Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juni 2017

Sama Bahayanya dengan Microsleep, Ngantuk Bikin Nge-blank Saat Berkendara

Kelelahan yang teramat sangat bisa membuat seseorang nge-blank saat berkendara. Tiba di tujuan dengan selamat, tetapi sulit mengingat apa saja yang dilaluinya sepanjang perjalanan.


Fenomena nge-blank seperti ini, menurut pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran dr Andreas Prasadja, RPSGT terjadi karena sel-sel otak 'tertidur' sebagian. Kondisi ini sangat berbahaya karena kewaspadaan, konsentrasi, dan refleks di jalan tentu sangat berkurang.

"Yang sebagian tidur, yang sebagian lagi berfungsi buat mengendarai," ujar dokter yang akrab disapa dr Ade ini, saat dihubungi detikHealth, Kamis (22/6/2017).

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dr Ade menyarankan untuk tidak berkendara sendirian. "Harus ada temennya, diajak ngobrol biar enggak ngantuk," pesannya.

Selain mengajak ngobrol, pendamping pengemudi ini harus selalu memperhatikan apabila pengemudi mulai merasa kantuk. "Kalau mulai ngantuk paksa untuk berhenti, istirahat," ujar dr Ade.

Ditegaskan lagi oleh dr Ade, tidak ada zat atau cara apapun untuk mengatasi kantuk selain tidur. Jadi, jangan paksakan dirimu apabila mulai mengantuk saat berkendara.

Widiya Wiyanti - detikHealth


Senin, 03 Juni 2013

Tidak Pergi Liburan Saat Hari Libur

Seperti yang sudah diketahui bahwa pergi liburan dengan keluarga atau teman dapat mengurangi tingkat stres penyebab tekanan darah tinggi. Bahkan sebuah studi selama 20 tahun yang melibatkan 750 wanita mengungkapkan, bahwa mereka yang tidak berlibur sekali dalam 6 tahun berisiko 50-100% terkena serangan jantung. So, take a little time to go on vacation!

11. Melewatkan secangkir kopi di pagi hari


Minggu, 07 April 2013

Tempat yang Bikin Langsing Selain Gym

Saat ini, hampir seluruh pekerjaan di kantor mulai dari riset data, berkomunikasi, dan lainnya di lakukan di depan komputer dan membuat Anda kurang aktif bergerak.

Belum lagi teknologi lain seperti smartphone, komputer tablet, dan media lain yang tidak memerlukan aktivitas berat untuk mengaksesnya. Minimnya aktivitas inilah yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan bertambahnya berat badan.

Seorang profesor kedokteran di Mayo’s Departement of Endocrinology di Rochester, Dr. James A Levine mengatakan, kantor yang sehat adalah kantor yang memungkinkan para karyawannya bergerak lebih banyak.

Misalnya, dengan menyingkirkan kursi-kursi dan mengubah letak meja. Membuat ruang rapat menjadi trek untuk berjalan kaki. Telepon-telepon yang ‘melekat’ di meja digantikan dengan yang tanpa kabel. Idenya adalah memotivasi orang untuk aktif bergerak atau berjalan lebih banyak di dalam kantor sambil mereka bekerja.

Berikut beberapa contoh aktivitas kantor yang bisa membantu menurunkan berat badan menurut Levine:

Naik Turun Tangga

Daripada menggunakan lift atau eskalator, lebih baik menggunakan tangga darurat jika ingin menurunkan berat badan di kantor. Jika lantai yang Anda tuju tidak terlalu tinggi, cara ini bisa dijadikan latihan alternatif untuk meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak tubuh.

Banyak Gerak Saat Rapat

Daripada memesan ruang rapat, ada baiknya Anda mengajak kolega dan relasi Anda untuk ikut berjalan bersama Anda. Ajak mereka berdiskusi secara serius tapi santai sambil berjalan kaki menuju restoran atau meeting room.

Pastikan topik pembicaraan yang dibahas tidak terlalu formal. Saling bertukar ide dan pendapat adalah salah satu yang bisa Anda lakukan. Dengan melakukan ini, kalori Anda akan lebih cepat terbakar daripada harus duduk berlama-lama di ruang rapat.

