Kebanyakan penelitian tentang manfaat kesehatan dari sirsak atau graviola (Annona muricata) telah dilakukan pada hewan laboratorium dan belum dikonfirmasi pada manusia. Graviola terkenal karena sifat anti-kanker-nya.
Para peneliti sangat antusias graviola menjadi obat alternatif untuk digunakan sebagai terapi suportif untuk kanker, seperti kanker payudara, kanker prostat, kanker hati, kanker paru-paru, kanker pankreas, dan limfoma.
Ini adalah salah satu sifat yang paling dipelajari dari pohon sirsak dan sejauh ini telah menunjukkan hasil yang positif. Namun, selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakan graviola untuk terapi apapun.
Kanker pankreas
Peningkatan aktivitas metabolik dan konsentrasi glukosa dalam sel tumor telah dikaitkan dengan kanker pankreas yang agresif. Satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Letters menunjukkan bahwa ekstrak sirsak yang mengandung acetogenins menurunkan produksi ATP sehingga sel-sel kanker mati. Para peneliti juga menemukan bahwa hal itu tidak memengaruhi sel-sel sehat.
Kanker paru
Adriamycin kadang-kadang digunakan sebagai obat kemoterapi untuk kanker termasuk kanker paru dan kanker darah. Sebuah penelitian di Jepang yang dilakukan pada hewan di laboratorium menemukan bahwa annonacin (acetogenin) bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kanker di paru seperti halnya adriamycin. Namun, R. Webster Kehr dari Independent Cancer Research Foundation memperingatkan bahwa graviola bisa sangat berbahaya bagi pasien kanker paru-paru dan pasien kanker otak.
Kanker payudara
Peneliti menemukan bahwa ekstrak buah graviola berhasil menghambat pertumbuhan gen yang secara langsung mengungkapkan pertumbuhan sel ( EGFR) yang sering pada kanker payudara.
Analgesik dan anti-inflamasi
Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences pada hewan percobaan menemukan bahwa buah sirsak berperan sebagai analgesik dan anti-inflamasi. Namun, para peneliti menyarankan penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penggunaan yang aman.
Diabetes
Graviola telah ditemukan bermanfaat dalam kasus diabetes. Sebuah studi di Nigeria mengungkapkan bahwa ekstrak daun graviola secara signifikan mengurangi konsentrasi glukosa darah pada hewan percobaan, mungkin meningkatkan efek insulin dan adrenalin. Belum ada percobaan pada manusia , oleh karena itu penggunaannya belum dapat direkomendasikan
Darah tinggi
Penelitian telah menunjukkan graviola mengurangi tekanan darah, vasodilator (memperlebar pembuluh darah), dan cardiodepressant (penurunan denyut jantung ). Jika Anda menggunakan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, periksa ke dokter sebelum menggunakan graviola sebagai obat.Sumber *
Sabtu, 10 Januari 2015
Sirsak Bantu Sembuhkan Kanker, Diabetes & Hipertensi
Label:
diabetes,
dokter,
Graviola,
hipertensi,
kanker,
kanker hati,
kanker pankreas,
kanker paru-paru,
kanker payudara,
kanker prostat,
konsultasi,
limfoma,
peneliti,
Sembuhkan,
Sirsak,
terapi suportif
Minggu, 28 Desember 2014
Mau Punya Anak yang Disiplin? Prosesnya Dimulai Sejak Menyusui
Orang tua kebanyakan ingin memiliki anak yang disiplin dan patuh. Nah, menurut psikolog anak Najeela Shihab, hal ini bisa mulai dilatih sejak bayi lho. Tepatnya saat anak mulai menyusui.
Menyusui merupakan proses pertama yang sangat penting dalam membina bonding atau ikatan kuat antara anak dan orang tua. Di sinilah letak latihan disiplin anak dimulai.
"Semua proses bonding memang menjadi dasar yang penting untuk anak supaya mandiri atau disiplin. Disiplin itu luas, tentang hubungan antara orang tua dan anak," ujar psikolog yang akrab disapa Ela ini dalam talkshow AIMI-Andalan Breastfeeding Fair 2014 yang diadakan di Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (28/12/2014).
