, kami melihat terjadinya peningkatan sirkulasi darah ke otak yang cukup signifikan. Jadi, menurut saya itu sangat baik. Aliran darah membawa nutrisi dan oksigen ke otak," jelas Barry. Sumber *
Label:
Barry Komisaruk,
berhubungan,
Bisa,
diasah,
intim,
klimaks,
melebihi,
Mengasah,
menghilangkan rasa sakit,
orgasme,
otak,
Rutgers University,
seluruh area otak,
sudoku,
teka-teki silang
Langganan:
Postingan (Atom)