Jangan Terlalu Banyak Duduk

Berdirilah sewaktu berbicara atau mengetik ketika sedang melakukan presentasi. Para peserta rapat bisa juga mendengarkan presentasi sambil berdiri. Sampaikan alasan yang tepat kepada atasan Anda bahwa berdiri jauh lebih sehat daripada duduk berlama-lama saat rapat.

Berdiri juga bisa membuat Anda lebih luwes dan bebas bergerak. Semakin banyak gerakan, semakin meningkat pula metabolisme dan pembakaran kalori tubuh Anda.

Cari Teman Seperjuangan

Beruntung jika Anda memiliki teman kerja yang memiliki tujuan yang sama, karena mereka tidak akan mengajak untuk makan di restoran cepat saji. Jika Anda tidak punya, maka segera cari teman dengan tujuan yang sama, ini akan menjadi motivasi tambahan bagi Anda.

Anda dan juga teman “seperjuangan” bisa memberi pedometer (alat pengukur langkah) untuk menilai siapa yang paling banyak melangkah di hari kerja tersebut. Cara ini akan sangat menyenangkan. Selain meningkatkan motivasi, Anda juga bisa terbebas dari stres.

Ngemil Sehat

Meja kerja Anda tentu memiliki satu atau bahkan beberapa laci kecil. Buat salah satunya menjadi “laci sehat” dengan menambahkan camilan sehat seperti roti gandum, sayuran kering, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Camilan ini akan membuat Anda kenyang lebih lama dan mencegah makan rakus saat makan siang nanti.

Yuk, jadikan kantor sebagai tempat yang sehat untuk menurunkan berat badan dari sekarang.

Selasa, 11 September 2012

WHO: 51,7% Perokok Pria (Generasi Muda, 15-24 Tahun)

WASPADALAH
Indonesia masuk dalam kelompok atas - bersama India, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Polandia - negara-negara yang berpenghuni banyak perokok aktif. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh WHO, ada sekitar 51,7 persen perokok pria dan 0,3 persen perokok wanita dengan rentang usia 15 - 24 tahun.

Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan jika dilihat dari sudut pandang kesehatan. Generasi muda bisa terancam kondisi kesehatannya. Lalu bagaimana anak dan remaja bisa terpengaruh untuk menjadi seorang perokok?

Pemicunya cukup beragam, bisa dari lingkungan keluarga atau teman-teman. Lalu, yang tak kalah berdampak luar biasa adalah iklan-iklan rokok yang cukup 'radikal' dan kreatif menyasar pasar anak remaja. Hal ini diungkapkan oleh dr. Soewarta Kosen, M.P.H., Koordinator Unit Analisis Kebijakan dan Ekonomi Kesehatan.

"Remaja mudah terpengaruh oleh iklan yang sudah tersebar luas di mana saja, termasuk dalam sebuah konser musik yang sponsornya berasal dari rokok," kata Soewarta di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta pada Selasa 11 September 2012.

Cara Radikal

Meskipun saat ini iklan rokok di televisi dibatasi tetapi produsen rokok beriklan dengan cara-cara yang 'radikal'. Bukan hanya melalui billboard atau di internet, tetapi juga aktif mensponsori acara-acara musik anak muda.

Hal tersebut memang bisa dengan mudah mempengaruhi anak dan remaja untuk mencoba merokok. Dan, tak menutup kemungkinan selanjutnya dia akan jadi pencandu rokok. Menurut survei yang dilakukan pada 2007, sekitar 80 persen anak dan remaja, melihat iklan dan promosi, serta dari sponsor rokok pada sebuah acara.

Untuk itu, terkait pemasangan iklan rokok di billboard, menurut Soewarta, sebaiknya mulai ditinjau kembali. "Jakarta adalah salah satu ibukota di Asia Pasifik yang masih memajang billboard rokok. Di negara lain sudah tidak ada, hanya kita yang masih ada," katanya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...