Menurut Ela, menyusui menjadi penting karena merupakan interaksi pertama antara orang tua dan anak. "Kalau bonding-nya kuat, ini adalah dasar disiplin yang nantinya baik," lanjutnya.
Selain itu, menurut Ela menyusui sendiri merupakan salah satu kegiatan yang membuat anak mampu mengatur dirinya sendiri. Saat menyusui komunikasi yang tejadi tidak hanya ucapan, anak juga berbicara pada orang tua melalui respons.
"Misalnya anak berhenti minum, itu berarti dia sudah kenyang atau mengantuk. Bentuk-bentuk komunikasi itu kemudian jadi dasar, nah kalau orang tuanya sensitif dan responsif, itu nanti jadi bekal kita responsif juga pada anak di tahap-tahap selanjutnya," sambung Ela.
Pengaturan diri sendiri atau self regulation disebutkan Ela dimiliki oleh setiap anak. Menyusui secara teratur secara tidak langsung mengajarkan anak untuk disiplin mengatur dirinya sendiri. Nah, proses inilah yang menurut Ela akan terus terbentuk seiring pertumbuhan dan perkembangan anak kelak ke depannya. Sumber *
Menyusui merupakan proses pertama yang sangat penting dalam membina bonding atau ikatan kuat antara anak dan orang tua. Di sinilah letak latihan disiplin anak dimulai.
"Semua proses bonding memang menjadi dasar yang penting untuk anak supaya mandiri atau disiplin. Disiplin itu luas, tentang hubungan antara orang tua dan anak," ujar psikolog yang akrab disapa Ela ini dalam talkshow AIMI-Andalan Breastfeeding Fair 2014 yang diadakan di Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (28/12/2014).
Menurut Ela, menyusui menjadi penting karena merupakan interaksi pertama antara orang tua dan anak. "Kalau bonding-nya kuat, ini adalah dasar disiplin yang nantinya baik," lanjutnya.
Selain itu, menurut Ela menyusui sendiri merupakan salah satu kegiatan yang membuat anak mampu mengatur dirinya sendiri. Saat menyusui komunikasi yang tejadi tidak hanya ucapan, anak juga berbicara pada orang tua melalui respons.
"Misalnya anak berhenti minum, itu berarti dia sudah kenyang atau mengantuk. Bentuk-bentuk komunikasi itu kemudian jadi dasar, nah kalau orang tuanya sensitif dan responsif, itu nanti jadi bekal kita responsif juga pada anak di tahap-tahap selanjutnya," sambung Ela.
Pengaturan diri sendiri atau self regulation disebutkan Ela dimiliki oleh setiap anak. Menyusui secara teratur secara tidak langsung mengajarkan anak untuk disiplin mengatur dirinya sendiri. Nah, proses inilah yang menurut Ela akan terus terbentuk seiring pertumbuhan dan perkembangan anak kelak ke depannya. Sumber *
Label:
anak,
bonding,
Dimulai Sejak,
Disiplin,
Grand Indonesia,
interaksi pertama,
mandiri,
menyusui,
Menyusui secara teratur,
Najeela Shihab,
Proses,
Punya,
self regulation
Minggu, 02 November 2014
Empat Ciri Orang Tertular Ebola, Apa Saja?
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan gejala ebola dan penularannya harus diwaspadai. Menurut Tjandra, hingga Sabtu, 1 November 2014, belum ada kasus ebola di Indonesia, namun ada pasien yang diduga terpapar virus itu setelah kembali dari luar negeri.
"Jika ada orang baru datang dari negara terjangkit ebola lalu dia demam, belum tentu demam itu gara-gara ebola. Bisa saja sakit yang lain, karena hanya memang perlu waspada dan hati-hati," kata Tjandra dalam keterangan tertulis.
Tjandra mengatakan ada empat gejala pada orang yang terjangkit virus ebola. Gejala-gejala ini harus diwaspadai, terutama jika menjangkiti mereka yang baru pulang dari negara tempat wabah ini berasal. Berikut ini empat gejala ebola menurut Tjandra:
1. Demam yang tidak diketahui penyebabnya (fever of unknown origin).
2. Nyeri otot hebat.
3. Gangguan saluran pencernaan.
4. Manifestasi perdarahan.
Selanjutnya *
"Jika ada orang baru datang dari negara terjangkit ebola lalu dia demam, belum tentu demam itu gara-gara ebola. Bisa saja sakit yang lain, karena hanya memang perlu waspada dan hati-hati," kata Tjandra dalam keterangan tertulis.
