Tampilkan postingan dengan label nutrisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nutrisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2014

Fakta & Mitos Durian & Kesehatan

Mungkin Anda penggemar durian sudah bosan diomeli oleh orang-orang terdekat Anda untuk menjauhi buah yang dijuluki king of fruit ini, entah karena katanya bisa meningkatkan berat badan, kolesterol, gula darah dan tekanan darah.

Namun sebelum Anda membuang jauh-jauh durian di kulkas Anda, ketahui dahulu mitos dan fakta soal buah yang satu ini:

Makan durian bisa meningkatkan berat badan?


Jawabnya: Benar dan fakta.

Jika Anda makan 1 buah durian dengan berat 1 kg, Anda telah memasukkan 1350 kalori ke dalam tubuh Anda. Itu berarti Anda telah menghabiskan "jatah" 68% dari 2000 kalori yang direkomendasikan untuk kebutuhan kalori harian orang dewasa. 1 biji durian sendiri (setara 40 g) memiliki 54 kalori. Jadi kesimpulannya, iya. Makan durian dapat meningkatkan berat badan. Namun kembali lagi seberapa porsi Anda menghabiskannya.

Selasa, 04 Februari 2014

Selain Kaya Nutrisi Susu Unta Juga Berkhasiat Sebagai Obat Jerawat

www.seetpok.blogspot.com
Di negara Timur Tengah, biasanya orang memanfaatkan susu unta untuk menambah asupan nutrisi. Karena susu unta memiliki lebih banyak kandungan vitamin C, zat besi, dan rendah lemak daripada susu sapi.

Namun, di Midwest, Amerika beberapa orang menggunakan susu unta sebagai perawatan kulit dari Yordania. Penelope Shihab selaku pendiri sebuah perusahaan biotek di Yordania dan merupakan wanita yang berperan penting dalam pertumbuhan produk kecantikan di Missouri.

Para ilmuwan di perusahaan Shihab, di Amman yang disebut MONOJO, telah menganalisis antibodi dalam susu unta. Seperti yang dilansir dalan NPR (04/02/2014), ternyata kandungan protein dalam susu unta dapat membantu melawan infeksi, mencegah patogen asing menempel ke dalam tubuh, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jumat, 06 September 2013

Makan Buah Segar Lebih Sehat Dibanding Jus Buah

JAKARTA— Mengonsumsi buah segar seperti anggur, apel, dan pir telah banyak diketahui dapat mengurangi risiko terkena diabetes.

Namun, ternyata meminum jus buah justru dapat meningkatkan risiko yang erat kaitannya dengan kolesterol dan kadar gula dalam darah tersebut.. Belum lama ini, gabungan peneliti dari Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Singapura melakukan investigasi kesehatan besar-besaran yang mengambil tempat di negeri Paman Sam.

Proyek tersebut melibatkan lebih dari 187 ribu orang perawat dan praktisi kesehatan setempat untuk memonitor gaya hidup masyarkat di sana, termasuk salah satu isunya adalah pola makan tidak sehat yang memicu diabetes. Studi tersebut menunjukkan hasil berupa responden yang rutin setidaknya dua kali seminggu mengonsumsi buah segar, khususnya blueberry, anggur, dan apel, mampu mengurangi risiko terkena diabetes hingga 23 persen dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi buah segar setidaknya sebulan sekali.

Di sisi lain, mereka yang sekali atau berkali-kali meminum jus buah setiap harinya justru menunjukkan peningkatan risiko terkena diabetes hingga 21 persen. Laporan ilmiah yang di publikasikan di dalam Bristish Medical Journal menyatakan bahwa hasil studi tersebut membutuhkan kerja yang lebih keras untuk kian membuktikan kejelasan perbedaan manfaat buah segar dan jus buah.

Beberapa spekulasi menyatakan bahwa walaupun kandungan nutrisi pada buah segar dan jus buah itu sama, namun fakta bentuknya jelas berbeda, buah segar berbentuk nutrisi solid, sedangkan jus berupa sari dalam cair.

"Nutrisi dalam bentuk cairan lebih cepat masuk ke dalam saluran pencernaan dan lebih cepat pula diserap oleh usus besar dan mendorong tubuh memproduksi lebih banyak insulin yang mengakibatkan level gula darah meningkat," jelas Qi Sun, asisten profesor di bidang nutrisi pada Sekolah Kesahatan Masyarakat, Universitas Harvard, AS.

Studi ini sendiri dilakukan dengan meneliti data dari Studi Keperawatan Kesehatan yang diambil pada medio tahun 1984 -2008, Studi Keperawatan Kesehatan jilid dua (1991-2009), dan Studi Lanjut Profesional Kesehatan (1986-2008).

