Dokter spesialis penyakit dalam dari Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Irsan Hasan mengatakan, temulawak memang bisa memberikan proteksi bagi organ hati, sehingga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Namun sebenarnya temulawak tidak bisa digunakan untuk mengobati penyakit, misalnya penyakit peradangan hati (hepatitis).
Rabu, 16 Juli 2014
Khasiat Temulawak untuk Obati Hati
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) sejak turun temurun di Indonesia dikenal manfaatnya untuk kesehatan organ hati. Meski demikian, tidak semua penyakit gangguan hati bisa diatasi dengan senyawa kurkumin yang terkandung dalam akar rimpang ini.
Label:
Curcuma xanthorrhiza,
hati,
hepatitis,
hepatitis B,
hepatitis C,
Hepatologi,
Irsan Hasan,
khasiat,
kurkumin,
manfaat,
Obati,
proteksi,
Temulawak,
virus
Senin, 07 Juli 2014
Sukun Ternyata "Superfoods"
Sebuah ulasan dalam New Scientist menyebutkan, buah sukun (Artocarpus altilis) merupakan salah satu "superfoods " yang berpotensi mengatasi kelaparan di seluruh dunia sekaligus menyediakan protein dalam dosis yang menyehatkan.
Berat sukun yang secara keseluruhan sekitar tujuh kilogram dapat memberikan porsi karbohidrat untuk lima orang anggota keluarga.
Para ilmuwan percaya, sukun berpotensi memberi makan masyarakat di seluruh dunia jika buah ini menghasilkan sekitar 204 kilogram/musim.
Berat sukun yang secara keseluruhan sekitar tujuh kilogram dapat memberikan porsi karbohidrat untuk lima orang anggota keluarga.
Para ilmuwan percaya, sukun berpotensi memberi makan masyarakat di seluruh dunia jika buah ini menghasilkan sekitar 204 kilogram/musim.
Label:
American Heart Association,
Artocarpus altilis,
bebas gluten,
HDL,
karbohidrat,
kelaparan,
LDL,
mineral,
NTBG,
protein,
serat,
Sukun,
superfoods,
Ternyata,
vitamin
7 Makanan Enak untuk Jantung Sehat
Gaya hidup kurang bergerak, pola makan tinggi lemak dan stres, sudah menjadi bagian dari kehidupan orang modern. Tak heran bahwa angka penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, terus meningkat.
Berolahraga, minimal 150 menit setiap minggunya, adalah salah satu syarat untuk menjaga kebugaran tubuh. Tetapi, untuk memperoleh manfaat maksimal dari olahraga, kita juga perlu menjalani pola makan sehat.
Ada banyak makanan sehat yang bisa dipilih, tetapi apa yang terbaik untuk menjaga jantung tetap sehat? Berikut di antaranya.
1. Salmon dan ikan berlemak lainnya
Salmon dan ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan sangat baik untuk kesehatan jantung, bahkan dikatakan manfaatnya melebihi dari daging lainnya. Omega-3 merupakan tipe lemak tak jenuh yang dapat menurunkan kadar kolesterol "jahat" dengan mengurangi kadar peradangan pada tubuh.
Asam lemak omega-3 juga kerap dikaitkan dengan kadar trigliserida, tekanan darah, risiko stroke, risiko gagal jantung, dan risiko penyumbatan darah yang lebih rendah. Salmon juga mengandung selenium, antioksidan lainnya yang bermanfaat melindungi jantung dari stres oksidatif.
2. Oatmeal
Rasa dari makanan satu ini mungkin tidak terlalu enak, tetapi menambahkannya dengan madu, selai kacang, pisang, stroberi, atau bluberi mampu memperbaiki rasanya. Selain itu, manfaat yang diperoleh dari makanan ini pun sangat baik untuk kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan. Oatmeal juga mengandung serat larut, folat, dan potasium.
3. Walnut dan almond
Sama seperti salmon, walnut dan almond mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Kacang-kacang ini juga mengandung vitamin E, magnesium, folat, dan serat. Penelitian membuktikan, makan satu genggam kacang-kacang ini setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.
4. Bluberi
Bluberi sering kali disebut sebagai makanan super karena mengandung antioksidan poten resveratrol. Banyak studi menyebutkan, resveratrol memiliki peran untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Faktanya, sebuah studi asal Harvard University menemukan, mengonsumsi bluberi dengan stroberi dapat menurunkan risiko serangan jantung lebih dari 30 persen.
