Tampilkan postingan dengan label pisang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pisang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Agustus 2013

Adakah Batasan Makan Buah Bagi Penderita Diabetes?

Mitos yang umum adalah bahwa jika kita memiliki diabetes, jangan makan makanan tertentu karena makanan tersebut ‘terlalu manis’. Beberapa buah memang mengandung gula lebih dari yang lain, tapi itu tidak berarti kita tidak boleh makan buah manis jika kita memiliki diabetes. 

Yang harus diperhatikan adalah jumlah total karbohidrat yang dapat mempengaruhi kadar gula darah. Satu porsi buah yang baik dikonsumsi rata-rata mengandung 15 gram karbohidrat. Lalu berapa gram buah yang bisa dikonsumsi untuk mencapai 15 gram karbohidrat? Tentu ini tergantung pada kandungan karbohidrat masing-masing buah.

Saat mengonsumsi buah tinggi karbohidrat, tentu porsinya jadi harus lebih sedikit. Sebaliknya, kita bisa makan dengan porsi lebih banyak jika memilih buah yang kandungan karbohidratnya rendah.

Sebagai bayangan, 15 gram karbohidrat pada buah-buahan berikut ini setara dengan:

  • pisang - setengah porsi ukuran besar
  • mangga - 83 gram
  • semangka - 190 gram
  • nanas - 124 gram
  • stroberi - 180 gram

Cukup sulit memang untuk menakar jumlah buah yang dapat kita makan. Perlu dipertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan takaran yang sesuai dengan diri kita. Namun, saya punya kiat yang bisa mempermudah penderita diabetes untuk menakar makanan yang akan dikonsumsi, yaitu makanlah seperti biasa namun kurangi semua porsi makanan yang biasa kita makan menjadi setengahnya, lalu lakukan olahraga rutin sehari 10-15 menit.

Jangan lupa kontrol kadar gula darah secara rutin setiap dua pekan. Kunci keberhasilan mengendalikan gula darah adalah diet dan olahraga. Jika salah satu tidak dilakukan, maka kadar gula darah akan sulit terkendali.
Salam sehat selalu. Sumber *

Selasa, 23 Juli 2013

Pisang, Obat Stres Paling Murah dan Aman

Gaya hidup di kota besar yang serba berpacu dengan waktu seringkali memicu timbulnya stres berkepanjangan yang ditandai antara lain oleh kondisi tubuh mudah lelah dan sering diikuti gejala susah buang air besar atau sembelit. Stres yang tidak dikelola baik akan pada akhirnya akan berujung kepada depresi. Dalam dunia medis depresi terlihat apabila seseorang memperlihatkan gejala seperti perasaan sedih, rasa lelah berlebihan setelah aktivitas rutin, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur atau insomnia. Untuk mengatasi gejala depresi tersebut dokter biasa meresepkan obat antidepresan untuk mengurangi rasa gelisah dan meningkatkan mood serta menurunkan tekanan darah dan insomnia.

Pisang ternyata memiliki khasiat seperti obat antidepresan. Pisang banyak mengandung serotonin. Serotonin adalah sejenis hormon di tubuh yang mengawal mood, mengurangkan emosi negatif, dan membuatkan seseorang menjadi lebih bahagia. Orang yang gembira dan senang pasti memiliki jumlah serotonin di darah yang banyak, tetapi sebaliknya jika kekurangan serotonin, seseorang akan mudah murung, tersinggung, dan selalu marah-marah. Berbagai riset sudah membuktikan bahwa asupan serotonin dapat meningkatkan mood dan mengurangi gelisah.

Di banyak negara-negara di Benua Afrika, ibu-ibu yang kehamilannya sudah memasuki umur 7 bulan selalu disarankan mengoonsumsi 1–2 pisang setiap hari untuk menjaga stabilitas emosi sang ibu menjelang masa melahirkan. Pisang juga memiliki pottasium yang dapat menurunkan tekanan darah sehingga orang akan menjadi lebih rileks. Pottasium juga membuat jumlah oksigen di darah meningkat dan membuat fungsi hati lebih baik.

Berapa banyak pisang yang perlu dikonsumsi? Untuk sehari-hari biasakanlah memakan 1 buah pisang sebelum beraktivitas kerja dan bila memungkinkan sebuah lagi sepulang kerja. Jenis pisang yang dikonsumsi bebas karena semua jenis pisang kaya serotonin dan pottasium. Hanya dengan mengeluarkan Rp3.000–Rp4.000/hari untuk membeli 2 buah pisang, Anda tidak lekas stres atau depresi.

Sumber *

Senin, 30 Juli 2012

Makanan Penurun Tekanan Darah (Tensi)

Hipertensi merupakan penyakit yang bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia. Jika tak segera diatasi, hipertensi bisa memicu penyakit kardiovaskular yang memicu kematian.

Tenang. Anda bisa menurunkan risiko hipertensi dengan cara enak, seperti mengonsumsi beberapa jenis makanan. Berikut ini beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, dilansir melalui Boldsky (27/7).

Buah kaya vitamin C

Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, cranberry, jambu biji, anggur dan stroberi merupakan sumber yang kaya akan vitamin C. Banyak penelitian yang menunjukkan asupan vitamin C dapat mengurangi tekanan darah tinggi.

