Seattle - Kedengarannya hanya ada dalam film dewasa, tetapi kejadian ini benar-benar dialami wanita yang mengidentifikasi dirinya sebagai "Liz dari Seattle". Ia mengalami orgasme yang berlangsung selama tiga jam tanpa henti.
Kejadian bermula setelah ia berhubungan intim dengan sang kekasih. Tampak normal pada awalnya. Namun, tidak seperti orgasme yang normal, kontraksinya tidak mereda dalam hitungan detik atau menit. "Terus dan terus," kata kekasihnya, sesaat setelah keluar dari ruang UGD.
Liz mencoba berbagai taktik untuk meringankan gejala. Pertama, ia mencoba melompat-lompat. Ketika itu tidak berhasil, pacarnya menuangkan segelas besar anggur dan memintanya meminumnya dengan penuh semangat. Namun, ketika langkah itu juga gagal, keduanya mulai panik.
Tampilkan postingan dengan label Melahirkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melahirkan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 Januari 2014
Dilarikan ke RS karena Orgasme 3 Jam tanpa Henti
Label:
3 Jam,
anggur,
Dilarikan,
film dewasa,
kekasih,
Liz dari Seattle,
Melahirkan,
menyakitkan,
orgasme,
parah,
penjelasan medis,
Persistent Genital Arousal Disorder,
PGAD,
RS,
tanpa Henti,
Terus dan terus,
TLC
Sabtu, 17 Agustus 2013
Ini Gejala Ibu yang Alami Depresi Pasca Melahirkan
Banyak wanita mengalami 'baby blues' beberapa pekan pertama setelah melahirkan. Mereka bisa saja jadi sulit tidur, kewalahan, sedih, dan suasana hatinya tak menentu. Namun, bukan hanya baby blues saja, setelah melahirkan, wanita juga rentan mengalami depresi pasca melahirkan atau postpartum depression (PPD).
Seperti ditulis HowToDoThings.com, PPD sangat berbeda dengan baby blues. Postpartum depression bersifat lebih serius karena berhubungan dengan kondisi mental yang berkepanjangan dan bisa berdampak buruk bagi ibu. Oleh karena itu wanita yang mengalami PPD membutuhkan perawatan.
Lalu, bagaimana caranya supaya depresi pasca melahirkan bisa diidentifikasi? Seperti dikutip dari EmpowHer, Sabtu (17/8/2013), ada beberapa tanda saat wanita mengalami depresi pasca melahirkan.
HowToDoThings.com menggambarkan wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan akan mengeluarkan reaksi berlebihan terhadap hal-hal sepele, suasana hatinya berubah-ubah, dan sering mengekspresikan kesedihannya dengan menangis.
Selain itu, mereka juga cenderung sulit tidur meskipun bayinya sedang tidur nyenyak. Sebagian ibu yang mengalami PPD juga tidak bisa berkonsentrasi penuh sehingga kemampuan analisis dan pengambilan keputusan mereka berkurang.
Wanita dengan PPD merasa sangat sedih, putus asa, dan memiliki pikiran kosong. Bahkan beberapa di antaranya bisa merasa cemas atau kehilangan kesenangannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga mungkin tidak merasa lapar dan berat badannya turun.
Tapi, ada juga yang justru memiliki nafsu makan berlebih hingga berat badannya naik, demikian dijelaskan WebMD. Sementara itu, Baptist Health South Florida mengatakan gejala lain wanita mengalami depresi pasca melahirkan yakni mengisolasi diri dari orang lain dan bahkan terbesit tentang kematian atau bunuh diri salam pikirannya.
PPD bisanya terjadi secara bertahap dalam periode beberapa bulan. Namun, pada beberapa wnaita, kondisi itu bisa saja datang tiba-tiba. Tanda awal PPD akan muncul hanya setelah wanita melahirkan. PPD diduga disebabkan beberapa faktor termasuk stres dan perubahan fisik serta hormonal. Sumber *
Seperti ditulis HowToDoThings.com, PPD sangat berbeda dengan baby blues. Postpartum depression bersifat lebih serius karena berhubungan dengan kondisi mental yang berkepanjangan dan bisa berdampak buruk bagi ibu. Oleh karena itu wanita yang mengalami PPD membutuhkan perawatan.
Lalu, bagaimana caranya supaya depresi pasca melahirkan bisa diidentifikasi? Seperti dikutip dari EmpowHer, Sabtu (17/8/2013), ada beberapa tanda saat wanita mengalami depresi pasca melahirkan.
HowToDoThings.com menggambarkan wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan akan mengeluarkan reaksi berlebihan terhadap hal-hal sepele, suasana hatinya berubah-ubah, dan sering mengekspresikan kesedihannya dengan menangis.
Selain itu, mereka juga cenderung sulit tidur meskipun bayinya sedang tidur nyenyak. Sebagian ibu yang mengalami PPD juga tidak bisa berkonsentrasi penuh sehingga kemampuan analisis dan pengambilan keputusan mereka berkurang.
Wanita dengan PPD merasa sangat sedih, putus asa, dan memiliki pikiran kosong. Bahkan beberapa di antaranya bisa merasa cemas atau kehilangan kesenangannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga mungkin tidak merasa lapar dan berat badannya turun.
Tapi, ada juga yang justru memiliki nafsu makan berlebih hingga berat badannya naik, demikian dijelaskan WebMD. Sementara itu, Baptist Health South Florida mengatakan gejala lain wanita mengalami depresi pasca melahirkan yakni mengisolasi diri dari orang lain dan bahkan terbesit tentang kematian atau bunuh diri salam pikirannya.
PPD bisanya terjadi secara bertahap dalam periode beberapa bulan. Namun, pada beberapa wnaita, kondisi itu bisa saja datang tiba-tiba. Tanda awal PPD akan muncul hanya setelah wanita melahirkan. PPD diduga disebabkan beberapa faktor termasuk stres dan perubahan fisik serta hormonal. Sumber *
Label:
baby blues,
berkepanjangan,
buruk,
depresi,
hormonal,
ibu,
kewalahan,
lebih serius,
Melahirkan,
Pasca,
perawatan,
pikiran kosong,
reaksi berlebihan,
sedih,
stres,
suasana hati,
sulit tidur,
tak menentu
Langganan:
Postingan (Atom)