Satu zat yang ditemukan pada brokoli dapat menjadi kunci mencegah atau memperlambat perkembangan bentuk paling umum arthritis, menurut penelitian yang disiarkan di jurnal Arthritis & Rheumatismon, Rabu (28/8).
Hasil dari studi laboratorium memperlihatkan sulforaphane dapat memperlambat kerusakan tulang rawan pada persendian yang berkaitan dengan osteoarthritis, yang menyakitkan dan membuat lemah tubuh.
Di dalam penelitian tersebut, tikus yang diberi makan makanan yang kaya akan senyawa itu secara mencolok memiliki lebih sedikit kerusakan tulang rawan dan osteoarthritis dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi makan brokoli.
Osteoarthritis (OA), yang juga dikenal sebagai radang sendi degeneratif atau penyakit sendi degeneratif, adalah satu kelompok gangguan mekanis yang melibatkan penurunan fungsi sendi, termasuk tulang rawan artikular serta tulang subchondral. Gejalanya mungkin meliputi nyeri sendi, nyeri saat disentuh, kaku, sendi terasa macet dan kadang-kala efusi.
Para peneliti tersebut mengatakan, sulforaphane dikeluarkan saat orang makan sayuran persilangan seperti kubis Brussels dan kol, tapi terutama brokoli.
Penelitian sebelumnya telah menyatakan sulforaphane memiliki kandungan anti-kanker dan anti-radang.
Para peneliti itu mendapati sulforaphane menghalangi enzim yang mengakibatkan kerusakan sendi dengan menghentikan molekul penting yang diketahui mengakibatkan radang.
Studi tersebut melibatkan peneliti dari Universiyt of East Anglia, bersama dengan University of Oxford and Norfolk dan Norwich University Hospital.
"Selain mengobati mereka yang sudah memiliki kondisi itu, anda perlu bisa membritahu orang yang sehat bagaimana melindungi persendian pada masa depan," kata Ian Clark, pemimpin peneliti tersebut.
"Saat ini, tak ada cara menangani penyakit itu secara farmasi dan anda tak bisa memberi orang sehat obat yang tidak perlu, jadi di sini lah makanan dapat menjadi pilihan yang aman." Sumber *
Tampilkan postingan dengan label brokoli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label brokoli. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 September 2013
Brokoli Cegah Radang Sendi
Label:
anti-kanker,
anti-radang,
brokoli,
Brussels,
cegah,
Ian Clark,
kol,
kubis,
OA,
osteoarthritis,
radang,
radang sendi degeneratif,
Sendi,
sulforaphane
Minggu, 17 Februari 2013
Pepaya Ampuh Turunkan Kadar Kolesterol
Menjaga tubuh tetap sehat tidaklah sulit dan mahal. Konsumsi buah dan sayuran segar yang cukup bisa jadi solusi. Selain itu sejumlah khasiatnya juga bisa didapat. Seperti mencegah sejumlah penyakit hingga menjaga kolestrol darah tetap stabil.
Makan sayuran dan buah ternyata juga bisa sekaligus menurunkan berat badan. Selain itu juga mencegah risiko terkena kanker. Berikut lima daftar makanan yang baik dikonsumsi agar tubuh tetap sehat.
1. Pepaya
Pepaya merupakan sumber vitamin A, C dan E, juga kaya akan serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Sedangkan kandungan enzim papain dan chymopapainnya bersifat sebagai anti inflamasi. Pepaya juga mengandung likopen untuk mengurangi risiko terkena kanker prostat pada pria.
2. Apel
Apel umumnya dikonsumsi para pelaku diet untuk camilan. Siapa sangka jika buah apel juga dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Menurut sebuah penelitian, wanita yang makan buah apel setiap hari dapat menurunkan berat badan lebih cepat. Sedangkan kandungan flavonoidnya dapat membantu mencegah risiko Alzheimer.