Adapun buah-buahan yang digunakan dalam studi ini, baik dalam bentuk buah segar maupun jus buah, adalah anggur, buah persik, aprikot, buah prem, pisang, melon, apel, pir, jeruk, stroberi, dan bluberry. Sumber *

Selasa, 28 Mei 2013

Sering Lupa? Ini Dia Cara Mudah Tingkatkan Memori Otak

animasi  bergerak gif
Jakarta - Melupakan hal-hal penting bisa memberikan masalah bagi aktivitas sehari-hari, apalagi jika frekuensinya cukup sering. Apakah Anda mengalaminya? Jika ya, beberapa cara mudah berikut bisa Anda lakukan untuk meningkatkan memori Anda.

Faktanya, setiap sel dalam tubuh kita membutuhkan suplai oksigen agar dapat bekerja dengan baik, termasuk sel-sel otak.

Berikut 6 cara mudah dan contoh makanan yang dapat mengoptimalkan kesehatan otak dan mempertajam memori, seperti dilansir dari Times of India, Selasa (28/5/2013):


1. Menjaga tekanan darah dan kolesterol

Lakukan kontrol rutin untuk mengetahui jika ada perubahan pada tekanan darah dan kadar kolesterol Anda. Jika ditemukan adanya peningkatan, segera lakukan beberapa cara untuk menurunkannya seperti olahraga. Jantung yang sehat akan memberi pengaruh pada kesehatan otak.
2. Cukup tidur

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu memori. Usahakan untuk cukup tidur setiap malam, minimal 7-8 jam per hari.

3. Berolahraga secara teratur

Aktivitas fisik secara teratur terbukti dapat mengurangi risiko demensia dan penyakit Alzheimer. Lakukan olahraga minimal 30 menit per hari selama 5 kali dalam seminggu untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.

4. Ajak otak beraktivitas

Jaga pikiran tetap aktif dan lakukan aktivitas yang membutuhkan pemikiran, seperti permainan puzzle dan teka-teki silang. Dengan begitu, pikiran akan tetap aktif dan terlatih.

5. Tidak merokok

Selain dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, merokok juga dapat menurunkan aliran darah ke otak dan menyebabkan kerusakan serius.

6. Berikan otak istirahat sejenak

Saat aktivitas sedang banyak, tak hanya tubuh yang butuh istirahat sejenak, otak pun membutuhkannya. Lakukan istirahat sejenak seperti bertemu dan berbincang-bincang dengan teman, berpetualang melakukan perjalanan, melakukan hobi, dan melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

7. Konsumsi makanan nutrisi otak yang tepat

Alpukat mengandung lemak monosaturated yang berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke otak. Ini berefek pada banyaknya oksigen yang sampai ke bagian-bagian otak dan membantu meningkatkan daya pikir dan memori.
Nutrisi lain yang juga baik untuk otak antara lain apel, cokelat hitam (dark chocolate), teh hijau dan blueberry.

Jumat, 10 Februari 2012

Lima Mitos Seputar Makanan

Di masa kini, kita mungkin bingung membedakan makanan sehat dan tidak sehat. Banyak produsen makanan berlomba mengemasnya sedemikian menarik, sehingga konsumen mengabaikan kandungan nutrisi sesungguhnya.

Persepsi ini juga didorong dengan pemberitaan informasi yang salah tentang makanan tidak sehat. Seperti, ada beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi ternyata tidak, atau yang kita anggap buruk ternyata baik untuk kesehatan.

Inilah lima mitos seputar makanan, yang ada di sekeliling kita:

1. Mitos: Konsumsi daging merah meningkatkan risiko darah tinggi.
Fakta: Sebenarnya konsumsi daging merah tidak menyebabkan darah tinggi. Hanya, cara mengolahnya yang bisa menyebabkan timbulnya darah tinggi.

Pemasakan yang lama akan membuang nutrisinya, belum lagi jika dimasak dengan santan. Pilih daging yang bebas lemak. Dibakar adalah cara baik untuk menikmatinya.

2. Mitos: Mencuci buah dengan air hilangkan pestisida.
Fakta: Tidak juga. Mencucinya dengan air hanya menghilangkan kotoran pada kulit luar saja, bukan pestisida. Untuk menghilangkan pestisida pada lapisan kulit hanya dengan mengupasnya.

3. Mitos: Seafood sumber kolesterol.
Fakta: Sumber kolesterol terbesar pada seafood terletak pada bagian kulit luar atau cangkangnya. Hindari memakan kulit udang, bagian kepala dan ekornya.

4. Mitos: Sayuran mentah lebih baik.
Fakta: Ada anggapan bahwa semakin lama memasak sayuran. maka nutrisi di dalamnya akan terbuang. Tapi itu belum tentu benar. Contohnya wortel, ketika dimasak, wortel akan menghasilkan tiga kali lebih banyak beta karoten.

5. Mitos: Daging putih lebih rendah lemak.
Fakta: Makan daging ayam dianggap lebih sehat, tetapi faktanya meningkatkan risiko gemuk lebih tinggi daripada konsumsi daging merah. Sirloin steak mengandung 5 gr lemak per 100 gr, sedangkan paha ayam memiliki 9 gr per 100 gr.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...