Pisang

Tak hanya memberikan energi bagi tubuh, ternyata pisang juga efektif menurunkan tekanan darah. Kalium dalam pisang diyakini menjadi nutrisi yang ampuh mengontrol tingkat tekanan darah. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, coba makan 1-2 buah pisang setiap hari. Jangan memakannya lebih dari 3 pisang. Pasalnya, buah ini memiliki gula tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga membuat Anda gemuk.

Bayam

Sayuran kesukaan Popeye ini ternyata juga membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Siapa sangka jika sayuran hijau ini kaya akan vitamin C dan nutrisi penting lainnya, seperti zat besi, folat dan magnesium.

Bawang Putih

Bawang putih yang sering digunakan sebagai bumbu masakan juga bermanfaat menurunkan tingkat tekanan darah. Jenis bawang membantu mencegah darah dari kekentalan, agar mengendalikan penyumbatan di dalam jantung.

Brokoli

Nutrisi penting untuk menurunkan tekanan darah tinggi, seperti vitamin C, potasium dan khrom, terdapat di brokoli. Brokoli juga mengontrol kadar gula darah, kadar insulin dan melindungi jantung Anda dari penyakit jantung. Untuk mendapatkan manfaat optimal, sebaiknya mengonsumsinya secara teratur baik mentah atau kukus.

Tomat

Anda juga bisa menambahkan tomat ke dalam menu makanan darah tinggi karena tomat membantu menurunkan tekanan darah. Tomat memiliki antioksidan likopen yang mengurangi tekanan darah tinggi secara alami. Tomat juga kaya nutrisi penting lainnya, seperti vitamin C, A, E dan potasium serta kalium yang diperlukan untuk mengontrol tekanan darah.

Sabtu, 21 Juli 2012

Dokter Oz: Puasa Detoksifikasi Alamiah

Anda yang suka menonton “Oprah Winfrey Show” pasti tak asing lagi dengan Dr Oz. Ia adalah pengasuh rubrik kesehatan di acara Oprah, sebelum kemudian membikin acara kesehatan sendiri.

Dr Oz, yang memiliki nama lengkap Mehmet Cengiz Oz, adalah seorang cardiothoracic surgeon(dokter ahli bedah jantung) kenamaan di Amerika. Dokter beragama Islam dan berdarah campuran Turki-Amerika ini mencampurkan metode pengobatan Barat dengan Timur — misalnya akupunktur.
Puasa dapat mengkondisikan tubuh untuk mengeluarkan racun, menurut Dr. Oz. (WPBF)
Bila sedang tidak syuting atau praktik dokter, Dr Oz disibukkan dengan tugasnya sebagai pengajar di Columbia University. Ia juga mengisi kesibukan dengan menulis (ada 400 lebih tulisan — juga beberapa buku telah terbit atas namanya).

Dengan prestasinya yang sedemikian, dikutip dari website Oprah, pada tahun 2009 Dr Oz masuk sebagai salah satu dari 500 tokoh muslim yang menginspirasi dunia.

Di beberapa kesempatan, Dr Oz menyampaikan bahwa puasa adalah salah satu bentuk diet sehat. Puasa, menurutnya, adalah salah satu bentuk detoksifikasi racun-racun yang ada di tubuh. Puasa juga salah satu bentuk detoksifikasi paling alami dan natural yang dapat dilakukan, daripada melakukan diet tertentu.

Menurutnya, puasa dapat mengkondisikan tubuh untuk mengeluarkan racun, karena sebenarnya tubuh manusia telah memiliki sistem detoksifikasi secara alami. Dengan pola makan teratur di bulan puasa, tubuh kita dapat terkondisikan untuk melakukan detoksifikasi secara alami.

Organ-organ metabolisme detoks, yakni hati, usus besar dan ginjal secara sistematis mengolah dan memilah makanan beserta racun yang mungkin terkandung di dalamnya. Puasa akan mengoptimalkan kerja organ metabolisme detoks tersebut sehingga hasil detoksifikasinya lebih lancar dan natural.

Dalam website resminya, Dr Oz memberikan pilihan item menu yang bisa dikonsumsi di saat bulan puasa untuk lebih mengoptimalkan detoksifikasi. Yang pertama adalah nanas, karena mengandung zat yang dapat melancarkan pencernaan.

Yang kedua adalah jahe — yang disebutkan memiliki kandungan yang dapat merangsang kinerja empedu menjadi lebih optimal. Sayuran seledri, lobak, kol dan mentimun juga disarankan untuk dikonsumsi karena juga memiliki kandungan material yang positif bagi proses detoks ini.

Yang ketiga, jangan lupa mengonsumsi pisang yang penuh dengan vitamin B6, salah satu kandungan yang merupakan kunci bagi detoksifikasi.

Untungnya, bahan makanan tadi dapat dicari dengan mudah di pasaran. Dan bila mampu mengkombinasikan menu-menu tadi dengan seimbang, maka tentunya kita akan mampu menjalankan sebulan amal ibadah puasa ini dengan lancar dan efektif. Ibadah didapat, badan pun sehat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...