Selasa, 12 Maret 2013

Panjang Umur, Resepnya Tak Cuma Jaga Kebugaran Tubuh

SETIAP orang menginginkan hidup panjang umur dan sehat. Menjalankan pola hidup sehat memang tidaklah mudah, namun tentu Anda bisa mencoba hal tersebut dan membiasakan diri terhadap kebiasaan sehat yang bisa membantu Anda hidup lebih lama.

Memiliki tubuh yang sehat tentu menjadi idaman setiap orang. Namun tentu tubuh yang sehat tidak kita dapatkan tanpa merawat dan menjaga dengan kebiasaan yang sehat. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan sehat yang bisa Anda lakukan untuk membuat tubuh Anda lebih fit dan segar, sehingga Anda bisa terbebas dari berbagai penyakit, dan hidup lebih lama, seperti yang dilansir Magforwoman.

Menjaga lingkungan bersih dan higienis

Tinggal di lingkungan yang sehat dan higienis sama pentingnya dengan menjaga kebersihan tubuh. Penting untuk menjaga lingkungan Anda bersih. Jika lingkungan bersih, ada kemungkinan lebih kecil untuk terserang penyakit.

Personal hygiene

Kebersihan tubuh seperti mencuci tangan dan kaki memainkan peran yang sama penting, tubuh yang bersih sehat dan membantu menghindari kondisi medis yang membahayakan kesehatan Anda.

Kebugaran fisik

Jika Anda ingin menjalani hidup sehat dan panjang usia, penting untuk senantiasa merawat tubuh. Pikiran yang sehat hanya akan tercipta dalam tubuh yang sehat. Anda bisa mencoba yoga atau berjalan biasa, atau pergi ke gym untuk pelatihan olahraga. Ini sangat penting untuk menghindarkan tubuh dari stres.

Rutin check up

Agar panjang umur, salah satu hal yang harus Anda lakukan adalah, Anda harus selalu sadar kesehatan dan kondisi medis. Lakukan pemeriksaan kesehatan dan perhatikan setiap jenis masalah kesehatan, baik kecil atau besar sangat penting untuk hidup sehat dan panjang umur.

Senin, 11 Maret 2013

Jus Mengkudu, Usir Kelelahan hingga Perangi Kanker

BUAH mengkudu atau dikenal juga dengan nama buah noni dipercaya sejak lama sebagai salah satu bahan obat tradisional. Manfaat dari mengkudu memang berkhasiat untuk mencegah berbagai penyakit dan menjaga kesehatan tubuh Anda.

Salah satu olahahan mengkudu, berupa jus mengkudu dipercaya dapat mengatasi kelelahan. Selain itu, jus mengkudu juga bisa membantu tubuh untuk melawan sel-sel kanker. Dalam sebuah penelitian, jus mengkudu yang diberikan pada tikus percobaan, mencegah bahan kimia atau radikal bebas mengikat DNA yang bisa memicu kanker, demikian yang dilansir Livestrong.

Bahkan, jus mengkudu bisa membantu mereka yang mengalami penurunan kognitif, kesulitan mengingat, depresi, dan perubahan suasana hati. Kondisi yang banyak diderita oleh para lansia ini bisa dibantu dengan mengonsumsi jus mengkudu. Jus mengkudu akan meningkatkan kognisi mereka dan menjaga bagian otak tetap sehat. Ekstrak dari buah mengkudu secara signifikan meningkatkan memori serta serotonin dan dopamin.

Namun, penggunaan jus mengkudu ini masih harus diawasi oleh ahli medis. Karena beberapa kondisi kesehatan tidak diperbolehkan mengonsumsi mengkudu. Misalnya, mereka yang menderita masalah ginjal dan sedang menjalani diet kalium. Mengkudu memiliki kalium yang cukup tinggi dan tentu bisa membahayakan. Ini juga berlaku bagi mereka yang menderita masalah hati, karena dapat memperburuk kondisi kesehatan orang yang mengonsumsinya.

Biji Anggur Berpotensi Membunuh Sel Kanker

Biji anggur belakangan ini banyak diteliti khasiatnya bagi kesehatan. Salah satu yang terbaru adalah kemampuannya dalam mengatasi kanker kulit dan mencegah kebutaan. Tidak hanya itu, sebuah riset teranyar bahkan menunjukkan ekstrak biji anggur mampu untuk membunuh sel kanker di leher dan kepala. Temuan ini diterbitkan dalam journal Carcinogenesis.

Kelebihan dari ekstrak biji anggur ini ialah hanya membunuh sel-sel kanker saja tanpa mengganggu sel yang sehat. "Efeknya cukup dramatis," kata Rajesh Agarwal, PhD, peneliti di University of Colorado Cancer Center dan profesor di Skaggs School of Pharmaceutical Sciences.