Tjandra mengatakan ada empat gejala pada orang yang terjangkit virus ebola. Gejala-gejala ini harus diwaspadai, terutama jika menjangkiti mereka yang baru pulang dari negara tempat wabah ini berasal. Berikut ini empat gejala ebola menurut Tjandra:
1. Demam yang tidak diketahui penyebabnya (fever of unknown origin).
2. Nyeri otot hebat.
3. Gangguan saluran pencernaan.
4. Manifestasi perdarahan.
Selanjutnya *
Label:
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,
Ciri,
demam,
Depkes,
Ebola,
Empat,
gangguan,
hebat,
nyeri,
orang,
Otot,
perdarahan,
saluran pencernaan,
tertular,
Tjandra Yoga Aditama
Senin, 06 Oktober 2014
Nano Spray, Benarkah Bisa Bikin Kulit Kencang?
Wanita selalu lekat dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan kecantikan. Hal tersebut sangatlah wajar, karena kaum Hawa memang kerap ingin terlihat cantik dalam berbagai kesempatan. Munculnya produk kecantikan baru kerap mengundang rasa penasaran kaum wanita. Salah satu produk kecantikan yang baru-baru ini kembali memikat perhatian para wanita adalah Nano Spray. Seperti apa rupa nano spray dan bagaimana dengan manfaat untuk kulit Anda? Berikut ulasan yang diberitakan pada Senin (6/10/2014):
Apa itu nano spray?
Nano spray adalah perangkat kecantikan yang mengandung air mineral dan atau zat-zat tertentu yang diharapkan dapat bermanfaat untuk kecantikan. Kandungan air mineral dan atau zat tertentu tersebut berbentuk partikel nano yang dapat lebih mudah masuk kedalam pori-pori kulit.
Perangkat kecantikan ini merupakan teknologi dari Jepang. Berbentuk tabung kecil dengan lubang dibagian depan ini menjadi salah satu produk kecantikan yang kerap dicari oleh kaum wanita di Indonesia saat ini karena mudah dibawa dan dipercaya dapat membuat kulit lebih kencang. Benarkah?
Selanjutnya *
Apa itu nano spray?
Nano spray adalah perangkat kecantikan yang mengandung air mineral dan atau zat-zat tertentu yang diharapkan dapat bermanfaat untuk kecantikan. Kandungan air mineral dan atau zat tertentu tersebut berbentuk partikel nano yang dapat lebih mudah masuk kedalam pori-pori kulit.
Perangkat kecantikan ini merupakan teknologi dari Jepang. Berbentuk tabung kecil dengan lubang dibagian depan ini menjadi salah satu produk kecantikan yang kerap dicari oleh kaum wanita di Indonesia saat ini karena mudah dibawa dan dipercaya dapat membuat kulit lebih kencang. Benarkah?
Selanjutnya *
Rabu, 16 Juli 2014
Khasiat Temulawak untuk Obati Hati
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) sejak turun temurun di Indonesia dikenal manfaatnya untuk kesehatan organ hati. Meski demikian, tidak semua penyakit gangguan hati bisa diatasi dengan senyawa kurkumin yang terkandung dalam akar rimpang ini.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Irsan Hasan mengatakan, temulawak memang bisa memberikan proteksi bagi organ hati, sehingga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Namun sebenarnya temulawak tidak bisa digunakan untuk mengobati penyakit, misalnya penyakit peradangan hati (hepatitis).
Label:
Curcuma xanthorrhiza,
hati,
hepatitis,
hepatitis B,
hepatitis C,
Hepatologi,
Irsan Hasan,
khasiat,
kurkumin,
manfaat,
Obati,
proteksi,
Temulawak,
virus
Senin, 07 Juli 2014
Sukun Ternyata "Superfoods"
Sebuah ulasan dalam New Scientist menyebutkan, buah sukun (Artocarpus altilis) merupakan salah satu "superfoods " yang berpotensi mengatasi kelaparan di seluruh dunia sekaligus menyediakan protein dalam dosis yang menyehatkan.
