Tampilkan postingan dengan label survei. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label survei. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Februari 2014

Survei: Kunci Kebahagiaan Ada di Bercinta Seminggu Sekali

Bercinta seminggu sekali,
44% lebih bahagia ...
Kebahagiaan memang susah dicari. Tapi daripada pusing-pusing memikirkan bagaimana caranya hidup bahagia, sebuah survei terbaru mengungkapkan ada satu cara mudah dan menyenangkan untuk bahagia yaitu bercinta seminggu sekali.

Setelah mengkombinasikan hasil beberapa survei yang melibatkan lebih dari 16.000 responden, tim peneliti dari Happify.com memperoleh fakta bahwa pasangan suami istri yang bercinta satu kali dalam seminggu berpeluang 44 persen lebih tinggi untuk hidup bahagia ketimbang pasutri yang tidak bercinta sesering itu.
!!! Artikel Khusus Dewasa !!!

Kamis, 04 Juli 2013

Survei: Selain Tak Sehat, Kondisi Kejiwaan Perokok Juga Paling Buruk

Jakarta, Ketika berbicara soal rokok, banyak orang mengira hal ini hanya berpengaruh terhadap kesehatan fisik si perokok. Padahal sebuah survei mengungkapkan bahwa kesehatan mental perokok juga akan terkena dampak dari kebiasaan buruknya itu.

Survei baru yang digelar tim peneliti Gallup and Healthways ini menunjukkan bahwa perokok memiliki kesehatan emosional yang lebih buruk ketimbang bukan perokok. Skor dalam indeks kesehatan emosionalnya mencapai 72, dibandingkan dengan bukan perokok yang skornya 81,1. Demikian dilansir Huffingtonpost, Rabu (3/7/2013).

Selasa, 11 September 2012

WHO: 51,7% Perokok Pria (Generasi Muda, 15-24 Tahun)

WASPADALAH
Indonesia masuk dalam kelompok atas - bersama India, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Polandia - negara-negara yang berpenghuni banyak perokok aktif. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh WHO, ada sekitar 51,7 persen perokok pria dan 0,3 persen perokok wanita dengan rentang usia 15 - 24 tahun.

Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan jika dilihat dari sudut pandang kesehatan. Generasi muda bisa terancam kondisi kesehatannya. Lalu bagaimana anak dan remaja bisa terpengaruh untuk menjadi seorang perokok?

Pemicunya cukup beragam, bisa dari lingkungan keluarga atau teman-teman. Lalu, yang tak kalah berdampak luar biasa adalah iklan-iklan rokok yang cukup 'radikal' dan kreatif menyasar pasar anak remaja. Hal ini diungkapkan oleh dr. Soewarta Kosen, M.P.H., Koordinator Unit Analisis Kebijakan dan Ekonomi Kesehatan.

"Remaja mudah terpengaruh oleh iklan yang sudah tersebar luas di mana saja, termasuk dalam sebuah konser musik yang sponsornya berasal dari rokok," kata Soewarta di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta pada Selasa 11 September 2012.

Cara Radikal

Meskipun saat ini iklan rokok di televisi dibatasi tetapi produsen rokok beriklan dengan cara-cara yang 'radikal'. Bukan hanya melalui billboard atau di internet, tetapi juga aktif mensponsori acara-acara musik anak muda.

Hal tersebut memang bisa dengan mudah mempengaruhi anak dan remaja untuk mencoba merokok. Dan, tak menutup kemungkinan selanjutnya dia akan jadi pencandu rokok. Menurut survei yang dilakukan pada 2007, sekitar 80 persen anak dan remaja, melihat iklan dan promosi, serta dari sponsor rokok pada sebuah acara.

Untuk itu, terkait pemasangan iklan rokok di billboard, menurut Soewarta, sebaiknya mulai ditinjau kembali. "Jakarta adalah salah satu ibukota di Asia Pasifik yang masih memajang billboard rokok. Di negara lain sudah tidak ada, hanya kita yang masih ada," katanya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...