Orang tua kebanyakan ingin memiliki anak yang disiplin dan patuh. Nah, menurut psikolog anak Najeela Shihab, hal ini bisa mulai dilatih sejak bayi lho. Tepatnya saat anak mulai menyusui.
Menyusui merupakan proses pertama yang sangat penting dalam membina bonding atau ikatan kuat antara anak dan orang tua. Di sinilah letak latihan disiplin anak dimulai.
"Semua proses bonding memang menjadi dasar yang penting untuk anak supaya mandiri atau disiplin. Disiplin itu luas, tentang hubungan antara orang tua dan anak," ujar psikolog yang akrab disapa Ela ini dalam talkshow AIMI-Andalan Breastfeeding Fair 2014 yang diadakan di Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (28/12/2014).
Menurut Ela, menyusui menjadi penting karena merupakan interaksi pertama antara orang tua dan anak. "Kalau bonding-nya kuat, ini adalah dasar disiplin yang nantinya baik," lanjutnya.
Selain itu, menurut Ela menyusui sendiri merupakan salah satu kegiatan yang membuat anak mampu mengatur dirinya sendiri. Saat menyusui komunikasi yang tejadi tidak hanya ucapan, anak juga berbicara pada orang tua melalui respons.
"Misalnya anak berhenti minum, itu berarti dia sudah kenyang atau mengantuk. Bentuk-bentuk komunikasi itu kemudian jadi dasar, nah kalau orang tuanya sensitif dan responsif, itu nanti jadi bekal kita responsif juga pada anak di tahap-tahap selanjutnya," sambung Ela.
Pengaturan diri sendiri atau self regulation disebutkan Ela dimiliki oleh setiap anak. Menyusui secara teratur secara tidak langsung mengajarkan anak untuk disiplin mengatur dirinya sendiri. Nah, proses inilah yang menurut Ela akan terus terbentuk seiring pertumbuhan dan perkembangan anak kelak ke depannya. Sumber *
Tampilkan postingan dengan label Punya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Punya. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 Desember 2014
Mau Punya Anak yang Disiplin? Prosesnya Dimulai Sejak Menyusui
Label:
anak,
bonding,
Dimulai Sejak,
Disiplin,
Grand Indonesia,
interaksi pertama,
mandiri,
menyusui,
Menyusui secara teratur,
Najeela Shihab,
Proses,
Punya,
self regulation
Sabtu, 07 Desember 2013
Sperma Ternyata Punya Pasukan Pejuang
Montana - Apakah wanita kekasih Anda selingkuh? Ternyata sperma bisa membuktikannya. Seksolog klinis Dr Lindsey Doe mengklaim bahwa 40 persen dari ejakulasi pria adalah sperma pejuang.
Sperma kamikaze ini memang dirancang untuh mencegah sperma orang lain membuahi sel telur. Jumlah sperma agresif ini akan meningkat ketika ada sperma laki-laki lain yang serta merta ikut membuahi. Peningkatan jumlah ini berguna untuk mengatasi ancaman.
Sperma jenis ini memang dirancang untuk tidak membuahi sel telur. Mereka melakukan blocking, membuat dinding dengan menghubungkan ekor bersama-sama.
"Beberapa sperma tempur akan menyerang dan membunuh setiap sperma yang dilihatnya sebagai ancaman," kata Doe, seperti dilansir dari laman Daily mail, Kamis, 5 Desember 2013.
Sperma kamikaze ini memang dirancang untuh mencegah sperma orang lain membuahi sel telur. Jumlah sperma agresif ini akan meningkat ketika ada sperma laki-laki lain yang serta merta ikut membuahi. Peningkatan jumlah ini berguna untuk mengatasi ancaman.
Sperma jenis ini memang dirancang untuk tidak membuahi sel telur. Mereka melakukan blocking, membuat dinding dengan menghubungkan ekor bersama-sama.
"Beberapa sperma tempur akan menyerang dan membunuh setiap sperma yang dilihatnya sebagai ancaman," kata Doe, seperti dilansir dari laman Daily mail, Kamis, 5 Desember 2013.
Langganan:
Postingan (Atom)