Banyak wanita mengalami 'baby blues' beberapa pekan pertama setelah melahirkan. Mereka bisa saja jadi sulit tidur, kewalahan, sedih, dan suasana hatinya tak menentu. Namun, bukan hanya baby blues saja, setelah melahirkan, wanita juga rentan mengalami depresi pasca melahirkan atau postpartum depression (PPD).
Seperti ditulis HowToDoThings.com, PPD sangat berbeda dengan baby blues. Postpartum depression bersifat lebih serius karena berhubungan dengan kondisi mental yang berkepanjangan dan bisa berdampak buruk bagi ibu. Oleh karena itu wanita yang mengalami PPD membutuhkan perawatan.
Lalu, bagaimana caranya supaya depresi pasca melahirkan bisa diidentifikasi? Seperti dikutip dari EmpowHer, Sabtu (17/8/2013), ada beberapa tanda saat wanita mengalami depresi pasca melahirkan.
HowToDoThings.com menggambarkan wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan akan mengeluarkan reaksi berlebihan terhadap hal-hal sepele, suasana hatinya berubah-ubah, dan sering mengekspresikan kesedihannya dengan menangis.
Selain itu, mereka juga cenderung sulit tidur meskipun bayinya sedang tidur nyenyak. Sebagian ibu yang mengalami PPD juga tidak bisa berkonsentrasi penuh sehingga kemampuan analisis dan pengambilan keputusan mereka berkurang.
Wanita dengan PPD merasa sangat sedih, putus asa, dan memiliki pikiran kosong. Bahkan beberapa di antaranya bisa merasa cemas atau kehilangan kesenangannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga mungkin tidak merasa lapar dan berat badannya turun.
Tapi, ada juga yang justru memiliki nafsu makan berlebih hingga berat badannya naik, demikian dijelaskan WebMD. Sementara itu, Baptist Health South Florida mengatakan gejala lain wanita mengalami depresi pasca melahirkan yakni mengisolasi diri dari orang lain dan bahkan terbesit tentang kematian atau bunuh diri salam pikirannya.
PPD bisanya terjadi secara bertahap dalam periode beberapa bulan. Namun, pada beberapa wnaita, kondisi itu bisa saja datang tiba-tiba. Tanda awal PPD akan muncul hanya setelah wanita melahirkan. PPD diduga disebabkan beberapa faktor termasuk stres dan perubahan fisik serta hormonal. Sumber *
Tampilkan postingan dengan label suasana hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suasana hati. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Agustus 2013
Ini Gejala Ibu yang Alami Depresi Pasca Melahirkan
Label:
baby blues,
berkepanjangan,
buruk,
depresi,
hormonal,
ibu,
kewalahan,
lebih serius,
Melahirkan,
Pasca,
perawatan,
pikiran kosong,
reaksi berlebihan,
sedih,
stres,
suasana hati,
sulit tidur,
tak menentu
Rabu, 22 Agustus 2012
Hubungan Intim Dengan Vs Tanpa Kondom Bagi Kesehatan Mental Wanita
Hubungan intim tak hanya membuat pasangan lebih bahagia namun juga mengubah mood wanita. Studi yang dilakukan State University of New York menyimpulkan hal ini setelah melakukan penelitian terhadap 293 wanita yang biasa berhubungan intim tanpa kondom, terutama terkait kesehatan mental mereka.
Hasil menelitian menunjukkan, air mani mengandung bahan kimia yang dapat memperbaiki suasana hati, meningkatkan kasih sayang, membuat nyenyak tidur, dan juga mengandung setidaknya tiga anti-depressant.
Para peneliti juga mengklaim bahwa wanita yang berhubungan seks tanpa kondom secara teratur terbebas dari rasa tertekan dan tampil lebih baik pada tes kognitif.
Seperti dilaporkan Daily Mail, air mani tak hanya mengandung spermatozoa, tetapi juga kortisol, yang dikenal mampu meningkatkan kasih sayang; estrone, yang memperbaiki suasana hati; dan oksitosin, yang juga berperan dalam mempengaruhi mood baik.
Zat kimia lain yang terkandung di dalam air mani adalah hormon thyrotropin(bersifat antidepresan), melatonin (berpengaruh pada tingkat kenyenyakan tidur), dan juga serotonin (neurotransmitter yang berfungsi sebagai antidepresan).
Untuk membuktikannya, peneliti di Gallup dan Burch, bersama dengan psikolog Steven Platek, meneliti wanita yang berhubungan seks tanpa kondom dan membandingkannya dengan kelompok kontrol. Mereka mengumpulkan 293 perempuan yang setuju untuk mengisi kuesioner anonim tentang berbagai aspek kehidupan seks mereka.
Temuan terbaru lainnya dari laboratorium Gallup bahkan menunjukkan bahwa air mani membuat wanita tampil lebih baik dalam hal berkonsentrasi dan tugas-tugas kognitif.
Temuan yang paling signifikan dari studi ini, yang dipublikasikan dalamArchives of Sexual Behavior, adalah bahwa wanita yang terlibat dalam seks tanpa kondom menunjukkan gejala depresi lebih sedikit daripada mereka yang biasa menggunakan kondom.
Sumber: *
Hasil menelitian menunjukkan, air mani mengandung bahan kimia yang dapat memperbaiki suasana hati, meningkatkan kasih sayang, membuat nyenyak tidur, dan juga mengandung setidaknya tiga anti-depressant.
Para peneliti juga mengklaim bahwa wanita yang berhubungan seks tanpa kondom secara teratur terbebas dari rasa tertekan dan tampil lebih baik pada tes kognitif.
Seperti dilaporkan Daily Mail, air mani tak hanya mengandung spermatozoa, tetapi juga kortisol, yang dikenal mampu meningkatkan kasih sayang; estrone, yang memperbaiki suasana hati; dan oksitosin, yang juga berperan dalam mempengaruhi mood baik.
Zat kimia lain yang terkandung di dalam air mani adalah hormon thyrotropin(bersifat antidepresan), melatonin (berpengaruh pada tingkat kenyenyakan tidur), dan juga serotonin (neurotransmitter yang berfungsi sebagai antidepresan).
Untuk membuktikannya, peneliti di Gallup dan Burch, bersama dengan psikolog Steven Platek, meneliti wanita yang berhubungan seks tanpa kondom dan membandingkannya dengan kelompok kontrol. Mereka mengumpulkan 293 perempuan yang setuju untuk mengisi kuesioner anonim tentang berbagai aspek kehidupan seks mereka.
Temuan terbaru lainnya dari laboratorium Gallup bahkan menunjukkan bahwa air mani membuat wanita tampil lebih baik dalam hal berkonsentrasi dan tugas-tugas kognitif.
Temuan yang paling signifikan dari studi ini, yang dipublikasikan dalamArchives of Sexual Behavior, adalah bahwa wanita yang terlibat dalam seks tanpa kondom menunjukkan gejala depresi lebih sedikit daripada mereka yang biasa menggunakan kondom.
Sumber: *
Label:
air mani,
antidepresan,
bahagia,
estrone,
hubungan intim,
kasih sayang,
kesehatan,
kortisol,
melatonin,
mental,
mood,
nyenyak tidur,
oksitosin,
penelitian,
serotonin,
suasana hati,
thyrotropin,
wanita
Langganan:
Postingan (Atom)