5. Teh hijau
Tak hanya karena rasanya yang unik sehingga menjadi favorit banyak orang, teh hijau juga telah lama diketahui memiliki manfaat kesehatan. Pakar obat-obatan herbal asal Tiongkok telah menggunakannya selama berabad-abad. Teh hijau mengandung resveratrol dan katekin yang meningkatkan kandungan antioksidan, mencegah pembentukan plak di pembuluh darah, dan peran antikanker.
6. Kacang merah
Kacang merah juga mengandung asam lemak omega-3 dan serat. Hal ini arti, dengan mengonsumsinya, risiko penyakit jantung pun menurun. Di samping kandungan asam lemak omega-3 yang mampu mengurangi peradangan di dalam tubuh, serat larut yang dikandungnya juga dapat mengurangi kadar kolesterol.
7. Tomat
Makanan yang menyehatkan jantung tidak lengkap jika tidak mencantumkan sayuran. Faktanya, sayuran merupakan makanan yang paling bermanfaat bagi tubuh, dan salah satunya tomat. Tomat mengandung likopen, karotenoid yang berhubungan dengan penurunan risiko stroke.
"Likopen juga sangat efektif dalam mengikat radikal bebas yang dapat mengurangi risiko penuaan," kata Edward Giobannucci, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health.
Sumber *
Berolahraga, minimal 150 menit setiap minggunya, adalah salah satu syarat untuk menjaga kebugaran tubuh. Tetapi, untuk memperoleh manfaat maksimal dari olahraga, kita juga perlu menjalani pola makan sehat.
Ada banyak makanan sehat yang bisa dipilih, tetapi apa yang terbaik untuk menjaga jantung tetap sehat? Berikut di antaranya.
1. Salmon dan ikan berlemak lainnya
Salmon dan ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan sangat baik untuk kesehatan jantung, bahkan dikatakan manfaatnya melebihi dari daging lainnya. Omega-3 merupakan tipe lemak tak jenuh yang dapat menurunkan kadar kolesterol "jahat" dengan mengurangi kadar peradangan pada tubuh.
Asam lemak omega-3 juga kerap dikaitkan dengan kadar trigliserida, tekanan darah, risiko stroke, risiko gagal jantung, dan risiko penyumbatan darah yang lebih rendah. Salmon juga mengandung selenium, antioksidan lainnya yang bermanfaat melindungi jantung dari stres oksidatif.
2. Oatmeal
Rasa dari makanan satu ini mungkin tidak terlalu enak, tetapi menambahkannya dengan madu, selai kacang, pisang, stroberi, atau bluberi mampu memperbaiki rasanya. Selain itu, manfaat yang diperoleh dari makanan ini pun sangat baik untuk kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan. Oatmeal juga mengandung serat larut, folat, dan potasium.
3. Walnut dan almond
Sama seperti salmon, walnut dan almond mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Kacang-kacang ini juga mengandung vitamin E, magnesium, folat, dan serat. Penelitian membuktikan, makan satu genggam kacang-kacang ini setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.
4. Bluberi
Bluberi sering kali disebut sebagai makanan super karena mengandung antioksidan poten resveratrol. Banyak studi menyebutkan, resveratrol memiliki peran untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Faktanya, sebuah studi asal Harvard University menemukan, mengonsumsi bluberi dengan stroberi dapat menurunkan risiko serangan jantung lebih dari 30 persen.
5. Teh hijau
Tak hanya karena rasanya yang unik sehingga menjadi favorit banyak orang, teh hijau juga telah lama diketahui memiliki manfaat kesehatan. Pakar obat-obatan herbal asal Tiongkok telah menggunakannya selama berabad-abad. Teh hijau mengandung resveratrol dan katekin yang meningkatkan kandungan antioksidan, mencegah pembentukan plak di pembuluh darah, dan peran antikanker.
6. Kacang merah
Kacang merah juga mengandung asam lemak omega-3 dan serat. Hal ini arti, dengan mengonsumsinya, risiko penyakit jantung pun menurun. Di samping kandungan asam lemak omega-3 yang mampu mengurangi peradangan di dalam tubuh, serat larut yang dikandungnya juga dapat mengurangi kadar kolesterol.
