Sabtu, 10 Mei 2014

Otak Anda Kepanasan? Menguaplah!

New York - Setiap orang pasti pernah menguap, tetapi penyebab seseorang menguap masih menjadi misteri hingga kini. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa menguap mungkin bisa membantu mendinginkan otak yang terlalu panas.

Para peneliti dari Austria, seperti dikutip situs Health Day edisi 8 Mei 2014, menemukan bahwa jumlah kuapan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada temperatur udara. Karena itu, orang jarang menguap di luar ruangan karena temperatur di luar biasanya sangat panas atau sangat dingin.

Dalam penelitian terbaru, tim yang dipimpin oleh Jorg Massen dari University of Vienna mendata kebiasaan menguap orang-orang yang beraktivitas di udara terbuka di Vienna, Austria, selama musim panas dan musim dingin. Para ilmuwan kemudian membandingkan hasil tersebut dengan eksperimen sejenis yang dilakukan di Arizona. Partisipan dalam semua studi itu diminta melihat gambar orang yang menguap untuk mencari tahu ihwal "kuap yang menular", dan kemudian melaporkan perilaku menguap mereka sendiri.

Orang-orang di Vienna ternyata menguap lebih banyak pada musim panas ketimbang musim dingin, sementara hal yang sebaliknya terjadi di Arizona. Para ilmuwan juga menemukan bahwa kuap yang menular lebih kerap terjadi saat suhu udara sekitar 68 derajat Fahrenheit. Kuap jarang muncul saat suhu udara lebih tinggi dari itu, atau sekitar 98,6 derajat Fahrenheit selama musim panas di Arizona atau sekitar titik beku selama musim dingin di Vienna. Hasil riset ini dipublikasikan secaraonline di jurnal Physiology & Behaviour.

Seperti yang diijelaskan oleh para peneliti, kuap untuk mendinginkan otak tidak terjadi ketika suhu di udara terbuka sepanas suhu tubuh seseorang atau malah lebih panas. Bahkan, kata Massen, pendinginan otak ada kemungkinan tidak terjadi pada musim dingin. Pendinginan otak bisa meningkatkan kemampuan otak sehingga kuap yang menular bisa menjadi kebiasaan evolusioner yang berarti meningkatkan kesiagaan secara menyeluruh sekelompok orang. Sumber *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...