Tampilkan postingan dengan label terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terbaru. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juli 2013

Minum Kopi Turunkan Risiko Bunuh Diri

Harvard--Penelitian tentang manfaat kopi terus dilakukan ilmuwan. Sebuah penelitian terbaru menunjukan minum kopi dua hingga empat cangkir sehari bisa menurunkan risiko bunuh diri hingga 50 persen.

Kesimpulan itu didapat peneliti dari Harvard School of Public Health, Amerika. Mereka mempelajari data dari tiga penelitian sebelumnya. Hasilnya, risiko bunuh diri di antara orang dewasa yang mengkonsumsi kopi berkafein dua hingga empat cangkir sehari turun 50 persen dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein, minum sedikit kopi, atau mereka yang sama sekali tidak minum kopi.

Peneliti mengkaji 200 ribu data pria dan wanita terkait konsumsi kopi mereka, baik berkafein atau tidak, termasuk teh, minuman ringan berkafein, dan cokelat. Selama penelitian yang berlangsung 6,5 tahun itu, terdapat 277 kematian akibat bunuh diri.

"Secara keseluruhan, hasil penelitian kami menunjukan bahwa ada sedikit tambahan manfaat dalam mengkonsumsi di atas dua atau tiga cangkir 400 miligram kafein per hari," kata kepala peneliti Michel Lucas, sebagaimana dilansir Daily Mail, Jumat, 26 Juli 2013.

Bagaimana hubungan konsumsi kopi dengan penurunan risiko bunuh diri. Peneliti mengatakan kafein bekerja dengan merangsang pusat saraf pusat tapi bisa berperan sebagai antidepresan ringan dengan meningkatkan produksi neurotransmiter 'mood bagus' di otak, misalnya serotonin, dopamin, dan noradrenalin.

Inilah yang mungkin menjelaskan mengapa pada penelitian epidemiologi sebelumnya peneliti menemukan adanya risiko depresi yang lebih rendah pada pengkonsumsi kopi di masa lalu. Meskipun demikian, bukan berarti peneliti menyarankan orang yang depresi mengobati sendiri penyakit yang dialaminya dengan meningkatkan konsumsi kafein. Sumber *

Senin, 23 Juli 2012

Pria Tidur Pasca Berhubungan Intim

Bukan rahasia lagi jika para pria biasanya langsung tertidur setelah menikmati seks. Tentu saja, hal ini kerap membuat para istri kesal bukan kepalang. Rasanya seperti habis manis sepah dibuang.

Tapi sebelum Anda para istri naik pitam, simak dulu penelitian yang satu ini.

Para ilmuwan rupanya menemukan bukti yang mendukung para suami. Penelitian yang dilakukan pemerintah Prancis dengan memindai otak para pria sebelum dan sesudah hubungan seksual menemukan bahwa otak bagian cerebral cortex, yang berperan untuk fokus, persepsi dan kesadaran; langsung istirahat setelah mencapai orgasme.

“Ini menjadi temuan terbaru tentang otak pria selama hubungan seksual,” kata Serge Stoleru, salah seorang peneliti kepada Sunday Times, Ahad 22 Juli 2012. Penyebab pria tertidur juga ditunjang oleh hormon serotonin yang membanjiri otak setelah seks hebat.

Namun menurut Stoleru, hal berbeda terjadi pada perempuan. “Otak perempuan tidak membutuhkan jeda setelah orgasme. Bahkan mereka meminta lagi meski pasangan membutuhkan istirahat,” ujarnya.

Penelitian serupa pernah dilakukan pada 2005. Hasilnya menunjukkan bahwa kencangnya laju darah pasca-klimaks memicu otot menghasilkan glycogen. Karena pria memiliki lebih banyak otot ketimbang perempuan, mereka merasa lebih cepat lelah setelah olah raga ranjang.

“Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup dimana tidur dan seks sangat berkaitan,” ujar Dr Neil Stanley, Direktur Kajian Tidur di University of Surrey, Inggris.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...