7. Tomat
Makanan yang menyehatkan jantung tidak lengkap jika tidak mencantumkan sayuran. Faktanya, sayuran merupakan makanan yang paling bermanfaat bagi tubuh, dan salah satunya tomat. Tomat mengandung likopen, karotenoid yang berhubungan dengan penurunan risiko stroke.
"Likopen juga sangat efektif dalam mengikat radikal bebas yang dapat mengurangi risiko penuaan," kata Edward Giobannucci, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health.
Sumber *
Label:
almond,
bluberi,
Edward Giobannucci,
enak,
Jantung Sehat,
kacang merah,
karotenoid,
kurang gerak,
lemak,
likopen,
makanan,
olahraga,
omega-3 oatmeal,
radikal bebas,
Resveratrol,
salmon,
stroke,
teh hijau,
tomat,
walnut
Kamis, 05 Juni 2014
Calon pemimpin dinilai tak cukup hanya modal IQ tinggi
Kecerdasan seseorang dinilai tak hanya dilihat dari intelligence quotient (IQ), tetapi juga harus ada keseimbangan dengan emotional intelligence (EQ), dan spiritual quotient (SQ). Selain itu perlu juga dimiliki seseorang yakni adversity quotient (AQ) untuk menghadapi masalah, terlebih jika orang tersebut adalah calon pemimpin.
"Awal menjadi pemimpin itu perlu keseimbangan antara IQ, EQ, dan SQ, serta AQ. Jadi mengukur kecerdasan tak cukup hanya dari salah satunya saja, karena malah penting ketika untuk calon pemimpin juga dilihat bagaimana kecerdasan menghadapi masalah dan kesulitan," kata Pakar Pendidikan Tukiman Taruna saat dihubungi, Kamis (5/6).
"Awal menjadi pemimpin itu perlu keseimbangan antara IQ, EQ, dan SQ, serta AQ. Jadi mengukur kecerdasan tak cukup hanya dari salah satunya saja, karena malah penting ketika untuk calon pemimpin juga dilihat bagaimana kecerdasan menghadapi masalah dan kesulitan," kata Pakar Pendidikan Tukiman Taruna saat dihubungi, Kamis (5/6).
Label:
adversity quotient,
AQ,
Calon,
emotional intelligence,
EQ,
intelligence quotient,
IQ,
kesulitan,
marah,
pemimpin,
pemogok,
spiritual quotient,
SQ,
tahan banting,
tinggi,
Tukiman Taruna
Olahraga Malam Hari Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter
Olahraga memang lebih menyenangkan dilakukan pagi hari, ketika udara masih segar dan panas matahari belum terlalu menyengat. Namun tak sedikit dari kita yang sudah berangkat kerja sejak pagi, dan baru pulang malam hari.
Sebagian dari kita pun akhirnya baru sempat melakukan olahraga ketika malam. Akan tetapi ada anggapan olahraga malam hari lebih berbahaya bagi tubuh. Benarkah seperti itu?
dr Michael Triangto SpKO dari RS Mitra Kemayoran mengatakan bahwa jika paginya bekerja dan pulang malam hari, memang sebaiknya tidak melakukan olahraga. Pasalnya, hal itu akan mengganggu waktu istirahat karena menjadi sulit untuk tidur.
"Misalnya pulang malam lalu olahraga jam 10 atau jam 11, badan masih segar nanti sulit tidur. Adrenalin naik, suhu tubuh juga naik, jadi susah tidur," tutur dr Michael ketika dihubungi detikHealth dan ditulis Kamis (5/6/2014).
Namun prinsip tersebut tidak berlaku bagi mereka yang memang bekerja malam hari. Sehingga menurut dr Michael, olahraga malam atau pagi hari sama baiknya, tergantung siapa yang melakukan.
Bagi mereka yang bekerja pagi hingga malam, dr Michael menyarankan agar melakukan olahraga pada pagi hari, sebelum berangkat kerja. Pasalnya, badan akan terasa lebih segar sehabis olahraga, sekaligus membuat konsentrasi bekerja menjadi lebih baik.
Kendati begitu, olahraga malam hari pun bukan hal yang tabu. Yang perlu diingat hanyalah waktu olahraganya serta jenis olahraga yang dilakukan.