Berat sukun yang secara keseluruhan sekitar tujuh kilogram dapat memberikan porsi karbohidrat untuk lima orang anggota keluarga.
Para ilmuwan percaya, sukun berpotensi memberi makan masyarakat di seluruh dunia jika buah ini menghasilkan sekitar 204 kilogram/musim.
Berat sukun yang secara keseluruhan sekitar tujuh kilogram dapat memberikan porsi karbohidrat untuk lima orang anggota keluarga.
Para ilmuwan percaya, sukun berpotensi memberi makan masyarakat di seluruh dunia jika buah ini menghasilkan sekitar 204 kilogram/musim.
Label:
American Heart Association,
Artocarpus altilis,
bebas gluten,
HDL,
karbohidrat,
kelaparan,
LDL,
mineral,
NTBG,
protein,
serat,
Sukun,
superfoods,
Ternyata,
vitamin
7 Makanan Enak untuk Jantung Sehat
Gaya hidup kurang bergerak, pola makan tinggi lemak dan stres, sudah menjadi bagian dari kehidupan orang modern. Tak heran bahwa angka penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, terus meningkat.
Berolahraga, minimal 150 menit setiap minggunya, adalah salah satu syarat untuk menjaga kebugaran tubuh. Tetapi, untuk memperoleh manfaat maksimal dari olahraga, kita juga perlu menjalani pola makan sehat.
Ada banyak makanan sehat yang bisa dipilih, tetapi apa yang terbaik untuk menjaga jantung tetap sehat? Berikut di antaranya.
1. Salmon dan ikan berlemak lainnya
Salmon dan ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan sangat baik untuk kesehatan jantung, bahkan dikatakan manfaatnya melebihi dari daging lainnya. Omega-3 merupakan tipe lemak tak jenuh yang dapat menurunkan kadar kolesterol "jahat" dengan mengurangi kadar peradangan pada tubuh.
Asam lemak omega-3 juga kerap dikaitkan dengan kadar trigliserida, tekanan darah, risiko stroke, risiko gagal jantung, dan risiko penyumbatan darah yang lebih rendah. Salmon juga mengandung selenium, antioksidan lainnya yang bermanfaat melindungi jantung dari stres oksidatif.
2. Oatmeal
Rasa dari makanan satu ini mungkin tidak terlalu enak, tetapi menambahkannya dengan madu, selai kacang, pisang, stroberi, atau bluberi mampu memperbaiki rasanya. Selain itu, manfaat yang diperoleh dari makanan ini pun sangat baik untuk kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan. Oatmeal juga mengandung serat larut, folat, dan potasium.
3. Walnut dan almond
Sama seperti salmon, walnut dan almond mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Kacang-kacang ini juga mengandung vitamin E, magnesium, folat, dan serat. Penelitian membuktikan, makan satu genggam kacang-kacang ini setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.
4. Bluberi
Bluberi sering kali disebut sebagai makanan super karena mengandung antioksidan poten resveratrol. Banyak studi menyebutkan, resveratrol memiliki peran untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Faktanya, sebuah studi asal Harvard University menemukan, mengonsumsi bluberi dengan stroberi dapat menurunkan risiko serangan jantung lebih dari 30 persen.
5. Teh hijau
Tak hanya karena rasanya yang unik sehingga menjadi favorit banyak orang, teh hijau juga telah lama diketahui memiliki manfaat kesehatan. Pakar obat-obatan herbal asal Tiongkok telah menggunakannya selama berabad-abad. Teh hijau mengandung resveratrol dan katekin yang meningkatkan kandungan antioksidan, mencegah pembentukan plak di pembuluh darah, dan peran antikanker.
6. Kacang merah
Kacang merah juga mengandung asam lemak omega-3 dan serat. Hal ini arti, dengan mengonsumsinya, risiko penyakit jantung pun menurun. Di samping kandungan asam lemak omega-3 yang mampu mengurangi peradangan di dalam tubuh, serat larut yang dikandungnya juga dapat mengurangi kadar kolesterol.