3. Nanas
Buah renyah dan manis ini mengandung sejumlah vitamin dan mineral. Seperti kalsium, kalium, serat, vitamin C dan mangan yang berguna untuk menjaga kesehatan tulang. Tidak hanya itu, kandungan zat bromelain di dalamnya dapat mengatasi batuk dan mengencerkan dahak.
4. Brokoli
Brokoli kaya akan kalsium yang baik untuk tulang dan gigi. Di dalamnya juga mengandung senyawa lutein dan zeaxantihin yang dapat menjaga kesehatan mata dan mencegah risiko rabun senja saat usia lanjut.
5. Tomat
Buah berwarna merah yang satu ini kaya akan vitamin A dan C. Kandungan antioksidannya yang berupa lycopene, merupakan zat anti-kanker. Tomat juga dapat menjaga kesehatan jantung karena tinggi serat, potasium, vitamin B dan niacin.
Sumber: *
Senin, 30 Juli 2012
Makanan Penurun Tekanan Darah (Tensi)
Hipertensi merupakan penyakit yang bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia. Jika tak segera diatasi, hipertensi bisa memicu penyakit kardiovaskular yang memicu kematian.
Tenang. Anda bisa menurunkan risiko hipertensi dengan cara enak, seperti mengonsumsi beberapa jenis makanan. Berikut ini beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, dilansir melalui Boldsky (27/7).
Buah kaya vitamin C
Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, cranberry, jambu biji, anggur dan stroberi merupakan sumber yang kaya akan vitamin C. Banyak penelitian yang menunjukkan asupan vitamin C dapat mengurangi tekanan darah tinggi.
Pisang
Tak hanya memberikan energi bagi tubuh, ternyata pisang juga efektif menurunkan tekanan darah. Kalium dalam pisang diyakini menjadi nutrisi yang ampuh mengontrol tingkat tekanan darah. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, coba makan 1-2 buah pisang setiap hari. Jangan memakannya lebih dari 3 pisang. Pasalnya, buah ini memiliki gula tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga membuat Anda gemuk.
Bayam
Tenang. Anda bisa menurunkan risiko hipertensi dengan cara enak, seperti mengonsumsi beberapa jenis makanan. Berikut ini beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, dilansir melalui Boldsky (27/7).
Buah kaya vitamin C
Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, cranberry, jambu biji, anggur dan stroberi merupakan sumber yang kaya akan vitamin C. Banyak penelitian yang menunjukkan asupan vitamin C dapat mengurangi tekanan darah tinggi.
Pisang
Tak hanya memberikan energi bagi tubuh, ternyata pisang juga efektif menurunkan tekanan darah. Kalium dalam pisang diyakini menjadi nutrisi yang ampuh mengontrol tingkat tekanan darah. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, coba makan 1-2 buah pisang setiap hari. Jangan memakannya lebih dari 3 pisang. Pasalnya, buah ini memiliki gula tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga membuat Anda gemuk.
Bayam
Sayuran kesukaan Popeye ini ternyata juga membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Siapa sangka jika sayuran hijau ini kaya akan vitamin C dan nutrisi penting lainnya, seperti zat besi, folat dan magnesium.
Bawang Putih
Bawang putih yang sering digunakan sebagai bumbu masakan juga bermanfaat menurunkan tingkat tekanan darah. Jenis bawang membantu mencegah darah dari kekentalan, agar mengendalikan penyumbatan di dalam jantung.
Brokoli
Nutrisi penting untuk menurunkan tekanan darah tinggi, seperti vitamin C, potasium dan khrom, terdapat di brokoli. Brokoli juga mengontrol kadar gula darah, kadar insulin dan melindungi jantung Anda dari penyakit jantung. Untuk mendapatkan manfaat optimal, sebaiknya mengonsumsinya secara teratur baik mentah atau kukus.
Tomat
Anda juga bisa menambahkan tomat ke dalam menu makanan darah tinggi karena tomat membantu menurunkan tekanan darah. Tomat memiliki antioksidan likopen yang mengurangi tekanan darah tinggi secara alami. Tomat juga kaya nutrisi penting lainnya, seperti vitamin C, A, E dan potasium serta kalium yang diperlukan untuk mengontrol tekanan darah.