"Jika tetap ingin olahraga malam, usahakan lebih awal. Jam 7 misalnya, jenis olahraganya juga tidak boleh berat," sambung dr Michael lagi. Sumber *
Sebagian dari kita pun akhirnya baru sempat melakukan olahraga ketika malam. Akan tetapi ada anggapan olahraga malam hari lebih berbahaya bagi tubuh. Benarkah seperti itu?
dr Michael Triangto SpKO dari RS Mitra Kemayoran mengatakan bahwa jika paginya bekerja dan pulang malam hari, memang sebaiknya tidak melakukan olahraga. Pasalnya, hal itu akan mengganggu waktu istirahat karena menjadi sulit untuk tidur.
"Misalnya pulang malam lalu olahraga jam 10 atau jam 11, badan masih segar nanti sulit tidur. Adrenalin naik, suhu tubuh juga naik, jadi susah tidur," tutur dr Michael ketika dihubungi detikHealth dan ditulis Kamis (5/6/2014).
Namun prinsip tersebut tidak berlaku bagi mereka yang memang bekerja malam hari. Sehingga menurut dr Michael, olahraga malam atau pagi hari sama baiknya, tergantung siapa yang melakukan.
Bagi mereka yang bekerja pagi hingga malam, dr Michael menyarankan agar melakukan olahraga pada pagi hari, sebelum berangkat kerja. Pasalnya, badan akan terasa lebih segar sehabis olahraga, sekaligus membuat konsentrasi bekerja menjadi lebih baik.
Kendati begitu, olahraga malam hari pun bukan hal yang tabu. Yang perlu diingat hanyalah waktu olahraganya serta jenis olahraga yang dilakukan.
"Jika tetap ingin olahraga malam, usahakan lebih awal. Jam 7 misalnya, jenis olahraganya juga tidak boleh berat," sambung dr Michael lagi. Sumber *
Sabtu, 17 Mei 2014
Konsumsi 200 Gram Sayuran/Buah-buahan Atasi Risiko Stroke
Sebuah penelitian terbaru dari American Heart Association (AHA) menunjukkan konsumsi sayuran dan buah-buahan sebanyak 200 gram per hari dapat mengurangi risiko stroke. Badan kesehatan dunia, WHO, memperkirakan peningkatan konsumsi sayuran dan buah hingga 600 gram/hari dapat mengurangi risiko stroke sebanyak 19 persen.
Untuk keperluan studi, AHA melakukan meta-analisis pada 20 studi yang dipublikasikan 19 tahun terakhir. Hal ini dilakukan demi memperkirakan efek umum konsumsi sayuran dan buah pada penderita stroke.
Meta-analisis ini mencakup 760.629 partisipan dan 16.981 kasus stroke. Hasil meta-analisis menunjukkan konsumsi 200 gram buah per hari menurunkan risiko stroke 32 persen. Risiko stroke menurun 11 persen jika mengkonsumsi 200 gram sayuran per hari.
"Memperbaiki diet dan gaya hidup penting untuk mengurangi risiko stroke dan jantung pada semua populasi. Secara khusus, diet kaya buah-buahan dan sayuran sangat dianjurkan karena memenuhi mikronutrien dan makronutrien serta asupan serat," ujar penulis studi dari Medical College of Qingdao University di Qingdao, Cina, Dr Yan Qu, seperti dilansir Medical News Today.
Hasil penelitian juga menunjukkan konsumsi lebih banyak sayuran dan buah juga dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki fungsi mikrovaskular, dan berefek menguntungkan untuk indeks massa tubuh, lingkar pinggang, kolesterol, peradangan, dan stres oksidatif.
Efek menguntungkan dari konsumsi kedua jenis makanan ini dapat dirasakan pria dan perempuan berapa pun usianya. AHA merekomendasikan orang dewasa rata-rata harus mengkonsumsi 4-5 porsi sayuran dan buah-buahan per hari. Semakin bervariasi warna serta tipe sayur dan buah-buahan yang dikonsumsi, semakin banyak asupan vitamin, mineral, dan serat pada tubuh.
Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke ini disebutkan, di negara-negara dengan masyarakat berpendapatan tinggi, kasus stroke menurun 42 persen selama empat tahun terakhir. Namun, di negara-negara dengan masyarakat berpendapatan menengah, kasus stroke justru dua kali lipat lebih tinggi.
Angka kematian tertinggi akibat stroke ditemukan di negara dengan masyarakat berpenghasilan rendah. Pada 2010, stroke bahkan menjadi penyebab utama kematian di Cina. Para ahli kesehatan sepakat perbaikan diet dan gaya hidup penting untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada semua populasi.