7. Tomat
Makanan yang menyehatkan jantung tidak lengkap jika tidak mencantumkan sayuran. Faktanya, sayuran merupakan makanan yang paling bermanfaat bagi tubuh, dan salah satunya tomat. Tomat mengandung likopen, karotenoid yang berhubungan dengan penurunan risiko stroke.
"Likopen juga sangat efektif dalam mengikat radikal bebas yang dapat mengurangi risiko penuaan," kata Edward Giobannucci, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health.
Sumber *
Berolahraga, minimal 150 menit setiap minggunya, adalah salah satu syarat untuk menjaga kebugaran tubuh. Tetapi, untuk memperoleh manfaat maksimal dari olahraga, kita juga perlu menjalani pola makan sehat.
Ada banyak makanan sehat yang bisa dipilih, tetapi apa yang terbaik untuk menjaga jantung tetap sehat? Berikut di antaranya.
1. Salmon dan ikan berlemak lainnya
Salmon dan ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan sangat baik untuk kesehatan jantung, bahkan dikatakan manfaatnya melebihi dari daging lainnya. Omega-3 merupakan tipe lemak tak jenuh yang dapat menurunkan kadar kolesterol "jahat" dengan mengurangi kadar peradangan pada tubuh.
Asam lemak omega-3 juga kerap dikaitkan dengan kadar trigliserida, tekanan darah, risiko stroke, risiko gagal jantung, dan risiko penyumbatan darah yang lebih rendah. Salmon juga mengandung selenium, antioksidan lainnya yang bermanfaat melindungi jantung dari stres oksidatif.
2. Oatmeal
Rasa dari makanan satu ini mungkin tidak terlalu enak, tetapi menambahkannya dengan madu, selai kacang, pisang, stroberi, atau bluberi mampu memperbaiki rasanya. Selain itu, manfaat yang diperoleh dari makanan ini pun sangat baik untuk kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan. Oatmeal juga mengandung serat larut, folat, dan potasium.
3. Walnut dan almond
Sama seperti salmon, walnut dan almond mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Kacang-kacang ini juga mengandung vitamin E, magnesium, folat, dan serat. Penelitian membuktikan, makan satu genggam kacang-kacang ini setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.
4. Bluberi
Bluberi sering kali disebut sebagai makanan super karena mengandung antioksidan poten resveratrol. Banyak studi menyebutkan, resveratrol memiliki peran untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Faktanya, sebuah studi asal Harvard University menemukan, mengonsumsi bluberi dengan stroberi dapat menurunkan risiko serangan jantung lebih dari 30 persen.
5. Teh hijau
Tak hanya karena rasanya yang unik sehingga menjadi favorit banyak orang, teh hijau juga telah lama diketahui memiliki manfaat kesehatan. Pakar obat-obatan herbal asal Tiongkok telah menggunakannya selama berabad-abad. Teh hijau mengandung resveratrol dan katekin yang meningkatkan kandungan antioksidan, mencegah pembentukan plak di pembuluh darah, dan peran antikanker.
6. Kacang merah
Kacang merah juga mengandung asam lemak omega-3 dan serat. Hal ini arti, dengan mengonsumsinya, risiko penyakit jantung pun menurun. Di samping kandungan asam lemak omega-3 yang mampu mengurangi peradangan di dalam tubuh, serat larut yang dikandungnya juga dapat mengurangi kadar kolesterol.
7. Tomat
Makanan yang menyehatkan jantung tidak lengkap jika tidak mencantumkan sayuran. Faktanya, sayuran merupakan makanan yang paling bermanfaat bagi tubuh, dan salah satunya tomat. Tomat mengandung likopen, karotenoid yang berhubungan dengan penurunan risiko stroke.
"Likopen juga sangat efektif dalam mengikat radikal bebas yang dapat mengurangi risiko penuaan," kata Edward Giobannucci, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health.
Sumber *
Label:
almond,
bluberi,
Edward Giobannucci,
enak,
Jantung Sehat,
kacang merah,
karotenoid,
kurang gerak,
lemak,
likopen,
makanan,
olahraga,
omega-3 oatmeal,
radikal bebas,
Resveratrol,
salmon,
stroke,
teh hijau,
tomat,
walnut
Langganan:
Postingan (Atom)