Akan tetapi lanjut Agarwal, keefektivan ekstrak biji anggur tetap tergantung dari kemampuan sel sehat untuk bertahan dari kerusakan. "Sel-sel kanker cepat sekali menyebar. Tetapi ada juga kondisi di mana mereka tidak bisa tumbuh, sehingga sel kanker itu akan mati," tambahnya.

Menurut Agarwal, ekstrak biji anggur dapat menciptakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi sel kanker, karena menghambat pertumbuhan sel kanker.

Agarwal berharap agar temuan ini di kembangkan lebih lanjut ke arah uji klinis. Ia mengatakan bahwa riset ini berpotensi sebagai tambahan untuk terapi lini kedua dalam mengobati kanker leher dan kepala.

Kanker kepala dan leher (diluar kanker otak, mata dan tulang belakang) rata-rata muncul pada usia 59 tahun. Penyebab kanker leher dan kepala biasanya disebabkan karena kebiasaan mengunyah tembakau, kebiasaan minum alkohol. Delapan puluh lima persen kanker leher dan kepala dihubungkan dengan penggunaan tembakau.

Kamis, 07 Maret 2013

Orang Kaya Lebih Panjang Umur

Uang mungkin tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi uang akan membantu kita menghindari penyakit akibat rasa tak bahagia dan stres. Itu sebabnya mengapa menurut penelitian di Inggris meski sama-sama stres, tetapi orang kaya hidup lebih lama dibandingkan dengan orang miskin.

Menurut ketua peneliti, Dr Antonio Ivan Lazzarino, kombinasi antara kemiskinan dan stres bisa menjadi "bom" bagi kesehatan.

Penelitian yang dilakukan Lazzarino itu berusaha mengetahui apakah kombinasi antara kemiskinan dan stres berdampak pada usia harapan hidup seseorang.

Namun, penelitian itu tidak menyebutkan dengan pasti berapa tahun perbedaan usia harapan hidup antara orang kaya dan miskin. Tidak dijelaskan pula mengapa secara biologi orang kaya bisa merespons stres lebih baik.

Penelitian yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine itu meneliti database lebih dari 66.500 orang di Inggris yang berusia di atas 35 tahun antara tahun 1994 dan 2004.

Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang status ekonominya lemah dan mengalami stres cenderung meninggal lebih cepat.

Selain respons stres yang lebih baik, orang yang status finansialnya baik juga memiliki asuransi kesehatan yang baik.

Meraih Bahagia Lewat Olahraga

Segala yang berkaitan dengan aktivitas fisik seperti olahraga selalu dikaitkan dengan program penurunan berat badan atau pencegahan penyakit. Namun, ini kurang lengkap. Olahraga sebenarnya juga meningkatkan rasa bahagia.

Bagi mereka yang rutin berolahraga, tentu akrab dengan perasaan nyaman dan bahagia yang memenuhi hati setelah selesai olahraga. Saat berolahraga akan terjadi pelepasan endorfin sehingga kita pun merasa tenang.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam the American Journal of Epidemiology, diketahui aktivitas olahraga secara rutin sangat berpengaruh besar pada kebahagiaan seseorang.

Tim peneliti dari Kanada menganalisa data dari 8 National Population Health Survey dengan periode 15 tahun untuk mengetahui kaitan antara level aktivitas fisik dengan kebahagiaan.

Dalam jangka pendek, olahraga memang terkait dengan kebahagiaan, karena orang yang bahagia biasanya senang berolahraga.

Akan tetapi hasil penelitian menunjukkan, perubahan kebiasaan, misalnya dari tidak berolahraga menjadi aktif berolahraga akan berpengaruh pada mood seseorang dalam jangka panjang. Singkatnya, membangun kebiasaan berolahraga bisa menjadi investasi bagi rasa bahagia di masa depan.

Selain itu, orang yang rajin berolahraga juga cenderung lebih awet muda sehingga mereka pun lebih bahagia.

Olahraga, seperti joging atau berlari, akan memperlancar sirkulasi oksigen dan peredaran darah. Dengan darah yang lancar, nutrisi ke seluruh jaringan kulit tidak terhambat. Selain kesegaran sel-sel terpelihara, hal itu juga membantu mengaktifkan produksi kolagen untuk melembabkan kulit.

Selasa, 05 Maret 2013

Ahok: Puskesmas itu mesti dibagusin dokternya kan?!

Salah satu hambatan yang dirasakan dalam menjalani program kesehatan bagi warga miskin di DKI Jakarta adalah masih kurangnya jumlah dokter di tingkat Puskesmas. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun akan menambah kualitas dokter di tingkat Puskesmas.

"Jadi intinya pintu masuk itu dari Puskesmas. Nah Puskesmas itu mesti dibagusin dokternya kan. Dokter-dokter spesialis di puskesmas, termasuk kompetensi jumlah dokter di lini terdepan masih kurang," kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Ahok mengakui bila standar gaji dokter di Ibukota masih rendah, sehingga dokter yang ingin berkarier di tataran bawah seperti puskesmas sedikit. Untuk itu dia akan menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) untuk ikut menerjunkan dokter lulusannya ke masyarakat, terutama dokter spesialis.

