Tampilkan postingan dengan label AS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2013

Merokok Saat Mengemudi Itu Berbahaya

London - Merokok sambil mengemudi bagi banyak orang mungkin menjadi sesuatu hal yang menyenangkan untuk menemani aktivitas mengemudi yang kadang membosankan. Namun ternyata, merokok sambil mengemudi itu adalah sesuatu hal yang berbahaya.

Menurut penelitian Institute of Advanced Motorists (IAM) di Inggris, seperti halnya ponsel, rokok adalah sesuatu yang mengganggu konsentrasi pengendara ketika mengemudi. Ini tentu akan menimbulkan potensi bahaya.

Bahkan 56 persen dari responden IAM mengatakan kalau harus ada aturan yang melarang pengemudi untuk merokok disaat berkendara. Hanya 2 persen dari responden yang mengatakan kalau merokok tidak berbahaya saat mengemudi.

Jejak pendapat ini sendiri melibatkan 3.016 orang. 48 persen dari responden ini berpikir kalau merokok saat mengemudi adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Sementara 46 persen berpikir kalau mengemudi sambil merokok itu sama berbahayanya dengan menggunakan ponsel saat mengemudi.

Selain mengganggu konsentrasi pengendara, Inggris sendiri juga sudah mengecam para pengendara yang merokok, terutama di mobil yang membawa anak-anak.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan tahun lalu menemukan lebih dari satu diantara lima perokok sengaja merokok di hadapan anak-anak mereka di rumah ataupun mobil.

Anak-anak terutama yang terpapar asap rokok atau menjadi perokok pasif akan memiliki masalah pada sistem kekebalan dan paru-paru. Mereka juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit pernapasan, asma, meningitis dan kematian.

Penelitian menunjukan sekitar 300.000 anak-anak di Inggris mengunjungi dokter setiap tahun, karena menjadi perokok pasif dan sekitar 9.500 diperiksa di rumah sakit. Peraturan larangan merokok juga telah diterapkan di sejumlah bagian negara seperti Kanada, AS, Australia dan Afrika Selatan.

Bagaimana menurut Anda?

Jumat, 05 April 2013

Dokter Gigi Tularkan HIV Ke-7000 Pasien

Seorang dokter gigi di Kota Tulsa, Negara Bagian Oklahoma, Amerika Serikat menyebabkan 7.000 pasien terpajan hepatitis B, hepatitis C dan HIV sejak 2007, kata pejabat setempat, Kamis (28/3).

Para pejabat kesehatan mendesak 7.000 pasien dokter gigi di Oklahoma, W. Scott Harrington, untuk diperiksa mengenai penyakit HIV dan hepatitis dalam penyelidikan yang sedang berlangsung di Dewan Kedokteran Gigi negara bagian, seperti dikutip FOX News, Kamis (4/04/2013).

Kemungkinan terpajannya ribuan pasien tersebut dilaporkan terjadi di tempat praktik dokter gigi itu di Harringtong, Tulsa, dan Owasso di Oklahoma. Para pejabat akan mengirim surat kepada semua 7.000 pasien yang telah berobat di instalasi tersebut sejak 2007.

Harrington memiliki banyak pasien yang didiagnosis menderita hepatitis atau bahkan HIV. Ia diduga antara lain telah melanggar peraturan kebersihan, kata Susan Rogers, Direktur Pelaksana Dewan Dokter Gigi Oklahoma.

Penyelidikan mengenai praktik Harrington mendapati sejumlah pelanggaran peraturan keselamatan dan kesehatan dan pelanggaran besar State Dental Act, kata beberapa pejabat.

Penyelidik dari Dewan Dokter Gigi dibantu oleh petugas dari Biro Natkotika Oklahoma dan Dinas Pengawasan Obat Amerika Serikat (DEA) mengenai pemeliharaan, pengawasan dan penggunaan obat di tempat praktik Harrington.

Harrington menghadapi 17 tuduhan dari Dewan Dokter Gigi Oklahima akibat pelanggaran kesehatan dan keselamatan yang diajukan terhadap kegiatan praktiknya, kata jejaring berita News6.com.

Dinas kesehatan menyatakan penularan penyakit di tempat praktik semacam itu jarang terjadi.

Kamis, 24 November 2011

Empat Cangkir Kopi Setiap Hari Memiliki Risiko 25% Lebih Rendah Terkena perkembangan Kanker Endometrium

Hasil penelitian ini barangkali disambut sukacita para penggemar kopi. Sebuah studi baru-baru ini yang dimuat pada Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, sebuah jurnal dari American Association for Cancer Research, menjadi alasannya.

Di jurnal itu disebutkan peminum kopi yang mengkonsumsi empat cangkir kopi setiap hari memiliki risiko 25 persen lebih rendah terkena perkembangan kanker endometrium. Diduga ini terjadi karena adanya kandungan antioksidan dalam kopi yang memungkinkan mekanisme tersebut.

Kepala peneliti dan guru besar nutrisi dan epidemiologi Harvard School of Public Health Edward Giovannucci mengatakan kopi sudah mulai terbukti berperan sebagai agen pelindung kanker yang terkait dengan obesitas, estrogen, dan insulin.

"Kopi telah terbukti menjadi pelindung terhadap diabetes karena efeknya pada insulin. Jadi kami berhipotesis bahwa kita akan melihat penurunan pada beberapa kanker juga," kata Edward.

Edward dan koleganya, termasuk Youjin Je, kandidat doktor di lembaga Edward bekerja, melihat kasus kanker endometrium pada hampir 70 ribu perempuan yang ikut pada penelitian Nurse's Health Study. Selama 26 tahun mereka mendokumentasikan 672 kasus kanker endometrium. Lebih dari empat cangkir kopi dikaitkan dengan penurunan 25 persen dalam risiko, sementara dua sampai tiga cangkir memiliki risiko 7 persen lebih rendah.

Hasil ini diduga berlaku juga pada kopi tanpa kafein, dengan penurunan 22 persen untuk kopi lebih dari dua cangkir per hari.

Edward mengatakan dia ingin melihat penelitian lebih lanjut soal efek kopi terhadap kanker ini. Sebab pada penelitian ini dan sejenisnya, asupan kopi dipilih dan tidak random.

"Kopi telah lama dihubungkan dengan merokok. Jika Anda minum kopi dan merokok, efek positif dari kopi akan lebih dari sebanding dengan efek negatif dari rokok. meski demikian, tes laboratorium menemukan bahwa kopi memiliki lebih banyak antioksidan dibanding kebanyakan sayuran dan buah," kata Edward.

Tempo.Co
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...