Bagian penting dari perbaikan diet adalah mendorong orang-orang mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah-buahan. Hanya, prevalensi konsumsi kedua jenis makanan ini rendah di seluruh dunia, terutama di negara dengan masyarakat berpendapatan rendah. Sumber *
Untuk keperluan studi, AHA melakukan meta-analisis pada 20 studi yang dipublikasikan 19 tahun terakhir. Hal ini dilakukan demi memperkirakan efek umum konsumsi sayuran dan buah pada penderita stroke.
Meta-analisis ini mencakup 760.629 partisipan dan 16.981 kasus stroke. Hasil meta-analisis menunjukkan konsumsi 200 gram buah per hari menurunkan risiko stroke 32 persen. Risiko stroke menurun 11 persen jika mengkonsumsi 200 gram sayuran per hari.
"Memperbaiki diet dan gaya hidup penting untuk mengurangi risiko stroke dan jantung pada semua populasi. Secara khusus, diet kaya buah-buahan dan sayuran sangat dianjurkan karena memenuhi mikronutrien dan makronutrien serta asupan serat," ujar penulis studi dari Medical College of Qingdao University di Qingdao, Cina, Dr Yan Qu, seperti dilansir Medical News Today.
Hasil penelitian juga menunjukkan konsumsi lebih banyak sayuran dan buah juga dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki fungsi mikrovaskular, dan berefek menguntungkan untuk indeks massa tubuh, lingkar pinggang, kolesterol, peradangan, dan stres oksidatif.
Efek menguntungkan dari konsumsi kedua jenis makanan ini dapat dirasakan pria dan perempuan berapa pun usianya. AHA merekomendasikan orang dewasa rata-rata harus mengkonsumsi 4-5 porsi sayuran dan buah-buahan per hari. Semakin bervariasi warna serta tipe sayur dan buah-buahan yang dikonsumsi, semakin banyak asupan vitamin, mineral, dan serat pada tubuh.
Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke ini disebutkan, di negara-negara dengan masyarakat berpendapatan tinggi, kasus stroke menurun 42 persen selama empat tahun terakhir. Namun, di negara-negara dengan masyarakat berpendapatan menengah, kasus stroke justru dua kali lipat lebih tinggi.
Angka kematian tertinggi akibat stroke ditemukan di negara dengan masyarakat berpenghasilan rendah. Pada 2010, stroke bahkan menjadi penyebab utama kematian di Cina. Para ahli kesehatan sepakat perbaikan diet dan gaya hidup penting untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada semua populasi.
Bagian penting dari perbaikan diet adalah mendorong orang-orang mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah-buahan. Hanya, prevalensi konsumsi kedua jenis makanan ini rendah di seluruh dunia, terutama di negara dengan masyarakat berpendapatan rendah. Sumber *
Label:
19 persen,
200 Gram,
AHA,
buah,
diet,
gaya hidup,
kolesterol,
konsumsi,
makronutrien,
meta-analisis,
mikronutrien,
penelitian,
Qingdao University,
risiko,
sayuran,
serat,
stroke,
tekanan darah,
Warna,
WHO
Sabtu, 10 Mei 2014
Otak Anda Kepanasan? Menguaplah!
New York - Setiap orang pasti pernah menguap, tetapi penyebab seseorang menguap masih menjadi misteri hingga kini. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa menguap mungkin bisa membantu mendinginkan otak yang terlalu panas.
Para peneliti dari Austria, seperti dikutip situs Health Day edisi 8 Mei 2014, menemukan bahwa jumlah kuapan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada temperatur udara. Karena itu, orang jarang menguap di luar ruangan karena temperatur di luar biasanya sangat panas atau sangat dingin.
Para peneliti dari Austria, seperti dikutip situs Health Day edisi 8 Mei 2014, menemukan bahwa jumlah kuapan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada temperatur udara. Karena itu, orang jarang menguap di luar ruangan karena temperatur di luar biasanya sangat panas atau sangat dingin.
Label:
68,
Arizona,
Austria,
Dingin,
F,
gambar,
Health Day,
Jorg Massen,
Kepanasan,
luar ruang,
mendinginkan,
menguap,
musim,
orang,
otak,
panas,
penelitian,
Physiology & Behaviour,
temperatur
Langganan:
Postingan (Atom)