"Nanti kerja sama dengan FK UI yakni dengan program dokter spesialis turun ke bawah. Jadi intinya pintu masuk itu dimulai dari puskesmas," ujarnya.

Terkait sistem Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang saat ini masih berjalan, Ahok mengakui kalau sistem yang menggratiskan biaya pengobatan bagi warga Ibukota ini masih belum berjalan sempurna. "Karena faktanya KJS itu belum jalan penuh. APBD kan belum bisa kita pakai, Askes juga belum kita tunjuk, jadi itu model lama yang masih diterapkan," ucapnya.

Selain itu, dengan dana yang ada saat ini pihaknya juga masih harus membayar tunggakan utang kepada rumah sakit untuk program KJS pada November dan Desember 2013.

"Kita juga masih ada utang lama, hutang lama yang November dan Desember kan belum bayar. Karena anggaran 2012 tidak pernah cukup untuk Jamkesda. 50 ribu per orang per bulan untuk 1,2 juta rakyat. Tapi faktanya 4,7 juta rakyat kan," tuturnya.

Dia pun berharap bila APBD DKI telah disahkan, maka sistem KJS akan berjalan dengan baik dan merata. Terlebih bila jumlah dokter di puskesmas telah ditambah. "Ini kan dari Kemendagri sudah ketuk palu, ini mau turun anggarannya," imbuh Ahok.

3 Dokter Gigi Tertular Pasien Pengidap AIDS

Profesi dokter gigi rentan tertular penyakit yang diidap pasiennya. Termasuk virus mematikan HIV/AIDS. Tiga dokter gigi di Surabaya dilaporkan tertular HIV/AIDS. Dua orang di antaranya bekerja di rumah sakit swasta ternama dan seorang lagi membuka praktik pribadi. Hal ini diungkapkan Prof. Nasronudin, M.D., Ph.D, spesialis penyakit dalam, yang juga pimpinan Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga Surabaya.

Nasronudin, yang menangani ketiga dokter gigi itu mengatakan kondisi ketiga pria itu sangat parah bahkan sulit untuk berkomunikasi. Nasronudin menolak menyebutkan nama ketiga dokter itu, tapi hanya menyebutkan masing-masing berusia 44 tahun, 58 tahun, dan 52 tahun. "Mereka terdiagnosis AIDS stadium 4. Kondisinya sudah sangat parah," kata Nasronudin kepada Tempo.

Ia memperkirakan para dokter gigi itu sudah lebih dari lima tahun terinfeksi virus HIV/AIDS. Nasronudin mengatakan masih sulit mencari kepastian sumber penularan. Namun, ada dua kemungkinan mereka terinfeksi, yaitu karena profesi dan pribadi.

Menurutnya, profesi dokter memang berisiko tertular HIV/AIDS. Khususnya dokter gigi, dokter obgyn, bedah, THT, dan penyakit dalam dan infeksi. Tertutupnya pasien mengenai penyakitnya menjadi faktor seorang dokter bisa terpapar virus HIV/AIDS tanpa sengaja.

Meski sudah diberi surat pengantar bahwa seseorang mengidap HIV/AIDS, sering kali surat itu tidak diberikan kepada dokter yang dirujuk. Akibatnya, dokter rujukan tersebut tidak mengetahui bahwa pasien menderita HIV/AIDS. "80 persen pasien HIV/AIDS tidak mau berikan surat pengantar ke dokter rujukan karena takut tidak ditangani," katanya.

Cara penularan HIV/AIDS bisa terjadi secara horizontal, yakni kontak cairan darah dan melalui hubungan seksual. Perbandingan penularan lewat kontak cairan darah adalah 1:1. Artinya sekali kontak, virus HIV bisa langsung tertular. Inilah yang membuat profesi dokter gigi sangat rentan terinfeksi HIV/AIDS.

Penularan virus melalui kontak cairan darah lebih berbahaya ketimbang hubungan seksual. Hubungan seksual perbandingan penularannya sekitar 1:60. Ini berarti butuh 60 kali berhubungan seksual dengan penderita HIV/AIDS untuk bisa tertular virus ini.

Koordinator Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi Rumah Sakit Umum dr Soetomo Surabaya dr Erwin Astha Triyono SpPD-KPTI mengatakan kasus HIV/AIDS terhadap tenaga medis memang masih sangat jarang, hanya 1 persen dari seluruh kasus. Karena itu, tim kesehatan diminta untuk memperhatikan kewaspadaan universal. Standar prosedur dokter dalam menangani pasien HIV/AIDS pun lebih ketat.

Pihaknya sendiri sudah memberlakukan profilaksis pascapajanan secara rutin. Dokter yang tertusuk jarum saat menangani pasien harus melapor dalam kurun waktu 4 jam sebelum tertusuk. Dengan demikian, dokter yang terinfeksi akan bisa segera dipantau sehingga virusnya tidak berkembang biak.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...