Bawang Putih
Bawang putih yang sering digunakan sebagai bumbu masakan juga bermanfaat menurunkan tingkat tekanan darah. Jenis bawang membantu mencegah darah dari kekentalan, agar mengendalikan penyumbatan di dalam jantung.
Brokoli
Nutrisi penting untuk menurunkan tekanan darah tinggi, seperti vitamin C, potasium dan khrom, terdapat di brokoli. Brokoli juga mengontrol kadar gula darah, kadar insulin dan melindungi jantung Anda dari penyakit jantung. Untuk mendapatkan manfaat optimal, sebaiknya mengonsumsinya secara teratur baik mentah atau kukus.
Tomat
Anda juga bisa menambahkan tomat ke dalam menu makanan darah tinggi karena tomat membantu menurunkan tekanan darah. Tomat memiliki antioksidan likopen yang mengurangi tekanan darah tinggi secara alami. Tomat juga kaya nutrisi penting lainnya, seperti vitamin C, A, E dan potasium serta kalium yang diperlukan untuk mengontrol tekanan darah.
Label:
bawang putih,
bayam,
Boldsky,
brokoli,
gula darah,
hipertensi,
insulin,
kardiovaskuler,
likopen,
makanan,
pisang,
tekanan darah tinggi,
tomat,
vitamin C
Selasa, 13 Maret 2012
Brokoli & Kanker
Brokoli telah lama diketahui sebagai salah satu sayuran yang menyehatkan karena kandungan gizi di dalamnya. Sayuran berwarna hijau juga berpotensi dan melindungi untuk melawan perkembangan penyakit kanker.
Sayuran itu tak hanya mengandung antioksidan termasuk vitamin C, brokoli juga merupakan sumber alami asam folat.Asupan asam folat membantu mencegah penyakit hati.
Temuan dari peneliti di John Hopkins University itu mengungkapkan bahwa ada sebuah kandungan dalam brokoli yang mampu mencegah perkembangan tumor hingga 60 persen.Brokoli juga menunjukan pengurangan ukuran tumor yang tidak berkembang hingga 75 persen.
Dalam rangka memaksimalkan khasiatnya,ambilah brokoli mentah yang telah dicuci atau yang baru saja dimasak. masukkan brokoli itu dalam daftar diet anda setidaknya dua kali seminggu.
Manfaat lain dari brokoli adalah bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan resiko katarak, memperbaiki kesehatan jantung, memelihara kepadatan tulang dan mencegah lahir cacat pada bayi.
Seperti dikutip dari female first, brokoli merupakan salah satu makanan yang sarat gizi, tetapi memiliki kalori yang rendah, selain itu, sayuran ini juga sering menjadi plihan yang sehat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.
Sayuran itu tak hanya mengandung antioksidan termasuk vitamin C, brokoli juga merupakan sumber alami asam folat.Asupan asam folat membantu mencegah penyakit hati.
Temuan dari peneliti di John Hopkins University itu mengungkapkan bahwa ada sebuah kandungan dalam brokoli yang mampu mencegah perkembangan tumor hingga 60 persen.Brokoli juga menunjukan pengurangan ukuran tumor yang tidak berkembang hingga 75 persen.
Dalam rangka memaksimalkan khasiatnya,ambilah brokoli mentah yang telah dicuci atau yang baru saja dimasak. masukkan brokoli itu dalam daftar diet anda setidaknya dua kali seminggu.
Manfaat lain dari brokoli adalah bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan resiko katarak, memperbaiki kesehatan jantung, memelihara kepadatan tulang dan mencegah lahir cacat pada bayi.
Seperti dikutip dari female first, brokoli merupakan salah satu makanan yang sarat gizi, tetapi memiliki kalori yang rendah, selain itu, sayuran ini juga sering menjadi plihan yang sehat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.
Langganan:
Postingan (Atom)
